CGS International Sekuritas Indonesia
✔
5.71K subscribers
10.4K photos
112 videos
1.63K files
2.07K links
Rekomendasi Saham Harian dan Market Info oleh Tim Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia

Disclaimer : https://bit.ly/disclaimer-cgsiid
Download Telegram
Berikut Adalah Trading Idea 05 November 2026

INTP, ANTM, PTBA, PGAS, ASII, AALI

INTP Spec Buy dengan support 5575, cutloss jika break di bawah 5450. Jika tidak break di bawah 5575 potensi naik ke 5825-5950 short term

ANTM Spec Buy dengan support 2550, cutloss jika break di bawah 2500, jika tidak break di bawah 2550, potensi naik ke 2650-2700 short term

PTBA Spec Buy dengan support 2960 cutloss jika break di bawah 2900. Jika tidak break di bawah 2960 potensi naik ke 3080-3140 short term.

PGAS Spec Buy dengan support 1340 cut loss jika break di bawah 1310, jika tidak break di bawah 1340. potensi naik 1400-1430 short term.

ASII Spec Buy dengan support 4800 cut loss jika break di bawah 4700, jika tidak break di bawah 4800 potensi naik 5000-5100 short term.

AALI Spec Buy dengan support 9350 cutloss jika break di bawah 9175 jika tidak break di bawah 9350 potensi naik ke 9700-9875 short term.

Disc On

Semoga bermanfaat.
CGS International Sekuritas Indonesia
Kamis, 05 November 2026

Dow... 53,356.12 +1569.40 +3.03%
S&P 500… 7,688.62 +119.70 +1.58%
FTSE 100… 10,829.21 +190.78 +1.79%
Nikkei… 62,188.63 -893.23 -1.42%

Indo 10 Yr… 7.73 +0.01 +0.10%
VIX… 16.61 -4.22 -20.26%
Indo CDS 5Y… 101.10 -2.46 -2.37%

TLKM (US)… 10.75 +0.35 +3.37%
EIDO… 9.85 +0.19 +1.97%

Oil... 88.12 -7.97 -8.29%
Gold… 4,060.70 +131.02 +3.33%
Timah… 47,112.29 -441.77 -0.93%
Nikel… 15,580.63 +429.44 +2.83%
Silver… 52.22 +2.42 +4.86%
Copper… 14,116.83 -37.27 -0.26%
Natural Gas… 2.96 +0.06 +2.21%
CPO… 4,300.00 -50.00 -1.15%
Coal*... 145.20 -2.05 -1.39%
Softwood Kraft Pulp 4,506.00 +44.00 +0.99%
*(Newcastle/November)

Key Highlights

Pada perdagangan kemarin, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat signifikan dipicu oleh kemenangan partai Demokrat pada pemilu sela serta Penerimaan Presiden Donald Trump terhadap hasil tersebut sehingga menghilangkan risiko ketidakpastian politik yang selama ini membayangi pasar. Demokrat berhasil menguasai Kongres dan Senat yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik dan berhasil mencatatkan kemenangan pemilihan Gubernur di wilayah penting seperti Texas. Dengan kemenangan tersebut maka Demokrat akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh Donald Trump di sisa masa jabatannya  dalam dua tahun ke depan. Selama ini Demokrat mengkritisi beberapa kebijakan Donald Trump yang dianggap merugikan rakyat diantaranya kebijakan pemangkasan pajak untuk pelaku bisnis, penerapan tarif impor dan perang dengan Iran yang memicu lonjakan inflasi. Sementara itu tambahan sentimen positif juga datang dari turunnya harga minyak mentah hingga lebih dari 8% setelah wakil presiden Amerika JD Vance menyalahkan perang Iran sebagai sumber kekalahan partai Republik di pemilu sela.
Berita

1. PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan tumbuh 44,7% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp4,81 triliun, ditopang lonjakan bisnis properti dan pemulihan segmen perhotelan. Berdasarkan laporan keuangan per September 2026, pendapatan SSIA meningkat dari Rp3,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen properti menjadi motor pertumbuhan dengan pendapatan Rp1,48 triliun, melonjak 172,2% YoY dari Rp545 miliar.

2. PT Indika Energy Tbk. (INDY) sampai akhir September 2026, INDY membukukan pendapatan sebesar US$1,84 miliar, naik 27,6% secara tahunan dari US$1,44 miliar. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk INDY juga naik menjadi US$20,2 juta atau Rp360,9 miliar, dari sebelumnya US$0,5 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan penguatan kinerja operasional di berbagai lini bisnis serta berlanjutnya investasi pada portofolio bisnis nonbatu bara. Laba bersih ini melonjak hingga 4.118% secara tahunan.

3. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) hingga kuartal III-2026 membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 961,9 miliar, meningkat 40% YoY. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih tercatat positif sebesar Rp 92,9 miliar atau meningkat 154% YoY. Dari sisi kontribusi bisnis, segmen karkas ayam menjadi penopang utama pendapatan dengan penjualan sebesar Rp 750,3 miliar, tumbuh 70% YoY, diikuti segmen daging sapi dan produk olahan berkontribusi sebesar Rp 112,3 miliar, serta penjualan telur mencapai Rp 47,4 miliar, sisanya berasal dari produk lainnya.
Recommendation

1. INTP Buy
2. ANTM Buy
3. PTBA Buy
4. PGAS Buy
5. ASII Buy
6. AALI Buy

Market Comment

Menguat signifikannya indeks di bursa Wall Street paska kemenangan partai Demokrat di pemilu sela diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas mineral logam seperti emas dan timah serta meredanya aksi jual investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 4,825/4,730 dan resist 5,015/5,110.

Retail Research
CGS International Sekuritas Indonesia
Berikut adalah review trading idea 05 November 2026

ANTM, PGAS, INTP, ASII, PTBA, AALI

ANTM ditutup naik +4.62% setelah sempat menguat +7.69%. Katalisnya : naik cukup signifikannya harga emas (+3.3%) seiring melemahnya nilai tukar dolar terhadap mata uang utama lainnya paska Demokrat memenangkan pemilu sela.

PGAS ditutup naik +3.28% setelah sempat menguat +4.38%. Katalisnya : solidnya kinerja keuangan perseroan di sepanjang 9M26, dimana pada periode tersebut PGAS membukukan laba bersih US$293 juta (+23.1% yoy).

INTP ditutup naik +1.75%. Katalisnya: solidnya kinerja keuangan perseroan di 9M26, dimana pada periode tersebut INTP berhasil membukukan laba bersih Rp1.3 triliun (+22% yoy).

ASII ditutup naik +0.61% setelah sempat naik +1.02%. Katalisnya: rencana pemerintah untuk memberikan insentif bagi mobil hybrid yang saat ini pangsa pasarnya dikuasai oleh perseroan.

PTBA ditutup turun -2.23% setelah sempat menguat +1.66%. Katalisnya: kinerja keuangan perseroan di sepanjang 9M26 yang melampaui ekspektasi dimana pada periode tersebut, PTBA membukukan laba bersih Rp4.4 triliun (+216% yoy).

AALI ditutup turun -6.75% setelah sempat menguat +1.31%. Katalisnya : solidnya kinerja keuangan perseroan di 9M26, dimana pada periode tersebut AALI berhasil membukukan laba bersih Rp1.9 triliun (+78% yoy).

Demikian review trading hari ini, terima kasih
CGS International Sekuritas Indonesia
Berikut Adalah Trading Idea 06 November 2026

ICBP, UNVR, ARCI, ANTM, TLKM, BBCA

ICBP Spec Buy dengan support 6000, cutloss jika break di bawah 5875. Jika tidak break di bawah 6000 potensi naik ke 6250-6375 short term

UNVR Spec Buy dengan support 1425, cutloss jika break di bawah 1395, jika tidak break di bawah 1425, potensi naik ke 1485-1515 short term

ARCI Spec Buy dengan support 955 cutloss jika break di bawah 935. Jika tidak break di bawah 955 potensi naik ke 995-1015 short term.

ANTM Spec Buy dengan support 2670 cut loss jika break di bawah 2620, jika tidak break di bawah 2670. potensi naik 2770-2820 short term.

TLKM Spec Buy dengan support 1950 cut loss jika break di bawah 1910, jika tidak break di bawah 1950 potensi naik 2030-2070 short term.

BBCA Spec Buy dengan support 5025 cutloss jika break di bawah 4925 jika tidak break di bawah 5025 potensi naik ke 5225-5325 short term.

