🌿 Kita Semua Akan Mudik, Tapi Sudahkah Menyiapkan Mudik Terbaik? 🌿
Mudik. Sebuah perjalanan yang selalu kita nanti, kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, merajut kebahagiaan. Tapi ada satu mudik yang pasti, yang tak seorang pun bisa menghindarinya—mudik menuju akhirat.
Jika mudik dunia kita siapkan dengan biaya, kendaraan, dan bekal terbaik, bagaimana dengan mudik ke kampung akhirat? Apa yang telah kita persiapkan?
💖 Mari Berinvestasi untuk Mudik Akhirat!
Dengan Rp 10.000,-, Anda bisa ikut serta dalam donasi spesial malam Lailatul Qadar dan buka bersama di kawasan minoritas Muslim.
Sedikit bagi kita, tapi sangat berarti bagi saudara kita yang membutuhkan.
📌 Cara Berdonasi:
💳 Rekening Donasi:
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 Konfirmasi Donasi:
🔗 bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
📍 Jl. Mardani 3 No. 16B, Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
💞 Jangan Biarkan Kebaikan Ini Berhenti di Anda!
Bagikan pesan ini kepada keluarga, sahabat, dan teman-teman Anda. Setiap orang yang bersedekah karena ajakan Anda, insyaAllah, pahala juga akan mengalir untuk Anda!
✨ Jangan Tunda, Bersedekahlah Sekarang! ✨
Mudik. Sebuah perjalanan yang selalu kita nanti, kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, merajut kebahagiaan. Tapi ada satu mudik yang pasti, yang tak seorang pun bisa menghindarinya—mudik menuju akhirat.
Jika mudik dunia kita siapkan dengan biaya, kendaraan, dan bekal terbaik, bagaimana dengan mudik ke kampung akhirat? Apa yang telah kita persiapkan?
💖 Mari Berinvestasi untuk Mudik Akhirat!
Dengan Rp 10.000,-, Anda bisa ikut serta dalam donasi spesial malam Lailatul Qadar dan buka bersama di kawasan minoritas Muslim.
Sedikit bagi kita, tapi sangat berarti bagi saudara kita yang membutuhkan.
📌 Cara Berdonasi:
💳 Rekening Donasi:
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 Konfirmasi Donasi:
🔗 bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Office:
Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Jakarta Pusat
📍 Jl. Mardani 3 No. 16B, Rt 06/10, Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
💞 Jangan Biarkan Kebaikan Ini Berhenti di Anda!
Bagikan pesan ini kepada keluarga, sahabat, dan teman-teman Anda. Setiap orang yang bersedekah karena ajakan Anda, insyaAllah, pahala juga akan mengalir untuk Anda!
✨ Jangan Tunda, Bersedekahlah Sekarang! ✨
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account
*"Seruan untuk Para Pendosa: Bertaubatlah Sebelum Fajar Keabadian Terbenam"*
Oleh: _Rizqi Awal_
Pembina komunitas Hijrah
Wahai saudaraku, engkau yang sedang berlari dalam gelap, engkau yang tersenyum di tengah luka, engkau yang menutup hati dari panggilan-Nya—dengarlah suara ini! *Ramadhan hampir pergi*, meninggalkan jejak rahmat yang mungkin tak lagi kita temui di bulan lain. Sepuluh malam terakhir ini adalah *kesempatan terakhir* untuk meraih maghfirah sebelum pintu taubat dikunci oleh waktu atau oleh maut yang tak pernah memberi kabar.
