Majelis Nuurus Sa'aadah
374 subscribers
552 photos
2 videos
1 file
1.44K links
Download Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah.

(فصل) ويصح الصلح مع الإقرار في الأموال وما أفضي إليها وهو نوعان: إبراء ومعاوضة فالإبراء اقتصاره من حقه على بعضه ولا يجوز تعليقه على شرط والمعاوضة عدوله عن حقه إلى غيره ويجري عليه حكم البيع ويجوز للإنسان أن يشرع روشنا في طريق نافذ بحيث لا يتضرر المار به ولا يجوز في الدرب المشترك إلا بإذن الشركاء ويجوز تقديم الباب في الدرب المشترك ولا يجوز تأخيره إلا بإذن الشركاء.

Fashal.
Sah berdamai disertai iqrar dalam harta dan sesuatu yang mengalir kesana. Damai itu ada dua macam : Membebaskan dan mengganti. Adapun membebaskan meringkas perdamaian dari satu hak kesebagian hak. Tidak boleh menggantungkan hak kepada sarat. Pembebasan pengganti memindahkan hak ke yang lain. Dan berlaku dalam perdaian ini hukum jual beli. Dan diperbolehkan membuka daun jendela dijalan lintas yang tidak membahayakan orang yang berjalan. Tidak boleh dalam gerbang kecuali dengan mendapa ijin serikatnya. Tidak boleh memajukan pintu dalam gerbang milik bersama dan juga tidak boleh membelakangkan pintu gerbang milik bersama kecuali dengan ijin serikatnya.

)فصل( وشرائط الحوالة أربعة أشياء رضا المحيل وقبول المحتال وكون الحق مستقرا في الذمة واتفاق ما في ذمة المحيل والمحال عليه في الجنس والنوع والحلول والتأجيل وتبرأ بها ذمة المحيل.

Fashal
Sarat Hiwalah ada empat :
1. relanya yang mindah
2. penerimaan yang dipindah
3. keadaan hak masih dalam tanggungan
4. kesepakatan tanggungan yang mindah, yang dipindah dan yang menerima pindahan dalam jenis, macam, jatuh tempo, segera.
Membebaskan tanggungan itu adalah itu adalah hak yang memindahkan.

(Kitab Al Ghoyah Wa Taqrib – Al Qodhi Abu Suja’ Ahmad bin Husien bin Ahmad Al Asyfahaniy, Buku Penjualan, Halaman 43 - 44, Penerbit Mutiyara Ilmu)

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
INE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Beberapa hewan yang dilarang dibunuh dan yang boleh dibunuh.

ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنْ الدَّوَابِّ النَّمْلَةِ وَالنَّحْلِ وَالْهُدْهُدِ وَالصُّرَدِ

Dari Ibnu Abbas dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang membunuh empat jenis binatang melata; semut, lebah, hudhud dan Shurad (sejenis burung pipit)." (HR. Ibnu Majah No.3215, Abu Daud No.4583, Ahmad No.2907 dan Daerami No.1915)

أ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ أَنَّ طَبِيبًا ذَكَرَ ضِفْدَعًا فِي دَوَاءٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهِ

Dari Abdurrahman bin Utsman bahwa terdapat seorang dokter menyebutkan kodok sebagai obat di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau melarang dari membunuhnya. (HR. An Nasa’i No.4280 dan Ahmad No.15197)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَا تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ وَلَا تَقْتُلُوا الْخُفَّاشَ فَإِنَّهُ لَمَّا خَرِبَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ قَالَ : يَا رَبِّ سَلِّطْنِي عَلَى الْبَحْرِ حَتَّى أُغْرِقَهُمْ

“Janganlah kalian membunuh katak karena suaranya adalah tasbih. Janganlah kalian membunuh kelelawar karena ketika Baitul Maqdis dihancurkan (oleh kaum kafir) ia berdoa: “Wahai Rabbku, berilah aku kekuasaan terhadap laut agar aku dapat menenggelamkan mereka.” (HR Al Baihaqi, sanadnya shahih)

Mayoritas ulama mengatakan bahwa hewan yang dilarang membunuhnya, maka dilarang juga mengkonsumsi atau memakannya. Seperti hadist yang melarang membunuh katak ditafsirkan bahwa itu juga mengindikasikan larangan memakannya, maka para ulama sepakat melarang makan katak.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

Dari 'Aisyah Radliallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan anjing galak". (HR. Bukhori No.3067 dan Muslim No.2071)

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْعَقْرَبُ وَالْفَأْرَةُ وَالْحُدَيَّا وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْغُرَابُ

Dari 'Aisyah berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Lima binatang yang harus dibunuh di tanah haram; kalajengking, tikus, ular, anjing, hewan yang suka menggigit dan gagak. (HR. Ahmad No.22923)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الْأُولَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الثَّانِيَةِ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membunuh cecak satu kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini kebaikan. Dan barang siapa yang membunuhnya dua kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini kebaikan berkurang dari pukulan pertama. Dan siapa yang membunuhnya tiga kali pukul, maka pahalanya kurang lagi dari itu.". (HR. muslim No.4156, Abu Daud No.4579, Ibnu Majah No.3220 dan Ahmad No.8305)

عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ حَيَّةً فَلَهُ سَبْعُ حَسَنَاتٍ وَمَنْ قَتَلَ وَزَغًا فَلَهُ حَسَنَةٌ وَمَنْ تَرَكَ حَيَّةً مَخَافَةَ عَاقِبَتِهَا فَلَيْسَ مِنَّا
Dari Ibnu Mas'ud ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh ular maka baginya sepuluh kebaikan dan barangsiapa membunuh tokek maka baginya sepuluh kebaikan serta barangsiapa yang membiarkan ular karena takut serangannya, maka ia bukan termasuk golongan kami." (HR. Ahmad No.3787)

Saya mau tanya apa hukumnya makan Semut (mengingat sering makanan kita tercampur oleh semut)?

Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut pada hadits diatas bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh. Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut yang tidak membahayakan. Namun meskipun boleh membunuh semut, tapi sebaiknya membunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (HR. Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud).

