▪️Dua Majelis Diskusi di Tengah Malam Asyura▪️
Sayyidah Zainab menceritakan bahwa pada pertengahan malam Asyura, beliau mendatangi kemah saudaranya, Abul Fadl Abbas. Beliau melihat para pemuda Bani Hasyim tengah duduk melingkar di sekelilingnya. Dan ia duduk dengan tegap sambil memancing diskusi dengan mereka. Ia berkata, “Wahai saudara-saudaraku! Wahai putera-putera pamanku! Besok, tatkala perang dengan musuh dimulai, kalian harus berada di depan dan merupakan orang pertama yang maju ke medan perang. Jangan sampai orang-orang mengatakan bahwa Bani Hasyim menjadikan kita sebagai penolong mereka sementara mereka lebih mengutamakan kehidupannya sendiri ketimbang kematiannya.”
Para pemuda Bani Hasyim dengan penuh semangat menjawab, “Kami patuh pada perintah Anda.”
Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib berkata, “Dari sana saya menuju kemah Habib bin Mazhahir dan melihat para sahabat (selain Bani Hasyim) duduk melingkarinya. Ia berkata kepada mereka, Wahai para penolong! Besok tatkala perang dimulai, kalian harus menjadi orang pertama yang maju ke medan tempur, karena Bani Hasyim adalah para junjungan dan pembesar kita, dan kita harus berkorban untuk mereka. Para sahabat menjawab, Benar sekali ucapanmu. Mereka pun menepati ucapan mereka dan bergerak maju ke medan tempur lebih dulu dari Bani Hasyim. Setelah melakukan perlawanan, akhirnya mereka gugur sebagai syuhada.”
http://Telegram.me/TahukahAnda
Sayyidah Zainab menceritakan bahwa pada pertengahan malam Asyura, beliau mendatangi kemah saudaranya, Abul Fadl Abbas. Beliau melihat para pemuda Bani Hasyim tengah duduk melingkar di sekelilingnya. Dan ia duduk dengan tegap sambil memancing diskusi dengan mereka. Ia berkata, “Wahai saudara-saudaraku! Wahai putera-putera pamanku! Besok, tatkala perang dengan musuh dimulai, kalian harus berada di depan dan merupakan orang pertama yang maju ke medan perang. Jangan sampai orang-orang mengatakan bahwa Bani Hasyim menjadikan kita sebagai penolong mereka sementara mereka lebih mengutamakan kehidupannya sendiri ketimbang kematiannya.”
Para pemuda Bani Hasyim dengan penuh semangat menjawab, “Kami patuh pada perintah Anda.”
Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib berkata, “Dari sana saya menuju kemah Habib bin Mazhahir dan melihat para sahabat (selain Bani Hasyim) duduk melingkarinya. Ia berkata kepada mereka, Wahai para penolong! Besok tatkala perang dimulai, kalian harus menjadi orang pertama yang maju ke medan tempur, karena Bani Hasyim adalah para junjungan dan pembesar kita, dan kita harus berkorban untuk mereka. Para sahabat menjawab, Benar sekali ucapanmu. Mereka pun menepati ucapan mereka dan bergerak maju ke medan tempur lebih dulu dari Bani Hasyim. Setelah melakukan perlawanan, akhirnya mereka gugur sebagai syuhada.”
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali Zainal Abidin as berkata,
"Seorang mukmin yang menangis hingga air matanya membasahi kedua pipinya karena dibunuhnya al-Husain, maka Allah akan menyediakan baginya kamar-kamar di surga yang dapat dia tempati untuk selama-lamanya."
📚Tsawab al-A'mal, hal.108, hadis ke-1.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Seorang mukmin yang menangis hingga air matanya membasahi kedua pipinya karena dibunuhnya al-Husain, maka Allah akan menyediakan baginya kamar-kamar di surga yang dapat dia tempati untuk selama-lamanya."
📚Tsawab al-A'mal, hal.108, hadis ke-1.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Rasulullah saw berkata kepada putrinya, Sayyidah Fatimah as,
“Wahai Fatimah, setiap mata akan menangis di hari kiamat kecuali mata yang menangisi musibah (putramu) al-Husain. Sungguh (yang menangisi al-Husain) akan bergembira dan berseri-seri dengan kenikmatan surga.”
📚Bihar al-Anwar jil. 44, hal. 293.
http://Telegram.me/TahukahAnda
“Wahai Fatimah, setiap mata akan menangis di hari kiamat kecuali mata yang menangisi musibah (putramu) al-Husain. Sungguh (yang menangisi al-Husain) akan bergembira dan berseri-seri dengan kenikmatan surga.”