*Malam-Malam yang Menangis Karena Rindu Padamu*
Lihatlah langit malam ini. Bintang-bintang berkelip seperti *mata para malaikat yang menantikan taubatmu*. Angin sepoi-sepoi berbisik, membawa tangisan Nabi Muhammad ﷺ yang pernah bersabda:
*"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah sebelum kalian mati. Bersegeralah beramal saleh sebelum kalian sibuk (dengan urusan dunia). Hubungkanlah hubungan kalian dengan Allah dengan memperbanyak dzikir, banyak bersedekah, niscaya kalian diberi rezeki dan kemenangan."* (HR. Ibnu Majah)
*Malam-malam ini adalah panggung taubat.* Di sini, *Lailatul Qadar* mungkin sedang bersembunyi, menunggu siapa yang akan mencarinya dengan air mata penyesalan. Tidakkah kau rindu bertemu dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan? Tidakkah kau ingin Allah menghapus dosa-dosamu yang menggunung, lalu menggantikannya dengan cahaya?
*Dosa-Dosamu Bukan Akhir Cerita, Tapi Awal Taubat*
Kau mungkin berkata: *"Aku terlalu jauh dalam dosa, terlalu kotor untuk kembali."* Tapi dengarkanlah firman Allah:
*"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."* (QS. Az-Zumar: 53)
Allah tidak memandang *berapa besar dosamu*, tapi *seberapa tulus taubatmu*. Nabi Yunus pernah ditelan ikan paus karena lari dari takdir-Nya, tapi satu kalimat *"Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka inni kuntu minadz-dzolimin"* mengangkatnya dari kegelapan perut ikan ke mercusuar ampunan.
*Jangan Menunggu Besok, Karena Ajal Tidak Punya Kalender*
Kita sering menunda taubat dengan alasan:
- *"Aku masih muda, nanti saja kalau sudah tua."*
- *"Aku sibuk sekarang, nanti di waktu longgar."*
- *"Aku belum siap berubah."*
Tahukah engkau bahwa *kematian tidak pernah memandang usia*? Berapa banyak pemuda yang rencananya terputus oleh liang lahad? Berapa banyak orang yang menunda taubat, lalu ajal menjemputnya dalam keadaan lalai?
Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Bersegeralah beramal saleh sebelum datangnya fitnah (ujian) seperti malam yang gelap gulita..."* (HR. Muslim)
_Taubat bukanlah pilihan, tapi kewajiban yang harus disegerakan._
*Bagaimana Cara Bertaubat?*
1. *Menyesal dengan dalam* – Rasakan pedihnya dosa, biarkan air mata mengalir sebagai bukti penyesalan.
2. *Berhenti total dari maksiat* – Taubat bukan sekadar menangis, tapi berubah.
3. *Kembalikan hak orang lain jika ada* – Memohon maaf, mengembalikan harta yang diambil, membersihkan segala zalim.
4. *Memperbanyak istighfar & amal saleh* – *"Astaghfirullahal 'adzim wa atubu ilaih."*
5. *Berdoa dengan penuh harap* – *"Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang suci."*
*Akhirnya: Sebelum Pintu Itu Tertutup*
Wahai jiwa yang gelisah, *Ramadhan ini adalah hadiah terakhirmu*. Jangan biarkan ia pergi sementara dosa-dosamu masih bergelayut di pundak. Mungkin tahun depan kita sudah tiada, atau mungkin Ramadhan berikutnya tak lagi sempat kita jumpai.
*"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."* (QS. An-Nur: 31)
*Malam ini, bukan lagi waktu untuk tidur.* Malam ini, bangkitlah! Sujudlah, menangislah, dan katakan pada-Nya:
*"Ya Allah, aku datang. Aku yang hina, yang penuh dosa, tapi aku yakin kasih sayang-Mu lebih besar dari segala kesalahanku. Ampuni aku, terimalah taubatku."*
Oleh: _Rizqi Awal_
Pembina komunitas Hijrah
Wahai saudaraku, engkau yang sedang berlari dalam gelap, engkau yang tersenyum di tengah luka, engkau yang menutup hati dari panggilan-Nya—dengarlah suara ini! *Ramadhan hampir pergi*, meninggalkan jejak rahmat yang mungkin tak lagi kita temui di bulan lain. Sepuluh malam terakhir ini adalah *kesempatan terakhir* untuk meraih maghfirah sebelum pintu taubat dikunci oleh waktu atau oleh maut yang tak pernah memberi kabar.
*Malam-Malam yang Menangis Karena Rindu Padamu*
Lihatlah langit malam ini. Bintang-bintang berkelip seperti *mata para malaikat yang menantikan taubatmu*. Angin sepoi-sepoi berbisik, membawa tangisan Nabi Muhammad ﷺ yang pernah bersabda:
*"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah sebelum kalian mati. Bersegeralah beramal saleh sebelum kalian sibuk (dengan urusan dunia). Hubungkanlah hubungan kalian dengan Allah dengan memperbanyak dzikir, banyak bersedekah, niscaya kalian diberi rezeki dan kemenangan."* (HR. Ibnu Majah)
*Malam-malam ini adalah panggung taubat.* Di sini, *Lailatul Qadar* mungkin sedang bersembunyi, menunggu siapa yang akan mencarinya dengan air mata penyesalan. Tidakkah kau rindu bertemu dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan? Tidakkah kau ingin Allah menghapus dosa-dosamu yang menggunung, lalu menggantikannya dengan cahaya?
*Dosa-Dosamu Bukan Akhir Cerita, Tapi Awal Taubat*
Kau mungkin berkata: *"Aku terlalu jauh dalam dosa, terlalu kotor untuk kembali."* Tapi dengarkanlah firman Allah:
*"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."* (QS. Az-Zumar: 53)
Allah tidak memandang *berapa besar dosamu*, tapi *seberapa tulus taubatmu*. Nabi Yunus pernah ditelan ikan paus karena lari dari takdir-Nya, tapi satu kalimat *"Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka inni kuntu minadz-dzolimin"* mengangkatnya dari kegelapan perut ikan ke mercusuar ampunan.
*Jangan Menunggu Besok, Karena Ajal Tidak Punya Kalender*
Kita sering menunda taubat dengan alasan:
- *"Aku masih muda, nanti saja kalau sudah tua."*
- *"Aku sibuk sekarang, nanti di waktu longgar."*
- *"Aku belum siap berubah."*
Tahukah engkau bahwa *kematian tidak pernah memandang usia*? Berapa banyak pemuda yang rencananya terputus oleh liang lahad? Berapa banyak orang yang menunda taubat, lalu ajal menjemputnya dalam keadaan lalai?
Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Bersegeralah beramal saleh sebelum datangnya fitnah (ujian) seperti malam yang gelap gulita..."* (HR. Muslim)
_Taubat bukanlah pilihan, tapi kewajiban yang harus disegerakan._
*Bagaimana Cara Bertaubat?*
1. *Menyesal dengan dalam* – Rasakan pedihnya dosa, biarkan air mata mengalir sebagai bukti penyesalan.
2. *Berhenti total dari maksiat* – Taubat bukan sekadar menangis, tapi berubah.
3. *Kembalikan hak orang lain jika ada* – Memohon maaf, mengembalikan harta yang diambil, membersihkan segala zalim.
4. *Memperbanyak istighfar & amal saleh* – *"Astaghfirullahal 'adzim wa atubu ilaih."*
5. *Berdoa dengan penuh harap* – *"Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang suci."*
*Akhirnya: Sebelum Pintu Itu Tertutup*
Wahai jiwa yang gelisah, *Ramadhan ini adalah hadiah terakhirmu*. Jangan biarkan ia pergi sementara dosa-dosamu masih bergelayut di pundak. Mungkin tahun depan kita sudah tiada, atau mungkin Ramadhan berikutnya tak lagi sempat kita jumpai.
