Dakwah Islam
5.56K subscribers
699 photos
194 videos
20 files
478 links
Dakwah Sosial Media
Download Telegram
Lo pengen punya mental sekuat baja? Latih diri lo buat sabar. Rasulullah ﷺ bilang, “Orang yang kuat bukan yang jago gulat, tapi yang bisa mengendalikan diri saat marah.” (HR. Bukhari). Sabar bikin lo jadi pemenang, Bro!
Sakit emang, tapi inget, cinta Allah nggak pernah bertepuk sebelah tangan. Semakin lo mendekat ke Dia, semakin Dia dekat ke lo. Love yang ini nggak bakal nyakitin hati lo.
Menganggap Wajar “Goblok” di Hadapan Publik: Memalukan dan Tidak Mendidik

Oleh: Rizqi Awal
Pembina Komunitas Hijrah, Penulis Buku "Sempurna Separuh"

Beberapa hari terakhir, media sosial ramai membahas pernyataan seorang pendakwah terkenal yang menyebutkan kata “goblok” kepada seorang penjual es teh manis. Meski kontroversi ini mungkin dipicu oleh latar belakang tertentu, tetap saja menganggap wajar penggunaan kata kasar di ruang publik, apalagi dari seorang yang dikenal sebagai ulama atau tokoh agama, adalah tindakan yang tidak patut.

Seorang pendakwah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam ucapan dan perilaku. Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh terbaik dalam menyampaikan pesan dengan kelembutan hati. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu."
(QS. Ali Imran: 159)

Ayat ini menegaskan bahwa kelembutan adalah kunci keberhasilan dalam berdakwah. Pendakwah bukan sekadar komunikator agama; ia adalah sosok yang membawa misi akhlak mulia. Ketika seorang pendakwah menggunakan kata-kata kasar seperti “goblok”, bahkan dalam konteks bercanda atau kritik, ia kehilangan martabat moral dan spiritual yang diembannya di mata publik.

Mengapa Ini Memalukan?
Pertama, keterkenalan membawa tanggung jawab. Setiap kata dan tindakan seorang tokoh publik tidak hanya merepresentasikan dirinya sendiri tetapi juga komunitas yang diwakilinya. Ketika kata-kata kasar dinormalisasi, apalagi diucapkan oleh seorang yang dianggap figur agama, ini bisa menciptakan preseden buruk.

Kedua, pendakwah adalah panutan moral. Jika seorang ulama tidak mampu menjaga lisan di ruang publik, bagaimana ia dapat diharapkan membimbing umat untuk menahan amarah, menjaga sopan santun, dan menjunjung tinggi adab? Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, pernyataan kasar ini berpotensi menciptakan jarak, bukan mendekatkan. Kata-kata kasar mengandung unsur penghinaan yang bisa merendahkan martabat orang lain. Ini bertentangan dengan esensi dakwah sebagai bentuk kasih sayang untuk menyentuh hati umat.

Konteks yang Tidak Membenarkan
Ada pihak yang mungkin membela tindakan ini sebagai bentuk ekspresi spontan atau kejujuran dalam berbicara. Namun, spontanitas bukanlah alasan untuk melupakan akhlak. Islam mengajarkan kontrol diri dan kesantunan sebagai bagian dari iman. Rasulullah ﷺ sendiri bahkan tidak pernah sekalipun menggunakan kata-kata kasar kepada sahabat atau umat, meski mereka melakukan kesalahan.

Sebaliknya, beliau mendidik dengan penuh empati dan hikmah, sebagaimana firman Allah:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (QS. An-Nahl: 125)

Dakwah Harusnya Merangkul, Bukan Melukai
Jika dakwah bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik, maka pendekatan yang digunakan harus menyentuh hati, bukan melukai harga diri. Pendakwah adalah harapan umat untuk melihat refleksi ajaran Islam yang lembut, penuh cinta, dan bijaksana. Ketika pendakwah gagal menunjukkan hal ini, kepercayaan umat bisa terkikis.

Sebagai penutup, penting untuk merenungi bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan kebenaran, tetapi juga menyampaikan dengan cara yang benar. Pendakwah harus senantiasa menjaga lisannya, sebagaimana firman Allah:

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).’" (QS. Al-Isra: 53)

Menyebut “goblok” kepada sesama, apalagi di ruang publik, bukan hanya memalukan tetapi juga melanggar prinsip-prinsip Islam dalam berdakwah. Mari kita ingatkan diri bahwa kelembutan, kesantunan, dan empati adalah jalan terbaik untuk menyampaikan kebenaran. Wallahu a'lam.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Seorang suami sekaligus ayah rela melakukan banyak hal agar tetap memberikan nafkah kepada keluarga. Termasuk menghindari diri dari microsleep yang bisa membahayakan mereka.