Bagaimana dengan semut yang kadang masuk di makanan kita? Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, Syah Minhaj (40/403) karangan Imam Zakariya al-Anshori dijelaskan bahwa apabila semut jatuh ke madu kemudian madu itu dimasak, maka boleh memakan semut tadi bersama madu, tetapi kalau jatuh di daging yang memungkinkan memisahkan bangkai semut tadi, maka tidak boleh memakannya dan harus dipisahkan dari daging yang dimasak. Sangat jelas, alasan diperbolehkan makan bangkai semut bersama makanan yang tercampur adalah karena sulit memisahkannya, sejauh bisa dipisahkan dan mungkin untuk mengeluarkannya dari makanan, maka harus dilakukan dan tidak boleh memakannya. Imam Ghozali dalam kitab Ihya Ulumuddin (1/438) juga menegaskan bahwa apabila semut atau lalat terjatuh ke dalam periuk makanan, maka tidak harus menumpahkan dan membuang semua makanan yang ada dalam periuk makanan tadi, karena yang dianggap menjijikkan adalah fisik bangkai semut atau lalat tadi, sejauh keduanya tidak mempunyai darah maka tidak najis, ini juga menunjukkan bahwa larangan makan keduanya karena dianggap menjijikkan.

Wallahu a’lam bish showwab.

(Referensi dari berbagai macam sumber).

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
INE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

وذكر الامام الغزالي عن ابن قتيبة قال : حدثني شيخ من بني كعب قال : دخلت البصرة لابيع تمرا ، فلم اجد منزلا . فوجدت دارا قد نسج عليها العنكبوت فقلت ما بال هذه الدار قالوا هي معمور فقلت لمالكها أتكرينى دارك فقال : انج بنفسك ، فان فيها عفريتا قد اتخذها منزلا يهلك كل من اتى اليها ، فقلت : اكرني واتركني معه ، فالله يعنني عليه ، فقال : دونك ، فسكنت فيها ، فلما جن الليل دخل الي شخص اسود ، عيناه كشعلة النار وله ظلمة ، وهو يدنوا مني ، فقلت : {الله لا اله الا هو الحي القيوم لا تاخذه سنة ولا نوم} الى اخر الاية ، فكنت كلما قرات كلمة قرا مثلي ، فلما وصلت الى قوله : {ولا يوده حفظهما وهو العلي العظيم} لم يقل شيئا ، فكررتها مرارا ، فذهبت تلك الظلمة ، فاويت في بعض جهات الدار فنمت ، فلما اصبحت وجدت في المكان الذي رايته فيه اثر حريق ورماد ، وسمعت قائلا يقول لي : لقد احرقت عفريتا عظيما ، فقلت : وبما احرق ، فقال : بقوله تعالى : {ولا يوده حفظهما وهو العلي العظيم} .

Disebutkan oleh Imam Al Ghazali, Diriwayatkan dari Ibnu Qutaibah ra., ia berkata : Seorang pria dari Bani Ka'ab bercerita kepadaku, ia berkata : Aku pernah singgah di kota Bashrah untuk menjual kurma. Namun, di sana aku tidak menemukan penginapan dan hanya berhasil menemukan sebuah rumah yang sudah dipenuhi sarang laba-laba. Aku lalu bertanya kepada penduduk sekitar rumah : Bagaimana status rumah ini? Mereka menjawab : Itu rumah kosong yang sudah ditinggalkan penghuninya.

Karena sudah tidak ada tempat lain, maka aku meminta izin kepada pemilik rumah untuk menginap sementara di sana, Bolehkah aku menyewa rumah ini? la menjawab : Silakan! Tapi, selamatkan dirimu sendiri, sebab di sana ada jin Ifrit yang menjadikan rumah itu sebagai sarangnya dan ia akan mengganggu, bahkan membinasakan siapa saja yang berani datang ke sana.

Aku balas berkata : Sewakan saja kepadaku dan biarkan aku bersamanya. Allah akan membantuku mengatasinya. la pun setuju menyewakannya kepadaku, sambil berpesan : Hati-hati dengannya!. Jadilah aku menginap di sana.

Menjelang malam, seorang pria hitam datang menemuiku. Matanya seperti nyala api yang membara dikelilingi gelap gulita. Ketika ia semakin mendekat, aku membaca Ayat Kursi, ALLAHU LAA ILAAHA ILLAA HUW AL-HAYYUL QAYYUUM, LAA TA’ KhUZUHU SINATUW WA LAA NA’UM (Allah, yang tidak ada llah melainkah Dia, yang Hidup kekal lagi teus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur). (QS. Al Baqarah (2) : 255)

Setiap kali aku baca sepatah kalimat dari ayat tersebut, ia justru ikut mengucapkannya. Namun, begitu sampai kalimat : WA LAA YA ‘UDUHU HIFZhUHUMAA WA HUWAL-‘ALIYYUL-‘AZhIIM (dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar), ia tidak menirukan sepatah kata pun.

Aku kemudian membaca kalimat itu berulang-ulang, hingga akhirnya kegelapan itu menghilang dengan sendirinya. Aku akhirnya bernafas lega dan menuju salah satu sudut rumah, kemudian tidur.

Pagi harinya aku menemukan bekas kebakaran dan abu di tempat orang yang kulihat semalam Tiba-tiba aku mendengar seseorang berseru (tanpa rupa), Kamu telah membakar jin Ifrit besar.

Dengan apa aku membakarnya? tanyaku. Dengan firman : WA LAA YA ‘UDUHU HIFZhUHUMAA WA HUWAL-‘ALIYYUL-‘AZIIM (dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar), jawab suara gaib itu.

(Kitab Mujarrobat Ad Daerobi Al Kabir (Fathul Mulk Al Majid) - Asy Syeikh Ahmad Ad Daerobiy, Bab 3. Kasiat dan Manfaat Ayat Kursi, Halaman 14, Penerbit Al Haromain)

Adapun Kitab Mujarobat Ad Daerobi / Fathul Mulk Al Majid (Syeikh Ahmad Ad Daerobi) alfaqir dapatkan ijazahnya dari Alm KH. Ahmad Yasin Asymuni (Pimp.Ponpes Hidayatuth Thulab, Kediri), dan dari Alm. KH. Rizqi Dzulqornain bin Asmad Al Batawiy, dan dibawah ini adalah sanad Kitab Mujarobat Ad Daerobiy melalui jalur Alm. KH. Rizqi Dzulqornain bin Asmat Al Batawiy sebagai berikut :
الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن بن عبد الحي الكتاني عن والده الامام الحافظ شيخ الرواية سيدي عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي الحسني عن الشيخ عبد الله السكري عن عمر الأمدي الديار بكري و الشيخ عبد الرحمن الكزبري كلاهما عن الحافظ مرتضى الزبيدي عن الشيخ أبي الحسن علي بن احمد الصعيدي العدوي عن الامام شهاب الدين احمد بن عمر الديربي رضي الله عنه.

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
INE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Adab-adab Ke Kamar Kecil (WC).

1. Membaca Doa.

Dalam Shahih Bukhari Muslim dari Anas ra. bahwa Rasulullah saww. disaat memasuki kamar mandi (WC), maka beliau mengucapkan doa berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

ALLAHUMMA INNII A’UUDzUBIKA MINAL KhUBUTsI WAL KhABAAITsI.

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi.

3. Menggunakan alas kaki, sangat dianjurkan.

4. Dianjurkan memakai tutup kepala ketika di kamar mandi, agar syetan tidak mengotori dengan najis.

5. Jangan berbicara atau bernyanyi-nyayi ketika berada di dalam kamar mandi.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu’ bahwa Rasulullah saww. bersabda : Bila dua orang diantara kamu buang air, hendaklah saling membelakangi dan jangan berbicara, Karena sesunguhnya Allah murka akan hal itu.

5. Disunnahkan berdehem tiga kali ketika selesai buang air kecil, juga mengurut alat kelaminnya dari pangkal keujung bagi laki-laki, agar semua kotorannya keluar.

6. Tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat ketika Buang air kecil dan buang air besar.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saww. bersabda : Bila kamu mendatangi tempat buang air, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Tidak boleh menjawab salam ketika berada di dalam kamar mandi.

8. Tidak boleh membawa atau membaca lafadz Allah swt dan Nabi Muhammad saww. atau ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits ke dalam kamar mandi.

9. Tidak boleh mandi berduaan di dalam kamar mandi, kecuali suami istri.

10. Tidak boleh makan dan minum ketika berada di dalam kamar mandi.

11. Berhati-hatilah dengan percikan najis (seperti terkena muncratan air seni ke celana/pakaian).

Rasulullah saww. pernah bersabda : Bahwa kebanyakan siksa kubur disebabkan karena tidak berhati-hati ketika beristinja.

12. Memakai tabir penghalang/penutup kamar mandi, agar tidak terlihat orang lain.
Rasulullah saww. bersabda: Bila kamu buang air hendaklah beristitar (menutup tabir), Bila tidak ada tabir maka menghadaplah ke belakang. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

13. Kalau sudah selesai segeralah keluar dan jangan berlama lama menetap di dalamnya, karena kamar mandi/wc adalah tempat setan dan kotoran sehingga tempat seperti itu tidak di anjurkan untuk berlama lama berada di situ.

14. Mendahulukan kaki kanan ketika keluar kamar mandi.

15. Membaca doa setelah keluar kamar mandi.

Hadits Shahih dalam kitab Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi, Bahwa Rasulullah saww. mengucapkan doa berikut ini saat beliau keluar dari kamar mandi:

غُفْرَانَكَ اَلْحَمْدُ الِلّهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ عَنِّى اْلأَذَاى وَعَافَانِيْ

GhUFROONAKA, ALHAMDULILLAHIL LADzII ADzHABA ‘ANNIL ADzAA WA’AAFAANII.

Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoranku dan membuatku sehat, aku memohon Pengampunan-Mu.

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
INE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Penebus Dosa Ghibah.

Syekh Abdul Wahhab Asy Sya’raniy radhiyallahu anhu (wafat tahun 973 Hijriyah) menyebutkan dalam kitab Lawaqihul Anwar Qudsiyah Fil Uhudil Muhammadiyah halaman 406 bahwasanya: Syekh Abu Al Mawahib Asy Syadzilliy (wafat 901 Hijriyah) berkata:

رأيت النبي صلى الله عليه و سلم في المنام فقلت يا رسول الله ما كفارة الغيبة إذا لم تبلغ صاحبها ؟ فقال كفارتها أن تقرأ قل هو الله أحد والمعوذتين وتهدي ثواب ذلك في صحائف من اغتبته . والله غفور رحيم .

Aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan aku bertanya: Ya Rasulallah, apa kaffarat (penggugur) dosa ghibah di mana si korban tidak mengetahui kalau dirinya sering dighibahi ? Beliau menjawab: Penggugur dosa ghibah tersebut adalah kau baca surat Al Ikhlash (Qulhu) dan Muawwidzatain (Al Falaq dan An Nas) lalu engkau hadiahkan pahala bacaan tersebut mengisi catatan kebaikan orang yang kau ghibahi. Dan Allah Maha pengampun dan Maha Penyayang.

Adapun jika orang yang kita ghibahi telah mengetahui bahwa kita telah mengghibahinya, maka kita harus datang kepadanya dan meminta agar dia merelakan perbuatan kita.

Tetapi bila kita meminta maaf, si korban tersebut kita ketahui dengan yakin tidak akan memberi maaf karena dampaknya sangat menyakitkan dirinya, maka jalan keluarnya yaitu hendaknya kita memuji dia dengan kebaikan-kebaikan yang dia miliki di seada-adanya tempat yang kita pernah mencelanya dan kita memperbanyak istighfar buat orang tersebut.

كَفَّارَةُ مَنِ اغْتَبْتهُ أَنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُ

Kafarat (tebusannya) orang yang kau ghibahi adalah engkau memohon ampunan untuknya.

Adapun sanad muttashil (bersambung) kepada Imam Abul Mawahib Asy Syadzilliy radhiyallahu anhu sebagai berikut:

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي الاندونيسي ألان الله قلبه القاسي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن الكتاني عن والده الحافظ شيخ الرواية سيدي محمد عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي عن المعمر عمر بن طاهر بن الشريف العلوي المكناسي عن ابي حامد العربي ابن المعطى الشرقاوي عن الحافظ مرتضى الزبيدي عن المعمر محمد بن حسن الوفائي عن المعمر محمد ين يوسف الطولوني عن الشيخ عبد الوهاب الشعراني عن الامام ابي المواهب الشاذلي رضي الله عنه .

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
INE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis ulang dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Keutamaan Surat Al Ikhlas (Kitab Mujarrobat Ad Daerobi).

اعلم وفقني الله واياك أن سورة الاخلاص جليلة القدر شهيرة الذكر ففي الحديث الصحيح اذا أخذت مضجعك من الليل فاقرأ سورة الاخلاص وقل ياأيها الكافرون ثم نم علي خاتمتها فانها براه من الشرك

Ketahuilah -semoga Allah memberikan taufik untuk kita- sesungguhnya surat Al lkhlas merupakan surat yang mulia derajatnya lagi masyhur. Disebutkan dalam hadits shohih : Apabila engkau hendak tidur pada malam hari, maka bacalah surat Al Ikhlas dan surat Al Kafirun, kemudian tidurlah pada akhir (ayatnya), karena sesungguhnya ia dapat membebaskan diri dari syirik.

)ومن خواصها( وكما قال بعض العلماء أن من قرئها يوم الأحدعند طلوع الشمس عشرمرات وسأل الله حاجته قضيت بأذن الله تعالي

Dan di antara kasiatnya, sebagaimana dikatakan oleh sebagian para Ulama : Barangsiapa yang membaca surah Al Ikhlas pada hari Ahad (Minggu) ketika matahari terbit sebanyak 10 kali, kemudian memohon kepada Allah apa yang menjadi hajatnya, maka akan dikabulkan dengan izin Allah SWT.

(ومن خواصها أيضا) لاهلاك الظالم أوالعدو أن تقرأها ألف مرة بعد الوضوء وصلاة ركعتين وأنت في خلوة معتزلة وتقول على رأس کل مائة اللهم إني سلطت روحانية هذه السورة حارهاویابسها على روح فلان الظالم والعدو فان الله یهلکه عاجلا فاتق الله ولاتعمله الا لمستحقه

Khasiat lainnya adalah untuk membinasakan orang zalim. Yaitu dengan membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000 kali setelah wudhu dan shalat sunnah dua raka’at, dan dibaca saat engkau berada di dalam tempat khalwat. Setiap kali mendapatkan seratu kali bacaan surat Al Ikhlas, diselingi membaca doa berikut :

اللهم إِنِّي سَلَّطْتُ رُوْحَانِيَّةَ هَذِهِ السُّوْرَةِ حَارَّهَا وَیَابِسَهَا عَلَى رُوْحِ فُلَانٍ الظَّالِمِ وَالْعَدُوِّ

ALLAHUMMA INNII SALLAThTU RUHAANIYYATA HADzIHIS SUUROTI HAARROHAA WA YAABISAHAA RUUHI FULAN AZh ZhOOLIMI WAL ‘ADUWWI.

Ya Allah, sesungguhnya aku memerintahkan ruhaniyah surat ini panas dan basah pada ruh (…..) yang zholim dan merupakan musuh.

Maka -lantaran amalan di atas- Allah akan menghancurkan dengan cepat. Dan takutlah kepada Allah, jangan engkau mengamalkannya, kecuali terpaksa.

وقد ورد في فضائل سورة الاخلاص آيات وأحاديث كثيرة دذکرها السیوطی في جامعه (فنها) من قرأ قل هوالله أحد مرة فكانه قرأ ثلث القرآن (ومنها) من قر قل هوالله أحد ثلاثا فكأنما قرأ القرآن أجمع (ومنها) من قرأ قل هوالله أحد عشرمرات بنى الله له بيتا في الجنة (ومنها) من قرأ قل هوالله أحد احدی وعشرين مرة بنى الله له قصرا في الجنة (ومنها) من قرأ قل هوالله أحد احدی وخمسين مرة غفرالله له دنوب خمسين سنة (ومنها) من قرأ قل هوالله أحد مائة مرة في الصلاة أوغيرها كتب الله له براءة من النار (ومنها) من قرأ قل هوالله أحد مائتي مرة عفر الله له ذنوب مائة سنة

Dan sesungguhnya diriwayatkan bahwa terkait surat Al Ikhlas, terdapat beberapa hadits yang menyebutkan keutamaannya. Demikian dijelaskan Imam As Suyuthi dalam kitab Al Jami'. Di antaranya adalah riwayat yang menyatakan : Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlas 1 kali maka seakan-akan membaca sepertiga Al Qur’an. Dan disebutkan : Barangsiapa membaca surat Al Ikhlas 3 kali maka seakan-akan membaca seluruh Al Qur’an. Dan juga disebutkan : Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 11 kali, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di dalam surga. Dan juga disebutkan : Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 21 kali, maka Allah akan membangunkan sebuah bangunan (gedung, istana) untuknya di dalam surga. Ada juga riwayat : Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlas 51 kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama limapuluh tahun. Di riwayat lainnya : Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlas 100 kali di dalam shalat atau di luar shalat, maka Allah akan menuliskan untuknya terbebas dari neraka. Dan riwayat lainnya : Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlas 200 kali, maka Allah akan mengampuni dosanya selama seratus tahun.

وكان بعض الصحابة رضى الله عنهم يكثر قراءتها في كل ركعة فسأله النبی صلى الله عليه وسلم عن ذلك فقال إن أحبها فقال له النبي صلى الله عليه وسلم حبك اياها أدخلك الجنة.
Sebagian sahabat (Nabi SAW) radhiyallahu anhum ada yang memperbanyak diri membaca surah Al Ikhlas dalam setiap rakaat shalatnya. Maka Nabi Muhammad SAW, bertanya mengenai perbuatannya itu. Sahabat itu lalu menjawab : Sesungguhnya saya amat mencintai surah Al Ikhlas. Baginda Nabi SAW kemudian bersabda kepadanya : Cintamu kepadanya (surat Al Ikhlas) akan memasukkanmu ke dalam surga.

ذكر القرطبي في التذكرة ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال من قرأ سورة قل هوالله أحد في مرضه الذی يموت فيه لم يفتن في قبره وأمن من ضغطة القبر وخفته الملائكة يوم القيامة باجنحتهاحتى يجيزونه على الصراط إلى الجنة.

Imam Al Qurthubi menyebutkan dalam kitab At Tadzkirah bahwasanya Rasulullah SAW. Bersabda : Barangsiapa yang membaca surah Al Ikhlas (100 kali) saat sakit yang (akhirnya) membawa pada kematiannya, niscaya ia tidak akan menghadapi fitnah di dalam kuburnya dan aman dari himpitan kubur, serta para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melewati titian Shirath sampaí ke surga.

وقال بعض العلماء من واظب على قراء تها نال كل خير وكني كل شر في الدنيا والآخرة ان شاء الله تعالی.

Sebagian ulama berkata : Barangsiapa yang istiqomah membaca surah Al Ikhlas, maka akan mendapatkan setiap kebaikan dan dicukupi (dilindungi) dari setiap keburukan di dunia dan akhirat, insya Allah.

ومن خواصها كما نقل عن النبي صلى الله عليه وسلم أن من قرأها على المقابر احدى عشرة مرة ثم وهب أجرها ل لاموات اعطی من الأجر بعدد الأموات.

Di antara khasiatnya sebagaimana dinukil dari sabda Rasulullah SAW : Barangsiapa yang membaca surah Al Ikhlas di atas kuburan (sedang berziarah kubur) sebanyak 11 kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada penghuni kubur, maka penghuni kubur tersebut akan diberi pahala sebanyak orang yang sudah mati.

ومن خواصها لدفع البلاء وحصول المراد كما قال بعض العلماء أن من قرأها بين المغرب والعشاء الف مرة ومرة ثم يسأل الله تعالى مطلوبه فانه يحصل ان شاء الله تعالى.

Khasiatnya lainnya adalah untuk tolak bala dan untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama : Barangsiapa yang membaca surah Al Ikhlas antara Maghrib dan Isya sebanyak 1001 kali kemudian memohon kepada Allah apa yang diinginkannya, maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya tersebut, insya Allah.

ومن خواصها كما نقل عن البوني أن تقرأها ليلة الجمة ستاوستين مرة ثم تذكر الجلالة خمسة آلاف وستمائت واحد وثلاثين مرة ثم تقول ماشاء الله ألف مرة ثم تصلي على النبي صلى الله عليه وسلم ألف مرة ثم تنام فانه يأتيك ملك في صنامك يخبرك عما في ضميرك وان داومت على ذلك كل ليلة جمعة صرت من الصائحين باذن الله.

Khasiat selanjutnya adalah sebagaimana dinukil dari penjelasan Imam Al Buni berikut ini : Jika surah Al Ikhlas dibaca pada malam Jum’at sebanyak 66 kali, kemudian menyebut “ALLAH” sebanyak 5631 kali, kemudian mengucapkan “MAASYAA ALLAH” 1000 kali, kemudian membaca shalawat kepada Nabi SAW 1000 kali, lalu tidur, maka Malaikat akan mendatangimu dalam tidurmu dan mengabarkan kepadamu tentang apa yang ada di dalam perasaanmu. Dan jika engkau melanggengkan amalan tersebut setiap malam Jum’at, engkau akan menjadi bagian dari orang-orang shaleh, dengan izin Allah SWT.

(Kitab Mujarobat Ad Daerobi Al Kabir (Fathul Mulk Al Majid) - Asy Syeikh Ahmad Ad Daerobiy, Bab Keutamaan Surat Al Ikhlas, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Adapun Kitab Mujarobat Ad Daerobi / Fathul Mulk Al Majid (Syeikh Ahmad Ad Daerobi) alfaqir dapatkan ijazahnya dari Alm KH. Ahmad Yasin Asymuni (Pimp.Ponpes Hidayatuth Thulab, Kediri), dan dari Alm. KH. Rizqi Dzulqornain bin Asmad Al Batawiy, dan dibawah ini adalah sanad Kitab Mujarobat Ad Daerobiy melalui jalur Alm. KH. Rizqi Dzulqornain bin Asmat Al Batawiy sebagai berikut :

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن بن عبد الحي الكتاني عن والده الامام الحافظ شيخ الرواية سيدي عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي الحسني عن الشيخ عبد الله السكري عن عمر الأمدي الديار بكري و الشيخ عبد الرحمن الكزبري كلاهما عن الحافظ مرتضى الزبيدي عن الشيخ أبي الحسن علي بن احمد الصعيدي العدوي عن الامام شهاب الدين احمد بن عمر الديربي رضي الله عنه.
Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
INE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Adab-adab Dalam Berdzikir.

Dalam Kitab Al Mafakhir Al 'Aliyah Fi Al Ma-atsir Asy Syadzaliyah disebutkan sebagaimana dikatakan Syeikh Asy Sya'roni bahwa adab berdzikir itu dikelompokkan menjadi 20 bagian. 5 Adab dilakukan sebelum bedzikir, 12 adab dilakukan saat berdzikir, dan 2 adab dilakukan setelah selesai berdzikir.

Adapun 5 Adab Sebelum Berdzikir, yaitu :

1. Taubat, yang hakekatnya adalah meninggalkan semua perkara yang tidak berfaedah bagi dirinya, baik yang berupa ucapan, perbuatan, atau keinginan.

2. Mandi dan atau wudhu.

3. Diam dan tenang. Hal ini dilakukan agar di dalam dzikir nanti dia dapat memperoleh shidq. Artinya hatinya terpusat kepada Allah yang kemudian dibarengi dengan lisannya yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH.

4. Menyaksikan dengan hatinya ketika sedang melaksanakan dzikir terhadap himmah syaikh atau guru mursyidnya.

5. Meyakini bahwa dzikir thariqoh yang didapat dari syeikhnya adalah dzikir yang didapat dari Rasulullah SAW.

12 Adab Saat Melakukan Dzikir, yaitu :

1. Duduk di tempat yang suci seperti duduknya di dalam shalat.

2. Meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya.

3. Mengharumkan tempatnya untuk berdzikir dengan wewangian, demikian pula dengan pakaian di badannya.

4. Memakai pakaian yang halal dan suci.

5. Memilih tempat yang gelap dan sepi jika memungkinkan.

6. Memejamkan kedua mata, karena hal itu akan dapat menutup jalan indra dzahir, karena dengan tertutupnya indra dzahir akan menjadi penyebab terbukanya indra hati/bathin.

7. Membayangkan pribadi guru mursyidnya di antara kedua matanya. Ini menurut ulama thariqoh merupakan adab yang sangat penting.

8. Jujur dalam berdzikir, artinya hendaknya seseorang yang berdzikir itu dapat memiliki perasaan yang sama, baik dalam keadaan sepi (sendiri) atau ramai (banyak orang).

9. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala ketercampuran, dengan keikhlasan ini seorang yang berdzikir akan sampai derajat Ash Shidiqiyah dengan syarat dia mau mengungkapkan segala yang terbesit di dalam hatinya (berupa kebaikan dan keburukan) kepada syeikhnya.

10. Memilih shighot dzikir bacaan "LAA ILAAHA ILLALLAAH", karena bacaan ini memiliki keistimewaan yang tidak didapati pada bacaan-bacaan dzikir syar'i lainnya.

11. Menghadirkan makna dzikir di dalam hatinya.

12. Mengosongkan hati dari segala apapun selain Allah dengan "LAA ILAAHA ILLALLAAH", agar pengaruh kata "ILLALLAAH (kecuali Allah)" terhujam di dalam hati dan menjalar ke seluruh anggota tubuh.

3 Adab Setelah Berdzikir, yaitu:

1. Bersikap tenang ketika telah diam (dari dzikirnya), khusyu' dan menghadirkan hatinya untuk menunggu waridudz dzikir (pemberian dan hidayah Allah SWT berupa petunjuk, cahaya ilahi, dan kesenangan batin di dalam bertaqarrub kepada-Nya.). Para ulama thariqoh berkata bahwa bisa jadi waridudz dzikir datang dan sejenak memakmurkan hati itu pengaruhnya lebih besar dari pada apa yang dihasilkan oleh riyadlah dan mujahadah tiga puluh tahun.

