Dakwah Islam
5.56K subscribers
699 photos
194 videos
20 files
478 links
Dakwah Sosial Media
Download Telegram
Ketika kita Membandingkan mantan Pacar dengan calon Jodoh

Oleh: Ust. Rizqi Awal
Motivator menikah bahagia

Dalam kehidupan kita, seringkali masa lalu menjadi bayang-bayang yang sulit dilepaskan. Terlebih ketika berbicara tentang hubungan asmara, bekas-bekas cinta yang pernah ada kadang menjadi penghambat untuk melangkah maju. Banyak dari kita yang merasa sulit untuk move on dari mantan pacar, dan tanpa disadari, kita mulai membandingkan pacar masa lalu dengan calon jodoh yang baru kita temui.

Namun, dalam pandangan Islam, pernikahan dan pacaran memiliki perbedaan yang sangat fundamental. Pacaran adalah jalan maksiat yang diharamkan oleh Allah SWT, sementara pernikahan adalah ibadah dan jalan untuk meraih keridhaan-Nya. Maka dari itu, mari kita renungkan mengapa kita harus melepaskan bayangan masa lalu dan berhenti membanding-bandingkan agar kita bisa menemukan jodoh yang sejati sesuai dengan ketentuan-Nya.

Masa Lalu sebagai Ujian

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa masa lalu adalah bagian dari ujian hidup kita. Allah SWT telah menakdirkan segala sesuatu dengan hikmah yang tersembunyi di dalamnya. Mungkin hubungan kita dengan mantan adalah sebuah pelajaran, bukan untuk diulang tetapi untuk dipelajari. Ketika kita terlalu fokus pada masa lalu, kita menghalangi diri kita sendiri untuk melihat peluang dan kebaikan yang ada di masa depan.

Perbandingan yang Tidak Adil

Seringkali kita terjebak dalam perbandingan antara mantan pacar dan calon jodoh. Ini adalah perbandingan yang tidak adil karena setiap individu unik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ingatlah bahwa setiap orang diciptakan berbeda dan memiliki nilai serta potensi yang berbeda pula. Membandingkan hanya akan membawa kita pada kekecewaan dan ketidakpuasan.

Pacaran: Jalan yang Diharamkan

Dalam Islam, pacaran adalah bentuk hubungan yang diharamkan karena membuka pintu bagi perbuatan maksiat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).

Pacaran bisa menjadi jalan menuju zina, yang merupakan dosa besar dalam Islam. Ketika kita terus teringat dan membandingkan pacar masa lalu, kita tanpa sadar bisa terjebak dalam pikiran dan perasaan yang tidak diridhoi Allah SWT.

Pernikahan: Jalan Keridhaan Allah SWT

Sebaliknya, pernikahan adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui pernikahan, kita dapat menjaga kehormatan diri, menjalankan sunnah Rasulullah SAW, dan mendapatkan keturunan yang shalih dan shalihah. Dalam pernikahan, ada keberkahan dan keridhaan dari Allah SWT jika dilakukan dengan niat yang tulus dan sesuai syariat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya." (HR. Al-Baihaqi).

Mengatasi Masa Lalu dengan Tawakkal

Untuk bisa move on dari masa lalu, kita perlu bertawakkal kepada Allah SWT. Memohon ampunan atas segala dosa yang pernah kita lakukan dan memohon petunjuk agar diberikan jodoh yang terbaik. Percayalah bahwa Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita dan selalu memberikan yang terbaik pada hamba-Nya yang bertakwa.

Fokus pada Peningkatan Diri

Daripada terus terjebak dalam bayangan masa lalu, lebih baik kita fokus pada peningkatan diri. Memperbaiki ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan mempersiapkan diri menjadi pasangan yang baik. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang lebih matang dan siap untuk menjalani pernikahan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kesimpulan

Menghadapi masa lalu memang tidak mudah, tetapi kita harus yakin bahwa setiap episode dalam hidup kita adalah bagian dari rencana Allah SWT yang penuh hikmah. Berhenti membandingkan mantan dengan calon jodoh adalah langkah penting untuk move on dan membuka hati untuk menerima takdir yang lebih baik. Pernikahan adalah jalan yang diberkahi, dan dengan meninggalkan pacaran yang diharamkan, kita mendekatkan diri kepada keridhaan Allah SWT.
Jadi, mari kita lepaskan masa lalu, fokus pada masa depan yang lebih baik, dan berdoa agar Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk kita. Ingatlah selalu bahwa pernikahan adalah ibadah yang mulia, dan dengan niat yang tulus, kita bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Assalamualaikum wr. wb.,

Sahabat, tahukah Anda bahwa setiap pagi, di saat mentari baru saja terbit, ada dua malaikat yang turun dan berdoa? Salah satu malaikat memohon kepada Allah, “Ya Allah, berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga)." Sedangkan malaikat lainnya berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)." (HR Bukhari dan Muslim).

