Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (November 5, 2026)
Bullish
Support: 4,750; Resistance: 5,140
Indeks saham di Asia Kamis pagi (5/11) dibuka beragam (mixed) setelah indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup naik tajam, dipimpin oleh DJIA (+3.03%)
Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela (midterm election) AS meredakan ketidakpastian politik serta meningkatkan keberanian investor dalam mengambil risiko (risk appetite).
Partai Demokrat berhasil menguasai Senat (DPD) maupun House of Representatives (DPR), yang memberi mereka wewenang untuk menghalangi legislasi, membuka penyelidikan terhadap Pemerintahan Presiden Trump, serta mempengaruhi anggaran pemerintah, termasuk anggaran Kementerian Pertahanan AS (Pentagon).
Meskipun perolehan suara Partai Demokrat dapat mempersulit pengembangan pusat data (Data Center) di beberapa negara bagian, investor tidak melihat adanya ancaman berarti terhadap prospek investasi di bidang Kecerdasan Buatan (AI).
Hanya sedikit investor yang beranggapan bahwa kemenangan Partai Demokrat pada akhirnya dapat mendorong perusahaan-perusahaan raksasa teknologi (hyperscalers) untuk memperlambat belanja di sektor AI, yang justru dapat membantu menghentikan arus kas negative (negative cash flow) mereka.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun lebih dari 6 bps menjadi 4.88% seiring dengan penurunan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah semalam anjlok lebih dari 8% karena hasil pemilihan paruh waktu juga memunculkan harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah.
Dari sisi ekonomi, data terkini menunjukkan bahwa aktivitas sektor Jasa (Services) AS tumbuh dengan laju yang lebih lambat di bulan Oktober, seiring dengan upaya dunia usaha yang masih terus bergulat dengan tingginya biaya operasional.
Data ISM Services PMI turun ke level 54,5 di bulan Oktober, terendah dalam tiga bulan, dibandingkan dengan 54,9 pada bulan sebelumnya dan lebih rendah perkiraan 54,8. Ini adalah indikasi perlambatan dalam pertumbuhan sektor Jasa, yang dipengaruhi oleh penurunan aktivitas bisnis, pesanan baru, dan persediaan.
Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Services PMI AS turun ke level 56.1 di bulan Oktober, merosot dari level tertinggi dalam lima tahun 58.8 di bulan September dan lebih rendah dari estimasi awal 57.9.
Meskipun demikian, data ini masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam aktivitas sektor Jasa (Services), terutama di sektor teknologi, dengan kinerja yang juga solid tercatat di berbagai industri yang bersentuhan langsung dengan konsumen serta sektor Jasa Keuangan.
News
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan melakukan right issue maksimal 248.7 miliar lembar dengan nominal IDR 25 per saham.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan menerbitkan obligasi dan sukuk dengan nilai total mencapai IDR 2.8 triliun.
PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) akan melakukan stock split 1:10.
Technical Recommendations (Swing Trading)
BCA: Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 4930
Target Price 1 : 5200 (+5.48%)
Target Price 2 : 5375 (+9.03%)
Stop Loss : 4720 (-4.26%)
DEWI (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 220
Target Price 1 : 246 (+11.82%)
Target Price 2 : 270 (+22.73%)
Stop Loss : 195 (-11.36%)
INTP (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 5625
Target Price 1 : 5925 (+5.33%)
Target Price 2 : 6150 (+9.33%)
Stop Loss : 5325 (-5.33%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
JCI Indication (November 5, 2026)
Bullish
Support: 4,750; Resistance: 5,140
Indeks saham di Asia Kamis pagi (5/11) dibuka beragam (mixed) setelah indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup naik tajam, dipimpin oleh DJIA (+3.03%)
Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela (midterm election) AS meredakan ketidakpastian politik serta meningkatkan keberanian investor dalam mengambil risiko (risk appetite).