Yaa Allah, permudahlah urusan rezeki para suami dan ayah.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing dan mendisiplinkan anak demi kebaikan masa depan mereka, ketika anak mereka mulai melalaikan kewajiban seperti sekolah. Hukuman, meskipun terkadang terasa keras, sering kali dimaksudkan untuk mengingatkan anak akan pentingnya disiplin dan tanggung jawab.

Penting bagi anak-anak untuk memahami bahwa bukan semua bentuk hukuman merupakan kekerasan atau ancaman yang memerlukan intervensi hukum. Anak-anak diajak untuk melihat hukuman sebagai bentuk pembentukan disiplin, kasih sayang dan belajar untuk lebih bertanggung jawab atas tindakan mereka, bukan malah mencari jalan pintas untuk menghindari konsekuensinya dan merasa tidak berhak dihukum atas kesalahan yang telah dibuat.
.
Udah tanggal 26 Desember,
Mudah mudahan rezekimu ditahun depan bertambah berkah dan banyak.

Aamiin.

https://whatsapp.com/channel/0029Vb1TEVA7z4klBUSJ6O1f
*Jika kamu menghabiskan waktu untuk mengejar kupu-kupu,* mereka akan terbang menjauh. Tapi jika kamu menghabiskan waktu untuk membuat taman yang indah, kupu-kupu akan datang kepadamu.

*Saat kamu fokus memperbaiki diri,* semua yang kamu inginkan akan datang dengan sendirinya. Kita menarik sesuatu bukan berdasarkan apa yang kita inginkan, tapi berdasarkan siapa diri kita.

*Jangan kejar, tariklah.*

> ╰➤ DAKWAHISLAMID
*PROGRAM TALAQQIY AL-QUR’AN*
*Program Perbaikan Bacaan Al-Qur’an 30 Juz*
Bersama Para Syaikh Pengajar Al-Qur’an Al-Azhar Asy-Syarif Mesir

*PENDAFTARAN*
bit.ly/TALAQQIY_2025

*KONTAK*
0896 5578 1222
"Rajab, Sya'ban, Ramadhan... Triple the blessings, triple the joy! 🎉
Jangan sampe kelewatan momen berharga ini.
Yuk, kita sama-sama ngejar pahala dan berkah di bulan-bulan istimewa ini. 💫
Silakan bagi yang minat. Download aja via: https://ebooktrenanakmuda.drip.id/daftar

GRATIS
Assalammualaikum wr wb.

Wahai saudaraku, bulan suci Ramadan telah mendekat, seperti tamu agung yang akan segera mengetuk pintu hati kita. Ia datang membawa rahmat, ampunan, dan cahaya yang menyinari setiap langkah kita menuju ridha-Nya. Namun, adakah kita telah mempersiapkan diri untuk menyambutnya? Ataukah kita masih terlena dalam gemerlap dunia yang fana ini?

Bersiap untuk Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membersihkan hati, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal saleh. Salah satu jalan terindah untuk menyucikan jiwa adalah dengan bersedekah. Sedekah adalah ibadah yang mengalirkan kebaikan, menghapus dosa, dan mendekatkan kita kepada Sang Maha Pengasih.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:_“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”_ (QS. Al-Baqarah: 261)

Sedekah adalah bukti keimanan kita, tanda bahwa kita menyadari betapa banyak kesalahan yang telah kita perbuat. Dengan sedekah, kita mengakui bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan, dan kewajiban kita adalah mengalirkannya kepada mereka yang membutuhkan. Sedekah adalah pengakuan bahwa kita hanyalah hamba yang lemah, yang selalu membutuhkan ampunan dan rahmat-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
_“Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)_

Maka, mari kita jadikan sedekah sebagai kebiasaan, sebagai bagian dari kehidupan kita. Tidak perlu menunggu kaya, tidak perlu menunggu sempurna. Sedekahlah meski hanya dengan sebutir kurma, meski hanya dengan sepuluh ribu rupiah. Karena nilai sedekah bukan terletak pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan hati yang memberikannya.

Saudaraku, mari kita mulai langkah kecil ini dengan ikhlas dan istiqomah. Mari kita bergabung dalam gerakan sedekah nasi Jumat dan donasi pendidikan untuk para santri dan siswa dhuafa penghafal Quran. Mereka adalah generasi penerus yang membutuhkan uluran tangan kita. Mereka adalah calon-calon pemimpin umat yang akan membawa cahaya Islam ke penjuru dunia.

Bagaimana cara berpartisipasi?Mudah sekali! Anda dapat mentransfer donasi ke salah satu rekening berikut:
Rekening BNI: 0582588848 a/n Rizqi Awal
Rekening MANDIRI: 1230010987552 a/n Rizqi Awal
Rekening BCA: 7420274496 a/n Rizqi Awal
Rekening BSI: 7038046947 a/n Rizqi Awal

Bank Jago Syariah: 503105128930 a/n RIZCI AWAL
Jangan lupa untuk konfirmasi donasi Anda di bit.ly/yuksedekahnasi.
Marilah kita bersatu padu, menebar kebaikan dan mencerdaskan diri dengan bertindak selaras dengan pengetahuan. Bersama-sama, kita ciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.

