Digital Marketing RWP GRUP
Pertanyaan P Bayu : "Pak, jika kita sdh py Website sblmnya, namun baru tahu ada kesalahan Seo stlh belajar ini, apakah lbh bagus buat Website baru? Atau kita bs perbaiki Seo Web yg lama tsb?"
Jika Produk dlm Web tsb msh potensi utk dijual, dan jika kerusakan seo nya tdk terlalu parah, maka lbh baik memperbaiki Seo Web lama dg teknik Seo Google yg benar....
Jika salah satu dari 2 kriteria di atas TIDAK terpenuhi, maka lbh baik buat Website baru dari Nol.
Cth Kerusakan Seo yg parah adalah Website yg dibombardir dg Seo Artikel massal dg menggunakan Software duplikat artikel...
Website tsb py ribuan artikel yg hy mengganti kata2 inti yg ingin ditarget.
Misal : target nama kota diubah2 pd setiap artikel. Namun isi kontennya sama pd setiap artikel...
Web jenis ini kelihatan gemuk di kontennya, tapi keropos PONDASI SEO nya..!
Kami sdh menolak Jasa Seo Website yg jenis kayak gini....meski dibyr mahalpun, kita tdk mau...!
Mengapa???
Karena nilai Google Indexnya sdh RIBUAN...
GI yg Ribuan menandakan DATABASE Google yg tersimpan sdh sangat byk.....
Tapi karena Konten Seo nya tdk benar (PONDASI SEO KEROPOS), maka merubah RIBUAN DATABASE GI sama saja kerja sia2....capeknya yg byk....
Hasil Seo nya tdk akan bagus. Atau tdk bagus dijadikan Website utk jangka panjang...!
By RwpGrup.com
t.me/rwpgrup
Jika salah satu dari 2 kriteria di atas TIDAK terpenuhi, maka lbh baik buat Website baru dari Nol.
Cth Kerusakan Seo yg parah adalah Website yg dibombardir dg Seo Artikel massal dg menggunakan Software duplikat artikel...
Website tsb py ribuan artikel yg hy mengganti kata2 inti yg ingin ditarget.
Misal : target nama kota diubah2 pd setiap artikel. Namun isi kontennya sama pd setiap artikel...
Web jenis ini kelihatan gemuk di kontennya, tapi keropos PONDASI SEO nya..!
Kami sdh menolak Jasa Seo Website yg jenis kayak gini....meski dibyr mahalpun, kita tdk mau...!
Mengapa???
Karena nilai Google Indexnya sdh RIBUAN...
GI yg Ribuan menandakan DATABASE Google yg tersimpan sdh sangat byk.....
Tapi karena Konten Seo nya tdk benar (PONDASI SEO KEROPOS), maka merubah RIBUAN DATABASE GI sama saja kerja sia2....capeknya yg byk....
Hasil Seo nya tdk akan bagus. Atau tdk bagus dijadikan Website utk jangka panjang...!
By RwpGrup.com
t.me/rwpgrup
Telegram
Digital Marketing RWP GRUP
Panduan #BisnisdariRumah
Kembali ada Peserta Privat Keluarga (Kelompok) yg belajar di Kantor RWP Grup-Bogor.
Ada yg sdh py Website, dan ada yg belum.
Materinya Cara Buat Website + Seo Google Dasar.
Website salah satu Peserta yg sdh jd dibuat lebih dari 2 tahun lalu.
Tapi nilai Google Index (GI) msh di bawah 100. Tepatnya 56 GI.
Ini merupakan suatu keterlambatan SEO.
Menandakan Konten jarang diupdate.....Kalo pun diupdate, belum menerapkan Kaidah SEO Google...
Utk Website yg sdh di atas 2 thn, idealnya nilai GI di atas 1.000
Dan saat ini mestinya sdh memetik Pengunjung dtg terus-menerus dari Seo Google...
Lalu bagaimana Solusinya?
Apakah lanjut perbaiki Web tsb sesuai Kaidah Seo Google atau buat Web baru saja???π±
RwpGrup.com
t.me/rwpgrup
Ada yg sdh py Website, dan ada yg belum.
Materinya Cara Buat Website + Seo Google Dasar.
Website salah satu Peserta yg sdh jd dibuat lebih dari 2 tahun lalu.
Tapi nilai Google Index (GI) msh di bawah 100. Tepatnya 56 GI.
Ini merupakan suatu keterlambatan SEO.