2. Mengulang-ulang pernafasannya berkali-kali. Karena hal ini menurut ulama thariqoh lebih cepat menyinarkan bashirah, menyingkapkan hijab-hijab dan memutus bisikan-bisikan hawa nafsu dan setan.

3. Menahan minum air. Karena dzikir dapat menimbulkan hararah (rasa hangat di hati orang yang melakukannya, yang disebabkan oleh syauq (rindu) dan tahyij (gairah) kepada Al Madzkur (Allah Ta'ala) yang merupakan tujuan utama dari dzikir, sedang meminum air setelah berdzikir akan memadamkan rasa tersebut.

Wallahu A'lam Bisshowab.

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Shalat Taubat : Dalil, Waktu, Jumlah Rakaat dan Tata Caranya.

Sholat Taubat (صلاة التوبة أو سلاة التوابين) merupakan sholat sunnah yang dilakukan dalam rangka memohon pengampunan dari Allah SWT atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat. Sholat ini juga disebut sebagai sholat istigfar (صلاة الإستغفار) atau sholat minta ampun. Pada saat seeorang telah bertaubat, maka ia harus berjanji dan berniat untuk tidak mengulangi kembali kesalahan atau dosa-dosanya yang telah lalu.

Adapun bentuk dari kesalahan sehingga seseorang bertaubat bukan hanya berupa perbuatan-perbuatan yang diharamkan dalam islam, akan tetapi juga dapat berupa perbuatan-perbuatan yang dimakruhkan dalam islam. Seseorang bisa dikatakan benar-benar bertaubat apabila :

Dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh,

Adanya rasa penyesalan atas segala dosa yang pernah diperbuat,

Bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan untuk selama-lamanya, baik dalam hati maupun ditunjukkan dalam perbuatan,

Hendaknya taubat dilakukan sebelum ajal menjemput.

Dan memohon maaf kepada orang lain bila ada dosa atau kesalahan yang pernah kita lakukan kepada orang lain sehingga orang tersebut sakit hati, terzholimi, tercemarkan nama baiknya dan lain sebagainya agar kita bisa mendapatkan maaf dan ridho darinya.

Dalil tentang Anjuran sholat taubat.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan ‘Taubat Nasuha’ (taubat yang sebenar), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba dalam gelap-gelita): “Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan limpahkanlah keampunan kepada kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu” (QS. At- Tahrim ayat 8)

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 135 :

ثم قرأ هذه الآية: [وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Artinya:
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An- Nisa ayat 17 :

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Az- Zumar ayat 54 :

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Artinya:
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
Hadist Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi :

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

Artinya:
“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.”

Hadist Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ahmad, dan Tabrani dalam kitab Al- Ausath :

وقال صلى الله عليه وسلم لمعاذ: إذا أسأت فأحسن

Artinya:
“Nabi berkata pada Muadz: Apabila engkau berbuat dosa, maka berbuatlah kebaikan (sebagai bentuk taubat).”

Hadist Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Abdul Aziz bin Abu Rawwad, dari Nafi’ dari Ibnu Umar pernah berkata :

كَانَ إِذَا شَهِدَ الْعِشَاءَ الآخِرَةَ مَعَ النَّاسِ صَلَّى رَكَعَاتٍ، ثُمَّ نَامَ، وَإِذَا لَمْ يَشْهَدْهَا فِي جَمَاعَةٍ، أَحْيَا لَيْلَةً، قَالَ: أَخْبَرَنِي بَعْضُ أَهْلِ مَعْمَرٍ، أَنَّهُ كَانَ يَفْعَلُهُ، فَحَدَّثْتُ بِهِ مَعْمَرًا، قَالَ: كَانَ أَيُّوبُ يَفْعَلُهُ

Artinya:
“Apabila Ibnu Umar shalat Isya’ berjamaah, maka dia shalat beberapa rakaat, lalu tidur. Apabila tidak shalat berjamaah, maka ia bangun malam dan ia berkata: Telah menceritakan padaku sebagian ahli Ma’mar, bahwa dia melakukan itu (shalat taubat), lalu aku ceritakan pada Ma’mar dan ia berkata: Ayyub juga melakukannya.”

Waktu Pelaksanaan Sholat taubat.

Pada dasarnya, taubat merupakan perbuatan yang tidak dapat diundur atau ditunda-tunda. Karena jika hal tersebut dilakukan akan dapat membahayakan hati dan jiwa manusia. Jika seseorang telah melakukan kesalahan dan ia tidak segera bertaubat, maka pengaruh dari dosa-dosanya tersebut akan kian menumpuk dan pada akhirnya akan merusak hati manusia sehingga hatinya tertutup dari cahaya kebenaran.

Oleh karena itu, apabila seseorang telah berbuat dosa maupun kesalahan, maka sudah seharusnyalah jika ia segera untuk bertaubat. Dan salah satu caranya adalah dengan melaksanakan sholat taubat.

Sholat Taubat merupakan salah satu bentuk sholat mutlak yang pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja, baik itu siang maupun malam, kecuali pada saat-saat dimana diharamkan untuk mengerjakan sholat seperti :

Mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.

Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah.

Saat matahari persis di tengah-tengah hingga terlihat condong.

Mulai dari shalat ashar hingga tenggelam matahari.

Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.

Beberapa kalangan ulama menyatakan bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada 2/3 malam atau semasa qiyamul lail dilaksanakan.

Jumlah Raka’at Sholat Taubat.

Sholat sunnah taubat bisa dikerjakan dengan jumlah 2 raka’at, 4 raka’at, maupun 6 raka’at.

Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sama dengan sholat-sholat sunnah pada umumnya, yakni dua raka’at salam.

Hukum Sholat Taubat.

Menurut para ulama yang berasal dari empat madzab fiqih yaitu Madzab Maliki, Hambali, Syafi’i, dan Hanafi menyatakan bahwa hukum pelaksanaan sholat taubat adalah sunnah. Jadi, ketika seseorang telah berbuat dosa atau kesalahan, dan ketika ia memiliki keinginan untuk bertaubat, maka hendaknya ia mengerjakan sholat sunnah dua raka’at serta bertaubat kepada Allah SWT.

Tata Cara Sholat taubat.

