Phillip Sekuritas Indonesia Research
✔
12.4K subscribers
16.3K photos
1 video
37 files
8.17K links
PSI Research Official Account - Disclaimer On
http://bit.ly/DisclaimerPSI
Download Telegram
Phillip Sekuritas Indonesia

JCI Indication (November 2, 2026)
Bearish
Support: 4,900; Resistance: 5,320

Indeks saham di Asia Senin pagi (2/11) dibuka mayoritas melemah setelah indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu ditutup turun dimana NASDAQ menderita persentase penurunan harian terburuk sejak tanggal 5 Juni.

Bulan Oktober ditutup dengan aksi jual besar-besaran yang menghapus sekitar USD2 triliun dari nilai pasar NASDAQ, seiring dengan keraguan para investor mengenai apakah ledakan (booming) Kecerdasan Buatan (AI) mampu membenarkan biaya yang sangat besar untuk pengembangannya dan memberikan tingkat pengembalian (return) yang memadai.

Sepanjang bulan lalu, DJIA naik 1.70% sementara S&P 500 menciut 0.93% dan NASDAQ jatuh 5.30%.

Beberapa minggu lalu, NASDAQ dan S&P 500 berhasil mencatatkan rekor tertinggi terbaru mereka. Namun, pasar terguncang bulan lalu seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai suku bunga yang lebih tinggi, belanja masif oleh perusahaan teknologi untuk investasi di bidang AI, serta perolehan laba dan prospek kinerja korporasi yang lebih lemah dari ekspektasi.

Dengan demikian, NASDAQ telah turun 7.8% dari level penutupan tertingginya yang dicapai pada tanggal 6 Oktober lalu dan mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak bulan Maret 2025. S&P 500 sudah turun sekitar 3% dari level penutupan tertingginya.

Sejumlah perusahaan teknologi besar mengungkapkan besarnya dana yang mereka keluarkan untuk AI sementara beberapa perusahaan lain memperingatkan adanya perlambatan pertumbuhan.

Rencana belanja AI yang agresif dari Amazon serta peringatan mengenai pengurasan kas dari Intel semakin memperkuat kekhawatiran investor terkait membengkaknya biaya pembangunan infrastruktur AI dan jangka waktu perolehan imbal hasil.

Minggu lalu, Meta mengungkapkan adanya arus kas bebas negatif (free cash flow) untuk pertama kalinya sejak 2012.

Pada hari Kamis, Amazon mengumumkan bahwa mereka mencatatkan arus kas bebas negatif (free cash flow) sebesar USD42,4 miliar selama 12 bulan terakhir, seiring dengan langkah perusahaan meningkatkan belanja AI.

Alphabet baru saja mencatatkan arus kas bebas negatif selama dua kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah, seiring dengan meningkatnya investasi AI, sementara pertumbuhan pendapatan tidak secepat yang diharapkan.

Sebaliknya, Microsoft minggu lalu mengumumkan arus kas bebas positif sebesar USD18,6 miliar di 3Q26.

Melepas saham-saham di sektor teknologi, investor beralih ke sektor-sektor yang bersifat defensif, seperti sektor barang kebutuhan pokok atau Consumer (Non-Cyclical) Staples dan surat utang Pemerintah AS (US Treasury), terlihat dari imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 10 tahun yang merosot 5.8 bps menjadi 4.93%


News

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 199.69% menjadi IDR 58.06 miliar hingga kuartal III 2026.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 58.43% menjadi IDR 1.59 triliun hingga kuartal III 2026.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 310.9% menjadi IDR 4.52 triliun di hingga kuartal III 2026.


Technical Recommendations (Swing Trading)

DSNG (Sharia): Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 1485
Target Price 1 : 1690 (+13.80%)
Target Price 2 : 1815 (+22.22%)
Stop Loss : 1285 (-13.47%)

EXCL (Sharia): Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 1670
Target Price 1 : 1795 (+7.49%)
Target Price 2 : 1890 (+13.17%)
Stop Loss : 1560 (-6.59%)

Sell on Strength (SoS)

POWR: October 21, 2026
Hit Target 1 950 (+9.83%)



Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +12.091
b. Energy: +9.973
c. Financial: +2.923
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review November 2, 2026


Indeks saham di Asia Senin sore (2/11) ditutup beragam (mixed) seiring dengan penurunan tajam harga minyak mentah dipicu oleh munculnya kembali harapan akan kemajuan dalam upaya diplomatik antara AS dan Iran. Sepanjang bulan lalu, Nikkei 225 terpangkas 5.19% sementara KOSPI anjlok 16.19%.

Volatilitas saham-saham di sektpr teknologi masih tinggi karena investor khawatir bahwa perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang masif bisa jadi adalah sebuah gelembung (bubble).

Investor menantikan rilis laporan keuangan Apple malam ini. Kinerja serta prospek perusahaan diharapkan dapat memberikan petunjuk apakah permintaan konsumen mampu membantu mengimbangi kekhawatiran yang kian meningkat terkait besarnya biaya investasi infrastruktur AI.

Investor juga akan menantikan komentar mengenai permintaan awal untuk produk iPhone 18, mengingat pemesanan awal (pre-order) telah dimulai sejak pertengahan bulan Oktober.

Minggu lalu, laporan keuangan dari Alphabet (perusahaan induk Google) dan Amazon mengguncang pasar serta memunculkan pertanyaan baru, yaitu akankah belanja besar-besaran untuk AI dari kedua perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan secepat yang diharapkan.

Dari sisi politik, investor tengah menantikan hasil pemilihan paruh waktu (midterm election) AS pada hari Selasa. Sehauh ini, para pemilih dari berbagai spektrum politik telah menunjukkan kekhawatiran yang kian besart terkait AI dan pusat data (data center), di samping isu inflasi serta berbagai masalah penting lainnya.

Dari sisi ekonomi, investor bersiap menghadapi keputusan kebijakan suku bunga dari bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa.

RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4.85%, yang akan menjadi kenaikan kelima tahun ini, setelah sebelumnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 4.60% pada bulan September.

Dari dalam negeri, data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik ke level 54.0, di bulan Oktober, tertinggi sejak bulan Maret 2024, dari level 52.4 di bulan sebelumnya.

Inflasi Utama turun tipis menjadi 3.23% Y/Y di bulan Oktober dari angka tertinggi dalam tiga bulan, 3.28% Y/Y pada bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar, 3.29% Y/Y dan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni 1.5%–3.5%. Laju Inflasi Inti melambat menjadi 2.56 Y?Y dari 2.84% Y/Y di bulan September.

Surplus Neraca Perdagangan mencapai USD 3,36 miliar di bulan September, melampaui ekspektasi sebesar USD1.9 miliar, namun masih lebih rendah dibandingkan surplus USD4.34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Ekspor tumbuh 11.87% Y/Y, mengungguli estimasi kenaikan 6.45% Y/Y serta lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 6.72% Y/Y di bulan Agustus.

Sementara itu, impor tumbuh 18.41% Y/Y, di bawah ekspektasi pertumbuhan 24.23% Y/Y dan melambat dibandingkan kenaikan 20.83% Y/Y di bulan Agustus.

📌 Statistik
IHSG: 5096.830 |+39.780 poin | (+0.79%)
Volume (Shares) : 35.408 Billion
Total Value (IDR) : 12.428 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,950.974 Trillion
Saham naik : 315
Saham turun : 285

Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +11.276
b. Energy: +7.830
c. Financial: +2.633

Top Gainers:
LIFE :10,025 | +1,025 | +11.39%
STTP :8,325 | +625 | +8.12%
ROCK :2,270 | +450 | +24.73%
SMAR :6,800 | +375 | +5.84%
MGLV :9,300 | +300 | +3.33%

Top Losers:
DCII :173,000 | -1,975 | -1.13%
ADES :31,500 | -1,400 | -4.26%
AADI :10,700 | -775 | -6.75%
POLU :8,900 | -650 | -6.81%
ALKA :5,150 | -375 | -6.79%

Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Selamat pagi😁,

Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.

