Tahukah Anda?
2.31K subscribers
1.46K photos
103 videos
1 file
3.86K links
Download Telegram
Imam Muhammad al-Baqir as berkata,
Imam Ali as pernah melewati Karbala bersama dua orang sahabatnya. Ketika beliau melewati tempat itu, kedua matanya berlinang air mata, lalu beliau berkata,
"Di sinilah tempat pemberhentian kendaraan mereka, di sinilah tempat diletakkannya barang bawaan mereka, dan di sinilah darah mereka akan ditumpahkan."

📚Bihar al-Anwar, Jilid 44, Halaman 258.

http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ja’far as-Shodiq as ditanya oleh sahabatnya,
“Diriku menjadi tebusanmu wahai Imam. Biasanya jenazah diperingati dengan ratapan dan tangisan setelah hari kematiannya atau setelah hari terbunuhnya. Namun aku melihat kalian (Ahlulbait) beserta para syiah berkumpul dan meratapi Alhusain sejak hari pertama di bulan Muharram?”

Imam Ja’far as menjawab,
“Begitulah, Ketika hilal bulan Muharram telah tampak, para malaikat membentangkan jubah Al-Husain as dalam keadaan terkoyak-koyak akibat sabetan pedang dan berlumuran darah. Maka kami dan para pengikut kami (Syiah kami) melihatnya dengan mata hati, bukan dengan mata kepala, sehingga meledaklah tangisan kami."

📚Tsamarat al-A'wad.

http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali ar-Ridha as berkata,
"Ayahku (Imam Musa al-Khadzim as), ketika memasuki bulan Muharram, tidak terlihat tertawa. Rasa duka dan kesedihan tampak jelas menguasai dirinya hingga berlalu sepuluh hari. Maka apabila tiba hari kesepuluh (Asyura), hari itu menjadi hari musibah, kesedihan, dan tangisannya, dan beliau berkata: 'Inilah hari di mana Husain as dibunuh'."

http://Telegram.me/TahukahAnda
Diriwayatkan dari Muhammad bin Daud al-Qommi dengan sanadnya dari Abu Abdillah Imam Ja'far Shadiq as, beliau berkata, "Pada malam hari keberangkatan al-Husain as dari Makkah menuju Kufah, Muhammad bin al-Hanafiyah datang menemui beliau dan berkata, 'Saudaraku, bukankah engkau telah mengetahui kelicikan penduduk Kufah terhadap ayah dan abangmu? Aku takut dan cemas nasibmu akan berakhir seperti mereka berdua yang telah lebih dulu pergi meninggalkan kita. Aku memohon agar engkau mau tetap tinggal di sini, karena engkau adalah orang yang paling mulia dan terhormat di kota suci ini.'

Al-Husain menjawab, 'Adikku, aku takut Yazid bin Muawiyah akan membunuhku di kota suci ini, sehingga aku menjadi penyebab terinjak-injaknya kehormatan Baitullah.'

Ibnu al-Hanafiyah berkata lagi, 'Kalau begitu pergi saja ke Yaman atau kota lainnya! Di sana orang-orang akan menghormatimu, sehingga tidak ada orang yang dapat mencelakakanmu.'

'Baik, akan kupertimbangkan saranmu itu,' jawab Al-Husain .

Mendekati subuh, al-Husain bergerak meninggalkan kota. Berita keberangkatan beliau segera sampai ke telinga Muhammad bin al-Hanafiyah. Bergegas ia pergi menyusul al-Husain. Ibnu al-Hanafiyah menarik tali kekang kuda yang dinaiki oleh abangnya itu seraya berkata, 'Bukankah engkau telah berjanji padaku untuk mempertimbangkan saranku, wahai saudaraku?'
'Benar,' jawab al-Husain.
'Lalu mengapa engkau buru-buru pergi?' tanyanya lagi

Dalam jawabannya, al-Husain berkata, 'Setelah engkau pergi meninggalkanku, Rasulullah saw datang kepadaku dan bersabda, 'Anakku Husain, pergilah! Karena Allah berkehendak untuk menyaksikanmu mati terbunuh."

Muhammad bin al-Hanafiyah tersentak kaget dan mengatakan, 'Inna lillahi wa inna ilahi raji'un. Tapi mengapa engkau membawa wanita-wanita ini bersamamu, padahal kepergianmu seperti yang engkau katakan?'

Al-Husain menjawab, 'Beliau juga bersabda bahwa Allah Swt berkehendak untuk melihat mereka diseret sebagai tawanan.'

Kemudian beliau mengucapkan selamat tinggal kepada adiknya itu dan meneruskan perjalanannya.

http://Telegram.me/TahukahAnda
🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Pada hari Jumat tidak ada amalan yang lebih baik dari salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."

📚Ta'wil al Ayat azh Zhahirah, hal 454.

🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Disunahkan bersalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya pada hari Jumat sebanyak seribu kali dan pada hari yang lain sebanyak seratus kali."

📚Ushul al Kafi, 3/416.

🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Pada akhir hari Kamis dan malam Jumat, sekelompok malaikat turun dari langit dengan membawa pena dari emas serta papan dari perak, dan pada akhir hari Kamis serta malam Jumat, juga hari Jumat sampai matahari terbenam, mereka tidak mencatat sesuatu apa pun selain bacaan salawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya."

📚Ushul al Kafi, 3/416.

🌹اَللّهُمَّ صَلِّ عَلی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ🌹

http://Telegram.me/TahukahAnda
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Rasulullah saw bersabda,

أكثِرُوا الصَّلاةَ عَلَيَّ ؛ فَإِنَّ الصَّلاةَ عَلَيَّ نورٌ فِي القَبرِ ، ونورٌ عَلَى الصِّراطِ ، ونورٌ فِي الجَنَّةِ .

“Perbanyaklah sholawat kepadaku, Karena solawat kepadaku adalah :

✅ Cahaya di kubur,

✅ Cahaya di Shiroth, dan

✅ Cahaya di surga.”

📚Biharul Anwar, jil. 79, hal.64.

http://Telegram.me/TahukahAnda
"Ajarkan anak-anakmu untuk mencintai Imam Husain as bukan hanya dengan tangisan, tetapi dengan menanamkan nilai-nilai yang beliau syahid demi menegakkannya: kemuliaan, kebenaran, dan kebebasan."

http://Telegram.me/TahukahAnda
Dalam perjalanan ke karbala, setelah mendengar berita kesyahidan Muslim bin aqil, Farazdaq datang menemui Imam Husain as. Setelah mengucapkan salam, dia berkata, "Wahai putra Rasulullah, mengapa Anda masih saja percaya pada orang-orang Kufah? Padahal mereka baru saja membunuh Muslim bin Aqil, sepupu dan pengikutmu yang setia.

"Dengan berlinang air mata, al-Husain as menjawab, "Semoga Allah merahmati Muslim. Kini dia berada dalam kenyamanan, kesenangan, kemuliaan dan keridaan Allah. Dia telah melakukan tugasnya dengan baik. Dan sekarang tugas itu menjadi tanggung jawab kita semua."

Lalu Imam bersyair,
Jika dunia ini mempunyai harga, Ketahuilah, pahala di sisi Allah lebih berharga.

Jika badan tercipta untuk kematian, Maka kematian di jalan Allah lebih utama.

Jika rezeki dibagikan menurut ketentuan, Alangkah baiknya untuk tidak serakah dalam usaha.

Jika harta setelah terkumpul akan ditinggalkan, Mengapa orang kikir untuk menginfakkannya.

http://Telegram.me/TahukahAnda
"Bentuk kesetiaanmu kepada Imam Husain as adalah dengan menolong orang yang tertindas, tidak berdiam diri terhadap kebenaran, dan menyuarakan keadilan di zaman yang penuh keheningan (ketika banyak orang memilih diam)."

http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Husain as berkata,
"Orang sepertiku tidak akan pernah membaiat orang seperti dia(Yazid ibn Muawiyah)."

http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali bin Musa ar-Ridho as berkata,
“Barang siapa yang duduk di sebuah majlis yang didalamnya dihidupkan perkara kami, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika hati-hati menjadi mati.”

http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali bin Musa ar-Ridho as berkata,
"Wahai putra Syabib, jika kamu ingin mendapatkan pahala seperti orang yang syahid bersama al-Husain as, maka setiap kali kamu teringat al-Husain as, katakanlah:

"يَا لَيْتَنِي كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا"

"oh andai saja aku bersama mereka maka aku akan meraih kemenangan yang besar".

📚Uyun Akhbar al-Ridho as

http://Telegram.me/TahukahAnda
"Jika ada orang yang tertindas di dunia Islam, maka seorang pengikut Imam Husain yang sejati dan pengikut Karbala yang sejati, yang menangisi Imam Husain as, harus berada di pihak orang yang tertindas tersebut."

(Syahid Sayyid Hasyim Safiuddin)

http://Telegram.me/TahukahAnda
Mungkin kita sering mendengar pertanyaan mengapa kita menangisi Alhusain, tapi bagaimana jika pertanyaan itu dibalik “Mengapa kita tidak menangisi Alhusain?”

Setidaknya ada 3 penyebab bagi seseorang yang tidak menangisi Alhusain:

1⃣ Kerasnya hati.

ما جفَّت الدموعُ إلا لقسوةِ القلوبِ، وما قستْ القلوبُ إلاّ لكثرةِ الذنوب

Air mata tidak akan kering kecuali karena kerasnya hati dan hati tidak akan keras kecuali karena banyaknya dosa. (Imam Ali as)

2⃣ Tidak mengenal Alhusain dan musibah yang menimpa keluarga nabi dipadang karbala.