Menandakan Konten jarang diupdate.....Kalo pun diupdate, belum menerapkan Kaidah SEO Google...
Utk Website yg sdh di atas 2 thn, idealnya nilai GI di atas 1.000
Dan saat ini mestinya sdh memetik Pengunjung dtg terus-menerus dari Seo Google...
Lalu bagaimana Solusinya?
Apakah lanjut perbaiki Web tsb sesuai Kaidah Seo Google atau buat Web baru saja???π±
RwpGrup.com
t.me/rwpgrup
Telegram
Digital Marketing RWP GRUP
Panduan #BisnisdariRumah
Digital Marketing RWP GRUP
Kembali ada Peserta Privat Keluarga (Kelompok) yg belajar di Kantor RWP Grup-Bogor. Ada yg sdh py Website, dan ada yg belum. Materinya Cara Buat Website + Seo Google Dasar. Website salah satu Peserta yg sdh jd dibuat lebih dari 2 tahun lalu. Tapi nilaiβ¦
Ternyata Murid pilih buat Web baru yg dibuat dari Nol.
Menerapkan Kaidah SEO Google.
Web lama dipertahankan sambil melihat perbandingan SEO dg Web baru....
Ternyata.....
Baru 1 hari perbandingan, mulai kelihatan kelemahan Web lama...
Selain nilai Google Index yg rendah, LOADING WEB lama atau nilai PAGE SPEED GOOGLE nya dibaca merah....
Bahkan di halaman utama Web tdk bs dibaca oleh Google...mungkin nilainya dibawah merah...π±
Beberapa kali dicoba dari Laptop yg berbeda, ternyata sama tdk terbaca...
1 Web peserta lainnnya juga dibaca merah.
Jadi ada 2 Website Peserta yg sdh py Web sblmnya, namun dibaca merah oleh Google atau tdk terbaca.
Nilai Merahnya 5 dan 6 dari Skala 100.
Sedangkan Web baru sdh terbaca nilai Google Page Speednya...nilainya di atas 70 dan 90 an.
Peserta bertanya :
"Apakah sebabnya Pak dibaca merah?"
Jawab :
"Salah satu sebabnya mungkin karena Pembuatan Web di awal tdk menerapkan SETTINGAN SEO GOOGLE".
Sehingga meski umur Website sdh di atas 1 tahun, bahkan ada yg 5 thn, usaha kita sia2 utk menaikkan SEO.
Tulisan bagus atau Produk bagus tapi tdk ditemukan Pembaca....
Apa gunanya?
Ini seperti kita jualan di TENGAH HUTAN dg etalase mentereng...
Tapi gak ada yg lihat....
Sia2 kelola website selama bertahun2 kalo jualannya di TENGAH HUTAN...π
Pahamkan Sobat???
RwpGrup.com
Telegram Channel :
t.me/rwpgrup
Menerapkan Kaidah SEO Google.
Web lama dipertahankan sambil melihat perbandingan SEO dg Web baru....
Ternyata.....
Baru 1 hari perbandingan, mulai kelihatan kelemahan Web lama...
Selain nilai Google Index yg rendah, LOADING WEB lama atau nilai PAGE SPEED GOOGLE nya dibaca merah....
Bahkan di halaman utama Web tdk bs dibaca oleh Google...mungkin nilainya dibawah merah...π±
Beberapa kali dicoba dari Laptop yg berbeda, ternyata sama tdk terbaca...
1 Web peserta lainnnya juga dibaca merah.
Jadi ada 2 Website Peserta yg sdh py Web sblmnya, namun dibaca merah oleh Google atau tdk terbaca.
Nilai Merahnya 5 dan 6 dari Skala 100.
Sedangkan Web baru sdh terbaca nilai Google Page Speednya...nilainya di atas 70 dan 90 an.
Peserta bertanya :
"Apakah sebabnya Pak dibaca merah?"
Jawab :
"Salah satu sebabnya mungkin karena Pembuatan Web di awal tdk menerapkan SETTINGAN SEO GOOGLE".
Sehingga meski umur Website sdh di atas 1 tahun, bahkan ada yg 5 thn, usaha kita sia2 utk menaikkan SEO.
Tulisan bagus atau Produk bagus tapi tdk ditemukan Pembaca....
Apa gunanya?
Ini seperti kita jualan di TENGAH HUTAN dg etalase mentereng...
Tapi gak ada yg lihat....
