BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
13.2K subscribers
14K photos
646 videos
67 files
7.03K links
Menebar Cahaya Sunnah
Download Telegram
HARI YANG ISTIMEWA

- hari yang utama : jum'at
- sedekah yang utama : air

kesempatan emas untuk menghadiahkan pahala jariyah bagi kedua orangtua di hari terbaik ini

WAKAF 4 SUMUR BOR + PEMBEBASAN LAHAN MASJID + MUSHAF

info lengkap, bisa dibaca dalam artikel berikut : https://bbg-alilmu.com/archives/73888

BANK SYARIAH INDONESIA
7480009996
AL ILMU INFAQ


konfirmasi (tidak wajib)
https://wa.me/6283806624622
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1731
.
Orang Yang Suka Melaknat Tidak Bisa Memberi Syafaat & Menjadi Saksi Pembela Pada Hari Kiamat
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1731 . Orang Yang Suka Melaknat Tidak Bisa Memberi Syafaat & Menjadi Saksi Pembela Pada Hari Kiamat . Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
AKIBAT SUKA MELAKNAT KETIKA HIDUP DI DUNIA

Zaid bin Aslam meriwayatkan bahwa 'Abdul Malik bin Marwan mengirimkan beberapa perabot rumah tangga untuk hiasan kepada Umm Ad Darda'.

Ketika malam tiba, 'Abdul Malik bangun lalu memanggil pelayannya. Tampaknya pelayan tersebut terlambat (dalam menyahut panggilannya), sehingga dia ('Abdul Malik) melaknatnya. Ketika pagi hari tiba, Umm Ad Darda' berkata kepadanya, 'Aku mendengarmu melaknat pelayanmu tadi malam ketika engkau memanggilnya..'

Umm Ad Darda' melanjutkan, 'Aku mendengar Abu Ad Darda' mengatakan bahwa Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam bersabda, 'Orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat maupun saksi pada hari kiamat..'

(HR. Muslim - 2598, Abu Dawud - 4807)
BERSEGERA UNTUK HADIR AWAL PADA SHOLAT JUM'AT

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu, Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam bersabda,

“Apabila hari Jum'at tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika Imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah..”

(HR. Al Bukhari 3211)

📌 Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan maksud hadis di atas,

"Yang dimaksud malaikat menutup catatan ketika khotib naik mimbar adalah catatan berkaitan dengan keutamaan bersegera menuju Jum'atan, dan bukan catatan amal lainnya.

Sementara amal mendengarkan khutbah, melaksanakan sholat, dzikir, berdo'a, khusyu ketika ibadah atau semacamnya, semuanya dicatat oleh dua malaikat pencatat amal.."

(Fathul Bari, 2/367)

➡️ Maka pada sholat Jum'at, ada 3 malaikat yang mencatat amal manusia.

1/ Dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yang selalu menyertai manusia

2/ Malaikat yang berjaga di pintu masjid, mencatat setiap orang yang datang sebelum khotib naik mimbar, sesuai urutannya.

Ketika seseorang datang terlambat dan khotib sudah naik mimbar, maka orang yang terlambat tsb tidak mendapatkan catatan jenis yang kedua, yaitu catatan dari malaikat yang berjaga di depan pintu masjid. Namun setiap amalnya tetap dicatat malaikat pencatat amal, wallaahu a'lam.

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74681
#infaq

Bank Mandiri
1610008090701
a/n Yayasan Assunnah Lombok

konfirmasi :
https://wa.me/6281918146556
SAAT ANDA BERLUMURAN DOSA

Saat Anda berlumuran dosa; memperbanyak ISTIGHFAR lebih afdhol daripada banyak bertasbih.

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan,

"Ada seorang ulama ditanya: Manakah yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba, bertasbih atau beristighfar..?

Dia menjawab:
Bila sebuah pakaian bersih, maka parfum dan air mawar lebih bermanfaat baginya.

Tapi apabila pakaian itu kotor, maka sabun dan air panas lebih bermanfaat baginya.."

[Alwaabilus shoyyib, Ibnul Qoyyim, 92]

---------

Mungkin ada yang bertanya, berarti kita akan beristighfar saja, karena kita selalu merasa berlumuran dosa..?!

Kita katakan: "memperbanyak istighfar", bukan berarti tidak membaca dzikir yang lain sama sekali.

Dan tidak diragukan lagi bahwa perasaan 'berlumuran dosa' tidak akan selamanya menghinggapi diri kita, pasti ada saat-saat kita merasa dekat dengan Allah ta'ala, wallohu a'lam.

✍
Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/11520
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1732
.
Orang Beriman Tidak Akan Mengumpat, Mencaci Maki & Melaknat
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1732 . Orang Beriman Tidak Akan Mengumpat, Mencaci Maki & Melaknat . Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
ORANG BERIMAN TIDAK AKAN MENGUMPAT, MENCACI MAKI & MELAKNAT

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

"Orang beriman tidak mungkin menjadi tukang laknat.."