Partai Demokrat berhasil menguasai Senat (DPD) maupun House of Representatives (DPR), yang memberi mereka wewenang untuk menghalangi legislasi, membuka penyelidikan terhadap Pemerintahan Presiden Trump, serta mempengaruhi anggaran pemerintah, termasuk anggaran Kementerian Pertahanan AS (Pentagon).
Meskipun perolehan suara Partai Demokrat dapat mempersulit pengembangan pusat data (Data Center) di beberapa negara bagian, investor tidak melihat adanya ancaman berarti terhadap prospek investasi di bidang Kecerdasan Buatan (AI).
Hanya sedikit investor yang beranggapan bahwa kemenangan Partai Demokrat pada akhirnya dapat mendorong perusahaan-perusahaan raksasa teknologi (hyperscalers) untuk memperlambat belanja di sektor AI, yang justru dapat membantu menghentikan arus kas negative (negative cash flow) mereka.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun lebih dari 6 bps menjadi 4.88% seiring dengan penurunan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah semalam anjlok lebih dari 8% karena hasil pemilihan paruh waktu juga memunculkan harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah.
Dari sisi ekonomi, data terkini menunjukkan bahwa aktivitas sektor Jasa (Services) AS tumbuh dengan laju yang lebih lambat di bulan Oktober, seiring dengan upaya dunia usaha yang masih terus bergulat dengan tingginya biaya operasional.
Data ISM Services PMI turun ke level 54,5 di bulan Oktober, terendah dalam tiga bulan, dibandingkan dengan 54,9 pada bulan sebelumnya dan lebih rendah perkiraan 54,8. Ini adalah indikasi perlambatan dalam pertumbuhan sektor Jasa, yang dipengaruhi oleh penurunan aktivitas bisnis, pesanan baru, dan persediaan.
Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Services PMI AS turun ke level 56.1 di bulan Oktober, merosot dari level tertinggi dalam lima tahun 58.8 di bulan September dan lebih rendah dari estimasi awal 57.9.
Meskipun demikian, data ini masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam aktivitas sektor Jasa (Services), terutama di sektor teknologi, dengan kinerja yang juga solid tercatat di berbagai industri yang bersentuhan langsung dengan konsumen serta sektor Jasa Keuangan.
News
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan melakukan right issue maksimal 248.7 miliar lembar dengan nominal IDR 25 per saham.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan menerbitkan obligasi dan sukuk dengan nilai total mencapai IDR 2.8 triliun.
PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) akan melakukan stock split 1:10.
Technical Recommendations (Swing Trading)
BCA: Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 4930
Target Price 1 : 5200 (+5.48%)
Target Price 2 : 5375 (+9.03%)
Stop Loss : 4720 (-4.26%)
DEWI (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 220
Target Price 1 : 246 (+11.82%)
Target Price 2 : 270 (+22.73%)
Stop Loss : 195 (-11.36%)
INTP (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 5625
Target Price 1 : 5925 (+5.33%)
Target Price 2 : 6150 (+9.33%)
Stop Loss : 5325 (-5.33%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
Phillip Sekuritas Indonesia Research
Photo
ICBP hit target 2 6150
PT Cipta Perdana Lancar Tbk – PART.IJ
Diversified Engines, Expanding Margins
Rating: BUY
Target Price: IDR 190
Key Highlight:
PART delivered solid 1H26 performance, with revenue and net profit growth supported by higher automotive sales volume and ASP, despite margin pressure from rising finance costs.
Indonesia’s two-wheeler industry remains resilient, while PART’s expanding non-automotive portfolio and improving operational efficiencies provide additional growth and margin expansion opportunities.
We initiate coverage with a BUY rating and a target price of IDR 190, implying 93.9% upside, supported by attractive valuation, product diversification, and improving earnings prospects.
Full Report: https://www.poems.co.id/research/CF/110526.pdf
Equity Analyst
Marvin Lievincent | marvin@phillip.co.id
=======================================================
Talk to Us. Talk to Phillip.
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900 www.poems.co.id (http://www.poems.co.id/) (http://www.poems.co.id/)
Diversified Engines, Expanding Margins
Rating: BUY
Target Price: IDR 190
Key Highlight:
PART delivered solid 1H26 performance, with revenue and net profit growth supported by higher automotive sales volume and ASP, despite margin pressure from rising finance costs.
Indonesia’s two-wheeler industry remains resilient, while PART’s expanding non-automotive portfolio and improving operational efficiencies provide additional growth and margin expansion opportunities.
We initiate coverage with a BUY rating and a target price of IDR 190, implying 93.9% upside, supported by attractive valuation, product diversification, and improving earnings prospects.
Full Report: https://www.poems.co.id/research/CF/110526.pdf
Equity Analyst
Marvin Lievincent | marvin@phillip.co.id
=======================================================
Talk to Us. Talk to Phillip.
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900 www.poems.co.id (http://www.poems.co.id/) (http://www.poems.co.id/)
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review November 5, 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (5/11) mayoritas ditutup naik kenaikan setelah para pemilih di AS mengantarkan Partai Demokrat meraih serangkaian kemenangan mengejutkan dalam pemilihan paruh waktu (midterm election) di AS, sebuah hasil yang memunculkan harapan akan berakhirnya perang antara AS dan Iran.
Indeks saham di Asia yang mempunyai eksposure besar terhadap Kecerdasan Buatan (AI) menderita penurunan tajam. KOSPI anjlok lebih dari 5% ke sekitar level terendah dalam tujuh bulan sementara TAIEX jatuh lebih dari 3% dan minggu ini saja sudah terpangkas 8%, terburuk sejak bulan April 2025.
Untuk saat ini, investor mencari perlindungan di indeks saham yang kinerjanya tidak terlalu baik sepanjang tahun ini,seperti di India, Hong Kong, dan Australia.
Secara umum, pemilihan umum mungkin tidak terlalu berdampak bagi pasar dalam jangka panjang. Pergerakan harga saham lebih bergantung pada laba perusahaan dan suku bunga daripada pada siapa yang memegang kendali di Washington DC.
Namun, investor umumnya lebih menyukai pembagian kekuasaan di Washington DC karena hal tersebut mengurangi risiko terjadinya perubahan yang bersifat transformatif terhadap ekonomi AS.
Investor melihat adanya risiko di masa depan bagi perusahaan media sosial milik Presiden Trump, industri AI, serta berbagai usaha milik Elon Musk (yang telah memberikan sumbangan besar kepada Partai Republik).
Mengingat peran Presiden Trump sebagai pendukung utama industri AI, kekalahan yang dialami Partai Republik telah menambah kekhawatiran mengenai apakah valuasi saham, yang terdorong naik akibat pengembangan AI, telah melambung terlalu tinggi.
Selain itu, Kongres (MPR) yang dipimpin oleh Partai Demokrat dapat mendesak Presiden Trump untuk menarik diri dari perang dengan Iran, dan hal ini berdampak negatif terhadap saham perusahaan-perusahaan yang memproduksi senjata serta perlengkapan lainnya untuk militer AS.
Akan tetapi, penyelesaian konflik antara AS dan Iran dapat mempercepat penurunan harga minyak mentah, sehingga meringankan tekanan inflasi dan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang.
Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5.47% Y/Y di 3Q26, akselerasi dari 5,29% Y/Y di kuartal sebelumnya serta melampaui ekspektasi pasar, 5.2% Y/Y.
Konsumsi rumah tangga tetap tangguh, didukung oleh langkah-langkah berkelanjutan dari Pemerintah untuk melindungi masyarakat dari tekanan inflasi dan tingginya suku bunga. Sementara itu, Belanja Pemerintah dan Investasi melambat.
Untuk periode tiga kuartal pertama di tahun 2026, ekonomi tumbuh 5.45% Y/Y. Pemerintah Indonesia mentargetkan laju pertumbuhan 5.4% di tahun 2026, menyusul pertumbuhan 5.11% di 2025.