*"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."* (QS. An-Nur: 31)
*Malam ini, bukan lagi waktu untuk tidur.* Malam ini, bangkitlah! Sujudlah, menangislah, dan katakan pada-Nya:
*"Ya Allah, aku datang. Aku yang hina, yang penuh dosa, tapi aku yakin kasih sayang-Mu lebih besar dari segala kesalahanku. Ampuni aku, terimalah taubatku."*
*Sebelum fajar keabadian terbit—sebelum kita dipanggil menghadap-Nya dalam keadaan yang tak bisa lagi diubah.*
*Taubatlah sekarang, sebelum penyesalan datang di saat tidak berguna lagi penyesalan.*
*Selamat berburu Lailatul Qadar. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang kembali suci.* 🌙✨
*Taubatlah sekarang, sebelum penyesalan datang di saat tidak berguna lagi penyesalan.*
*Selamat berburu Lailatul Qadar. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang kembali suci.* 🌙✨
Baik! Berikut ini versi tulisan promosi panjang bergaya *hypnoselling*—dengan sentuhan emosional, persuasif, dan menggugah kesadaran spiritual untuk mengajak giat bersedekah secara istiqamah, dimulai dari nominal kecil:
*MENJADI HAMBANYA YANG TERPILIH, LEWAT SEDEKAH YANG TIDAK PERNAH TERPUTUS*
_Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh._
Pernahkah kita merenung, mengapa Allah tak henti memberi kita nikmat—meski kita tak selalu taat?
Sebab kasih sayang-Nya lebih besar dari dosa-dosa kita. Tapi... bukankah kita rindu menjadi hamba yang bukan hanya menerima, tapi juga membalas cinta-Nya dengan amal-amal yang tak putus?
*Inilah rahasianya: istiqomah dalam bersedekah.*
Bukan soal besar atau kecilnya angka. Tapi tentang konsistensi hati yang terus ingin dekat dengan-Nya.
Ya, bahkan ketika kita sedang diuji, ketika saldo tak lagi gemuk, tetaplah bersedekah.
Mulai dari Rp10.000,—
Sekecil itu? Iya, karena Allah menilai bukan dari nominal, tapi dari niat dan istiqomahnya.
*Bayangkan…*
Di balik uang Rp10.000 itu, ada satu butir nasi Jumat yang mengenyangkan perut lapar.
Ada satu halaman hafalan Qur'an yang tertanam di dada santri.
Ada senyum yang merekah, ada do'a yang terpanjat.
Dan ada *pahala yang tak terputus*, bahkan setelah kita tiada.
*Bersedekahlah.*
Tak perlu menunggu lapang. Justru di saat sempitlah sedekah menjadi bukti keimanan.
*“Tidak akan berkurang harta karena sedekah.”* (HR. Muslim)
Ini bukan sekadar janji, tapi jaminan dari Sang Pencipta rezeki.
Kini saatnya Anda jadi bagian dari kebaikan besar ini:
Sedekah untuk:
- *Pendidikan para penghafal Al-Qur’an* di Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah – Jakarta Pusat
- *Program Nasi Jumat*, berbagi makanan gratis penuh berkah setiap pekan
*Cara Berdonasi:*
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 *Konfirmasi Donasi:*
🔗 [bit.ly/yuksedekahnasi](http://bit.ly/yuksedekahnasi)
*Lokasi kebaikan Anda berlabuh:*
📍 Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah
Jl. Mardani 3 no. 16B, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
---
*Bagikan! Jangan simpan sendiri kebaikan ini.*
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."*
(HR. Muslim)
Bayangkan, berapa pahala yang bisa Anda rangkul… hanya dengan mengajak satu orang bersedekah.
*Mari jadi hamba yang bertaqwa, lewat amal yang terus mengalir.*
Mulai dari hari ini, mulai dari nominal kecil, tapi dengan cinta yang besar pada Allah.
_Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh._
*MENJADI HAMBANYA YANG TERPILIH, LEWAT SEDEKAH YANG TIDAK PERNAH TERPUTUS*
_Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh._
Pernahkah kita merenung, mengapa Allah tak henti memberi kita nikmat—meski kita tak selalu taat?
Sebab kasih sayang-Nya lebih besar dari dosa-dosa kita. Tapi... bukankah kita rindu menjadi hamba yang bukan hanya menerima, tapi juga membalas cinta-Nya dengan amal-amal yang tak putus?