(HR. At Tirmidzi no. 2019)

Karena melaknat ini adalah Kabaa’irudz dzunuub, dosa besar .. dan melaknat ini adalah menyelisihi al-kalimatut thoyyibah, kata-kata yang baik. Maka orang beriman tidak disifati dengan la’aan, tukang laknat.

Maka wajib kita menjauhi sifat dan perbuatan laknat ini. Kecuali yang berhak dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dilaknat oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam.

Adapun kita yang melaknat dari hati kita, kemauan kita, maka tidak diperkenankan. Maka hindarilah melaknat sembarangan tanpa bukti dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

🎙 Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
NASIHAT BAGI PARA WANITA MUSLIMAH

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى menjelaskan,

"Dan di antara perkara yang benar-benar aku peringatkan dengan PERINGATAN YANG KERAS yaitu :

📌 sikap bermudah-mudahan (meremehkan) antara laki-laki dan perempuan dalam saling berkomunikasi (mengobrol) melalui media media (sosial) ini.

Karena sesungguhnya, hal tersebut termasuk di antara jerat jerat syetan yang paling besar pada hari ini, dan bagian dari langkah langkah syetan.

Dan aku memandang bahwa realita yang ada memaksa kita untuk mengatakan: sesungguhnya tidak boleh bagi seorang laki-laki berbicara dengan seorang perempuan di media media ini .. tidak boleh pula bagi perempuan berbicara dengan laki laki di media media tersebut, kecuali dalam kondisi darurat.

📌 Bahkan, jika seorang perempuan memiliki pertanyaan untuk diajukan kepada seorang Syaikh (guru/ulama), aku memandang seyogianya ia memberitahu suaminya atau memberitahu saudara laki-lakinya agar dialah yang berbicara dengan Syaikh tersebut.

Kecuali jika memang dalam kondisi darurat dan pertanyaannya adalah jenis perkara yang tidak bisa ia perlihatkan kepada orang lain (laki-laki kerabatnya) atau yang semisalnya, itu pun harus dengan sikap kehati-hatian yang sangat tinggi.

Karena realitanya, wahai saudara saudaraku, hal ini telah menjadi jerat perangkap, bahkan bagi sebagian orang-orang yang sholeh.

Percakapan dimulai dengan saling menasihati, mengingatkan kepada Allah,
- wahai ukhti (saudariku) bertakwalah kepada Allah
- wahai ukhti bertaubatlah kepada Allah

namun setelah itu si perempuan mengirimkan emotikon bunga mawar.

Lalu setelah beberapa waktu, barangkali si laki-laki berganti mengirimkan emotikon bunga mawar. Akhirnya syetan pun berhasil menjerat keduanya.

📌 Maka janganlah seseorang terpedaya dengan kebaikan yang ada pada dirinya (merasa aman dari fitnah), melainkan sudah sepantasnya ia menjauhkan diri dari segala sarana dan pintu-pintu (yang dapat mengantarkan pada keburukan).."

(ref : video dapat disimak dalam artikel)

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74687
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1733
.
Wasiat Mulia Agar Jangan Menjadi Tukang Laknat
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1733 . Wasiat Mulia Agar Jangan Menjadi Tukang Laknat . Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
WASIAT MULIA AGAR JANGAN MENJADI TUKANG LAKNAT

Dari Jamudz al-Juhani rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

"Yaa Rosulullah, berilah aku wasiat.."

Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam menjawab, "Aku wasiatkan engkau jangan menjadi tukang laknat.."

(HR. Ath-Thabrani - Al Mu'jam Al Kabiir no. 6858, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani rohimahullah)

📌 Maka Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam memiliki banyak wasiat (diantaranya) :
- jangan marah
- aku wasiatkan engkau bertakwa, mendengar pemimpin, dan taat kepadanya
- aku wasiatkan engkau jangan menjadi tukang laknat

Karena melaknat bukan sifat orang-orang yang beriman.

Yang berhak untuk melaknat hanya Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Dan yang boleh untuk kita laknat adalah siapa yang dilaknat oleh Allah dan siapa yang dilaknat oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam.

🎙️ Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
KETIKA DUDUK BERSAMA AYAHMU DAN IBUMU

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى menjelaskan,

"Di antara bentuk bakti dan adab (kepada orangtua) adalah apabila engkau sedang duduk bersama ayahmu, engkau memandangnya dengan pandangan seseorang yang beradab.

Dan hendaknya engkau tidak memalingkan pandanganmu darinya, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri.

Namun hari ini, sebagian dari buruknya adab kita adalah salah seorang dari kita pergi menemui ayahnya atau ibunya, kemudian setelah mengucapkan salam kepada mereka, ia langsung memegang telepon genggamnya (HP).