Sebelum melangkah pada tata cara pelaksanaanya, ada baiknya jika kita tahu apa saja syarat mutlakyang harus dipenuhi dalam menjalankan suatu ibadah sholat, seperti suci dari hadast besar maupun kecil, serta menutup aurat. Sholat sunnah taubat disyariatkan bagi mereka yang bertaubat yang pelaksanaannya dilakukan secara sendirian, karena sholat taubat merupakan sholat nafilah yang tidak disyariatkan untuk dikerjakan secara berjama’ah.

Niat Sholat Taubat.

Niat sholat taubat adalah:

أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي

“UShALLII SUNNATAT TAUBATI ROKAATAINI LILLAHI TAALA.”

Artinya “Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.”
Bacaan Dalam Sholat taubat.

Pada dasarnya tidak ada ketentuan yang mewajibkan kita membaca bacaan khusus setelah membaca Al-Fatihah dalam suatu ibadah sholat, jadi kita bisa membaca ayat-ayat Al-Qur’an manapun yang kita hafal. Misalnya saja pada rakaat pertama kita membaca Surat Al-Kafirun dan pada rakaat yang kedua kita membaca surat Al-Ikhlas.

Bacaan Dzikir dan Do’a setelah sholat Taubat.

Setelah sholat sunnah taubat, dianjurkan bagi si pelaksana untuk memperbanyak membaca istighfar yang ditujukan untuk memohon ampunan dari Allah SWT.

Dari Abu Bakar Radiyallahu’anhu, bahwasannya Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

عَلَيْكُمْبِلاَإِلَهَإِلاَّاللهُوَالاِسْتِغْفَارِفَاكْثِرُوْامِنْهُمَافَإِنَّإِبْلِيْسَقَالَ : أَهْلَكْتُالنَّاسَبِالذُّنُوْبِوَأَهْلَكُوْنِيبِلاَإِلَهَإِلاَّاللهُوَالْاِسْتِغْفَارِفَلَمَّارَأَيْتُذَلِكَأَهْلَكَأَهْلَكْتُهُمْبِالْأَهْوَاءِفَهُمْيِحْسَبُوْنَأَنَّهُمْمُهْتَدُوْنَ

Artinya:
“Hendaklah kalian membaca Laailaaha illallah dan istigfar lalu perbanyaklah membaca keduanya karena iblis berkata : “Aku telah membinasakan manusia dengan dosa sedangkan mereka membinasakanku dengan Laailaaha illallah,dan istigfar, lalu tatkala aku mengetahui demikian maka aku binasakan mereka dengan (mengikuti) hawa nafsu maka akhirnya mereka menyangka dan merasa bahwa sesungguhnya mereka itu sedang mendapatkan petunjuk (dan sedang berada diatas kebenaran).” (HR. Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Ya’la)

Adapun bacaan istighfar tersebut adalah:

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه

“ASTAGhFIRULLAHAL ‘AZhIIMA ALLADzII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.”

Artinya : “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”
Hendaknya bacaan istighfar tersebut diucapkan sebanyak 100 kali.

Memperbanyak membaca tasbih :

سُبْحَانَ اللّهِ وَ بِحَمْدِهِ

SUBHANALLAHI WA BIHAMDIHI. (minimal 100x)

Artinya:

“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”

Membaca Do’a Sayyidul Istighfar 3x :

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لّا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ،
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتَ،
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتَ،
أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِر لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

ALLAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KhOLAQTANII WA ANAA ‘ABDUKA WA ANAA ‘ALAA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTAThO’TU. A’UUDzU BIKA MIN SyARRI MAA ShONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DzANBII, FAGHFIRLII FAINNAHUUA LAA YAGhFIRUDz DzUNUUBA ILLA ANTA.”

Artinya:
“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

Terkait dengan do’a Sayyidul Istighfar, Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ ، قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ ، وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Artinya:
“Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

Setelah melaksanakan sholat taubat, maka disarankan untuk disertai dengan melakukan berbagai amal kebaikan, dan bentuk amal kebaikan yang paling utama adalah sedekah. Mengapa demikian? Karena sedekah merupakan sebab terbesar terhapusnya dosa-dosa seseorang. Sebagaimana Firman Allah SWT berikut :
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Artinya:
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thaha ayat 82)

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ

Artinya:
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al- Baqarah ayat 271)

Rosulullah Sholallhu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

ثَلاَثٌأَقْسِمُعَلَيْهِنَّ : مَانَقَصَمَالٌمِنْصَدَقَةٍوَمَازَادَاللهُعَبْدًابِعَفْوٍإِلاَّعِزًاوَمَنْتَوَاضَعَلِلهِرَفَعَهُاللهُ

Artinya:
“Ada tiga perkara yang aku berani bersumpah atasnya. yaitu :”Tidak akan berkurang harta dengan sebab sedekah, dan tidaklah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menambahkan kepada hamba dengan sebab dia pemaaf melainkan kemulian dan barangsiapa yang bersikap tawadhu karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat dan meninggikan (derajat kemuliaan-nya).”

Keutamaan Sholat Taubat.

Dari dalil-dalil yang tercantum di atas, sudah jelaslah bagi kita mengenai keutamaan atau fadhilah dari pelaksanaan sholat taubat. Lalu apa saja ganjaran yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang bertaubat?

Allah SWT telah berfirman :

أولئك جراؤهم مغفرة من ربهم وجنت تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها، ونعم أجر العالمين

Artinya:
“Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali- Imron ayat 136)

Jadi bisa disimpulkan bahwa allah akan memberikan ganjaran bagi mereka yang melakukan taubat, seperti :

Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa yang pernah diperbuat,
Allah SWT menjanjikan surga bagi siapa saja yang bertaubat dengan sungguh-sungguh dan mereka akan kekal di dalamnya,
Allah SWT akan memberikan pahala yang terbaik sebagai penambah timbangan amal bagi mereka yang bertaubat.