Betapa indahnya hari Jumat, hari penuh kebaikan yang dianugerahkan kepada kita. Pada hari yang mulia ini, marilah kita mulai pagi kita dengan kebaikan yang membawa berkah.

Sahabat sudah punya niat sedekah subuh hari ini? 🌅

Saat kita bangun di pagi hari, di saat yang sama dua malaikat berdoa untuk kita. Apakah kita ingin berada di sisi mereka yang didoakan untuk mendapatkan keberkahan dan ganti dari Allah? Tentu, kita semua ingin menjadi orang yang selalu mendapat rahmat dan berkah-Nya.

Yuk, tunaikan niat baik sedekahmu meskipun hanya dengan Rp 10.000,-! Setiap rupiah yang kita keluarkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Bersedekah di waktu subuh memiliki keistimewaan tersendiri. Pahala yang berlipat ganda dan keberkahan yang tak terhingga menanti kita. Mulailah hari Jumatmu dengan kebaikan, dan biarkan cahaya sedekah menyinari hidup kita dan mereka yang menerimanya.

✅ Cara Berpartisipasi:
Donasikan sedekahmu ke salah satu rekening berikut ini:
- BNI: 0582588848
- Mandiri: 1230010987552
- BCA: 7420274496
- BSI: 7038046947
a/n Rizqi Awal
- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n Rizqi Awal

Setelah itu, konfirmasi donasimu di bit.ly/yuksedekahnasi

🏢 Lokasi:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

🎁 Bagikan Berkah Ini:
Sebarkan pesan kebaikan ini kepada keluarga, teman, dan rekan kerja Anda. Mari kita dorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan mulia ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

Jadikan subuh hari Jumat ini lebih bermakna dengan bersedekah. Yuk, mulai hari kita dengan langkah kecil namun bermakna. Bersama, kita bisa menciptakan perubahan positif yang akan dirasakan oleh banyak orang.

Wassalamualaikum wr. wb. 🌟
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di tengah limpahan nikmat Allah SWT, mari sejenak kita renungkan. Bersyukurkah kita atas segala karunia-Nya? Ataukah masih lalai, terlena dalam kesibukan?

Ingatlah, rasa syukur bukan sekadar ucapan, tapi juga tindakan nyata. Kita bersyukur dengan hati saat selalu mendekatkan diri kepada Allah, bersyukur dengan lisan saat memanjatkan pujian dan doa, dan bersyukur dengan perbuatan saat menjalankan perintah-Nya.

Namun, syukur hakiki takkan sempurna bila kita tak menggunakan nikmat untuk mencintai Allah. Setiap tetes keringat, setiap rupiah yang kita miliki, adalah amanah untuk beramal dan membantu sesama.

Kabar gembira! Kini, Anda pun bisa menjadi bagian dari misi mulia ini. Mari alirkan kebaikan, sekecil apapun, untuk meraih berkah berlipat ganda.

*Hanya dengan Rp 10.000,-*, Anda dapat membantu mereka yang membutuhkan.

*Langkah Mudah Berbagi Kebaikan:*

1. Pilih Rekening Tujuan:
* BNI: 0582588848
* Mandiri: 1230010987552
* BCA: 7420274496
* BSI: 7038046947
a/n Rizqi Awal

2. Bank Jago Syariah: 503105128930
a/n RIZCI AWAL.

3. Konfirmasi: bit.ly/yuksedekahnasi

*Kantor:*

Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10
Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih
Jakarta Pusat

*Sebarkan Kebaikan, Raih Pahala Berlimpah:*

Ajak keluarga, teman, dan kolega Anda untuk bergabung dalam aksi mulia ini. Bersama, kita ciptakan perubahan dan ulurkan tangan bagi yang membutuhkan.

*Mari wujudkan syukur dengan tindakan nyata. Buktikan cinta kita kepada Allah dengan kepedulian terhadap sesama.*

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Masih Pada Ngaji? Dakwah Value!

Oleh: Rizqi Awal

Ketika kita memutuskan untuk menjadi pengemban dakwah, kita menyadari bahwa perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kita juga memahami bahwa setiap langkah yang kita ambil dalam dakwah adalah investasi bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Istiqomah, yang berarti tetap teguh dan konsisten dalam kebenaran, menjadi fondasi penting dalam menjalankan dakwah.

Mengapa Kita Istiqomah dalam Dakwah?

Istiqomah dalam dakwah adalah cerminan dari keyakinan yang kokoh. Kita tidak hanya berbicara tentang kebaikan, tetapi juga berusaha menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita. Dalam Islam, kita diajarkan untuk menjadi umat yang terbaik, yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

*"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."* (QS. Ali Imran: 104)

Ayat ini memberikan kita motivasi untuk terus istiqomah dalam dakwah. Kita diajarkan untuk menjadi agen perubahan, yang membawa cahaya di tengah kegelapan dan memberikan harapan di tengah keputusasaan.

