Forwarded from Sofia Florina
True love, which is as sincere and as free as possible, theoretically, can only be realised under socialism.
Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia, 17 Agustus 2026! Pada perayaan tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia mengangkat tema "Indonesia berdaulat, adil, dan makmur". Selama delapan puluh satu tahun ini, kita bersyukur bahwa keutuhan republik ini masih terjaga, terutama keutuhan wilayahnya, termasuk bagian barat Pulau Papua. Sungguh ini adalah berkat persatuan nasional yang telah lama masyarakat kita bangun, dalam apapun aspeknya.
Kita telah merdeka dan kita telah bersatu namun tidak boleh hanya berhenti di situ saja. Kita harus mengisi kemerdekaan ini melalui pembangunan nasional yang baik yang menyeluruh untuk seluruh rakyat. Hanya dengan itu kita dapat benar-benar berdaulat, adil, dan makmur. Dengan itu dikatakan, pembangunan nasional itu harus direncanakan dengan baik, tidak hanya untuk modal fisik tapi juga modal manusia, dan malahan modal manusia itu yang harus diutamakan. Itu juga harus berkelanjutan, berjangka panjang, termasuk menjaga keseimbangan dengan alam.
Kita telah merdeka dan kita telah bersatu namun tidak boleh hanya berhenti di situ saja. Kita harus mengisi kemerdekaan ini melalui pembangunan nasional yang baik yang menyeluruh untuk seluruh rakyat. Hanya dengan itu kita dapat benar-benar berdaulat, adil, dan makmur. Dengan itu dikatakan, pembangunan nasional itu harus direncanakan dengan baik, tidak hanya untuk modal fisik tapi juga modal manusia, dan malahan modal manusia itu yang harus diutamakan. Itu juga harus berkelanjutan, berjangka panjang, termasuk menjaga keseimbangan dengan alam.
Sofia Florina
Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia, 17 Agustus 2026! Pada perayaan tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia mengangkat tema "Indonesia berdaulat, adil, dan makmur". Selama delapan puluh satu tahun ini, kita bersyukur bahwa keutuhan republik ini masih…
Marilah kita rakyat Indonesia selalu bersatu, bersama membangun masyarakat, bangsa, dan negara demi terwujudnya peradaban Indonesia yang lebih maju daripada sebelumnya. Tak satu pun bagian dari republik ini akan menjadi sesuatu dan tidak berarti apa-apa jika kita tidak bersatu. Secara pribadi aku mengharapkan dan mengusahakan yang terbaik, untuk menciptakan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang lebih sosialis berdasarkan Pancasila. Sekali merdeka tetap merdeka! Kita berbeda-beda tetapi tetap satu! Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia!
I often imagine that I lived in the 1960s, it's fun. The 1960s always fascinated me, especially its technology. Take a look at the picture, do you know what those things are? Television and radio may be obvious but the others are a reel-to-reel tape recorder and a turntable.
If I imagine me and my girlfriend in the room in the picture, I wouldn't say either of us merely pretending, but it's like back to 1960s, enjoying the moment together because we genuinely love the atmosphere. So, we both love it, we share the same fascination.
She is the one holding the microphone, enthusiastically recording her beautiful voices onto the tape recorder while I'm sitting beside her. You know, we might spend an entire evening with this and talking about what life must have been like when all these things were new.
If I imagine me and my girlfriend in the room in the picture, I wouldn't say either of us merely pretending, but it's like back to 1960s, enjoying the moment together because we genuinely love the atmosphere. So, we both love it, we share the same fascination.
She is the one holding the microphone, enthusiastically recording her beautiful voices onto the tape recorder while I'm sitting beside her. You know, we might spend an entire evening with this and talking about what life must have been like when all these things were new.
Sofia Florina
I often imagine that I lived in the 1960s, it's fun. The 1960s always fascinated me, especially its technology. Take a look at the picture, do you know what those things are? Television and radio may be obvious but the others are a reel-to-reel tape recorder…
If we wanted to listen to music, we had a turntable. If we wanted to record something, we had reel-to-reel tape recorder. If we wanted television, we had a television set. If we wanted to amplify sound, we had an amplifier and speakers. Ah, I would be so happy if I could buy them.
Sofia Florina
I often imagine that I lived in the 1960s, it's fun. The 1960s always fascinated me, especially its technology. Take a look at the picture, do you know what those things are? Television and radio may be obvious but the others are a reel-to-reel tape recorder…
Media Source:
Front cover of the book "Sound and Vision" by Peter E. M. Sharp, published in 1968 by Macdonald & Co.
Front cover of the book "Sound and Vision" by Peter E. M. Sharp, published in 1968 by Macdonald & Co.
Turns out TikTok is fun, huh? I've had the app on my phone all this time but I almost never opened it.
Hmm, my last post on Twitter got a lot of likes, it's been a long time since I got any likes
As I expected, there must be some who don't like that I got my current position. Whatever, they are just haters.
❤1
My posts are always good and inspiring until the haters come and ruin the vibes of my posts.
❤1
Ugh, I think I always suck at board games, whatever kind they are, including chess. I'm tired of them, too much losing.
❤1
Dalam apapun keadaannya, Indonesia tidak boleh kehilangan bagian manapun dari wilayahnya, terutama Irian Barat atau Papua Barat.
❤1
Aku punya versi resmi bahasa Inggris dari Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia dalam bentuk PDF, sangat langka.
❤1
Forwarded from Sofia Florina
Perasaan kemarin baru kuliah, tiba-tiba sekarang sudah tugas akhir. Ahhh, sedikit lagi nih, tinggal satu semester lagi.
❤1
Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, telah merilis lima jilid pertama dari total 10 jilid buku sejarah Indonesia yang baru berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" pada 31 Agustus 2026 di Jakarta.
Semuanya mempunyai total halaman lebih dari 5000 halaman dan membahas perjalanan kepulauan Indonesia dari akar peradabannya hingga era kolonial pada awal 1900. Sebanyak 123 pakar terlibat sebagai penulis dan editor. Mereka berasal dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga.
Kelima jilid pertama tersebut dapat diakses publik melalui situs pustakabudaya.id, satu-satunya akses yang ada. Bagi yang belum punya akun di situs tersebut, buatlah akun agar bisa membaca dan juga mengunduh semua jilid. Harap sabar ketika mengunduh karena berkasnya lumayan besar.
Semuanya mempunyai total halaman lebih dari 5000 halaman dan membahas perjalanan kepulauan Indonesia dari akar peradabannya hingga era kolonial pada awal 1900. Sebanyak 123 pakar terlibat sebagai penulis dan editor. Mereka berasal dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga.
Kelima jilid pertama tersebut dapat diakses publik melalui situs pustakabudaya.id, satu-satunya akses yang ada. Bagi yang belum punya akun di situs tersebut, buatlah akun agar bisa membaca dan juga mengunduh semua jilid. Harap sabar ketika mengunduh karena berkasnya lumayan besar.
❤1
Sofia Florina
Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, telah merilis lima jilid pertama dari total 10 jilid buku sejarah Indonesia yang baru berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" pada 31 Agustus 2026 di Jakarta. Semuanya…
Aku menyarankan teman-teman untuk mengarsipkan berkas PDF kelima jilid tersebut secara pribadi untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu buku ini tidak dapat diakses lagi oleh publik atau jika situs tersebut tidak ada lagi. Aku pribadi juga telah mengarsipkannya di penyimpananku, baik di penyimpanan fisik maupun awan.
Selamat membaca dan mengunduh kelima jilid buku sejarah Indonesia yang baru ini teman-teman. Jangan lupa juga untuk menyebarluaskannya. Bacalah dan pahamilah dengan baik, pelan-pelan saja. Bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sendiri, baik disukai maupun tidak disukai.
Selamat membaca dan mengunduh kelima jilid buku sejarah Indonesia yang baru ini teman-teman. Jangan lupa juga untuk menyebarluaskannya. Bacalah dan pahamilah dengan baik, pelan-pelan saja. Bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sendiri, baik disukai maupun tidak disukai.
❤1