Masih Pada Ngaji? Dakwah Value!
Oleh: Rizqi Awal
Ketika kita memutuskan untuk menjadi pengemban dakwah, kita menyadari bahwa perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kita juga memahami bahwa setiap langkah yang kita ambil dalam dakwah adalah investasi bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Istiqomah, yang berarti tetap teguh dan konsisten dalam kebenaran, menjadi fondasi penting dalam menjalankan dakwah.
Mengapa Kita Istiqomah dalam Dakwah?
Istiqomah dalam dakwah adalah cerminan dari keyakinan yang kokoh. Kita tidak hanya berbicara tentang kebaikan, tetapi juga berusaha menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita. Dalam Islam, kita diajarkan untuk menjadi umat yang terbaik, yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
*"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."* (QS. Ali Imran: 104)
Ayat ini memberikan kita motivasi untuk terus istiqomah dalam dakwah. Kita diajarkan untuk menjadi agen perubahan, yang membawa cahaya di tengah kegelapan dan memberikan harapan di tengah keputusasaan.
Mengapa Kita Masih Rajin Menghadiri Kajian Pekanan?
Menghadiri kajian pekanan adalah salah satu cara kita untuk terus memperbarui dan memperdalam keimanan, pengetahuan dan semangat memperjuangkan Islam . Ilmu adalah cahaya, dan dengan ilmu, kita dapat memahami lebih dalam tentang tujuan hidup kita dan bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Kajian pekanan juga memberikan kita kesempatan untuk berkumpul dengan sesama pengemban dakwah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama, sehingga kita bisa saling menguatkan dalam kebaikan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Melalui kajian pekanan, kita terus belajar dan mengingatkan diri akan pentingnya menjalankan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan. Selain itu, kajian ini juga menjadi tempat untuk bertukar pikiran, mendapatkan nasihat, dan memperbaiki diri.
Mengapa Kita Memilih Hidup di Lingkungan Pemuda yang Sholeh?
Lingkungan sangat mempengaruhi kepribadian dan tindakan kita. Ketika kita berada di lingkungan yang baik, kita akan terdorong untuk terus melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika kita berada di lingkungan yang buruk, kita bisa saja terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu, memilih lingkungan yang sholeh adalah langkah bijak untuk menjaga diri dari pengaruh negatif.
Rasulullah SAW bersabda:
*"Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya."* (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dengan berada di lingkungan orang orang yang sholeh, kita dapat saling mendukung dan memotivasi untuk terus berada di jalan yang benar. Kita bisa saling mengingatkan ketika salah, memberikan semangat ketika lelah, dan bersama-sama mencapai tujuan hidup yang hakiki.
Kesimpulan: Tetap Istiqomah, Tetap Berjuang
Menjadi pengemban dakwah, rajin menghadiri kajian pekanan, dan hidup di lingkungan pemuda yang sholeh adalah upaya yang membutuhkan komitmen dan keteguhan hati. Namun, semua ini akan terbayar dengan kebahagiaan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kita harus selalu ingat bahwa dakwah adalah tugas mulia yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, dan dengan istiqomah dalam menjalankannya, kita sedang berusaha menjadi hamba yang terbaik di sisi-Nya.
Mari kita terus berjuang di jalan dakwah, memperkuat iman melalui kajian pekanan, dan menjaga diri dalam lingkungan yang sholeh. Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam setiap langkah kita. Aamiin.
Oleh: Rizqi Awal
Ketika kita memutuskan untuk menjadi pengemban dakwah, kita menyadari bahwa perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kita juga memahami bahwa setiap langkah yang kita ambil dalam dakwah adalah investasi bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Istiqomah, yang berarti tetap teguh dan konsisten dalam kebenaran, menjadi fondasi penting dalam menjalankan dakwah.
Mengapa Kita Istiqomah dalam Dakwah?
Istiqomah dalam dakwah adalah cerminan dari keyakinan yang kokoh. Kita tidak hanya berbicara tentang kebaikan, tetapi juga berusaha menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita. Dalam Islam, kita diajarkan untuk menjadi umat yang terbaik, yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
*"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."* (QS. Ali Imran: 104)
Ayat ini memberikan kita motivasi untuk terus istiqomah dalam dakwah. Kita diajarkan untuk menjadi agen perubahan, yang membawa cahaya di tengah kegelapan dan memberikan harapan di tengah keputusasaan.
Mengapa Kita Masih Rajin Menghadiri Kajian Pekanan?
Menghadiri kajian pekanan adalah salah satu cara kita untuk terus memperbarui dan memperdalam keimanan, pengetahuan dan semangat memperjuangkan Islam . Ilmu adalah cahaya, dan dengan ilmu, kita dapat memahami lebih dalam tentang tujuan hidup kita dan bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Kajian pekanan juga memberikan kita kesempatan untuk berkumpul dengan sesama pengemban dakwah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama, sehingga kita bisa saling menguatkan dalam kebaikan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Melalui kajian pekanan, kita terus belajar dan mengingatkan diri akan pentingnya menjalankan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan. Selain itu, kajian ini juga menjadi tempat untuk bertukar pikiran, mendapatkan nasihat, dan memperbaiki diri.
Mengapa Kita Memilih Hidup di Lingkungan Pemuda yang Sholeh?
Lingkungan sangat mempengaruhi kepribadian dan tindakan kita. Ketika kita berada di lingkungan yang baik, kita akan terdorong untuk terus melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika kita berada di lingkungan yang buruk, kita bisa saja terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu, memilih lingkungan yang sholeh adalah langkah bijak untuk menjaga diri dari pengaruh negatif.
Rasulullah SAW bersabda:
*"Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya."* (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dengan berada di lingkungan orang orang yang sholeh, kita dapat saling mendukung dan memotivasi untuk terus berada di jalan yang benar. Kita bisa saling mengingatkan ketika salah, memberikan semangat ketika lelah, dan bersama-sama mencapai tujuan hidup yang hakiki.