📌 Statistik
IHSG: 5030.261 |+110.494 poin | (+2.25%)
Volume (Shares) : 22.901 Billion
Total Value (IDR) : 9.983 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,801.803 Trillion
Saham naik : 440
Saham turun : 178
Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +24.368
b. Financial: +11.268
c. Non Siklikal: +10.770
Top Gainers:
ADES :29,950 | +1,750 | +6.21%
ALKA :5,125 | +665 | +14.91%
MGLV :8,000 | +450 | +5.96%
SMAR :6,800 | +450 | +7.09%
ITMG :24,300 | +400 | +1.67%
Top Losers:
DCII :169,250 | -3,750 | -2.17%
BSWD :8,375 | -625 | -6.94%
POLU :7,400 | -525 | -6.62%
MKPI :18,825 | -425 | -2.21%
AADI :10,250 | -375 | -3.53%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Market Review November 5, 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (5/11) mayoritas ditutup naik kenaikan setelah para pemilih di AS mengantarkan Partai Demokrat meraih serangkaian kemenangan mengejutkan dalam pemilihan paruh waktu (midterm election) di AS, sebuah hasil yang memunculkan harapan akan berakhirnya perang antara AS dan Iran.
Indeks saham di Asia yang mempunyai eksposure besar terhadap Kecerdasan Buatan (AI) menderita penurunan tajam. KOSPI anjlok lebih dari 5% ke sekitar level terendah dalam tujuh bulan sementara TAIEX jatuh lebih dari 3% dan minggu ini saja sudah terpangkas 8%, terburuk sejak bulan April 2025.
Untuk saat ini, investor mencari perlindungan di indeks saham yang kinerjanya tidak terlalu baik sepanjang tahun ini,seperti di India, Hong Kong, dan Australia.
Secara umum, pemilihan umum mungkin tidak terlalu berdampak bagi pasar dalam jangka panjang. Pergerakan harga saham lebih bergantung pada laba perusahaan dan suku bunga daripada pada siapa yang memegang kendali di Washington DC.
Namun, investor umumnya lebih menyukai pembagian kekuasaan di Washington DC karena hal tersebut mengurangi risiko terjadinya perubahan yang bersifat transformatif terhadap ekonomi AS.
Investor melihat adanya risiko di masa depan bagi perusahaan media sosial milik Presiden Trump, industri AI, serta berbagai usaha milik Elon Musk (yang telah memberikan sumbangan besar kepada Partai Republik).
Mengingat peran Presiden Trump sebagai pendukung utama industri AI, kekalahan yang dialami Partai Republik telah menambah kekhawatiran mengenai apakah valuasi saham, yang terdorong naik akibat pengembangan AI, telah melambung terlalu tinggi.
Selain itu, Kongres (MPR) yang dipimpin oleh Partai Demokrat dapat mendesak Presiden Trump untuk menarik diri dari perang dengan Iran, dan hal ini berdampak negatif terhadap saham perusahaan-perusahaan yang memproduksi senjata serta perlengkapan lainnya untuk militer AS.
Akan tetapi, penyelesaian konflik antara AS dan Iran dapat mempercepat penurunan harga minyak mentah, sehingga meringankan tekanan inflasi dan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang.
Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5.47% Y/Y di 3Q26, akselerasi dari 5,29% Y/Y di kuartal sebelumnya serta melampaui ekspektasi pasar, 5.2% Y/Y.
Konsumsi rumah tangga tetap tangguh, didukung oleh langkah-langkah berkelanjutan dari Pemerintah untuk melindungi masyarakat dari tekanan inflasi dan tingginya suku bunga. Sementara itu, Belanja Pemerintah dan Investasi melambat.
Untuk periode tiga kuartal pertama di tahun 2026, ekonomi tumbuh 5.45% Y/Y. Pemerintah Indonesia mentargetkan laju pertumbuhan 5.4% di tahun 2026, menyusul pertumbuhan 5.11% di 2025.