📚Bihar al-Anwar jil. 44, hal. 293.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas Syahadahnya Imam Husain as, Ali bin Husain, Putra-putra al-Husain, serta Sahabat-Sahabat setia al-Husain, semoga kita semua bisa meneladani kehidupan Mereka dan digolongkan sebagai pengikut setianya, serta kelak di hari kiamat mendapat syafaatnya🤲🤲
http://Telegram.me/TahukahAnda
http://Telegram.me/TahukahAnda
Mafdal Ibn Umar telah meriwayatkan dari Imam Ja'far Shadiq as yang berkata:
"Husain bin Ali as mendekati saudaranya Imam Hasan as, melihat Imam Husain as menangis, Imam Hasan as menanyakan apa sebabnya. Imam Husain as menjawab: "Aku menangis atas tragedi yang akan menimpamu!" Imam Hasan balik mengatakan: "Mereka akan membunuhku dengan racun. Tetapi tak akan ada hari yang sebanding dengan harimu, duhai Aba Abdillah! Tiga puluh ribu tentara yang mengaku sebagai umat Nabi saw, akan berkumpul untuk menumpahkan darahmu, menginjak-injak kehormatanmu, akan menawan istri, anak-anakmu, dan menjarah harta benda milikmu. Pada saat itu, Allah mendatangkan kutukan pada Bani Umayyah, langit akan menurunkan hujan darah, dan semua makhluk termasuk ikan-ikan di lautan akan menangisi serta meratapimu."
📚Al-Muhluf, hal. 11.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Husain bin Ali as mendekati saudaranya Imam Hasan as, melihat Imam Husain as menangis, Imam Hasan as menanyakan apa sebabnya. Imam Husain as menjawab: "Aku menangis atas tragedi yang akan menimpamu!" Imam Hasan balik mengatakan: "Mereka akan membunuhku dengan racun. Tetapi tak akan ada hari yang sebanding dengan harimu, duhai Aba Abdillah! Tiga puluh ribu tentara yang mengaku sebagai umat Nabi saw, akan berkumpul untuk menumpahkan darahmu, menginjak-injak kehormatanmu, akan menawan istri, anak-anakmu, dan menjarah harta benda milikmu. Pada saat itu, Allah mendatangkan kutukan pada Bani Umayyah, langit akan menurunkan hujan darah, dan semua makhluk termasuk ikan-ikan di lautan akan menangisi serta meratapimu."
📚Al-Muhluf, hal. 11.
http://Telegram.me/TahukahAnda
لاَيَوْمَ كَيَوْمِكَ يَا اَبا َعَبْدِاللَّهِ
“Tiada hari seperti harimu wahai Aba Abdillah”
http://Telegram.me/TahukahAnda
“Tiada hari seperti harimu wahai Aba Abdillah”
http://Telegram.me/TahukahAnda
Ketika diminta untuk berbaiat kepada Yazid, Imam Husain as berkata,
"Orang sepertiku tidak akan membaiat orang seperti dia".
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Orang sepertiku tidak akan membaiat orang seperti dia".
http://Telegram.me/TahukahAnda
Ya Allah Jadikanlah kehidupanku seperti kehidupan Muhammad dan keluarga Muhammad dan kematianku seperti kematian Muhammad dan keluarga Muhammad🤲🤲
(Petikan Ziarah Asyura)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Petikan Ziarah Asyura)
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Majelis-majelis duka harus diselenggarakan di seluruh penjuru negeri, dan kita semua wajib menyampaikan rasa bela sungkawa kepada Rasul Teragung saw, serta menangisi kezaliman yang menimpa Ahlulbaitnya as, khususnya Imam Husain Pemimpin para Syuhada."
(Imam Khomeini qs)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Imam Khomeini qs)
http://Telegram.me/TahukahAnda
"John bin Huwai berdiri di hadapan Imam Husain as dengan hati yang dipenuhi keyakinan dan kesetiaan.
Ia berkata, seakan merasa heran pada dirinya sendiri:
'Apakah ketika hidup lapang aku bersama kalian, tetapi saat kesulitan menimpa aku justru meninggalkan kalian?
Tidak, demi Allah! Aku tidak akan meninggalkan kalian selama aku masih hidup.'
Kata-katanya bukan sekadar ungkapan, melainkan deklarasi kesetiaan yang tak tergoyahkan dan baiat yang dipersembahkan dengan jiwa sebelum pedang. Sikapnya menjadi bukti bahwa kesetiaan sejati tidak berubah karena keadaan, tetapi justru semakin teguh ketika ujian datang."
http://Telegram.me/TahukahAnda
Ia berkata, seakan merasa heran pada dirinya sendiri:
'Apakah ketika hidup lapang aku bersama kalian, tetapi saat kesulitan menimpa aku justru meninggalkan kalian?
Tidak, demi Allah! Aku tidak akan meninggalkan kalian selama aku masih hidup.'