Mengapa Kita Masih Rajin Menghadiri Kajian Pekanan?

Menghadiri kajian pekanan adalah salah satu cara kita untuk terus memperbarui dan memperdalam keimanan, pengetahuan dan semangat memperjuangkan Islam . Ilmu adalah cahaya, dan dengan ilmu, kita dapat memahami lebih dalam tentang tujuan hidup kita dan bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Kajian pekanan juga memberikan kita kesempatan untuk berkumpul dengan sesama pengemban dakwah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama, sehingga kita bisa saling menguatkan dalam kebaikan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Melalui kajian pekanan, kita terus belajar dan mengingatkan diri akan pentingnya menjalankan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan. Selain itu, kajian ini juga menjadi tempat untuk bertukar pikiran, mendapatkan nasihat, dan memperbaiki diri.

Mengapa Kita Memilih Hidup di Lingkungan Pemuda yang Sholeh?

Lingkungan sangat mempengaruhi kepribadian dan tindakan kita. Ketika kita berada di lingkungan yang baik, kita akan terdorong untuk terus melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika kita berada di lingkungan yang buruk, kita bisa saja terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu, memilih lingkungan yang sholeh adalah langkah bijak untuk menjaga diri dari pengaruh negatif.

Rasulullah SAW bersabda:

*"Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya."* (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dengan berada di lingkungan orang orang yang sholeh, kita dapat saling mendukung dan memotivasi untuk terus berada di jalan yang benar. Kita bisa saling mengingatkan ketika salah, memberikan semangat ketika lelah, dan bersama-sama mencapai tujuan hidup yang hakiki.

Kesimpulan: Tetap Istiqomah, Tetap Berjuang

Menjadi pengemban dakwah, rajin menghadiri kajian pekanan, dan hidup di lingkungan pemuda yang sholeh adalah upaya yang membutuhkan komitmen dan keteguhan hati. Namun, semua ini akan terbayar dengan kebahagiaan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kita harus selalu ingat bahwa dakwah adalah tugas mulia yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, dan dengan istiqomah dalam menjalankannya, kita sedang berusaha menjadi hamba yang terbaik di sisi-Nya.

Mari kita terus berjuang di jalan dakwah, memperkuat iman melalui kajian pekanan, dan menjaga diri dalam lingkungan yang sholeh. Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam setiap langkah kita. Aamiin.
Ipar adalah Maut
by: Ustadz Rizqi Awal
Pembina Dakwah Islam, Penulis Buku, dan Motivator Menikah Bahagia

Renungan Mendalam: Berhati-Hatilah Masuk Menemui Wanita

Hadits dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu memberikan kita pelajaran yang sangat berharga mengenai interaksi antara pria dan wanita dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita." Seorang laki-laki dari kalangan Anshar kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?" Beliau menjawab, "Hamwu (ipar) adalah maut." (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172).

Makna Hadits dalam Konteks Kehidupan Sosial
Pada intinya, hadits ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga batasan-batasan dalam interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram. Interaksi yang terlalu bebas dapat menimbulkan fitnah dan godaan yang bisa merusak hubungan baik antar individu dan komunitas. Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan mengingat berbagai bentuk interaksi sosial yang semakin intens dan terbuka melalui media sosial dan lingkungan kerja.

Analisis tentang "Hamwu (Ipar) adalah Maut"

Pernyataan Rasulullah bahwa "hamwu (ipar) adalah maut" mengandung peringatan yang sangat serius. Ipar, sebagai kerabat dekat, sering kali berada dalam posisi yang lebih sering berinteraksi dengan istri saudaranya dibandingkan pria lain yang bukan mahram. Karena kedekatan ini, potensi timbulnya perasaan yang tidak semestinya atau situasi yang dapat memicu fitnah menjadi lebih besar.

Dalam konteks kehidupan rumah tangga, menjaga batasan ini sangat penting untuk mencegah munculnya masalah yang dapat merusak keutuhan keluarga. Keterlibatan emosional atau fisik yang tidak pada tempatnya dengan ipar dapat menyebabkan kehancuran rumah tangga dan rasa tidak aman dalam hubungan suami-istri. Itulah sebabnya, Rasulullah menggunakan istilah yang sangat kuat, "maut", untuk menggambarkan betapa berbahayanya situasi ini jika tidak ditangani dengan bijaksana.

