π— π—˜π— π—’π—₯π—œπ—˜π—¦ 𝗼𝗳 π—₯π—œπ——π——π—˜π—₯ π—”π—œπ—šπ—Ÿπ—˜
5.42K subscribers
231 photos
34 videos
97 files
33 links
Regards, welcome to our kingdom β€”
π—₯π—œπ——π——π—˜π—₯ π—”π—œπ—šπ—Ÿπ—˜

Please, literate this stuff first :
Contact : @OFCRIDDERAIGLEBOT
Partnership : @PARTNERRIGLEBOT
Poster Area : @RIDDERAIGLEPOST
Download Telegram
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 2 ─
Sejarah & Perkembangan Bahasa Indonesia // XIX.

πŸŽ™AysellΓ β€” Ternyata, bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang telah digunakan sejak lama sebagai bahasa perantara (lingua franca) di Nusantara. Perkembangannya melewati beberapa tahap penting, diantaranya:
β˜…. Digunakan dalam perdagangan antar wilayah
β˜…. Dipilih sebagai bahasa persatuan dalam peristiwa Sumpah Pemuda 1928
β˜…. Kemudian diresmikan sebagai bahasa negara dalam UUD 1945

Bahasa Indonesia dapat berkembang karena sifatnya yang sederhana dan mudah dipelajari, tidak terikat pada satu suku tertentu, dan mampu menyerap unsur bahasa asing.

πŸŽ™AysellΓ β€” Sedangkan dalam perkembangannya, Bahasa Indonesia terus mengalami:
1. Penambahan kosakata baru.
2. Penyesuaian ejaan ( seperti EYD atau PUEBI).
3. Pengaruh globalisasi dan teknologi.
Hal ini menunjukkan bahwa bahasa bukan sesuatu yang statis, melainkan terus berubah mengikuti kebutuhan zaman.
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 3 ─
   Fungsi Bahasa Indonesia (Peran Strategis) // XIX.

πŸŽ™AysellΓ β€” Nah guys, bahasa Indonesia memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, baik secara nasional maupun akademik.

β•°β”ˆβž€ Adapun fungsi sebagai bahasa nasional:
-β€’ Lambang kebanggaan bangsa
-β€’ Identitas nasional
-β€’ Alat pemersatu
-β€’ Sarana komunikasi antarbudaya
β•°β”ˆβž€ Dan juga sebagai bahasa negara:
-β€’ Bahasa resmi dalam pendidikan
-β€’ Bahasa administrasi dan pemerintahan
-β€’ Bahasa dalam pengembangan ilmu
pengetahuan
-β€’ Bahasa dalam komunikasi resmi
β•°β”ˆβž€ Sedangkan dalam dunia akademik, fungsi bahasa menjadi lebih spesifik, yaitu:
-β€’ Untuk menyampaikan hasil penelitian
-β€’ Untuk menulis karya ilmiah
-β€’ Menyusun argumen secara logis
-β€’ Mengkomunikasikan ide secara sistematis

Tanpa penguasaan bahasa yang baik, penyampaian ilmu akan menjadi tidak efektif.
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 4 ─
Kedudukan Bahasa Indonesia
(Status & Peran Formal)
// XIX.

πŸŽ™AysellΓ β€” Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan utama, yaitu sebagai Bahasa Nasional sejak tahun Sumpah Pemuda 1928 yang menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia yang penuh keberagaman. Dan juga sebagai Bahasa Negara sejak tahun 1945, ditegaskan dalam UUD 1945 Pasal 36, yang digunakan dalam seluruh kegiatan resmi kenegaraan.

πŸŽ™AysellΓ β€” Implikasi dari kedudukan ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam sistem pendidikan nasional, bahasa resmi dalam dokumen hukum, komunikasi pemerintahan, serta menjadi bahasa utama dalam penulisan ilmiah dan akademik.

Lebih dalam lagi, kedudukan Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi strategis, antara lain:
β€Ί Sebagai lambang kebanggaan nasional
β€Ί Sebagai alat pemersatu berbagai suku dan budaya
β€Ί Sebagai alat komunikasi antar daerah dan antar budaya
β€Ί Sebagai bahasa resmi dalam hubungan internasional tertentu

πŸŽ™AysellΓ β€” Dengan kedudukan tersebut, Bahasa Indonesia memiliki tanggung jawab besar sebagai:
β€Ί Penjaga identitas bangsa
β€Ί Penghubung komunikasi nasional
β€Ί Sarana pengembangan ilmu pengetahuan

πŸŽ™AysellΓ β€” Oleh karena itu, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sesuai kaidah sangat penting untuk terus dijaga dan dilestarikan di tengah arus globalisasi agar tidak tergeser oleh bahasa asing.
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 5 ─
Ragam Bahasa – Variasi dalam Penggunaan // XIX.