Disc On

Semoga bermanfaat.
CGS International Sekuritas Indonesia
Jumat, 06 November 2026

Dow... 51,523.06 -1833.06 -3.44%
S&P 500… 7,353.73 -334.89 -4.36%
FTSE 100… 10,782.66 -46.55 -0.43%
Nikkei… 61,077.90 -1110.73 -1.79%

Indo 10 Yr… 7.66 -0.07 -0.95%
VIX… 28.18 +11.57 +69.66%
Indo CDS 5Y… 99.46 -1.63 -1.61%

TLKM (US)… 10.95 +0.20 +1.86%
EIDO… 9.83 -0.02 -0.20%

Oil... 90.52 +2.40 +2.72%
Gold… 4,088.00 +27.30 +0.67%
Timah… 45,534.96 -1577.33 -3.35%
Nikel… 16,136.96 +556.33 +3.57%
Silver… 51.78 -0.44 -0.85%
Copper… 13,940.14 -176.69 -1.25%
Natural Gas… 2.95 -0.01 -0.41%
CPO… 4,126.00 -174.00 -4.05%
Coal*... 144.45 -0.75 -0.52%
Softwood Kraft Pulp 4,524.00 +18.00 +0.40%
*(Newcastle/November)

Key Highlights

Pada perdagangan kemarin, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah signifikan dipicu oleh aksi jual investor di saham teknologi khususnya yang berkaitan dengan AI seiring kekhawatiran terhadap potensi melambatnya pembangunan data center sebagai dampak dari kemenangan partai Demokrat di pemilu sela kemarin. Kekhawatiran tersebut semakin menjadi setelah Bernie Sanders, senator Demokrat dari Vermont menyerukan adanya moratorium pembangunan data center. Dalam postingannya di media sosial X, Bernie Sanders menuliskan “Rakyat Amerika tidak ingin para oligarki perusahaan teknologi raksasa merusak lingkungan, memangkas lapangan kerja, dan mengancam masa depan umat manusia. “ Merespon hal tersebut, saham yang berkaitan dengan AI melemah signifikan, Broadcom -9.26%, Nvidia -10.43%, Oracle -6.93% dan Qualcomm -9.19%.
Berita

1. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan marketing sales sebesar Rp 1,52 triliun hingga kuartal III-2026. Penjualan lahan industri di kawasan Cikarang, termasuk melalui perusahaan patungan (joint venture), antara lain berasal dari transaksi seluas 3 hektare (ha) kepada perusahaan tekstil Indonesia, 1 hektare kepada perusahaan sektor ketenagalistrikan, serta 0,7 hektare kepada perusahaan importir bahan bangunan asal China. Sementara itu, di kawasan industri Kendal, transaksi penjualan lahan mencakup area seluas 7 hektare kepada produsen baterai asal China, 6 hektare kepada produsen kulit sintetis asal China, serta 9,7 hektare kepada produsen peralatan rumah tangga asal Indonesia.

2. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) mencatatkan marketing sales sebesar Rp 130 miliar hingga September 2026. Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST Rika Mandasari menyampaikan, pipeline permintaan lahan hingga per September 2026 mencapai 76 hektare. Sektor data center menjadi kontributor terbesar dalam pipeline tersebut, disusul logistik dan pergudangan, serta makanan dan minuman. Sementara itu, dari sisi accounting land sales, BEST telah membukukan penjualan sebesar Rp265 miliar, meningkat dibandingkan Rp92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, dari sisi kinerja keuangan, BEST membukukan total pendapatan sebesar Rp 442 miliar hingga kuartal III-2026 naik 79% YoY.

3. PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) atau PGE tengah menjajaki ekspansi bisnis data center melalui pemenuhan pasokan listrik berbasis panas bumi untuk industri pusat data. Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah kajian dan persiapan dari sisi perizinan sebelum mengeksekusi proyek. Menurut Edwil, saat ini perusahaan tengah melakukan revisi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai syarat memasok listrik untuk masuk ke bisnis elektrifikasi data center. PGEO berharap proses revisi AMDAL dan kajian tersebut dapat rampung pada akhir 2026 atau kuartal I-2027. Dengan begitu, perusahaan dapat melanjutkan rencana pengembangan ke tahap berikutnya.
Recommendation

1. ICBP Buy
2. UNVR Buy
3. ARCI Buy
4. ANTM Buy
5. TLKM Buy
6. BBCA Buy

Market Comment

Melemah signifikannya indeks di bursa Wall Street seiring aksi jual investor terhadap saham AI diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu meredanya aksi jual investor asing dan naiknya beberapa harga komoditas seperti emas dan nikel berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 4,920/4,810 dan resist 5,140/5,250.

Retail Research
CGS International Sekuritas Indonesia