Kesimpulan: Tetap Istiqomah, Tetap Berjuang
Menjadi pengemban dakwah, rajin menghadiri kajian pekanan, dan hidup di lingkungan pemuda yang sholeh adalah upaya yang membutuhkan komitmen dan keteguhan hati. Namun, semua ini akan terbayar dengan kebahagiaan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kita harus selalu ingat bahwa dakwah adalah tugas mulia yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, dan dengan istiqomah dalam menjalankannya, kita sedang berusaha menjadi hamba yang terbaik di sisi-Nya.
Mari kita terus berjuang di jalan dakwah, memperkuat iman melalui kajian pekanan, dan menjaga diri dalam lingkungan yang sholeh. Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam setiap langkah kita. Aamiin.
Ipar adalah Maut
by: Ustadz Rizqi Awal
Pembina Dakwah Islam, Penulis Buku, dan Motivator Menikah Bahagia
Renungan Mendalam: Berhati-Hatilah Masuk Menemui Wanita
Hadits dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu memberikan kita pelajaran yang sangat berharga mengenai interaksi antara pria dan wanita dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita." Seorang laki-laki dari kalangan Anshar kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?" Beliau menjawab, "Hamwu (ipar) adalah maut." (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172).
Makna Hadits dalam Konteks Kehidupan Sosial
Pada intinya, hadits ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga batasan-batasan dalam interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram. Interaksi yang terlalu bebas dapat menimbulkan fitnah dan godaan yang bisa merusak hubungan baik antar individu dan komunitas. Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan mengingat berbagai bentuk interaksi sosial yang semakin intens dan terbuka melalui media sosial dan lingkungan kerja.
Analisis tentang "Hamwu (Ipar) adalah Maut"
Pernyataan Rasulullah bahwa "hamwu (ipar) adalah maut" mengandung peringatan yang sangat serius. Ipar, sebagai kerabat dekat, sering kali berada dalam posisi yang lebih sering berinteraksi dengan istri saudaranya dibandingkan pria lain yang bukan mahram. Karena kedekatan ini, potensi timbulnya perasaan yang tidak semestinya atau situasi yang dapat memicu fitnah menjadi lebih besar.
Dalam konteks kehidupan rumah tangga, menjaga batasan ini sangat penting untuk mencegah munculnya masalah yang dapat merusak keutuhan keluarga. Keterlibatan emosional atau fisik yang tidak pada tempatnya dengan ipar dapat menyebabkan kehancuran rumah tangga dan rasa tidak aman dalam hubungan suami-istri. Itulah sebabnya, Rasulullah menggunakan istilah yang sangat kuat, "maut", untuk menggambarkan betapa berbahayanya situasi ini jika tidak ditangani dengan bijaksana.
Implementasi dalam Kehidupan Modern
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga batasan ini bisa diterapkan melalui beberapa langkah praktis. Pertama, hindari situasi di mana seorang pria dan wanita yang bukan mahram harus berdua-duaan tanpa kehadiran pihak ketiga yang terpercaya. Kedua, komunikasi dan interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram harus tetap dijaga agar selalu dalam konteks yang sopan dan profesional. Ketiga, kesadaran akan batasan-batasan ini harus ditanamkan sejak dini dalam keluarga dan pendidikan, agar generasi muda dapat tumbuh dengan memahami pentingnya menjaga diri dari godaan dan fitnah.
Sebagai individu, kita perlu selalu merenungkan dan mengevaluasi interaksi kita dengan lawan jenis. Apakah kita sudah menjaga batasan yang ditetapkan oleh agama? Apakah interaksi kita dapat menimbulkan fitnah atau perasaan yang tidak semestinya? Dengan merenungkan hadits ini, kita diingatkan untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri agar tidak terjebak dalam situasi yang dapat merusak hubungan dan moralitas kita.
Hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menjaga batasan dalam interaksi antara pria dan wanita. Peringatan tentang ipar sebagai "maut" menekankan betapa seriusnya potensi fitnah dalam hubungan yang dekat namun tidak mahram. Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan dan mengajak kita untuk selalu waspada dan menjaga kesucian serta kehormatan diri dalam setiap interaksi sosial. Dengan menerapkan ajaran ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang kita anut.
by: Ustadz Rizqi Awal
Pembina Dakwah Islam, Penulis Buku, dan Motivator Menikah Bahagia
Renungan Mendalam: Berhati-Hatilah Masuk Menemui Wanita
Hadits dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu memberikan kita pelajaran yang sangat berharga mengenai interaksi antara pria dan wanita dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita." Seorang laki-laki dari kalangan Anshar kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?" Beliau menjawab, "Hamwu (ipar) adalah maut." (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172).
Makna Hadits dalam Konteks Kehidupan Sosial
Pada intinya, hadits ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga batasan-batasan dalam interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram. Interaksi yang terlalu bebas dapat menimbulkan fitnah dan godaan yang bisa merusak hubungan baik antar individu dan komunitas. Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan mengingat berbagai bentuk interaksi sosial yang semakin intens dan terbuka melalui media sosial dan lingkungan kerja.
Analisis tentang "Hamwu (Ipar) adalah Maut"
Pernyataan Rasulullah bahwa "hamwu (ipar) adalah maut" mengandung peringatan yang sangat serius. Ipar, sebagai kerabat dekat, sering kali berada dalam posisi yang lebih sering berinteraksi dengan istri saudaranya dibandingkan pria lain yang bukan mahram. Karena kedekatan ini, potensi timbulnya perasaan yang tidak semestinya atau situasi yang dapat memicu fitnah menjadi lebih besar.
Dalam konteks kehidupan rumah tangga, menjaga batasan ini sangat penting untuk mencegah munculnya masalah yang dapat merusak keutuhan keluarga. Keterlibatan emosional atau fisik yang tidak pada tempatnya dengan ipar dapat menyebabkan kehancuran rumah tangga dan rasa tidak aman dalam hubungan suami-istri. Itulah sebabnya, Rasulullah menggunakan istilah yang sangat kuat, "maut", untuk menggambarkan betapa berbahayanya situasi ini jika tidak ditangani dengan bijaksana.