*Inilah rahasianya: istiqomah dalam bersedekah.*
Bukan soal besar atau kecilnya angka. Tapi tentang konsistensi hati yang terus ingin dekat dengan-Nya.
Ya, bahkan ketika kita sedang diuji, ketika saldo tak lagi gemuk, tetaplah bersedekah.
Mulai dari Rp10.000,—
Sekecil itu? Iya, karena Allah menilai bukan dari nominal, tapi dari niat dan istiqomahnya.
*Bayangkan…*
Di balik uang Rp10.000 itu, ada satu butir nasi Jumat yang mengenyangkan perut lapar.
Ada satu halaman hafalan Qur'an yang tertanam di dada santri.
Ada senyum yang merekah, ada do'a yang terpanjat.
Dan ada *pahala yang tak terputus*, bahkan setelah kita tiada.
*Bersedekahlah.*
Tak perlu menunggu lapang. Justru di saat sempitlah sedekah menjadi bukti keimanan.
*“Tidak akan berkurang harta karena sedekah.”* (HR. Muslim)
Ini bukan sekadar janji, tapi jaminan dari Sang Pencipta rezeki.
Kini saatnya Anda jadi bagian dari kebaikan besar ini:
Sedekah untuk:
- *Pendidikan para penghafal Al-Qur’an* di Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah – Jakarta Pusat
- *Program Nasi Jumat*, berbagi makanan gratis penuh berkah setiap pekan
*Cara Berdonasi:*
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 *Konfirmasi Donasi:*
🔗 [bit.ly/yuksedekahnasi](http://bit.ly/yuksedekahnasi)
*Lokasi kebaikan Anda berlabuh:*
📍 Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah
Jl. Mardani 3 no. 16B, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
---
*Bagikan! Jangan simpan sendiri kebaikan ini.*
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."*
(HR. Muslim)
Bayangkan, berapa pahala yang bisa Anda rangkul… hanya dengan mengajak satu orang bersedekah.
*Mari jadi hamba yang bertaqwa, lewat amal yang terus mengalir.*
Mulai dari hari ini, mulai dari nominal kecil, tapi dengan cinta yang besar pada Allah.
_Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh._
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account
Ikuti saluran:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb1TEVA7z4klBUSJ6O1f
Dakwah islam di saluran whatsapp
https://whatsapp.com/channel/0029Vb1TEVA7z4klBUSJ6O1f
Dakwah islam di saluran whatsapp
Sabar dan Sedekah: Dua Sayap Menuju Hidup Penuh Berkah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hidup ini tak selalu mudah. Ada kalanya rezeki seret, masalah datang bertubi-tubi, dan harapan seakan tertutup kabut gelap. Dalam kondisi seperti itu, kita sering merasa tak berdaya dan bertanya-tanya, "Kapan hidup ini membaik?"
Namun, justru di saat seperti itulah, Allah memanggil kita untuk naik ke level keimanan yang lebih tinggi. Caranya? Dengan bersabar dan bersedekah.
Sabar adalah kunci untuk bertahan. Sedekah adalah kunci untuk membuka pintu-pintu pertolongan dari langit.
Sabar mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah, untuk tetap teguh dalam kebaikan walau dunia tampak gelap. Sedekah mengajarkan kita bahwa keberkahan bukan hanya datang saat menerima, tapi justru saat memberi.
🌾 Sedekah itu bukan soal berapa yang kita punya, tapi seberapa yakin kita bahwa Allah takkan pernah mengecewakan hamba-Nya.
Hari ini, mungkin kita sedang dihimpit kebutuhan. Tapi percayalah, siapa yang mendahulukan Allah, Allah akan cukupkan urusannya. Salah satu jalan mendahulukan Allah adalah dengan membantu hamba-hamba-Nya yang lebih membutuhkan.
Itulah semangat yang dibawa oleh @sedekahnasiid dan @sdkhoiruummah.jakpus dalam program Sedekah Nasi Jumat dan Donasi Pendidikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an.