📌 Statistik
IHSG: 5030.261 |+110.494 poin | (+2.25%)
Volume (Shares) : 22.901 Billion
Total Value (IDR) : 9.983 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,801.803 Trillion
Saham naik : 440
Saham turun : 178
Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +24.368
b. Financial: +11.268
c. Non Siklikal: +10.770
Top Gainers:
ADES :29,950 | +1,750 | +6.21%
ALKA :5,125 | +665 | +14.91%
MGLV :8,000 | +450 | +5.96%
SMAR :6,800 | +450 | +7.09%
ITMG :24,300 | +400 | +1.67%
Top Losers:
DCII :169,250 | -3,750 | -2.17%
BSWD :8,375 | -625 | -6.94%
POLU :7,400 | -525 | -6.62%
MKPI :18,825 | -425 | -2.21%
AADI :10,250 | -375 | -3.53%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
Forwarded from Phillip Sekuritas Indonesia Research
Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar
Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (November 6, 2026)
Bullish
Support: 4,820; Resistance: 5,250
Indeks saham di Asia Jumat pagi (6/11) dibuka melemah dengan Nikkei 225 memasuki teritori bear market dan KOSPI kembali berada di bawah level psikologis 5.000 setelah indeks harga saham utama di Wall Street semalam ditutup turun tajam, tertekan oleh aksi jual atas saham-saham yang berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI).
NASDAQ jatuh 5.5% dan memasuki zona koreksi karena sudah turun lebih dari 10% dari level penutupan tertingginya yang tercatat tanggal 6 Oktober lalu.
Philadelphia SE Semiconductor Index anjlok 12% sementara CBOE Volatility Index (VIX) yang mengukur volatilitas S&P 500 melonjak 11.57% ke level 28.18, tertinggi sejak bulan April 2025.
Saham-saham yang tergabung dalam “Magnificent Seven” kehilangan lebih dari USD1 triliun kapitalisasi pasar, dipimpin oleh Nvidia yang nilai kapitalisasi pasarnya terhapus lebih dari USD440 miliar.
Investor terus mencermati kemenangan telak Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum paruh waktu (midterm election) AS serta implikasinya terhadap pasar dan perekonomian.
Di tengah kelegaan karena ketidakpastian pemilu telah berakhir, investor masih memilah pihak-pihak yang dianggap sebagai pemenang maupun pihak yang dirugikan akibat perubahan kekuasaan di Gedung parlemen AS (Capitol Hill).
Investor institusi melepas saham-saham berkinerja terbaik di tahun 2026 untuk mengunci keuntungan (profit taking). Sementara para investor ritel pun mengikuti langkah tersebut dengan menjual saham senilai USD358 juta, yang menjadi aksi jual terbesar mereka sejak tahun 2020.
Sentimen terhadap saham-saham yang terkait dengan AI semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir, dengan indeks NASDAQ kehilangan nilai pasar lebih dari USD2,5 triliun sepanjang bulan Oktober.
Sejumlah perusahaan teknologi besar kini memanfaatkan pasar utang untuk membantu mendanai investasi bernilai miliaran dolar yang telah direncanakan, mencakup pusat data, pengembangan chip, serta infrastruktur lain yang diperlukan untuk mendukung AI.
Investor mempertanyakan seberapa cepat investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan, terutama ditengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan karena kekhawatiran akan inflasi yang berkepanjangan telah membuat suku bunga tetap tinggi.
Laporan keuangan dari perusahaan seperti Alphabet dan Meta bulan lalu gagal meyakinkan investor mengenai tingkat pengembalian (return) dari investasi pada AI, sehingga turut memicu aksi jual lebih luas pada saham-saham yang terkait dengan AI.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun lebih dari 5 bps menjadi 4.84% seiring langkah investor beralih ke aset aman (safe-haven) di tengah aksi jual masif pada saham sektor teknologi, serta antisipasi terhadap laporan pasar tenaga kerja AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Oktober malam ini.
News
PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) mencatatkan peningakatan laba bersih sebesar 863.76% menjadi IDR 8.24 miliar hingga kuartal III 2026.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 60.63 miliar.
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 1.41 triliun.
Technical Recommendations (Swing Trading)
AMMN: Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 3550
Target Price 1 : 3920 (+10.42%)
Target Price 2 : 4120 (+16.06%)
Stop Loss : 3180 (-10.42%)
AMRT: Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 915
Target Price 1 : 990 (+8.20%)
Target Price 2 : 1050 (+14.75%)
Stop Loss : 840 (-8.20%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
JCI Indication (November 6, 2026)
Bullish
Support: 4,820; Resistance: 5,250
Indeks saham di Asia Jumat pagi (6/11) dibuka melemah dengan Nikkei 225 memasuki teritori bear market dan KOSPI kembali berada di bawah level psikologis 5.000 setelah indeks harga saham utama di Wall Street semalam ditutup turun tajam, tertekan oleh aksi jual atas saham-saham yang berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI).
NASDAQ jatuh 5.5% dan memasuki zona koreksi karena sudah turun lebih dari 10% dari level penutupan tertingginya yang tercatat tanggal 6 Oktober lalu.
Philadelphia SE Semiconductor Index anjlok 12% sementara CBOE Volatility Index (VIX) yang mengukur volatilitas S&P 500 melonjak 11.57% ke level 28.18, tertinggi sejak bulan April 2025.
Saham-saham yang tergabung dalam “Magnificent Seven” kehilangan lebih dari USD1 triliun kapitalisasi pasar, dipimpin oleh Nvidia yang nilai kapitalisasi pasarnya terhapus lebih dari USD440 miliar.
Investor terus mencermati kemenangan telak Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum paruh waktu (midterm election) AS serta implikasinya terhadap pasar dan perekonomian.
Di tengah kelegaan karena ketidakpastian pemilu telah berakhir, investor masih memilah pihak-pihak yang dianggap sebagai pemenang maupun pihak yang dirugikan akibat perubahan kekuasaan di Gedung parlemen AS (Capitol Hill).
Investor institusi melepas saham-saham berkinerja terbaik di tahun 2026 untuk mengunci keuntungan (profit taking). Sementara para investor ritel pun mengikuti langkah tersebut dengan menjual saham senilai USD358 juta, yang menjadi aksi jual terbesar mereka sejak tahun 2020.
Sentimen terhadap saham-saham yang terkait dengan AI semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir, dengan indeks NASDAQ kehilangan nilai pasar lebih dari USD2,5 triliun sepanjang bulan Oktober.
Sejumlah perusahaan teknologi besar kini memanfaatkan pasar utang untuk membantu mendanai investasi bernilai miliaran dolar yang telah direncanakan, mencakup pusat data, pengembangan chip, serta infrastruktur lain yang diperlukan untuk mendukung AI.
Investor mempertanyakan seberapa cepat investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan, terutama ditengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan karena kekhawatiran akan inflasi yang berkepanjangan telah membuat suku bunga tetap tinggi.
Laporan keuangan dari perusahaan seperti Alphabet dan Meta bulan lalu gagal meyakinkan investor mengenai tingkat pengembalian (return) dari investasi pada AI, sehingga turut memicu aksi jual lebih luas pada saham-saham yang terkait dengan AI.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun lebih dari 5 bps menjadi 4.84% seiring langkah investor beralih ke aset aman (safe-haven) di tengah aksi jual masif pada saham sektor teknologi, serta antisipasi terhadap laporan pasar tenaga kerja AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Oktober malam ini.
News
PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) mencatatkan peningakatan laba bersih sebesar 863.76% menjadi IDR 8.24 miliar hingga kuartal III 2026.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 60.63 miliar.
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 1.41 triliun.
Technical Recommendations (Swing Trading)
AMMN: Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 3550
Target Price 1 : 3920 (+10.42%)
Target Price 2 : 4120 (+16.06%)
Stop Loss : 3180 (-10.42%)
AMRT: Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 915
Target Price 1 : 990 (+8.20%)
Target Price 2 : 1050 (+14.75%)
Stop Loss : 840 (-8.20%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.