Kata-katanya bukan sekadar ungkapan, melainkan deklarasi kesetiaan yang tak tergoyahkan dan baiat yang dipersembahkan dengan jiwa sebelum pedang. Sikapnya menjadi bukti bahwa kesetiaan sejati tidak berubah karena keadaan, tetapi justru semakin teguh ketika ujian datang."
http://Telegram.me/TahukahAnda
Rasulullah saw bersabda,
"Sesungguhnya Al-Husain as adalah pelita petunjuk dan bahtera keselamatan".
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Sesungguhnya Al-Husain as adalah pelita petunjuk dan bahtera keselamatan".
http://Telegram.me/TahukahAnda
Mencintai keluarga bukanlah sesuatu yang aneh..
Mencintai teman bukanlah hal yang tabu..
Mencintai seseorang yang menyimpan perasaan benci kepada kita juga sesuatu yang biasa terjadi…
Namun mencintai musuh yang sedang menghunus pedang dan bernafsu untuk membunuh kita bukanlah cinta biasa..
Ini adalah cinta yang begitu dahsyat yang ditampilkan oleh manusia agung seperti Imam Husain as di Karbala..
10 Muharram, pagi-pagi sekali al-Husain as keluar dari tendanya ke medan peperangan. Ia melihat dengan seksama ke arah musuh-musuhnya. Tiba-tiba beliau menangis dengan air mata yang begitu deras dalam waktu yang lama.
Orang-orang disekitarnya mengira al-Husain as sedang menangisi kesendirian serta keterasingannya. Namun bukan itu sebabnya, karena al-Husain as sedang menangisi musuh-musuh beliau yang akan masuk neraka disebabkan memerangi dan menumpahkan darah cucunda Nabi.
Cinta itu juga tercermin saat beliau memaafkan Alhur yang ingin bertaubat. Padahal dia lah panglima yang menggiring al-Husain as ke padang karbala. Dia lah yang membawa kafilah al-Husain as menuju kematian.
Cinta yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata. Disaat beliau memberi minum pasukan Alhur yang sedang kehausan, padahal pasukan itulah yang tak lama lagi akan membantai keluarga nabi dalam dahaga. Tak hanya pasukan yang diberi minum, bahkan kuda-kuda mereka tak luput dari tangan al-Husain as yang penuh rahmat.
Sungguh beliau adalah cucunda Rasulullah saw Sang Rahmatan lil Alamin.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Mencintai teman bukanlah hal yang tabu..
Mencintai seseorang yang menyimpan perasaan benci kepada kita juga sesuatu yang biasa terjadi…
Namun mencintai musuh yang sedang menghunus pedang dan bernafsu untuk membunuh kita bukanlah cinta biasa..
Ini adalah cinta yang begitu dahsyat yang ditampilkan oleh manusia agung seperti Imam Husain as di Karbala..
10 Muharram, pagi-pagi sekali al-Husain as keluar dari tendanya ke medan peperangan. Ia melihat dengan seksama ke arah musuh-musuhnya. Tiba-tiba beliau menangis dengan air mata yang begitu deras dalam waktu yang lama.
Orang-orang disekitarnya mengira al-Husain as sedang menangisi kesendirian serta keterasingannya. Namun bukan itu sebabnya, karena al-Husain as sedang menangisi musuh-musuh beliau yang akan masuk neraka disebabkan memerangi dan menumpahkan darah cucunda Nabi.
Cinta itu juga tercermin saat beliau memaafkan Alhur yang ingin bertaubat. Padahal dia lah panglima yang menggiring al-Husain as ke padang karbala. Dia lah yang membawa kafilah al-Husain as menuju kematian.
Cinta yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata. Disaat beliau memberi minum pasukan Alhur yang sedang kehausan, padahal pasukan itulah yang tak lama lagi akan membantai keluarga nabi dalam dahaga. Tak hanya pasukan yang diberi minum, bahkan kuda-kuda mereka tak luput dari tangan al-Husain as yang penuh rahmat.
Sungguh beliau adalah cucunda Rasulullah saw Sang Rahmatan lil Alamin.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Suatu bangsa yang memiliki (semangat) Muharam tidak akan pernah dapat dikalahkan."
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
Diriwayatkan dari Syu'aib bin Abdurrahman Khuza'i, Ditemukan bekas hitam di punggung Imam Husain bin Ali as pada hari al-Thaff (tragedi Karbala). Mereka bertanya kepada Imam Ali Zainal Abidin as tentang hal itu. Kemudian beliau menjawab,
"Bekas hitam itu disebabkan oleh kebiasaan yang dilakukan beliau, yaitu mengangkat karung (berisi bahan makanan) di punggungnya ke rumah-rumah para janda, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin."