Kantor:Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Bersama, kita raih kecerdasan sejati dan ciptakan masa depan yang penuh berkah!
Wahai saudaraku, jangan tunda lagi. Sedekah adalah investasi akhirat yang tak pernah rugi. Sedekah adalah bukti cinta kita kepada Allah dan sesama. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih, jiwa yang tulus, dan tangan yang selalu terbuka untuk memberi.
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya. Dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’: 39)

Mari kita mulai hari ini. Mari kita istiqomah dalam kebaikan. Karena sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menyelamatkan diri kita sendiri.
Semoga Allah menerima amal kita dan menjadikan Ramadan kali ini sebagai bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Aamiin.
Wassalammu'alaikum wr wb.
Assalammualaikum wr wb

Sebelum sang bulan suci tiba, ada banyak hal yang perlu kita persiapkan, bukan hanya dengan persediaan jasmani, tapi juga bekal rohani. Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tapi tentang bagaimana kita membersihkan hati, mengikis ego, dan mendekatkan diri pada-Nya.

Persiapkan hati dengan taubat yang tulus, karena Ramadhan adalah bulan pengampunan. Biarkan air mata penyesalan membasuh dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Persiapkan jiwa dengan tekad yang kuat, karena di bulan ini, setiap langkah kebaikan akan diganjar berlipat ganda.

Persiapkan diri dengan ilmu, karena Ramadhan adalah madrasah tempat kita belajar sabar, ikhlas, dan tawakkal. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa makna, tanpa perubahan. Persiapkan juga hubungan dengan sesama, maafkan yang pernah menyakiti, rangkul yang terpisah, dan jalin kembali ikatan yang sempat renggang.

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Jangan sia-siakan. Persiapkan diri sebaik-baiknya, karena kita tak tahu apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengannya. Jadikan Ramadhan kali ini sebagai titik balik, sebagai momen di mana kita bangkit dari kelalaian, dan kembali pada-Nya dengan hati yang bersih dan penuh syukur."

Semoga kita semua bisa menyambut Ramadhan dengan penuh kesiapan dan kerinduan. 🌙✨

Mari kita kian memperbanyak amal kebaikan jelang Ramadhan tiba, dengan ikut serta tetap istiqomah dalam donasi pendidikan siswa dhuafa penghafal quran dan nasi jumat, dimulai dari Rp 10.000,-

*Cara Berpartisipasi dalam Program Sedekah Nasi Jumat dan Donasi Pendidikan*
Anda bisa berpartisipasi dengan mudah! Berikut langkah-langkahnya:
1. Transfer donasi Anda ke salah satu rekening berikut:
- *Rekening BNI:* 0582588848 a/n Rizqi Awal
- *Rekening MANDIRI:* 1230010987552 a/n Rizqi Awal
- *Rekening BCA:* 7420274496 a/n Rizqi Awal
- *Rekening BSI:* 7038046947 a/n Rizqi Awal
- *Bank Jago Syariah:* 503105128930 a/n RIZCI AWAL

2. Setelah transfer, jangan lupa konfirmasi donasi Anda di bit.ly/yuksedekahnasi


*Mari Bersatu Padu Menebar Kebaikan*
Sahabat, mari kita jadikan sedekah sebagai kebiasaan yang istiqomah. Dengan sedekah nasi Jumat dan donasi pendidikan, kita tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Setiap donasi yang Anda berikan akan disalurkan kepada:
* Program sedekah nasi Jumat untuk masyarakat kurang mampu.
* Beasiswa pendidikan bagi santri dan siswa dhuafa penghafal Quran.

Kantor Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
Jl. Mardani 3 no. 16B Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Bersama-sama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih cerah dan penuh berkah. Yuk, mulai dari sekarang, istiqomah dalam berbagi!

*"Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat."* (HR. Muslim)

Mari kita raih kecerdasan sejati dengan ilmu yang bermanfaat dan sedekah yang tulus. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan kita dengan berlipat ganda. Aamiin.

Wassalammualaikum wr wb.
https://booksite.id/lelaki-langit
https://booksite.id/lelaki-langit

Sebuah Ebook menemani perjalanan hijrah mereka yang ingin menjadi lelaki terbaik dihadapan keluarganya, teman dan dirinya sendiri.

Ringan untuk dibaca dan menyentuh jiwa siapa pun yang menikmatinya.

Gratis, bantu sebarkan agar banyak kebaikan hadir dari langkah kecil yang bisa kita lakukan.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ketika kamu muslim,kamu bisa mengerti ini
...