Lalu bagaimana jika seseorang melakukan kesalahan, kemudian ia bertaubat. Akan tetapi suatu ketika ia melakukan kesalahan yang sama kembali? dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, bahwasannya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

قَالَ : رَبِّ إِنِّي أَذَنَبْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْهُ. فَقَالَ اللهُ : عَبْدِي عَمِلَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ قَدْغَفَرْتُ لِعَبْدِي ثُمَ عَمِلَ ذَنْبًا اَخَرَ فَقَالَ : رَبِّ إِنِّي عَمِلْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْهُ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى : عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًا يَغْفِرُ الذَنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي ثُمَّ عَمِلَ ذَنْبًا اَخَرَ فَقَالَ : رَبِّ إِنِّي عَمِلْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْهُ فَقَالَ تَعَالَى : عَبْدِي عَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًايَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُبِهِ, أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْغَفَرْتُ لِعَبْدِي فَلْيَعْمَلْ مَاشَاءَ

Artinya:
“Sesungguhnya seorang laki – laki berbuat dosa lalu berkata: “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata : “Hambaku berbuat dosa lalu ia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang Maha Mengampuni dosa dan ia merealisasikannya, sesungguhnya Aku telah ampuni hambaku tersebut. Kemudian ia pun berbuat dosa lagi dosa yang lainnya lalu berkata : “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah, maka Allah Tabaroka wa Ta’ala berkata: “Hamba-Ku mengetahui bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun lalu ia pun merealisasikannya: “Sesungguhnya telah aku ampuni hambaku. Kemudian ia melakukan dosa yang lainnya lagi, dan ia berkata : “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa, maka ampunilah.
Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata lagi : “Hamba-Ku tahu bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun dan ia merealisasikannya.” Maka Aku mempersaksikan kepada kalian semua bahwa sesungguhnya Aku sungguh telah mengampuni hamba-Ku maka silahkan dia lakukan apa yang dia kehendaki.” (HR. Al Imam Ahmad)

(Referensi dari berbagai sumber)

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Majelis Nuurus Sa’aadah.

Doa Fatimah Az Zahra ra.

أنس بن مالك يقول قال النبي صلى الله عليه و سلم لفاطمة ما يمنعك أن سمعي ما أوصيك به أو تقولي إذا أصبحت وإذا أمسيت يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث اصلح لي شأني كله ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين

Dari Anas bin Malik ra., berkata : Rasulullah SAW. bersabda pada Fatimah : Apakah yang menahan kamu untuk memperhatikan wasiatku, yaitu bacalah tiap pagi dan sore : YAA HAYYU YAA QOYYUUMU BIROHMATIKA ASTAGhIITSU AShLIH LII SyA-NII KULLAHU WA LAA TAKILNII ILAA NAFSII ThORFATA 'AIN(IN) (Wahai Yang Maha Hidup Yang Berdiri Sendiri mengatur semua makhlukNya, dengan RahmatMu aku berseru minta tolong, perbaikilah semua urusanku semuanya, dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata). (Kitab Amalul Yaum Wal Lailah - Imam Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib An Nasa’I (Imam An Nasa'i), Hadits 575, Halaman 178, Penerbit Darul Kutub Al Ilmiyyah).

Pada Kitab Irsyadul Ibad Ilaa Sabilir Rasyad, Halaman 119, Penerbit Darul Kutub Al Islamiyyah dengan ada sedikit perbedaan dengan ada penambahan kata Fa pada kalimat Ashlih, menjadi Fa-Ashlih.

Adapun sanad yang mutashil sampai ke Kitab Amal Al Yaum Wal Lalailah - Imam Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib An Nasa’I (Imam An Nasa'i), Habib riwayatkan sebagai berikut :

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن العلامة المسند الشيخ محمد نور الدين مربو البنجر المكی عن العلامة المسند الشيـخ محمد ياسين الفادانى، عن العلامة المحدث الشيخ عمر حمدان، عن أحمد بن عبد الرافع الحسینی الطهطاوى، عن أحمد بن محمد البهی الطنطاوی، عن الحافظ مرتضی الزبيدى، عن خليل المرادی الدمشقی، عن أحمد بن إبراهيم الرسمی الكريدی، عن أحمد بن محمد المنيني، عن أبيه، عن الحافظ محمد بن علاء الدين البابلی، عن أحمد بن محمد بن محمد أبی العافية الشهير بابن القاضی المغربي، عن الشمس محمد ابن أحمد الرملى، والقرافی، والعلقمی، والغيطى، جميعهم
عن الحافظ السيوطی، عن الحافظ ابن حجر
العسقلانی، عن البرهان التنوخی، عن أبی الصبر أيوب ابن نعمة الكمال، عن أبي عمرو عثمان خطيب القرافة، عن أبی طاهر السلفی، عن أبي محمد عبد الرحمن بن حمد الدونی، عن القاضى أبی نصر أحمد بن الحسين الدينوري، عن الحافظ القاضى أبی بكر أحمد بن محمد ابن إسحـاق الدينورى المعروف بابن السني، عن الإمام الحافظ أبـی عبد الرحمن أحمد ابن شعيب بن على النسائی – رحمه الله تعالی

Sedangkan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Kitab Irsyadul Ibad Ilaa Sabilir Rosyad - Asy Syeikh Zainuddin Al Malibariy yang alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) riwayatkan sebagai berikut :

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الشيخ محمد نور الدين مربو البنجر المكی ، عن العلامة المسند الشيخ محمد ياسين الفاداني ، عن التقى الصوفي الشيخ جبير بن هارون البلخي الجشتي ، عن أبیه هارون بن إبراهيم البلخی ، عن جده إبراهیم بن جلال الدين بن الحسن البلخي ، عن أبيه جلال الدين بن الحسن شاه ، عن أبيه الحسن بن محمد أكرم شاه ، عن السید محمد أکرم شاه بن کریم الدين البلخی ، عن أبيه کريم الدين بن فريد الحق بن خواجه جمال شاه يوسف البلخي ، عن المؤلف الشيخ زين الدين بن عبد العزيز المليـبارى الفشناني الشافعي

Adapun sanad muttashil (bersambung) ) sampai ke Kitab Irsyadul Ibad Ilaa Sabilir Rosyad - Asy Syeikh Zainuddin Al Malibariy, yang alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) riwayatkan dari jalur yang lain :

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن العلامة الفقيه كياهي الحاج محمد شافعي حذام عن مسند الدنيا الشيخ محمد ياسين بن محمد عيسى الفاداني عن التقي الصوفي الشيخ جبرين بن هارون البلخي الجشتي عن أبيه هارون بن ابراهيم البلخي عن جده ابراهيم جلال الدين ابن الحسن بن خواجه محمد اكرم شاه البلخي عن أبيه ابن الحسن شاه عن أبيه الحسن بن محمد اكرم شاه البخاري عن السيد محمد اكرم شاه بن كريم الدين بن فريد الحق بن خواجه جمال شاه يوسف البلخي عن أبيه عن المؤلف الشيخ زين الدين بن عبد العزيز المليباري الشافعي رضي الله عنه

Habib Shulfi Alaydrus Ijazahkan untuk membaca Doa Fatimah tersebut setiap habis sholat Subuh dan Maghrib bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.
Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس