terimakasih karena sudah pernah menjadi pelangiku, meskipun pelangi itu hancur karena ulahmu
aku adalah hujan yg rela membasahi bumi, meski yg kau harap adalah pelangi
jangan pernah berharap setinggi langit, jika kamu tidak ingin kecewa sedalam lautan
terima kasih pernah mendampingi, ternyata diriku lebih cocok untuk sendiri
bahkan sampai di tahun ini pun aku masih ingat dengan jelas, betapa tenangnya diri ku saat memelukmu di tahun lalu
dan pada akhirnya kamu yang aku anggap rumah ke dua aku, bisa memberikan luka yang hebat juga.
seistimewa itukah dia? sampai kau merasa tidak ada yang bisa menggantikannya?
terkadang kita punya keinginan, namun semesta juga punya kenyataan dan akhirnya hanya bisa pasrah dengan keadaan
semakin dewasa, semakin ngerti kalau nyuekin hal kecil itu sesuatu yg salah terlebih itu hal yang benar
maaf, jika sikapku sekarang membuatmu sakit, asal kamu tau dibalik sikapku yang acuh terhadapmu itu semua ada alasannya