Bayangkan, berapa banyak doa yang terpanjat setiap Jumat dari anak-anak jalanan yang mendapat sebungkus nasi karena sedekah Anda.
Bayangkan, berapa banyak ayat Al-Qur’an yang mereka hafalkan—dengan penuh cinta dan harapan—berkat donasi Anda untuk pendidikan mereka.
Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sedekah tidaklah mengurangi harta."
(HR. Muslim)
Dalam sabar, kita sedang menanam keikhlasan. Dalam sedekah, kita sedang menanam keberkahan. Dua-duanya, akan tumbuh menjadi pohon kebaikan yang buahnya akan kita rasakan di dunia dan akhirat.
🌟 Jangan tunggu kaya untuk bersedekah. Jangan tunggu lapang untuk memberi.
Mulailah dari Rp 10.000,-
Karena di mata Allah, bukan besarnya yang dinilai, tapi keikhlasannya.
🔹 Cara Berdonasi:
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 Konfirmasi Donasi:
🔗 bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah – Jakarta Pusat
📍 Jl. Mardani 3 no. 16B, Cempaka Putih
💞 SEBARKAN KEBAIKAN INI!
Jangan biarkan kebaikan berhenti di Anda. Bagikan ajakan ini, karena setiap orang yang berdonasi karena ajakan Anda, pahalanya juga mengalir untuk Anda.
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
(HR. Muslim)
Semoga Allah jadikan kita bagian dari para penyabar dan dermawan yang terus tumbuh dalam iman, amal, dan kebaikan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hidup ini tak selalu mudah. Ada kalanya rezeki seret, masalah datang bertubi-tubi, dan harapan seakan tertutup kabut gelap. Dalam kondisi seperti itu, kita sering merasa tak berdaya dan bertanya-tanya, "Kapan hidup ini membaik?"
Namun, justru di saat seperti itulah, Allah memanggil kita untuk naik ke level keimanan yang lebih tinggi. Caranya? Dengan bersabar dan bersedekah.
Sabar adalah kunci untuk bertahan. Sedekah adalah kunci untuk membuka pintu-pintu pertolongan dari langit.
Sabar mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah, untuk tetap teguh dalam kebaikan walau dunia tampak gelap. Sedekah mengajarkan kita bahwa keberkahan bukan hanya datang saat menerima, tapi justru saat memberi.
🌾 Sedekah itu bukan soal berapa yang kita punya, tapi seberapa yakin kita bahwa Allah takkan pernah mengecewakan hamba-Nya.
Hari ini, mungkin kita sedang dihimpit kebutuhan. Tapi percayalah, siapa yang mendahulukan Allah, Allah akan cukupkan urusannya. Salah satu jalan mendahulukan Allah adalah dengan membantu hamba-hamba-Nya yang lebih membutuhkan.
Itulah semangat yang dibawa oleh @sedekahnasiid dan @sdkhoiruummah.jakpus dalam program Sedekah Nasi Jumat dan Donasi Pendidikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an.
Bayangkan, berapa banyak doa yang terpanjat setiap Jumat dari anak-anak jalanan yang mendapat sebungkus nasi karena sedekah Anda.
Bayangkan, berapa banyak ayat Al-Qur’an yang mereka hafalkan—dengan penuh cinta dan harapan—berkat donasi Anda untuk pendidikan mereka.
Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sedekah tidaklah mengurangi harta."
(HR. Muslim)
Dalam sabar, kita sedang menanam keikhlasan. Dalam sedekah, kita sedang menanam keberkahan. Dua-duanya, akan tumbuh menjadi pohon kebaikan yang buahnya akan kita rasakan di dunia dan akhirat.
🌟 Jangan tunggu kaya untuk bersedekah. Jangan tunggu lapang untuk memberi.
Mulailah dari Rp 10.000,-
Karena di mata Allah, bukan besarnya yang dinilai, tapi keikhlasannya.