Zoom : bit.ly/PhillipWebinar
Phillip Sekuritas Indonesia

JCI Indication (November 3, 2026)
Bullish
Support: 4,910; Resistance: 5,320

Indeks saham di Asia Selasa pagi (3/11) dibuka melemah setelah indeks saham utama di Wall Street semalam berakhir variatif (mixed) karena investor masih melakukan keluar dari saham-saham di sektor teknologi dan menjelang Pemilihan Umum paruh waktu (midterm election) di AS pada hari Selasa.

Sentimen terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Kecerdsan Buatan (AI) masih belum stabil

Dokumen pengajuan IPO yang telah direvisi menunjukkan bahwa kerugian bersih Anthropic menyusut tajam di 3Q26, sementara pendapatan 3Q26 melonjak menjelang kemungkinan pencatatan saham perdana.

Sementara itu, Intel memproyeksikan pendapatan 4Q26 berada di bawah estimasi pasar dan menyatakan tidak mengharapkan arus kas positif pada tahun ini.

Setelah penutupan sesi perdagangan, Apple merilis kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, didorong oleh permintaan awal untuk produk iPhone 18 Pro serta kenaikan harga jual yang membantu mengimbangi meningkatnya biaya chip memori.

Secara umum, laba bersih 3Q26 indeks S&P 500 diperkirakan akan lompat lebih dari 30% Y/Y, dengan perusahaan-perusahaan raksasa di bidang AI menjadi penyumbang terbesar dari lonjakan tersebut.

Investor juga menaruh perhatian pada pemilihan umum paruh waktu di AS yang akan menentukan apakah Partai Demokrat dapat merebut kendali Kongres (MPR) AS dari Partai Republik yang mengusung Presiden Donald Trump.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Demokrat kemungkinan besar akan memenangkan kursi di DPR (House of Representatives). Hasil untuk Senat (DPD) masih belum begitu jelas.

Partai Republik menguasai kedua kamar di Kongres AS di dua tahun pertama masa jabatan Trump saat ini.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 4.91%, seiring dengan anjloknya harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral AS (Federal Reserve).

Seperti diketahui, harga minyak mentah semalam anjlok lebih dari 7% di tengah laporan bahwa AS dan Iran sedang mengupayakan penyelesaian diplomatik terhadap perang di Timur Tengah.

Dari sisi ekonomi, sektor manufaktur AS mencatatkan ekspansi di bulan Oktober di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut.

Data ISM Manufacturing Index naik ke level 55.5 di bulan Oktober dari level 54.5 di bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar yang berada di level 54.6.

Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Manufacturing PMI AS direvisi turun ke level 54.9 di bulan Oktober dari estimasi awal 56.0, lebih rendah dari angka final untuk bulan September, 55.9.



News

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 31.12 miliar.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan membagikan dividen interim sebesar USD 30 juta.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 500 miliar.



Technical Recommendations (Swing Trading)

DEWA (Sharia): Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 230
Target Price 1 : 260 (+13.04%)
Target Price 2 : 278 (+20.87%)
Stop Loss : 204 (-11.30%)

ICBP (Sharia): Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 5650
Target Price 1 : 5950 (+5.31%)
Target Price 2 : 6150 (+8.85%)
Stop Loss : 5375 (-4.87%)

PSAB (Sharia): Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 400
Target Price 1 : 428 (+7.00%)
Target Price 2 : 446 (+11.50%)
Stop Loss : 372 (-7.00%)


Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
❤1
Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG:
a. Basic Material: -26.968
b. Energy: -22.829
c. Financial: -13.629