Implementasi dalam Kehidupan Modern
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga batasan ini bisa diterapkan melalui beberapa langkah praktis. Pertama, hindari situasi di mana seorang pria dan wanita yang bukan mahram harus berdua-duaan tanpa kehadiran pihak ketiga yang terpercaya. Kedua, komunikasi dan interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram harus tetap dijaga agar selalu dalam konteks yang sopan dan profesional. Ketiga, kesadaran akan batasan-batasan ini harus ditanamkan sejak dini dalam keluarga dan pendidikan, agar generasi muda dapat tumbuh dengan memahami pentingnya menjaga diri dari godaan dan fitnah.
Sebagai individu, kita perlu selalu merenungkan dan mengevaluasi interaksi kita dengan lawan jenis. Apakah kita sudah menjaga batasan yang ditetapkan oleh agama? Apakah interaksi kita dapat menimbulkan fitnah atau perasaan yang tidak semestinya? Dengan merenungkan hadits ini, kita diingatkan untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri agar tidak terjebak dalam situasi yang dapat merusak hubungan dan moralitas kita.
Hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menjaga batasan dalam interaksi antara pria dan wanita. Peringatan tentang ipar sebagai "maut" menekankan betapa seriusnya potensi fitnah dalam hubungan yang dekat namun tidak mahram. Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan dan mengajak kita untuk selalu waspada dan menjaga kesucian serta kehormatan diri dalam setiap interaksi sosial. Dengan menerapkan ajaran ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang kita anut.
Assalamu'alaikum wr. wb
Sahabat yang semoga selalu dinaungi keberkahan, kami mendoakan semoga selalu sehat wal'afiat, diberkahi umurnya, dilancarkan rezekinya 🤲
Yuk Awali Pagi Ini Dengan Melakukan Langkah Kecil yang Berkahnya Luar Biasa 🤗✨
Tahukah sahabat, satu langkah kecil tapi berkahnya luar biasa? yaitu dengan Sedekah yang bisa membuka pintu rezeki dan dapat banyak keberkahan💫
Rasulullah bersabda, "Siapa saja yang ahli sedekah, niscaya ia dipanggil (masuk surga) dari pintu Sedekah" (HR.Bukhari)."
“Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim).
Mari kita buka hati, luaskan tangan, dan mulai langkah kita dengan berbagi. Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memperkaya jiwa dengan kebaikan dan kasih sayang.
📖 *Dalil Tentang Sedekah:*
Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta; Allah hanya menambah kehormatan kepada seseorang yang memaafkan; dan tidak ada seorang pun yang bersikap rendah hati karena Allah, kecuali Allah akan meninggikannya." (HR. Muslim)
Dengan Rp 10.000,- yang terasa ringan di tangan, bisa menjadi berat timbangan pahala di akhirat. Anda dapat membantu mewujudkan mimpi anak-anak dhuafa untuk menjadi penghafal Al-Qur'an dan memberikan kehangatan melalui nasi Jumat bagi mereka yang membutuhkan.
🌱 *Langkah Mudah Berbagi Kebaikan:*
1. Pilih Rekening Tujuan:
- BNI: 0582588848
- Mandiri: 1230010987552
- BCA: 7420274496
- BSI: 7038046947
a/n Rizqi Awal
2. Bank Jago Syariah:
- No: 503105128930
a/n RIZCI AWAL.
3. Konfirmasi Donasi Anda:
- Klik di Sini untuk Konfirmasi
🏡 *Alamat Kantor:*
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10
Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih
Jakarta Pusat
"Dan apa saja kebaikan yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba': 39)
Mari kita sebarkan semangat ini, berbagi bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menanam benih kebaikan yang akan tumbuh dan berbuah di dunia dan akhirat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sahabat yang semoga selalu dinaungi keberkahan, kami mendoakan semoga selalu sehat wal'afiat, diberkahi umurnya, dilancarkan rezekinya 🤲
Yuk Awali Pagi Ini Dengan Melakukan Langkah Kecil yang Berkahnya Luar Biasa 🤗✨
Tahukah sahabat, satu langkah kecil tapi berkahnya luar biasa? yaitu dengan Sedekah yang bisa membuka pintu rezeki dan dapat banyak keberkahan💫
Rasulullah bersabda, "Siapa saja yang ahli sedekah, niscaya ia dipanggil (masuk surga) dari pintu Sedekah" (HR.Bukhari)."
“Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim).
Mari kita buka hati, luaskan tangan, dan mulai langkah kita dengan berbagi. Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memperkaya jiwa dengan kebaikan dan kasih sayang.
📖 *Dalil Tentang Sedekah:*
Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta; Allah hanya menambah kehormatan kepada seseorang yang memaafkan; dan tidak ada seorang pun yang bersikap rendah hati karena Allah, kecuali Allah akan meninggikannya." (HR. Muslim)
Dengan Rp 10.000,- yang terasa ringan di tangan, bisa menjadi berat timbangan pahala di akhirat. Anda dapat membantu mewujudkan mimpi anak-anak dhuafa untuk menjadi penghafal Al-Qur'an dan memberikan kehangatan melalui nasi Jumat bagi mereka yang membutuhkan.
🌱 *Langkah Mudah Berbagi Kebaikan:*
1. Pilih Rekening Tujuan:
- BNI: 0582588848
- Mandiri: 1230010987552
- BCA: 7420274496
- BSI: 7038046947
a/n Rizqi Awal
2. Bank Jago Syariah:
- No: 503105128930
a/n RIZCI AWAL.
3. Konfirmasi Donasi Anda:
- Klik di Sini untuk Konfirmasi
🏡 *Alamat Kantor:*
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10
Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih
Jakarta Pusat
"Dan apa saja kebaikan yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba': 39)
Mari kita sebarkan semangat ini, berbagi bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menanam benih kebaikan yang akan tumbuh dan berbuah di dunia dan akhirat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
🌟✨ Kelastahsin.com kini membuka kelas privat dengan Metode Ummi, cukup dengan Rp 175k/bulan saja! 🌟✨
🚀 Dapatkan pembelajaran eksklusif dan pribadi untuk meningkatkan tahsin Anda dengan harga yang terjangkau!