3⃣ Menjadi bagian dari musuh keluarga nabi yang senang melihat pembantaian tersebut.

Lalu kenapa kita menangisi Alhusain?

1⃣ Mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw. Karena beliau lah yg pertama menangisi Alhusain berulang kali dalam berbagai kesempatan.

Serta menjalankan anjuran Ahlulbait untuk menangisi cucunda tercinta Nabi tersebut.

2⃣ Melunturkan dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Allah, karena Alhusain berkorban demi tegaknya kalimat Allah.

3⃣ Merasakan kepedihan dan rasa sakit yang dirasakan keluarga nabi dipadang karbala.

4⃣ Berbela sungkawa kepada Rasulullah dan sayyidah fatimah az-zahra atas syahidnya putra tercinta beliau.

http://Telegram.me/TahukahAnda
"Pelajaran yang diberikan oleh Imam Husain as kepada umat Islam adalah bahwa manusia harus senantiasa siap berjuang demi kebenaran dan keadilan, menegakkan keadilan serta melawan kezaliman, dan turun ke medan perjuangan dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya."

(Rahbar Syahid Ali Khamenei)

http://Telegram.me/TahukahAnda
Tahukah anda bahwa:

1⃣ Sayyid As-Syuhada (Imam Husain as) memasuki Karbala pada tanggal 2 Muharram tahun 61 Hijriah.

2⃣ Ketika Imam Husain as tiba di Karbala, beliau bertanya,
"Apa nama tempat ini?"
Mereka menjawab,
"Tempat ini disebut Thaff."
Imam bertanya lagi,
"Apakah punya nama lain?"
Mereka menjawab,
"Tempat ini juga disebut Karbala."
Mendengar nama Karbala, Imam berkata,
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan (Karb) dan bencana (Bala)."

3⃣ Setelah singgah (sampai) di Karbala, Imam berkata,
"Di sinilah tempat singgah kita, dan demi Allah, di sinilah letak kuburan kita. Demi Allah, dari sinilah kita akan dibangkitkan dan dikumpulkan pada hari kiamat. Ini adalah janji dari kakekku, Rasulullah saw, dan janji beliau tidak pernah menyalahi kenyataan."

4⃣ Kata Karbala terdiri dari gabungan dua kata, yaitu "Karb" (کرب) dan "Bala" (بلا), yang berarti
kesedihan, kedukaan dan bencana.

5⃣ Imam Husain as melewati 17 tempat persinggahan (manzil) dalam perjalanannya dari Makkah menuju Karbala.

6⃣ Pada hari ketiga bulan Muharram, tanah Karbala dibeli oleh Imam Husain as dari penduduk Nainawa dan Al-Ghadhiriyyah seharga 60.000 dirham, lalu tanah tersebut disedekahkan kembali kepada mereka. Imam Husain as memberikan syarat kepada mereka agar mereka bersedia menuntun orang-orang yang ingin berziarah ke makam beliau, serta menjamu para peziarah tersebut selama 3 hari.

📚 Bihar al-Anwar, Jilid 44, Halaman 386.

http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali as-Sajjad as mengenai kedudukan pamannya, Abul Fadhl Abbas as, beliau berkata,
"Dan sesungguhnya al-Abbas memiliki kedudukan di sisi Allah Azza wa Jalla, yang membuat seluruh syuhada merasa kagum (menginginkan kedudukan yang sama) kepadanya pada hari kiamat kelak."

http://Telegram.me/TahukahAnda
Setiap pembela Alhusain memiliki Bashiroh. Mereka tak hanya melihat kehidupan dengan mata, tapi mereka memandang dengan hati nurani yang bersih.

Abbas memiliki Bashiroh yang lebih dalam dari selainnya. Terbukti di hari ke-9 Muharram, Syimr mendatanginya untuk menawarkan jaminan keamanan karena masih ada hubungan kekerabatan, Abbas spontan menolaknya dengan berkata, “Apakah aku akan meninggalkan Alhusain? Terlaknat engkau dan terlaknat lah jaminan keamananmu!”

Dan contoh lain dari kedalaman Bashiroh Abbas adalah ketika ia menyuruh ketiga adiknya untuk berjuang dan meraih syahadah. Abbas mengorbankan seluruh adiknya dihadapan matanya demi Alhusain as.

Tak ada keraguan sedikit pun dihatinya. Bahkan beliau tidak berpikir untuk menyisakan satu dari saudaranya untuk menjaga ibunya dan menjaga sisa keluarganya di Madinah.

Semuanya beliau korbankan demi memperjuangkan Islam disamping cucu baginda nabi, Imam Husain as.

http://Telegram.me/TahukahAnda