Ia membaca dan mengetik di HP-nya. Ia duduk selama satu jam, namun ia sibuk dengan HP-nya, bukan sibuk dengan ayahnya. Kemudian ia mengklaim dan berkata, 'Demi Allah, aku tadi sudah mengunjungi ayahku selama satu jam..'

Engkau sebenarnya hanya mengunjungi ayahmu sesaat, lalu setelah itu engkau sibuk memikirkan hal lain (selain ayahnya). Hal ini sama sekali tidak termasuk ke dalam adab.."

(simak video penjelasannya dalam artikel berikut)

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74696

====
ARTIKEL TERKAIT

1. Ambillah Pelajaran Dari Perjalanan Hidup Ini
https://bbg-alilmu.com/archives/9738

2. Bagi Anda Yang Masih Memiliki Ayah
https://bbg-alilmu.com/archives/74269

3. Salah Satu Bentuk Bakti Kepada Ayah Meskipun Ia Sudah Tiada
https://bbg-alilmu.com/archives/74703
.
.
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1734
.
Melaknat Sama Dengan Mendo'akan Seseorang Agar Dijauhkan Dari Rahmat Allah
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1734 . Melaknat Sama Dengan Mendo'akan Seseorang Agar Dijauhkan Dari Rahmat Allah . Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
MELAKNAT SAMA DENGAN MENDO'AKAN SESEORANG AGAR DIJAUHKAN DARI RAHMAT ALLAH

Salamah bin al-Akwa' rodhiyallahu 'anhu berkata,

"Dahulu, apabila kami melihat seseorang melaknat saudaranya (sesama muslim), kami memandang bahwa orang tersebut telah mendatangi salah satu pintu dari dosa-dosa besar.."

(HR. Ath Thabrani no. 6674/6689)

Maka al-la'nu (melaknat) berarti kita mendo'akan seseorang agar dijauhkan dari rahmat Allah 'Azza Wajalla. Sedangkan yang berhak menjauhkan dari rahmat itu hanya Allah, bukan kita.

Maka orang beriman tidak berhak untuk melaknat siapapun, kecuali yang dilaknat oleh Allah 'Azza Wajalla maupun yang dilaknat oleh Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam.

🎙️ Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1735
.
Jangan Melaknat Hewan
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1735 . Jangan Melaknat Hewan . Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
LARANGAN MELAKNAT HEWAN

Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam melarang mencela atau mengutuk segala sesuatu yang tidak pantas untuk dikutuk, sekalipun hewan atau benda padat.

Dari Imran bin Hushain rodhiyallahu 'anhu, ia berkata, ‘Saat Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam berada di salah satu perjalanannya, seorang wanita dari kaum Anshar berada di atas untanya, lalu ia membentak dan mengutuknya.

Maka Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam mendengar hal itu lalu bersabda, “Ambilah apa yang ada di atasnya (Unta tsb) dan tinggalkan ia, maka sesungguhnya ia telah terkena kutukan..”

Imran rodhiyallahu 'anhu berkata, 'Maka seolah-olah aku melihatnya (wanita Anshar tsb) sekarang berjalan di tengah-tengah manusia, tidak ada seorangpun yang menolehnya.." (HR. Muslim)

📌 Al imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan tentang hadits di atas,

" Sesungguhnya beliau shollallahu 'alayhi wasallam mengatakan hal itu sebagai bentakan untuknya (wanita Anshar tsb) dan selainnya, dan ia dan selain dia sudah pernah dilarang mengutuk, maka ia (wanita Anshar tsb) diberikan sanksi dengan melepaskan untanya. Maksudnya adalah larangan baginya menyertakan unta itu di dalam perjalanan.."

(Syarh Shohih Muslim - 16/363)
MERAIH KEBERKAHAN HIDUP

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى menjelaskan,

"Demi Allah, keberkahan hidup tidak dapat diraih dengan perkara yang melebihi dua hal ini :

- membaca Alqur'an sebanyak-banyaknya, dan
- bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada kedua orangtua

Barangsiapa yang senantiasa menjaga untuk membaca Alqur'an setiap hari dan berbakti kepada kedua orangtuanya, maka ia akan senantiasa mendatangkan keberkahan, dan Allah 'Azza wa Jalla akan mengaruniakan keberkahan kepadanya.

Banyak diantara kita hari ini mengeluhkan kurangnya keberkahan dalam waktu, mereka berkata, 'Aku tidak bisa menyelesaikan apa pun..'

Jika engkau menginginkannya (keberkahan hidup), solusinya sudah ada :
- bacalah Alqur'an setiap hari, dan
- berupayalah keras untuk berbakti kepada kedua orangtuamu.."

(simak video penjelasannya dalam artikel berikut)

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74713