Implementasi dalam Kehidupan Modern

Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga batasan ini bisa diterapkan melalui beberapa langkah praktis. Pertama, hindari situasi di mana seorang pria dan wanita yang bukan mahram harus berdua-duaan tanpa kehadiran pihak ketiga yang terpercaya. Kedua, komunikasi dan interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram harus tetap dijaga agar selalu dalam konteks yang sopan dan profesional. Ketiga, kesadaran akan batasan-batasan ini harus ditanamkan sejak dini dalam keluarga dan pendidikan, agar generasi muda dapat tumbuh dengan memahami pentingnya menjaga diri dari godaan dan fitnah.

Sebagai individu, kita perlu selalu merenungkan dan mengevaluasi interaksi kita dengan lawan jenis. Apakah kita sudah menjaga batasan yang ditetapkan oleh agama? Apakah interaksi kita dapat menimbulkan fitnah atau perasaan yang tidak semestinya? Dengan merenungkan hadits ini, kita diingatkan untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri agar tidak terjebak dalam situasi yang dapat merusak hubungan dan moralitas kita.

Hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menjaga batasan dalam interaksi antara pria dan wanita. Peringatan tentang ipar sebagai "maut" menekankan betapa seriusnya potensi fitnah dalam hubungan yang dekat namun tidak mahram. Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan dan mengajak kita untuk selalu waspada dan menjaga kesucian serta kehormatan diri dalam setiap interaksi sosial. Dengan menerapkan ajaran ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang kita anut.
Assalamu'alaikum wr. wb
Sahabat yang semoga selalu dinaungi keberkahan, kami mendoakan semoga selalu sehat wal'afiat, diberkahi umurnya, dilancarkan rezekinya 🤲

Yuk Awali Pagi Ini Dengan Melakukan Langkah Kecil yang Berkahnya Luar Biasa 🤗✨

Tahukah sahabat, satu langkah kecil tapi berkahnya luar biasa? yaitu dengan Sedekah yang bisa membuka pintu rezeki dan dapat banyak keberkahan💫
Rasulullah bersabda, "Siapa saja yang ahli sedekah, niscaya ia dipanggil (masuk surga) dari pintu Sedekah" (HR.Bukhari)."

“Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim).

Mari kita buka hati, luaskan tangan, dan mulai langkah kita dengan berbagi. Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memperkaya jiwa dengan kebaikan dan kasih sayang.

📖 *Dalil Tentang Sedekah:*
Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta; Allah hanya menambah kehormatan kepada seseorang yang memaafkan; dan tidak ada seorang pun yang bersikap rendah hati karena Allah, kecuali Allah akan meninggikannya." (HR. Muslim)

Dengan Rp 10.000,- yang terasa ringan di tangan, bisa menjadi berat timbangan pahala di akhirat. Anda dapat membantu mewujudkan mimpi anak-anak dhuafa untuk menjadi penghafal Al-Qur'an dan memberikan kehangatan melalui nasi Jumat bagi mereka yang membutuhkan.

🌱 *Langkah Mudah Berbagi Kebaikan:*
1. Pilih Rekening Tujuan:
    - BNI: 0582588848
    - Mandiri: 1230010987552
    - BCA: 7420274496
    - BSI: 7038046947
    a/n Rizqi Awal

2. Bank Jago Syariah:
    - No: 503105128930
    a/n RIZCI AWAL. 

3. Konfirmasi Donasi Anda:
    - Klik di Sini untuk Konfirmasi

🏡 *Alamat Kantor:*
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10
Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih
Jakarta Pusat

"Dan apa saja kebaikan yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba': 39)

Mari kita sebarkan semangat ini, berbagi bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menanam benih kebaikan yang akan tumbuh dan berbuah di dunia dan akhirat.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
🌟✨ Kelastahsin.com kini membuka kelas privat dengan Metode Ummi, cukup dengan Rp 175k/bulan saja! 🌟✨

🚀 Dapatkan pembelajaran eksklusif dan pribadi untuk meningkatkan tahsin Anda dengan harga yang terjangkau!

📚 Bergabunglah sekarang dan nikmati:
- Materi Pembelajaran: Standarisasi Tartil Al Qur'an Metode Ummi Jilid 1-6, Standarisasi Tartil Ghoroibul Qur'an Metode Ummi, dan Standarisasi Tartil Al Qur'an Irama Metode Ummi (Nada Rost).
- Pembelajaran intensif dengan pengajar berkualitas.
- Bimbingan langsung untuk meningkatkan kemampuan tartil Al-Qur'an Anda.

💰 Infaq:
- Pendaftaran: Rp 50k
- Bulanan: Rp 175k
- Modul Ummi Jilid 1-6 + Modul Ghorib: Rp 125k (ongkir gratis Jawa Timur).

Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Daftar sekarang di [sini]
https://form.drip.id/Tahsinonline
dan raih kemajuan tahsin Anda dengan Metode Ummi!

#KelasPrivat #MetodeUmmi #TingkatkanTahsin #BelajarOnline #KelasTahsin 📖💫