πŸŽ™AysellΓ β€” Bahasa Indonesia memiliki berbagai ragam yang digunakan sesuai konteks, yaitu:

1). Berdasarkan media:
   ↳ Lisan β†’ langsung & spontan
   ↳ Tulisan β†’ terstruktur & sistematis
2). Berdasarkan situasi:
   ↳ Formal β†’ memakai bahasa resmi & baku
   ↳ Nonformal β†’ lebih santai & fleksibel
3). Berdasarkan bidang:
   ↳ Ilmiah β†’ bersifat akademik & objektif
   ↳ Jurnalistik β†’ informatif & komunikatif
   ↳ Sastra β†’ cenderung ekspresif & imajinatif

πŸŽ™AysellΓ β€” Selain itu, ragam bahasa juga dapat dipengaruhi oleh latar belakang penutur, seperti usia, pendidikan, dan lingkungan sosial, sehingga cara berbahasa setiap orang bisa berbeda-beda.

Nah, penggunaan ragam yang tepat menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan komunikasi dengan situasi. Ini juga mencerminkan sikap sopan santun dan kecakapan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 6 ─
Bahasa Baku & Nonbaku – Standarisasi Bahasa // XIX.

πŸŽ™AysellΓ β€” Bahasa baku adalah bahasa yang telah distandarisasi dan mengikuti kaidah resmi.
Berikut adalah ciri bahasa baku,
1. Mengikuti aturan PUEBI
2. Menggunakan kosakata dalam KBBI
3. Struktur kalimat jelas
4. Konsisten

Contoh bahasa baku:
β•°β”ˆβž€ Gua, Apotek, Risiko, Izin, Nasihat

πŸŽ™AysellΓ β€” Sedangkan, Bahasa nonbaku adalah yang biasa kita gunakan dalam percakapan sehari-hari, dan tidak selalu mengikuti aturan resmi.
Ciri utamanya meliputi,
1. Ejaan atau pengucapan yang berubah-ubah
2. Dipengaruhi bahasa daerah atau asing
3. Biasanya terdapat slang (bahasa gaul)
4. Sering muncul di media sosial, dan tidak resmi

Contoh bahasa non-baku:
β•°β”ˆβž€ Goa, Apotik, Resiko, Ijin, Nasehat
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 7 ─
Ciri Bahasa Ilmiah – Karakteristik Akademik // XIX.

πŸŽ™AysellΓ β€” Nah kalau bahasa ilmiah biasanya digunakan dalam karya tulis ilmiah seperti makalah, jurnal, dan skripsi.
Ciri-ciri:

β€’ Objektif β†’ berdasarkan fakta
β€’ Logis β†’ masuk akal
β€’ Sistematis β†’ terstruktur
β€’ Efektif β†’ tidak bertele-tele
β€’ Baku β†’ sesuai aturan
πŸŽ™AysellΓ β€” Bahasa ilmiah juga menghindari kata ambigu, menggunakan istilah teknis, mengutamakan kejelasan. Yang tujuannya adalah agar informasi dapat mudah dipahami, tidak menimbulkan salah tafsir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, bahasa ilmiah juga memiliki karakteristik lain, yaitu:

β€’ Denotatif β†’ menggunakan makna sebenarnya
(bukan kiasan)
β€’ Konsisten β†’ penggunaan istilah harus tetap sama
dari awal sampai akhir
β€’ Formal β†’ menggunakan gaya bahasa resmi,
tidak santai
β€’ Hemat kata β†’ tidak menggunakan kata
yang tidak perlu
β€’ Menghindari kata subjektif
β†’ seperti β€œmenurut saya”, β€œsepertinya”
                    β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. CLOSING ─
                            Penutupan // XIX.


πŸŽ™AysellΓ β€” Bahasa bukan sekadar alat bicara
tapi ia adalah cara kita berpikir, menyusun ide, dan dipahami oleh dunia. Dari hal paling dasar seperti kata dan kalimat, hingga hal besar seperti karya ilmiah dan pemikiran kritis semuanya berawal dari satu hal, bahasa yang tepat.


πŸŽ™AysellΓ β€” Di dunia akademik, bukan siapa yang paling banyak bicara yang didengar, tapi siapa yang paling jelas dalam menyampaikan makna. So, rigles… gunakan kata dengan sadar, susun kalimat dengan makna, dan biarkan bahasamu mencerminkan kualitas dirimu.


πŸŽ™AysellΓ β€” Dan ya, sekian waktu untuk aku konten malam ini. Bagaimana pendapat kalian tentang materi malam ini?? Menurutku setelah memahami bahasa Indonesia lebih jauh, ternyata bahasa kita seindah itu ya! Terimakasih bagi yang sudah menyimak, see ya di next content😘!
β €β €β €β €
β €β €β €β €β €β €β €      πŸ¦… #π—₯π—œπ—šπ—Ÿπ—˜π—–π—’π—‘π—§ πŸ¦…
ㅀㅀ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀‒‒━━━━━━━━━━━‒‒
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β €β €β €β €β €β €β €      πŸ¦… #π—₯π—œπ—šπ—Ÿπ—˜π—–π—’π—‘π—§ πŸ¦…
ㅀㅀ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀‒‒━━━━━━━━━━━‒‒