📚 Bergabunglah sekarang dan nikmati:
- Materi Pembelajaran: Standarisasi Tartil Al Qur'an Metode Ummi Jilid 1-6, Standarisasi Tartil Ghoroibul Qur'an Metode Ummi, dan Standarisasi Tartil Al Qur'an Irama Metode Ummi (Nada Rost).
- Pembelajaran intensif dengan pengajar berkualitas.
- Bimbingan langsung untuk meningkatkan kemampuan tartil Al-Qur'an Anda.
💰 Infaq:
- Pendaftaran: Rp 50k
- Bulanan: Rp 175k
- Modul Ummi Jilid 1-6 + Modul Ghorib: Rp 125k (ongkir gratis Jawa Timur).
Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Daftar sekarang di [sini]
https://form.drip.id/Tahsinonline
dan raih kemajuan tahsin Anda dengan Metode Ummi!
#KelasPrivat #MetodeUmmi #TingkatkanTahsin #BelajarOnline #KelasTahsin 📖💫
🚀 Dapatkan pembelajaran eksklusif dan pribadi untuk meningkatkan tahsin Anda dengan harga yang terjangkau!
📚 Bergabunglah sekarang dan nikmati:
- Materi Pembelajaran: Standarisasi Tartil Al Qur'an Metode Ummi Jilid 1-6, Standarisasi Tartil Ghoroibul Qur'an Metode Ummi, dan Standarisasi Tartil Al Qur'an Irama Metode Ummi (Nada Rost).
- Pembelajaran intensif dengan pengajar berkualitas.
- Bimbingan langsung untuk meningkatkan kemampuan tartil Al-Qur'an Anda.
💰 Infaq:
- Pendaftaran: Rp 50k
- Bulanan: Rp 175k
- Modul Ummi Jilid 1-6 + Modul Ghorib: Rp 125k (ongkir gratis Jawa Timur).
Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Daftar sekarang di [sini]
https://form.drip.id/Tahsinonline
dan raih kemajuan tahsin Anda dengan Metode Ummi!
#KelasPrivat #MetodeUmmi #TingkatkanTahsin #BelajarOnline #KelasTahsin 📖💫
form.drip.id
Pendaftaran Kelas Tahsin
deskripsi postingan
https://www.beritanusaindo.my.id/2024/06/syahid-adik-perempuan-ismail-haniyah.html?m=1
BREAKING NEWS!
SAUDARA PEREMPUAN PETINGGI HAMAS SYAHID! DITEMBAK OLEH ISREALHELL
BREAKING NEWS!
SAUDARA PEREMPUAN PETINGGI HAMAS SYAHID! DITEMBAK OLEH ISREALHELL
nusantara headline news
Syahid! Adik Perempuan Ismail Haniyah (Petinggi Hamas), Dibunuh oleh Entitas Yahudi Laknat!
Gaza, Palestina - Anggota keluarga Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok Hamas, termasuk saudara perempuannya, tewas dalam serangan udara Isra...
Assalammualaikum wr wb
IMAM al-Ghazali berkata, “Iri dapat merusakkan segala ketaatan serta menimbulkan berbagai dosa dan kesalahan. Iri adalah penyakit berat yang menjadi cobaan besar bagi kebanyakan orang-orang alim apalagi orang-orang awam. Iri mampu menghancurkan serta menyeret mereka ke jurang api neraka. Karena itu wajar jika Allah memerintahkan kita untuk berlindung dari orang-orang yang iri dengki: …dari kejahatan pendengki jika ia dengki (QS. 113:5).” (Faydh al-Qadîr, III/549).
Namun demikian, sesungguhnya ada iri yang dibolehkan. Nabi Muhammad saw. bersabda, ”Iri hati (hasad) itu tidak boleh kecuali terhadap dua: seseorang yang Allah karuniai kemampuan al-Quran dan ia terus membaca al-Quran itu siang-malam; seseorang yang Allah karuniai harta yang banyak dan ia terus menginfakkan hartanya itu siang-malam.” (HR al-Bukhari).
Berdasarkan hadis ini sebagian ulama membagi iri menjadi dua: Pertama: Iri hakiki, yakni mengharapkan hilangnya kenikmatan dari orang sedang mendapatkannya. Iri semacam ini haram berdasarkan ijmak ulama. Kedua. Iri majazi, yakni mengharapkan nikmat seperti nikmat yang diberikan kepada orang lain tanpa berharap hilangnya kenikmatan itu dari orang lain tersebut. Jika terkait dengan perkara dunia, iri semacam ini boleh. Jika terkait dengan perkara akhirat (ketaatan kepada Allah SWT), iri semacam ini dianjurkan. Inilah iri yang dimaksud dalam hadis di atas (An-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘alâ Muslim, VI/97).
Mari kita alirkan kebaikan ini untuk membantu pendidikan santri dhuafa penghafal Qur'an dan program sedekah nasi Jumat. Dengan hanya Rp 10.000,-, kita bisa membuat perubahan besar!
🌟 Cara Berpartisipasi 🌟
✅ Donasikan sedekahmu ke:
- Rekening BNI: 0582588848
- Rekening MANDIRI: 1230010987552
- Rekening BCA: 7420274496
- Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal
- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
📲 Konfirmasi: [bit.ly/yuksedekahnasi](http://bit.ly/yuksedekahnasi)
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
🎁 Bagikan Info Ini🎁
Ajak keluarga, teman, dan rekan kerja Anda untuk ikut serta dalam promosi ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan membantu mereka yang membutuhkan.
Jazakumullah Khairan Katsiran. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
IMAM al-Ghazali berkata, “Iri dapat merusakkan segala ketaatan serta menimbulkan berbagai dosa dan kesalahan. Iri adalah penyakit berat yang menjadi cobaan besar bagi kebanyakan orang-orang alim apalagi orang-orang awam. Iri mampu menghancurkan serta menyeret mereka ke jurang api neraka. Karena itu wajar jika Allah memerintahkan kita untuk berlindung dari orang-orang yang iri dengki: …dari kejahatan pendengki jika ia dengki (QS. 113:5).” (Faydh al-Qadîr, III/549).
Namun demikian, sesungguhnya ada iri yang dibolehkan. Nabi Muhammad saw. bersabda, ”Iri hati (hasad) itu tidak boleh kecuali terhadap dua: seseorang yang Allah karuniai kemampuan al-Quran dan ia terus membaca al-Quran itu siang-malam; seseorang yang Allah karuniai harta yang banyak dan ia terus menginfakkan hartanya itu siang-malam.” (HR al-Bukhari).
Berdasarkan hadis ini sebagian ulama membagi iri menjadi dua: Pertama: Iri hakiki, yakni mengharapkan hilangnya kenikmatan dari orang sedang mendapatkannya. Iri semacam ini haram berdasarkan ijmak ulama. Kedua. Iri majazi, yakni mengharapkan nikmat seperti nikmat yang diberikan kepada orang lain tanpa berharap hilangnya kenikmatan itu dari orang lain tersebut. Jika terkait dengan perkara dunia, iri semacam ini boleh. Jika terkait dengan perkara akhirat (ketaatan kepada Allah SWT), iri semacam ini dianjurkan. Inilah iri yang dimaksud dalam hadis di atas (An-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘alâ Muslim, VI/97).
Mari kita alirkan kebaikan ini untuk membantu pendidikan santri dhuafa penghafal Qur'an dan program sedekah nasi Jumat. Dengan hanya Rp 10.000,-, kita bisa membuat perubahan besar!
🌟 Cara Berpartisipasi 🌟
✅ Donasikan sedekahmu ke:
- Rekening BNI: 0582588848
- Rekening MANDIRI: 1230010987552
- Rekening BCA: 7420274496
- Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal
- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
📲 Konfirmasi: [bit.ly/yuksedekahnasi](http://bit.ly/yuksedekahnasi)
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
🎁 Bagikan Info Ini🎁
Ajak keluarga, teman, dan rekan kerja Anda untuk ikut serta dalam promosi ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan membantu mereka yang membutuhkan.
Jazakumullah Khairan Katsiran. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account
Mengantar Jemput: Sesederhana itu tapi Penuh Kesan Bagi Anak
Oleh: Rizqi Awal
Pembina Komunitas Hijrah
Langit pagi menyapa dengan semburat jingga, mengiringi langkah kaki mungil yang penuh rasa gugup. Ya, hari pertama sekolah tiba, momen yang menandai babak baru dalam perjalanan hidup sang buah hati. Di sanalah, gerbang ilmu terbuka lebar, mengundang mereka untuk menjelajahi samudra pengetahuan dan meraih mimpi-mimpi besar.
Bagi anak-anak, melangkah ke sekolah untuk pertama kalinya bagaikan memasuki dunia baru yang penuh misteri. Rasa takut, cemas, dan kebingungan bercampur aduk dalam diri mereka. Di sinilah peran orang tua, menjadi kompas penunjuk arah dan pelita penerang di tengah kegelapan keraguan.
Mengantar dan menjemput anak di pekan pertama sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ritual penuh makna. Di balik kesibukan dan padatnya aktivitas, meluangkan waktu untuk mengantarkan dan menjemput anak merupakan wujud kasih sayang dan dukungan orang tua yang tak ternilai.
Bayangkan tatapan mata polos mereka saat melihat wajah orang tua di gerbang sekolah. Senyum dan pelukan hangat bagaikan energi magis yang membangkitkan rasa aman dan percaya diri. Genggaman tangan erat menuntun mereka melangkah ke dunia baru, penuh dengan petualangan dan pembelajaran.
Lebih dari sekadar mengantarkan dan menjemput, momen ini menjadi kesempatan emas untuk menjalin komunikasi dan membangun kedekatan dengan anak. Percakapan hangat di perjalanan, berbagi cerita tentang sekolah, dan mendengarkan dengan penuh perhatian adalah kunci untuk memahami perasaan dan kebutuhan mereka.
Di pekan pertama yang penuh penyesuaian ini, anak-anak membutuhkan figur orang tua yang selalu hadir dan siap sedia. Mengantar dan menjemput mereka bukan hanya tentang memastikan keamanan, tapi juga memberikan rasa tenang dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi dunia baru yang penuh tantangan.
Bagi orang tua, mengantarkan dan menjemput anak di pekan pertama sekolah adalah sebuah momen yang tak terlupakan. Di balik tetesan air mata haru dan rasa bangga, terukir kenangan indah yang akan terpatri dalam lubuk hati.
Namun, kesibukan dan keterbatasan waktu terkadang menjadi kendala bagi orang tua untuk mengantarkan dan menjemput anak secara langsung. Jika hal ini terjadi, jangan berkecil hati. Ada berbagai solusi kreatif yang bisa diterapkan, seperti menitipkan anak pada orang terpercaya, menggunakan jasa antar jemput, atau berkoordinasi dengan orang tua lain untuk saling membantu.
Yang terpenting adalah niat dan usaha untuk selalu hadir dan memberikan dukungan penuh kepada anak di masa-masa transisi ini. Ingatlah, bahwa peran orang tua di awal perjalanan pendidikan anak sangatlah krusial dalam membentuk rasa percaya diri, kemandirian, dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan.
Mari jadikan momen mengantar dan menjemput anak di pekan pertama sekolah sebagai sebuah ritual penuh makna. Di balik kesibukan dan keterbatasan, luangkan waktu untuk mengantarkan mereka melangkah ke dunia baru, penuh dengan kasih sayang, dukungan, dan harapan untuk masa depan yang gemilang.
Oleh: Rizqi Awal
Pembina Komunitas Hijrah
Langit pagi menyapa dengan semburat jingga, mengiringi langkah kaki mungil yang penuh rasa gugup. Ya, hari pertama sekolah tiba, momen yang menandai babak baru dalam perjalanan hidup sang buah hati. Di sanalah, gerbang ilmu terbuka lebar, mengundang mereka untuk menjelajahi samudra pengetahuan dan meraih mimpi-mimpi besar.
Bagi anak-anak, melangkah ke sekolah untuk pertama kalinya bagaikan memasuki dunia baru yang penuh misteri. Rasa takut, cemas, dan kebingungan bercampur aduk dalam diri mereka. Di sinilah peran orang tua, menjadi kompas penunjuk arah dan pelita penerang di tengah kegelapan keraguan.
Mengantar dan menjemput anak di pekan pertama sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ritual penuh makna. Di balik kesibukan dan padatnya aktivitas, meluangkan waktu untuk mengantarkan dan menjemput anak merupakan wujud kasih sayang dan dukungan orang tua yang tak ternilai.
Bayangkan tatapan mata polos mereka saat melihat wajah orang tua di gerbang sekolah. Senyum dan pelukan hangat bagaikan energi magis yang membangkitkan rasa aman dan percaya diri. Genggaman tangan erat menuntun mereka melangkah ke dunia baru, penuh dengan petualangan dan pembelajaran.
Lebih dari sekadar mengantarkan dan menjemput, momen ini menjadi kesempatan emas untuk menjalin komunikasi dan membangun kedekatan dengan anak. Percakapan hangat di perjalanan, berbagi cerita tentang sekolah, dan mendengarkan dengan penuh perhatian adalah kunci untuk memahami perasaan dan kebutuhan mereka.
Di pekan pertama yang penuh penyesuaian ini, anak-anak membutuhkan figur orang tua yang selalu hadir dan siap sedia. Mengantar dan menjemput mereka bukan hanya tentang memastikan keamanan, tapi juga memberikan rasa tenang dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi dunia baru yang penuh tantangan.
Bagi orang tua, mengantarkan dan menjemput anak di pekan pertama sekolah adalah sebuah momen yang tak terlupakan. Di balik tetesan air mata haru dan rasa bangga, terukir kenangan indah yang akan terpatri dalam lubuk hati.
Namun, kesibukan dan keterbatasan waktu terkadang menjadi kendala bagi orang tua untuk mengantarkan dan menjemput anak secara langsung. Jika hal ini terjadi, jangan berkecil hati. Ada berbagai solusi kreatif yang bisa diterapkan, seperti menitipkan anak pada orang terpercaya, menggunakan jasa antar jemput, atau berkoordinasi dengan orang tua lain untuk saling membantu.
Yang terpenting adalah niat dan usaha untuk selalu hadir dan memberikan dukungan penuh kepada anak di masa-masa transisi ini. Ingatlah, bahwa peran orang tua di awal perjalanan pendidikan anak sangatlah krusial dalam membentuk rasa percaya diri, kemandirian, dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan.
Mari jadikan momen mengantar dan menjemput anak di pekan pertama sekolah sebagai sebuah ritual penuh makna. Di balik kesibukan dan keterbatasan, luangkan waktu untuk mengantarkan mereka melangkah ke dunia baru, penuh dengan kasih sayang, dukungan, dan harapan untuk masa depan yang gemilang.
Melangkah dengan Keyakinan di Tengah Godaan
Oleh: Rizqi Awal
Pembina Komunitas Hijrah
Di zaman sekarang, seringkali kita terperangkap dalam hiruk-pikuk dunia maya. Salah satu fenomena yang kerap muncul di berbagai media adalah berita perselingkuhan. Ironisnya, berita-berita semacam ini bukannya mendorong kita untuk semakin mendalami agama dan memperkuat dakwah, justru memunculkan ketakutan untuk menikah. Ada apa dengan kita?
Pergeseran Prioritas
Saat kita melihat berita perselingkuhan, seharusnya hati kita tersentuh untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Mengapa? Karena sesungguhnya, perselingkuhan adalah cerminan dari jauhnya seseorang dari nilai-nilai ketakwaan. Namun, seringkali yang terjadi adalah kebalikannya. Ketakutan akan kegagalan dalam pernikahan lebih mendominasi, sehingga kita lupa bahwa pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia di mata Allah.
Mendalami Agama, Menguatkan Ikatan
Ketakutan akan kegagalan dalam pernikahan seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk belajar lebih dalam tentang agama. Dalam Islam, pernikahan adalah jalan untuk menyempurnakan separuh agama. Dengan pemahaman agama yang kuat, kita akan lebih mampu menjaga keutuhan rumah tangga dan menghindari godaan-godaan yang merusak. Pendidikan agama memberikan kita panduan tentang bagaimana membangun hubungan yang didasarkan pada kasih sayang, kepercayaan, dan saling menghormati.
Dakwah sebagai Tanggung Jawab
Dakwah adalah kewajiban setiap Muslim. Melalui dakwah, kita menyebarkan kebaikan dan mengajak orang lain untuk berpegang teguh pada ajaran Islam. Berita perselingkuhan seharusnya menjadi panggilan bagi kita untuk semakin giat berdakwah, memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga. Dengan dakwah yang serius, kita bisa membantu mencegah perselingkuhan dengan menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam masyarakat.
Mengatasi Ketakutan dengan Keyakinan
Ketakutan untuk menikah akibat berita perselingkuhan harus diatasi dengan keyakinan yang kuat kepada Allah. Ingatlah bahwa setiap takdir telah ditentukan oleh-Nya. Jika kita menjalani pernikahan dengan niat yang ikhlas dan berusaha menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya, insya Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dan keberkahan dalam setiap langkah kita. Jangan biarkan ketakutan menghalangi kita untuk meraih kebahagiaan yang telah Allah siapkan melalui pernikahan.
Melihat berita perselingkuhan seharusnya membuat kita semakin sadar akan pentingnya mendalami agama dan memperkuat dakwah. Jangan biarkan ketakutan menguasai hati kita, namun hadapilah dengan keyakinan yang kokoh bahwa dengan mengikuti ajaran Islam, kita akan mampu menjaga keutuhan dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Marilah kita belajar, berdakwah, dan menikah dengan penuh keyakinan dan tawakal kepada Allah.