Sia2 kelola website selama bertahun2 kalo jualannya di TENGAH HUTAN...π
Pahamkan Sobat???
RwpGrup.com
Telegram Channel :
t.me/rwpgrup
Telegram
Digital Marketing RWP GRUP
Panduan #BisnisdariRumah
Apakah Perbedaan Website & Landing Page?
Byk yg menyangka bahwa Website berbeda dg Landing Page....
Hal ini sering Kami temukan ketika murid atau calon murid bertanya :
"Pak, Saya ingin belajar buat Landing Page, bukan Website".
"Pak, Sy sdh punya Website pertama, mau beli hosting lagi utk buat Landing Page".
"Pak, Sy punya produk A, kira2 bagus mana buat Website atau Landing Page?"
PERLU KITA LURUSKAN BAHWA LANDING PAGE ITU ADALAH BAGIAN DARI WEBSITE...!
Landing Page artinya Halaman Pendaratan....bs halaman Home (dpn), bs juga halaman Page atau Posting.
Landing Page ditujukan supaya mengarahkan Pengunjung mengklik halaman tsb dari Iklan atau dari tmp Promosi yg digunakan Pemilik Web.
Landing Page dibuat supaya Pengunjung FOKUS MEMBACA PENAWARAN di hlmn tsb dan biasanya tdk ada menu2 yg bisa diklik menuju hlmn lain.
Kalo pun ada menu atau link di dlm Landing, itu sifatnya minim & urgent. Seperti Testimoni, Kontak Kami,Profil, dll.
Landing Page dibuat dg bahasa COPY WRITING yg menggoda, sehingga mendorong agar Pengunjung segera melakukan transaksi di sana.
SATRUKTUR Landing Page menonjolkan sisi2 utama seperti :
1. Headline (Masalah)
2. Sub Headline (Solusi Masalah yg menggantung)
3. Benefit yg Ditawarkan oleh Anda
(Sejajarkan diri Anda spt Pembeli, seolah Anda merasakan kebutuhan yg sama dg mereka)
4. Sebutkan Brand Anda & Pengalaman terkait Produk/Jasa yg ditawarkan
(Atau ganti dg Brand org lain & Pengalaman org lain jika Anda menjual Produk/Jasa orang lain)
5. Ulangi lagi masalah yg ada pd Headline.
6. Ulangi & detailkan Solusi masalah yg ada pd Sub Headline
7. Testimoni Kepuasan Pembeli jika sdh ada (bbrp Testi)
8. Foto2 bukti penjualan atau bukti kegiatan
9. Tampilkan List Materi atau Fasilitas yg akan didapat Pembeli
10. Jawab Keraguan Pembeli dg beri Garansi (jika ada)
11. Berikan info scarcity atau kelangkaan ttg Produk/Jasa Anda
12. Berikan info Time Sensitif dg memberikan Promo Diskon sampai tgl tertentu
13. Berikan Tombol CTA atau arahkan Pembaca utk segera bertindak (CTA = Call To Action). Bs dg Tombol WA, Keranjang Belanja, dll
14. Tutup dg info ttg Penulis/foto/dll
Note :
Jika Web Anda bukan jualan Produk lgsg, maka bs menghilangkan bbrp point di atas yg tdk perlu. Misal : utk Landing Page Profil Perusahaan, Jasa, dll.
Semoga bermanfaat...!
Powered by RwpGrup.com
Channel : t.me/rwpgrup
Byk yg menyangka bahwa Website berbeda dg Landing Page....
Hal ini sering Kami temukan ketika murid atau calon murid bertanya :
"Pak, Saya ingin belajar buat Landing Page, bukan Website".
"Pak, Sy sdh punya Website pertama, mau beli hosting lagi utk buat Landing Page".
"Pak, Sy punya produk A, kira2 bagus mana buat Website atau Landing Page?"
PERLU KITA LURUSKAN BAHWA LANDING PAGE ITU ADALAH BAGIAN DARI WEBSITE...!
Landing Page artinya Halaman Pendaratan....bs halaman Home (dpn), bs juga halaman Page atau Posting.
Landing Page ditujukan supaya mengarahkan Pengunjung mengklik halaman tsb dari Iklan atau dari tmp Promosi yg digunakan Pemilik Web.
Landing Page dibuat supaya Pengunjung FOKUS MEMBACA PENAWARAN di hlmn tsb dan biasanya tdk ada menu2 yg bisa diklik menuju hlmn lain.
Kalo pun ada menu atau link di dlm Landing, itu sifatnya minim & urgent. Seperti Testimoni, Kontak Kami,Profil, dll.
Landing Page dibuat dg bahasa COPY WRITING yg menggoda, sehingga mendorong agar Pengunjung segera melakukan transaksi di sana.
SATRUKTUR Landing Page menonjolkan sisi2 utama seperti :
1. Headline (Masalah)
2. Sub Headline (Solusi Masalah yg menggantung)
3. Benefit yg Ditawarkan oleh Anda
(Sejajarkan diri Anda spt Pembeli, seolah Anda merasakan kebutuhan yg sama dg mereka)
4. Sebutkan Brand Anda & Pengalaman terkait Produk/Jasa yg ditawarkan
(Atau ganti dg Brand org lain & Pengalaman org lain jika Anda menjual Produk/Jasa orang lain)
5. Ulangi lagi masalah yg ada pd Headline.
6. Ulangi & detailkan Solusi masalah yg ada pd Sub Headline
7. Testimoni Kepuasan Pembeli jika sdh ada (bbrp Testi)
8. Foto2 bukti penjualan atau bukti kegiatan
9. Tampilkan List Materi atau Fasilitas yg akan didapat Pembeli
10. Jawab Keraguan Pembeli dg beri Garansi (jika ada)
11. Berikan info scarcity atau kelangkaan ttg Produk/Jasa Anda
12. Berikan info Time Sensitif dg memberikan Promo Diskon sampai tgl tertentu
13. Berikan Tombol CTA atau arahkan Pembaca utk segera bertindak (CTA = Call To Action). Bs dg Tombol WA, Keranjang Belanja, dll
14. Tutup dg info ttg Penulis/foto/dll
Note :
Jika Web Anda bukan jualan Produk lgsg, maka bs menghilangkan bbrp point di atas yg tdk perlu. Misal : utk Landing Page Profil Perusahaan, Jasa, dll.
Semoga bermanfaat...!
Powered by RwpGrup.com
Channel : t.me/rwpgrup
Telegram
Digital Marketing RWP GRUP
Panduan #BisnisdariRumah
Bagaimana Mengetahui Iklan Kita Bagus atau Tidak?
Dilanjut atau tidak?
Kalo dilanjut, apakah ada yg harus diperbaiki? Misal Copy Writing, Target Audience, Target Penempatan Iklan, dll?
Dilanjut atau tidak?
Kalo dilanjut, apakah ada yg harus diperbaiki? Misal Copy Writing, Target Audience, Target Penempatan Iklan, dll?
Kalo kita mau sukses pasang Iklan, baik iklan Fb, IG, maupun Google Ads, harus siap mental & siap anggaran.
Banyak yg psg iklan 1-2 kali lalu berhenti krn KEUNTUNGAN dari Iklan tdk kelihatan. Mungkin anggaran yg habis baru 100rb atau 200rb atau lebih.
Banyak juga yg sdh psg iklan di atas Rp. 1 Juta, namun iklannya TIDAK UNTUNG alias BONCOS.
Hai Sobat RWP, penentu KEBERHASILAN pasang iklan bukan hanya pada Anggaran, tapi pd SIKAP MENTAL kita utk MAU BELAJAR.
Tanamkan pd pikiran kita (mindset) bahwa memasang Iklan butuh ilmu. Tanpa ilmu, maka iklan kita berpeluang besar utk RUGI.
Kita harus punya Sikap Mental utk mau BELAJAR dari Keberhasilan atau Kegagalan..π€
Banyak yg psg iklan 1-2 kali lalu berhenti krn KEUNTUNGAN dari Iklan tdk kelihatan. Mungkin anggaran yg habis baru 100rb atau 200rb atau lebih.
Banyak juga yg sdh psg iklan di atas Rp. 1 Juta, namun iklannya TIDAK UNTUNG alias BONCOS.
Hai Sobat RWP, penentu KEBERHASILAN pasang iklan bukan hanya pada Anggaran, tapi pd SIKAP MENTAL kita utk MAU BELAJAR.
Tanamkan pd pikiran kita (mindset) bahwa memasang Iklan butuh ilmu. Tanpa ilmu, maka iklan kita berpeluang besar utk RUGI.