🔹 Cara Berdonasi:
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 Konfirmasi Donasi:
🔗 bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah – Jakarta Pusat
📍 Jl. Mardani 3 no. 16B, Cempaka Putih
💞 SEBARKAN KEBAIKAN INI!
Jangan biarkan kebaikan berhenti di Anda. Bagikan ajakan ini, karena setiap orang yang berdonasi karena ajakan Anda, pahalanya juga mengalir untuk Anda.
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
(HR. Muslim)
Semoga Allah jadikan kita bagian dari para penyabar dan dermawan yang terus tumbuh dalam iman, amal, dan kebaikan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account
"Kau sibuk merawat luka dari manusia,
tapi mengabaikan robekan paling parah:
hati yang jauh dari Rabb-nya.
Obat sejati bukan di pelukan dunia,
tapi di pelukan sajadah."
tapi mengabaikan robekan paling parah:
hati yang jauh dari Rabb-nya.
Obat sejati bukan di pelukan dunia,
tapi di pelukan sajadah."
"Allah tidak menunggu kau menjadi sempurna,
Dia hanya menunggu satu tetes air mata penyesalanmu,
yang kau tumpahkan dalam keheningan malam
saat dunia sudah lelap dan dosa masih membekas."
Dia hanya menunggu satu tetes air mata penyesalanmu,
yang kau tumpahkan dalam keheningan malam
saat dunia sudah lelap dan dosa masih membekas."
"Kadang Allah tidak langsung menghukummu,
bukan karena lupa,
tapi karena ingin melihat:
apakah hatimu masih punya malu untuk kembali?"
bukan karena lupa,
tapi karena ingin melihat:
apakah hatimu masih punya malu untuk kembali?"
"Setiap dosa meninggalkan bekas,
dan bekas itu menumpuk jadi beban.
Sampai kapan kau sanggup tersenyum di luar,
sementara batinmu berjalan tertatih membawa beban yang tak kau akui?"
dan bekas itu menumpuk jadi beban.
Sampai kapan kau sanggup tersenyum di luar,
sementara batinmu berjalan tertatih membawa beban yang tak kau akui?"
"Jangan bangga dengan banyaknya yang mengagumimu,
jika satu-satunya yang kau kecewakan
adalah Dia yang memberi hidupmu."
jika satu-satunya yang kau kecewakan
adalah Dia yang memberi hidupmu."
"Manusia bisa lupa dosamu,
kamu bisa pura-pura melupakannya,
tapi hatimu mencatat semuanya —
dan hanya air mata taubat yang bisa membersihkannya."
kamu bisa pura-pura melupakannya,
tapi hatimu mencatat semuanya —
dan hanya air mata taubat yang bisa membersihkannya."
Assalamu’alaikum, sahabat baik…
Pernah gak sih kita ngerasa hidup ini udah terlalu sibuk, sampai lupa bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang bahkan untuk makan saja harus menunggu uluran tangan?
Setiap hari Jumat, saat kita sarapan dengan tenang atau makan siang bersama rekan kerja, ada saudara kita — tukang becak, pemulung, pekerja kasar — yang bahkan belum tentu bisa makan.
Di sisi lain, ada anak-anak hebat yang sedang menghafal Al-Qur’an. Mereka bukan dari keluarga berada. Tapi semangatnya luar biasa. Pagi sampai sore mereka menghafal, belajar, dan berjuang. Mereka punya mimpi, tapi tak semua punya bekal.
Kita mungkin gak bisa bantu semua orang. Tapi kita bisa bantu satu per satu. Mulai dari sebungkus nasi Jumat. Atau ikut membiayai pendidikan seorang penghafal Qur’an dhuafa. Nilainya mungkin kecil di mata manusia, tapi besar di hadapan Allah.
Jangan nunggu punya banyak dulu baru mau bantu. Jangan nunggu kondisi lapang dulu baru mau peduli. Karena kebaikan itu gak harus nunggu waktu yang sempurna.
Sedekah itu bukan soal nominal, tapi soal niat dan cinta.
Mulai dari Rp 10.000 aja, kita udah bisa bahagiakan perut yang lapar dan bantu masa depan seorang anak shalih.
Yuk jadi bagian dari program kebaikan ini:
💖 Sedekah Nasi Jumat & Pembiayaan Pendidikan Siswa Dhuafa Penghafal Qur’an
🔹 Transfer Donasi ke:
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 Konfirmasi Donasi:
🔗 bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah – Jakarta Pusat
📍 Jl. Mardani 3 no. 16B, Cempaka Putih
Jangan tunggu kaya untuk bersedekah. Jangan tunggu lapang untuk memberi.
Mulai dari Rp 10.000, karena yang Allah lihat bukan jumlahnya, tapi keikhlasannya.
Dan jangan simpan kebaikan ini sendirian, SEBARKAN.
Karena kalau ada orang lain ikut bersedekah gara-gara ajakanmu, pahalanya ngalir juga ke kamu.
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
(HR. Muslim)
Semoga Allah jadikan kita bagian dari orang-orang yang ringan memberi, tapi berat timbangannya di akhirat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pernah gak sih kita ngerasa hidup ini udah terlalu sibuk, sampai lupa bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang bahkan untuk makan saja harus menunggu uluran tangan?
Setiap hari Jumat, saat kita sarapan dengan tenang atau makan siang bersama rekan kerja, ada saudara kita — tukang becak, pemulung, pekerja kasar — yang bahkan belum tentu bisa makan.
Di sisi lain, ada anak-anak hebat yang sedang menghafal Al-Qur’an. Mereka bukan dari keluarga berada. Tapi semangatnya luar biasa. Pagi sampai sore mereka menghafal, belajar, dan berjuang. Mereka punya mimpi, tapi tak semua punya bekal.
Kita mungkin gak bisa bantu semua orang. Tapi kita bisa bantu satu per satu. Mulai dari sebungkus nasi Jumat. Atau ikut membiayai pendidikan seorang penghafal Qur’an dhuafa. Nilainya mungkin kecil di mata manusia, tapi besar di hadapan Allah.
Jangan nunggu punya banyak dulu baru mau bantu. Jangan nunggu kondisi lapang dulu baru mau peduli. Karena kebaikan itu gak harus nunggu waktu yang sempurna.
Sedekah itu bukan soal nominal, tapi soal niat dan cinta.
Mulai dari Rp 10.000 aja, kita udah bisa bahagiakan perut yang lapar dan bantu masa depan seorang anak shalih.
Yuk jadi bagian dari program kebaikan ini:
💖 Sedekah Nasi Jumat & Pembiayaan Pendidikan Siswa Dhuafa Penghafal Qur’an
🔹 Transfer Donasi ke:
🏧 BNI: 0582588848
🏧 Mandiri: 1230010987552
🏧 BCA: 7420274496
🏧 BSI: 7038046947 a.n. Rizqi Awal
🏧 Bank Jago Syariah: 503105128930 a.n. Rizci Awal
📩 Konfirmasi Donasi:
🔗 bit.ly/yuksedekahnasi
🏫 Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah – Jakarta Pusat
📍 Jl. Mardani 3 no. 16B, Cempaka Putih
Jangan tunggu kaya untuk bersedekah. Jangan tunggu lapang untuk memberi.
Mulai dari Rp 10.000, karena yang Allah lihat bukan jumlahnya, tapi keikhlasannya.
Dan jangan simpan kebaikan ini sendirian, SEBARKAN.
Karena kalau ada orang lain ikut bersedekah gara-gara ajakanmu, pahalanya ngalir juga ke kamu.
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
(HR. Muslim)
Semoga Allah jadikan kita bagian dari orang-orang yang ringan memberi, tapi berat timbangannya di akhirat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
WhatsApp.com
Lulu khoiruummahjakpus
Business Account