Oleh: Rizqi Awal
Pembina Komunitas Hijrah
Di zaman sekarang, seringkali kita terperangkap dalam hiruk-pikuk dunia maya. Salah satu fenomena yang kerap muncul di berbagai media adalah berita perselingkuhan. Ironisnya, berita-berita semacam ini bukannya mendorong kita untuk semakin mendalami agama dan memperkuat dakwah, justru memunculkan ketakutan untuk menikah. Ada apa dengan kita?
Pergeseran Prioritas
Saat kita melihat berita perselingkuhan, seharusnya hati kita tersentuh untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Mengapa? Karena sesungguhnya, perselingkuhan adalah cerminan dari jauhnya seseorang dari nilai-nilai ketakwaan. Namun, seringkali yang terjadi adalah kebalikannya. Ketakutan akan kegagalan dalam pernikahan lebih mendominasi, sehingga kita lupa bahwa pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia di mata Allah.
Mendalami Agama, Menguatkan Ikatan
Ketakutan akan kegagalan dalam pernikahan seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk belajar lebih dalam tentang agama. Dalam Islam, pernikahan adalah jalan untuk menyempurnakan separuh agama. Dengan pemahaman agama yang kuat, kita akan lebih mampu menjaga keutuhan rumah tangga dan menghindari godaan-godaan yang merusak. Pendidikan agama memberikan kita panduan tentang bagaimana membangun hubungan yang didasarkan pada kasih sayang, kepercayaan, dan saling menghormati.
Dakwah sebagai Tanggung Jawab
Dakwah adalah kewajiban setiap Muslim. Melalui dakwah, kita menyebarkan kebaikan dan mengajak orang lain untuk berpegang teguh pada ajaran Islam. Berita perselingkuhan seharusnya menjadi panggilan bagi kita untuk semakin giat berdakwah, memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga. Dengan dakwah yang serius, kita bisa membantu mencegah perselingkuhan dengan menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam masyarakat.
Mengatasi Ketakutan dengan Keyakinan
Ketakutan untuk menikah akibat berita perselingkuhan harus diatasi dengan keyakinan yang kuat kepada Allah. Ingatlah bahwa setiap takdir telah ditentukan oleh-Nya. Jika kita menjalani pernikahan dengan niat yang ikhlas dan berusaha menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya, insya Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dan keberkahan dalam setiap langkah kita. Jangan biarkan ketakutan menghalangi kita untuk meraih kebahagiaan yang telah Allah siapkan melalui pernikahan.
Melihat berita perselingkuhan seharusnya membuat kita semakin sadar akan pentingnya mendalami agama dan memperkuat dakwah. Jangan biarkan ketakutan menguasai hati kita, namun hadapilah dengan keyakinan yang kokoh bahwa dengan mengikuti ajaran Islam, kita akan mampu menjaga keutuhan dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Marilah kita belajar, berdakwah, dan menikah dengan penuh keyakinan dan tawakal kepada Allah.
🌄 *SEDEKAH SUBUH: Jalan Terbaik Menjemput Pertolongan Allah 🌄*
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat yang dirahmati Allah 🌹
Tahukah kamu bahwa sedekah di waktu Subuh adalah salah satu amal yang paling mulia? Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh sedekah dapat memadamkan panasnya kubur orang yang bersedekah, dan sungguh orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat dengan payung sedekahnya" (HR. Thabrani).
Coba bayangkan, di saat kita terlelap, masih banyak saudara-saudara kita yang terbangun, berdoa, dan menanti uluran tangan kita. Mereka adalah anak-anak yatim yang merindukan senyuman, para janda yang membutuhkan dukungan, dan kaum dhuafa yang menanti harapan. Di setiap helaan nafas mereka, ada harapan yang mungkin hanya bisa kita wujudkan dengan sedekah kita.
Ketika kita mengawali hari dengan berbagi, kita tidak hanya menyalurkan rezeki, tetapi juga membuka pintu-pintu langit. Kita mengundang rahmat dan keberkahan-Nya untuk turun dalam hidup kita. Dengan sedekah Subuh, kita menanam benih-benih kebaikan yang akan berbuah manis di dunia dan akhirat.
Bayangkan jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia. Apa yang ingin kita tinggalkan? Apa amal yang ingin kita bawa pulang sebagai bekal menghadap-Nya? Sedekah di waktu Subuh adalah investasi yang tidak pernah merugi. Allah SWT telah menjanjikan pahala berlipat ganda dan pertolongan-Nya yang tak terhingga.
Sahabat, mari kita bersegera. Mari kita berikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Sedekah Subuh bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang niat, ketulusan, dan kasih sayang. Dengan setiap rupiah yang kita berikan, kita menyelipkan doa dan harapan. Doa agar Allah selalu melindungi kita dan keluarga, harapan agar dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Sudahkah Sahabat punya niat sedekah hari ini? Jangan tunda kebaikan, karena di setiap sedekah kita ada cahaya yang menerangi jalan kita menuju surga. 🌹
Mari kita alirkan kebaikan ini untuk membantu pendidikan santri dhuafa penghafal Qur'an dan program sedekah nasi Jumat. Dengan hanya Rp 10.000,-, kita bisa membuat perubahan besar!
🌟 Cara Berpartisipasi 🌟
✅ Donasikan sedekahmu ke:- Rekening BNI: 0582588848
- Rekening MANDIRI: 1230010987552- Rekening BCA: 7420274496
- Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
📲 Konfirmasi: bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta PusatJl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
🎁 Bagikan Info Ini🎁
Ajak keluarga, teman, dan rekan kerja Anda untuk ikut serta dalam promosi ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan membantu mereka yang membutuhkan.
Jazakumullah Khairan Katsiran. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat yang dirahmati Allah 🌹
Tahukah kamu bahwa sedekah di waktu Subuh adalah salah satu amal yang paling mulia? Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh sedekah dapat memadamkan panasnya kubur orang yang bersedekah, dan sungguh orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat dengan payung sedekahnya" (HR. Thabrani).