Kita harus punya Sikap Mental utk mau BELAJAR dari Keberhasilan atau Kegagalan..π€
Soal belajar Iklan tuh begini :
1. Jika kita belajar sendiri dari berbagai Panduan Gratis di internet, bisa saja (tanpa Guru Pembimbing khusus).
Banyak Panduan di internet dari mulai yg Gratis maupun Berbayar bertebaran di dunia maya.
Syaratnya harus mau belajar & sabar "mengurutkan" materi2 dari awal sampai akhir.
Carilah di Youtube....!
Video apa saja tentang Bisnis Online pasti ada..GRATIS Lagi...
Gmn cara Belajarnya?
Belajarlah sambil PRAKTEK pasang Iklan....jadi tahu nanti urutan2 rilnya....
Bukan hanya ditonton videonya...bukan hanya dibaca panduannya...itu masih teori yg masuk di kepala.
Praktekkan ilmunya......PRAKTEK, PRAKTEK, dan PRAKTEK.
Namun ada catatan nih Sobat :
Beberapa Murid baru RWP ada yg melaporkan : pusing juga belajar gratis via Youtube.
Materinya sangat banyak & beragam, namun jika dipraktekkan mereka merasa tdk bisa2 juga...!
Kalo daya tahan Sobat tinggi atau Mentalnya kuwat, terus aja belajar dari berbagai Panduan Gratis tsb...
Coba & Coba terus....
Lalu kreasikan dg cara sendiri ketika tdk menemukan "puzzle penyambung" antara informasi di Panduan dg kondisi ril saat praktek.
BELAJAR SENDIRI MEMANG MEMBUTUHKAN MENTAL YG KUWAT, ENERGI YG EKSTRA, DAN WAKTU YG PANJANG.
Apalagi tdk ada Guru atau orang yg dijadikan tmp bertanya...Akhirnya kita hy bertanya2 pd diri sendiri :
"Cara ini benar atau tidak ya?"
BUTUH WAKTU BERBULAN2 ATAU MUNGKIN DI ATAS 1 TAHUN UTK SOBAT BISA JADI AHLI & BERHASIL.
Kenapa?
Karens masa trial erornya panjang.....!
1. Jika kita belajar sendiri dari berbagai Panduan Gratis di internet, bisa saja (tanpa Guru Pembimbing khusus).
Banyak Panduan di internet dari mulai yg Gratis maupun Berbayar bertebaran di dunia maya.
Syaratnya harus mau belajar & sabar "mengurutkan" materi2 dari awal sampai akhir.
Carilah di Youtube....!
Video apa saja tentang Bisnis Online pasti ada..GRATIS Lagi...
Gmn cara Belajarnya?
Belajarlah sambil PRAKTEK pasang Iklan....jadi tahu nanti urutan2 rilnya....
Bukan hanya ditonton videonya...bukan hanya dibaca panduannya...itu masih teori yg masuk di kepala.
Praktekkan ilmunya......PRAKTEK, PRAKTEK, dan PRAKTEK.
Namun ada catatan nih Sobat :
Beberapa Murid baru RWP ada yg melaporkan : pusing juga belajar gratis via Youtube.
Materinya sangat banyak & beragam, namun jika dipraktekkan mereka merasa tdk bisa2 juga...!
Kalo daya tahan Sobat tinggi atau Mentalnya kuwat, terus aja belajar dari berbagai Panduan Gratis tsb...
Coba & Coba terus....
Lalu kreasikan dg cara sendiri ketika tdk menemukan "puzzle penyambung" antara informasi di Panduan dg kondisi ril saat praktek.
BELAJAR SENDIRI MEMANG MEMBUTUHKAN MENTAL YG KUWAT, ENERGI YG EKSTRA, DAN WAKTU YG PANJANG.
Apalagi tdk ada Guru atau orang yg dijadikan tmp bertanya...Akhirnya kita hy bertanya2 pd diri sendiri :
"Cara ini benar atau tidak ya?"
BUTUH WAKTU BERBULAN2 ATAU MUNGKIN DI ATAS 1 TAHUN UTK SOBAT BISA JADI AHLI & BERHASIL.
Kenapa?
Karens masa trial erornya panjang.....!
Lanjut Soal belajar pasang Iklan yah :
2. Jika kita belajar dari Panduan berbayar, bs pilih : mau belajar online atau tatap muka dg Gurunya langsung.
Jika waktu & biaya memungkinkan, maka pilih belajar tatap muka.
Kenapa?
Karena efektivitas belajar tatap muka bs berkali2 lipat dibandingkan belajar Online.