📚Ibnu Syahr Asyub, al-Manaqib, hal.4, hadis 66.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Bekas hitam itu disebabkan oleh kebiasaan yang dilakukan beliau, yaitu mengangkat karung (berisi bahan makanan) di punggungnya ke rumah-rumah para janda, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin."
📚Ibnu Syahr Asyub, al-Manaqib, hal.4, hadis 66.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Kesyahidan adalah bunga yang semerbak harum. Tidak ada yang dapat meraihnya dan mencium keharumannya kecuali hamba-hamba pilihan Allah di antara makhluk-Nya."
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Asyura adalah matahari yang tak pernah terbenam. Ia merupakan gambaran yang hidup dan nyata tentang pergulatan antara cahaya dan kegelapan, peperangan antara kebenaran dan kebatilan, serta antara kemuliaan dan kehinaan."
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Pertarungan antara barisan Husaini dan barisan Yazidi adalah sebuah pertarungan yang terus berlanjut."
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Muhammad al-Baqir as berkata pada Jabir:
"Cukupkah bagi seseorang menghiasi (dirinya sendiri) sebagai Syi'ah (pengikut) dengan semata-mata menyatakan kecintaan pada kami, Ahlulbait?
Tidak, demi Allah, tidaklah seseorang termasuk pengikut kami kecuali kalau dia takut kepada Allah dan menaati-Nya. Wahai Jabir! Para pengikut kami (syi'atuna) tidak dikenal kecuali dengan kerendahan hati (tawadhu); kekhusyukan; amanah; banyak mengingat Allah, puasa dan shalat; berbuat baik pada kedua orang tua; mendatangi (menyantuni) orang fakir miskin, orang yang berutang, dan anak yatim (-piatu) yang tinggal di dekatnya; mengatakan kebenaran; membaca al-Quran; menahan lidah kepada manusia kecuali kata-kata yang baik saja; dan dapat dipercaya oleh sanak keluarga dalam segala urusan..."
📚Al-Kafi, jilid 2, hal.74.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Cukupkah bagi seseorang menghiasi (dirinya sendiri) sebagai Syi'ah (pengikut) dengan semata-mata menyatakan kecintaan pada kami, Ahlulbait?
Tidak, demi Allah, tidaklah seseorang termasuk pengikut kami kecuali kalau dia takut kepada Allah dan menaati-Nya. Wahai Jabir! Para pengikut kami (syi'atuna) tidak dikenal kecuali dengan kerendahan hati (tawadhu); kekhusyukan; amanah; banyak mengingat Allah, puasa dan shalat; berbuat baik pada kedua orang tua; mendatangi (menyantuni) orang fakir miskin, orang yang berutang, dan anak yatim (-piatu) yang tinggal di dekatnya; mengatakan kebenaran; membaca al-Quran; menahan lidah kepada manusia kecuali kata-kata yang baik saja; dan dapat dipercaya oleh sanak keluarga dalam segala urusan..."
📚Al-Kafi, jilid 2, hal.74.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata,
أسعَدُ النّاسِ مَن عَرَفَ فَضلَنا ، وتَقَرَّبَ إلَى اللّهِ بِنا ، وأخلَصَ حُبَّنا ، وعَمِلَ بِما إلَیهِ نَدَبنا ، وانتَهى عَمّا عَنهُ نَهَینا ، فَذاکَ مِنّا ، وهُوَ فی دارِ المُقامَةِ مَعَنا.
“Manusia yang paling bahagia adalah siapa yang mengenal keutamaan kami (Ahlulbait), Mendekat kepada Allah melalui kami, Tulus mencintai kami, Berbuat sesuai dengan apa yang kami ajarkan, Menahan diri dari sesuatu yang kami larang, Orang-orang seperti ini adalah bagian dari kami, Dan kelak di tempat kebangkitan bersama kami."
📚Ahlulbait fil kitab was sunnah, hal.92.
http://Telegram.me/TahukahAnda
أسعَدُ النّاسِ مَن عَرَفَ فَضلَنا ، وتَقَرَّبَ إلَى اللّهِ بِنا ، وأخلَصَ حُبَّنا ، وعَمِلَ بِما إلَیهِ نَدَبنا ، وانتَهى عَمّا عَنهُ نَهَینا ، فَذاکَ مِنّا ، وهُوَ فی دارِ المُقامَةِ مَعَنا.
“Manusia yang paling bahagia adalah siapa yang mengenal keutamaan kami (Ahlulbait), Mendekat kepada Allah melalui kami, Tulus mencintai kami, Berbuat sesuai dengan apa yang kami ajarkan, Menahan diri dari sesuatu yang kami larang, Orang-orang seperti ini adalah bagian dari kami, Dan kelak di tempat kebangkitan bersama kami."
📚Ahlulbait fil kitab was sunnah, hal.92.
http://Telegram.me/TahukahAnda