Coba bayangkan, di saat kita terlelap, masih banyak saudara-saudara kita yang terbangun, berdoa, dan menanti uluran tangan kita. Mereka adalah anak-anak yatim yang merindukan senyuman, para janda yang membutuhkan dukungan, dan kaum dhuafa yang menanti harapan. Di setiap helaan nafas mereka, ada harapan yang mungkin hanya bisa kita wujudkan dengan sedekah kita.
Ketika kita mengawali hari dengan berbagi, kita tidak hanya menyalurkan rezeki, tetapi juga membuka pintu-pintu langit. Kita mengundang rahmat dan keberkahan-Nya untuk turun dalam hidup kita. Dengan sedekah Subuh, kita menanam benih-benih kebaikan yang akan berbuah manis di dunia dan akhirat.
Bayangkan jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia. Apa yang ingin kita tinggalkan? Apa amal yang ingin kita bawa pulang sebagai bekal menghadap-Nya? Sedekah di waktu Subuh adalah investasi yang tidak pernah merugi. Allah SWT telah menjanjikan pahala berlipat ganda dan pertolongan-Nya yang tak terhingga.
Sahabat, mari kita bersegera. Mari kita berikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Sedekah Subuh bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang niat, ketulusan, dan kasih sayang. Dengan setiap rupiah yang kita berikan, kita menyelipkan doa dan harapan. Doa agar Allah selalu melindungi kita dan keluarga, harapan agar dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Sudahkah Sahabat punya niat sedekah hari ini? Jangan tunda kebaikan, karena di setiap sedekah kita ada cahaya yang menerangi jalan kita menuju surga. 🌹
Mari kita alirkan kebaikan ini untuk membantu pendidikan santri dhuafa penghafal Qur'an dan program sedekah nasi Jumat. Dengan hanya Rp 10.000,-, kita bisa membuat perubahan besar!
🌟 Cara Berpartisipasi 🌟
✅ Donasikan sedekahmu ke:- Rekening BNI: 0582588848
- Rekening MANDIRI: 1230010987552- Rekening BCA: 7420274496
- Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
📲 Konfirmasi: bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta PusatJl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
🎁 Bagikan Info Ini🎁
Ajak keluarga, teman, dan rekan kerja Anda untuk ikut serta dalam promosi ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan membantu mereka yang membutuhkan.
Jazakumullah Khairan Katsiran. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sungguh, begitu banyak anugerah dari Allah SWT yang kita rasakan setiap hari. Kita seharusnya tidak melupakan untuk bersyukur. Saat kita bersyukur, itu sendiri adalah anugerah yang harus kita hargai. Allah SWT berjanji, jika kita bersyukur, Dia akan menambahkan berkah. Sebaliknya, jika kita lupa bersyukur, azab-Nya bisa sangat berat (QS Ibrahim [14]:7).
Bagaimana cara bersyukur? Ada tiga cara:
1. Bersyukur dengan hati, yaitu selalu berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Sumber Anugerah.
2. Bersyukur dengan kata-kata, seperti memuji Allah dengan kalimat yang baik, terutama mengucapkan alhamdulillah.
3. Bersyukur dengan tindakan, seperti banyak beribadah dan taat pada perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.
Penting untuk diingat, kita belum benar-benar bersyukur jika tidak menjadikan nikmat yang diterima sebagai sarana untuk mencintai Allah SWT (Syarh al-Hikam al-‘Atha’ilah, hlm. 64). Jadi, apakah kita termasuk hamba Allah SWT yang bersyukur, baik dalam keadaan baik maupun sulit, bahagia atau susah?
Mari kita alirkan kebaikan terus menerus, bisa kita mulai dengan hanya Rp 10.000,- saja.
🌟 Cara Berpartisipasi 🌟
✅ Donasikan sedekahmu ke:
- Rekening BNI: 0582588848
- Rekening MANDIRI: 1230010987552
- Rekening BCA: 7420274496
- Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal
- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
📲 Konfirmasi: http://bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
🎁 Bagikan Info Ini 🎁
Setiap orang bisa ikut serta dalam promosi ini! Bagikan pesan ini kepada keluarga, teman, dan rekan kerja Anda untuk mendorong lebih banyak partisipasi dalam kegiatan berinfak ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan membantu mereka yang membutuhkan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
-
Sungguh, begitu banyak anugerah dari Allah SWT yang kita rasakan setiap hari. Kita seharusnya tidak melupakan untuk bersyukur. Saat kita bersyukur, itu sendiri adalah anugerah yang harus kita hargai. Allah SWT berjanji, jika kita bersyukur, Dia akan menambahkan berkah. Sebaliknya, jika kita lupa bersyukur, azab-Nya bisa sangat berat (QS Ibrahim [14]:7).
Bagaimana cara bersyukur? Ada tiga cara:
1. Bersyukur dengan hati, yaitu selalu berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Sumber Anugerah.
2. Bersyukur dengan kata-kata, seperti memuji Allah dengan kalimat yang baik, terutama mengucapkan alhamdulillah.
3. Bersyukur dengan tindakan, seperti banyak beribadah dan taat pada perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.
Penting untuk diingat, kita belum benar-benar bersyukur jika tidak menjadikan nikmat yang diterima sebagai sarana untuk mencintai Allah SWT (Syarh al-Hikam al-‘Atha’ilah, hlm. 64). Jadi, apakah kita termasuk hamba Allah SWT yang bersyukur, baik dalam keadaan baik maupun sulit, bahagia atau susah?
Mari kita alirkan kebaikan terus menerus, bisa kita mulai dengan hanya Rp 10.000,- saja.
🌟 Cara Berpartisipasi 🌟
✅ Donasikan sedekahmu ke:
- Rekening BNI: 0582588848
- Rekening MANDIRI: 1230010987552
- Rekening BCA: 7420274496
- Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal
- Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
📲 Konfirmasi: http://bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
🎁 Bagikan Info Ini 🎁
Setiap orang bisa ikut serta dalam promosi ini! Bagikan pesan ini kepada keluarga, teman, dan rekan kerja Anda untuk mendorong lebih banyak partisipasi dalam kegiatan berinfak ini. Bersama-sama, kita dapat mengubah hidup dan membantu mereka yang membutuhkan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
-
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account