Berdasarkan Pengalaman Kami mengajar Online dan Offline selama 11 thn, Murid yg lbh cepat berhasil adalah mereka yg ikut Belajar Tatap Muka.
Kira2 perbandingan Efektivitasnya :
1 banding 90
Atau
1 banding 160
1 hari belajar tatap muka di dpn Guru, kira2 setara dg 90 hari belajar sendiri via online.
Atau bahkan 1 hari sebanding dg 180 hari alias 6 bulan.
LALU, APAKAH SETELAH BELAJAR TATAP MUKA DG GURU DI KELAS, SOBAT LANGSUNG BERHASIL?
Ya ndaklah.....!
Meski Kami bbrp kali mengalami Murid lgsg dapat Order pada hari ke 2 setelah belajar.
Namun supaya tdk terlalu muluk, setiap Murid harus tahu bahwa Penjualan itu bukan hy bergantung pd Iklan (ilmu trafik).
Tapi juga bergantung pd Cara Followup (ilmu konversi penjualan).
Yg Followup tentu si Pemasang Iklan atau Tim nya.
Ingat mindset pasang Iklan sebelumnya :
Bahwa beriklan butuh ilmu.
Ilmu itu perlu dipraktekkan terus-menerus. Kontinyu...!
Bukan sekali-sekali.
Baik ilmu Trafik Pengunjung, maupun ilmu Closing atau Konversi.
Nah kalo Praktek di depan Guru Pembimbing pasti lancar....kesulitan2 bs segera teratasi.
Namun jika praktek sendiri di rumah, maka pasti butuh kemauan utk terus belajar.
Jika ada masalah, maka bertanya ke Guru jd tajam pertanyaannya.
Karena tinggal melanjutkan ilmu praktis yg sdh didapat.
PLUS HARUS ADA CARA ANALISA YG DIPRAKTEKKAN APAKAH IKLANNYA SUDAH BAGUS ATAU BELUM?
Jadi kalo mau berhasil, Sobat RWP tetap harus lanjut belajarnya di rumah.
Catatan :
Jika waktu & biaya Sobat belum pas utk belajar tatap muka, tetaplah belajar panduan via online.
Dan usahakan beli panduan Belajar Online yg ada konsultasi tanya jawabnya.
SEMAKIN SERING PRAKTEK, SEMAKIN BANYAK ILMU YG TERLIHAT TERANG JALANNYA MENUJU SUKSES.
SEMAKIN BANYAK BERTANYA, SEMAKIN MEMPERKECIL JATAH GAGAL KITA.
2. Jika kita belajar dari Panduan berbayar, bs pilih : mau belajar online atau tatap muka dg Gurunya langsung.
Jika waktu & biaya memungkinkan, maka pilih belajar tatap muka.
Kenapa?
Karena efektivitas belajar tatap muka bs berkali2 lipat dibandingkan belajar Online.
Berdasarkan Pengalaman Kami mengajar Online dan Offline selama 11 thn, Murid yg lbh cepat berhasil adalah mereka yg ikut Belajar Tatap Muka.
Kira2 perbandingan Efektivitasnya :
1 banding 90
Atau
1 banding 160
1 hari belajar tatap muka di dpn Guru, kira2 setara dg 90 hari belajar sendiri via online.
Atau bahkan 1 hari sebanding dg 180 hari alias 6 bulan.
LALU, APAKAH SETELAH BELAJAR TATAP MUKA DG GURU DI KELAS, SOBAT LANGSUNG BERHASIL?
Ya ndaklah.....!
Meski Kami bbrp kali mengalami Murid lgsg dapat Order pada hari ke 2 setelah belajar.
Namun supaya tdk terlalu muluk, setiap Murid harus tahu bahwa Penjualan itu bukan hy bergantung pd Iklan (ilmu trafik).
Tapi juga bergantung pd Cara Followup (ilmu konversi penjualan).
Yg Followup tentu si Pemasang Iklan atau Tim nya.
Ingat mindset pasang Iklan sebelumnya :
Bahwa beriklan butuh ilmu.
Ilmu itu perlu dipraktekkan terus-menerus. Kontinyu...!
Bukan sekali-sekali.
Baik ilmu Trafik Pengunjung, maupun ilmu Closing atau Konversi.
Nah kalo Praktek di depan Guru Pembimbing pasti lancar....kesulitan2 bs segera teratasi.
Namun jika praktek sendiri di rumah, maka pasti butuh kemauan utk terus belajar.
Jika ada masalah, maka bertanya ke Guru jd tajam pertanyaannya.
Karena tinggal melanjutkan ilmu praktis yg sdh didapat.
PLUS HARUS ADA CARA ANALISA YG DIPRAKTEKKAN APAKAH IKLANNYA SUDAH BAGUS ATAU BELUM?
Jadi kalo mau berhasil, Sobat RWP tetap harus lanjut belajarnya di rumah.
Catatan :
Jika waktu & biaya Sobat belum pas utk belajar tatap muka, tetaplah belajar panduan via online.
Dan usahakan beli panduan Belajar Online yg ada konsultasi tanya jawabnya.
SEMAKIN SERING PRAKTEK, SEMAKIN BANYAK ILMU YG TERLIHAT TERANG JALANNYA MENUJU SUKSES.
SEMAKIN BANYAK BERTANYA, SEMAKIN MEMPERKECIL JATAH GAGAL KITA.
Lalu bagaimana cara ANALISA IKLANNYA?
APAKAH IKLAN SOBAT BAGUS ATAU TIDAK?
LANJUT ATAU TIDAK IKLANNYA?
Untuk menjawab pertanyaan itu Kami ijin menampilkan hasil Analisa Iklan Pak Hermawan, Murid Privat RWP yg baru pasang iklan 6 hari :
APAKAH IKLAN SOBAT BAGUS ATAU TIDAK?
LANJUT ATAU TIDAK IKLANNYA?
Untuk menjawab pertanyaan itu Kami ijin menampilkan hasil Analisa Iklan Pak Hermawan, Murid Privat RWP yg baru pasang iklan 6 hari :
Analisa Iklannya meliputi beberapa angka indikator yg dilaporkan Facebook pada Akun Iklan Pak Hermawan.
Setiap Pemasang Iklan mestinya bisa membaca angka-angka tsb.
Laporannya meliputi :
-Nilai Frekuensi.
-Nilai CTR.
-Jumlah Impresi.
-Biaya CPM.
-Hasil Split Test Iklan jika Sobat melakukan duplikasi pd Ads Set atau Ads.
-dll.
Misal, jika nilai Frekuensi antara 1 sampai 2, maka itu dianggap normal. Ini menandakan iklan Sobat dilihat oleh Pengguna Akun Facebook di bawah 2x. Atau tidak lebih dari 2x per orang.
Nilai Frekuensi bisa dianalisa jika Iklan Sobat sudah tayang minimal 500x tayang (500 impresi).
Jika nilai Frekuensi di atas 2, misal 2 sampai 3, maka anggaran iklan Sobat akan terkuras untuk orang yg sama sampai 3x. Padahal biaya iklan dihitung dari nilai per 1.000 impresi. Dikenal dg istilah CPM = Cost Per Mile = Biaya per 1.000 impresi.
Semakin sering orang yg sama melihat Iklan Sobat, maka Sobat berpotensi rugi jika orang tsb tidak beli. Padahal biaya iklan dibebankan per 1.000 kali tayang.
Setiap Pemasang Iklan mestinya bisa membaca angka-angka tsb.
Laporannya meliputi :
-Nilai Frekuensi.
-Nilai CTR.
-Jumlah Impresi.
-Biaya CPM.
-Hasil Split Test Iklan jika Sobat melakukan duplikasi pd Ads Set atau Ads.
-dll.
Misal, jika nilai Frekuensi antara 1 sampai 2, maka itu dianggap normal. Ini menandakan iklan Sobat dilihat oleh Pengguna Akun Facebook di bawah 2x. Atau tidak lebih dari 2x per orang.
Nilai Frekuensi bisa dianalisa jika Iklan Sobat sudah tayang minimal 500x tayang (500 impresi).
Jika nilai Frekuensi di atas 2, misal 2 sampai 3, maka anggaran iklan Sobat akan terkuras untuk orang yg sama sampai 3x. Padahal biaya iklan dihitung dari nilai per 1.000 impresi. Dikenal dg istilah CPM = Cost Per Mile = Biaya per 1.000 impresi.
Semakin sering orang yg sama melihat Iklan Sobat, maka Sobat berpotensi rugi jika orang tsb tidak beli. Padahal biaya iklan dibebankan per 1.000 kali tayang.
Lalu apalagi yg bs dianalisa selain Nilai Frekuensi??
Banyak....!
Banyak....!