BBG AL ILMU - Menebar Cahaya Sunnah
13.2K subscribers
14K photos
646 videos
67 files
7.03K links
Menebar Cahaya Sunnah
Download Telegram
📌 mau ikutan..?

WAKAF PEMBANGUNAN MASJID & 3 UNIT PENDINGIN RUANGAN UNTUK MASJID ASSUNNAH

https://bbg-alilmu.com/archives/74906
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1771
.
Muslim Yang Utama : Tidak Menyakiti Muslim Lainnya Dengan Lisannya & Tangannya
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
baca berulang ulang setiap saat .. di dapur, di perjalanan, sekolah, kampus, kantor .. di pasar .. semoga Allah mudahkan.

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74659
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1772
.
Diantara Amalan Yang Utama : Tidak Menyakiti Muslim Lainnya Dengan Lisannya
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
NASEHAT BAGI YANG BELUM MENIKAH

Syaikh Abdurrozzaq al Badr hafizhohullah berkata,

“Rumah adalah tempat ketenangan dan istri juga merupakan tempat ketenangan.

Rumah adalah tempat ketenangan bagi jasad (fisik), sedangkan istri adalah tempat ketenangan bagi jiwa..”

(Syarh Umdatul Ahkam 65)
.
DIANTARA AKHLAK MULIA - MELUPAKAN KESALAHAN SAUDARA SEIMAN

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata:

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ
ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ
ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

“Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang-orang mulia. Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.

Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.

Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung-hitung kesalahan saudaranya, tetangganya, temannya dan keluarganya.

Oleh karena itu Imam Ahmad berkata, “Sembilan persepuluh akhlak yang baik ada pada taghoful (*)..”

(Tahdzibul Kamal 19/230)

====
(*) Taghoful : melupakan kesalahan saudara kita seiman dan tidak mengingat-ingatnya

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/75055
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1773
.
Salah Satu Jalan Keselamatan Adalah Menjaga Lisan
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
KAPAN DZIKIR AGUNG INI DIBACA..?

simak penjelasan Syaikh Prof Dr. 'Abdurrozaq bin 'Abdil Muhsin al Badr hafizhohullah berikut ini (+ terjemahannya oleh Ustadz Abu Zaid, hafizhohullah mulai menit 02.30 dari audio)

➡️ klik : https://bbg-alilmu.com/archives/37793

Bagaimana bila muadzin nya sudah mengucapkan "hayyaa 'alash-sholaah.."  sementara kita belum selesai baca dzikirnya..?

Tak mengapa, baca saja terus dan selesaikan dzikirnya karena tidak disebutkan di dalam hadits dan juga tidak ada penjelasan para Ulama bahwa dzikir tsb harus selesai dibaca sebelum muadzin mengucapkan "hayya 'alash-sholaah.."  Allahu a'lam

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya.
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1774
.
Keberuntungan Bagi Orang Yang Menahan Lisannya
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
AHLUL QUR'AN

Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah berkata,

Jangan biarkan fokus utama Anda saat membaca Al-Qur'an adalah,
"Kapan saya akan menyelesaikan surah ini..?"

Sebaliknya, hendaknya fokus Anda saat membaca Al-Qur'an adalah :

● Kapan saya akan mendapat petunjuk dari Al-Qur'an..?

● Kapan saya akan mengambil manfaat dari Al-Qur'an..?

● Kapan saya akan menjadi bagian dari Ahlul Qur'an (orang-orang Al-Qur'an)—yaitu orang-orang pilihan Allah dan hamba-hamba istimewa-Nya..?

Dan Ahlul Qur'an itu bukanlah sekadar orang-orang yang menghafalnya tanpa pemahaman, atau yang sekadar membacanya tanpa perenungan.

📌 Melainkan, Ahlul Qur'an adalah mereka yang memahami firman Allah dan mengamalkan firman-Nya.

"Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka, mereka membacanya sebagaimana mestinya (sebenarnya membaca), mereka itulah yang beriman kepadanya.." (QS. Al-Baqarah: 121)

Mengenai kalimat "membacanya sebagaimana mestinya..", Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhumaa dan banyak mufasir lainnya menjelaskan bahwa maknanya adalah, mereka mengikutinya dengan sebenar-benarnya pengikutan.

Inilah arti dari "membacanya sebagaimana mestinya..", yaitu mengikutinya dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Dengan inilah seseorang menjadi bagian dari Ahlul Qur'an melalui kitab yang agung ini.

Oleh karena itu, tilawah Al-Qur'an —Subhanallah— apabila disertai dengan perenungan, maka akan mendatangkan petunjuk (hidayah).

"Dan aku diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an. Maka barang siapa mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk kebaikan dirinya sendiri.." (QS. An-Naml: 92)

Membaca Al-Qur'an adalah pintu gerbang yang sangat besar menuju petunjuk, namun syaratnya harus disertai dengan :
- perenungan (taramul),
- penghayatan (tadabur),
- serta pemahaman yang mendalam atas firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/75069
jangan lupa memisahkan dan mengeluarkan riba (bunga) yang muncul kemarin di rekening di akhir bulan agustus 2026 dan bulan bulan sebelumnya.

.
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1775
.
Jaminan Surga Bagi Orang Yang Menjaga Lisan Dan Kemaluannya
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
Audio
HADITS AT TARGHIIB WAT TARHIIB - NO. 1776
.
Yang Paling Banyak Mendatangkan Dosa Adalah Lisan
.
Ustadz Mizan Qudsiyah MA,  حفظه الله تعالى
MENGHILANGKAN KEGUNDAHAN DAN KESEDIHAN

📌 bacalah penjelasannya di bawah ini