                    β €β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. OPENING ─
                β €π˜—π˜¦π˜³π˜¬π˜¦π˜―π˜’π˜­π˜’π˜― & π˜—π˜¦π˜―π˜¨π˜’π˜―π˜΅π˜’π˜³ // XX

πŸŽ™AlicΓ©β€” : Haloo semuaa, kembali lagi bersama AlicΓ© nihhh :D. Konten kali ini masih topik yang sama nih, yaitu tentang "Bahasa Indonesia". Btw, aku mau nanya ke kalian, kenapa sih cara kita ngomong ke guru, dosen, atau atasan itu beda banget sama cara kita chat teman? Atau kenapa bahasa di tugas, laporan, atau skripsi terasa β€œkaku”, sementara di media sosial justru santai dan bebas? πŸ€”

πŸŽ™AlicΓ©β€” : Nah, sobat Rigles, ternyata semua itu ada ilmunya, lho! Perbedaan tersebut terjadi karena adanya variasi dalam penggunaan bahasa yang kita pakai sehari-hari. Di malam kali ini, aku bakal bahas tentang ragam bahasa, laras bahasa, bahasa baku, sampai berbagai variasi bahasa lainnya. Jadi, stay tune terus yaa, karena pembahasannya bakal seru dan relate banget sama kehidupan kita!
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
                    β €β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 1 ─
             Memahami Konsep Ragam Bahasa // XX

πŸŽ™AlicΓ©β€” : Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terbentuk karena pemakaian bahasa. Perbedaan ini dapat dilihat dari media yang digunakan, topik pembicaraan, serta sikap pembicara terhadap lawan bicara. Oleh karena itu, ragam bahasa bisa berbeda antara situasi formal dan nonformal, maupun antara bahasa lisan dan tulisan.

πŸŽ™AlicΓ©β€” : Sementara itu, laras bahasa merupakan kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Dalam laras bahasa, fungsi komunikasi lebih diutamakan, sehingga pemilihan kata dan gaya bahasa disesuaikan dengan tujuan tertentu, seperti laras ilmiah, jurnalistik, atau santai.

πŸŽ™AlicΓ©β€” : Selain itu, ragam dan laras bahasa saling berkaitan dalam proses komunikasi. Setiap laras bahasa akan memanfaatkan ragam bahasa tertentu agar pesan dapat tersampaikan dengan tepat. Misalnya, laras bahasa ilmiah umumnya menggunakan ragam bahasa tulis yang formal dan baku.
                    β €β €πŸŽ§ (β€˜$.) .. SEGMENT 2 ─
Jenis-Jenis Ragam Bahasa dalam Kehidupan // β…©X

πŸŽ™AlicΓ©β€” : kalau kita bahas lebih dalam lagi, ternyata ragam bahasa punya beberapa jenis yang sering kita pakai lho sobat rigles, yaitu ragam bahasa formal, ragam bahasa semiformal, dan ragam bahasa nonformal. setiap ragam bahasa dapat diidentifikasikan ke dalam situasi pemakaiannya. misalnya, ragam bahasa lisan diidentifikasikan sebagai ragam bahasa formal, semiformal, atau nonformal. Begitu juga ragam tulis juga dapat didentifikasikan ke dalam ragam bahasa formal, semiformal, atau nonformal.

πŸŽ™AlicΓ©β€” : ada juga ciri ciri ragam bahasa formal, sebagai berikut:

1. Memiliki kemantapan dinamis (tidak kaku tapi tetap sesuai kaidah)
β•°β”ˆβž€ Contoh 1:
β€œPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar siswa.”
β•°β”ˆβž€ Contoh 2:
β€œProgram tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.”

πŸ“Œ Kalimatnya tidak kaku, tapi tetap sesuai aturan bahasa baku.


2. Menggunakan fungsi gramatikal secara konsisten dan eksplisit
β•°β”ˆβž€ Contoh 1:
β€œPetugas kebersihan membersihkan area taman setiap pagi.”
β•°β”ˆβž€ Contoh 2:
β€œMahasiswa tersebut sedang mengerjakan tugas akhir di perpustakaan.”

πŸ“Œ Kalimatnya harus terdiri dari Subjek + Predikat +
Objek + Keterangan.


3. Menggunakan bentukan kata lengkap (tidak disingkat)
β•°β”ˆβž€ Contoh yang benar: β€œTidak”
β•°β”ˆβž€ Contoh yang salah: β€œga/gk/ngga”

4. Menggunakan imbuhan (afiksasi) secara eksplisit dan konsisten
β•°β”ˆβž€ Contoh:
β€œPemerintah melaksanakan program tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

πŸ“ŒKata β€œmelaksanakan” menggunakan imbuhan me- dan -kan (bentuk lengkap & baku)


5. Menggunakan ejaan baku pada ragam tulis
β•°β”ˆβž€ Contoh:
β€œSiswa itu sedang membaca buku di perpustakaan.”

πŸ“ŒPenulisan:
β€’ Huruf kapital diawal kalimat
β€’ Kata β€œdi” dipisah (sebagai kata depan)
β€’ Tidak ada typo atau singkatan tidak baku
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM