TERANG JAKARTA
270 members
5 photos
2 files
10 links
Generasi Muda Hijrah karena Allah SWT
Download Telegram
to view and join the conversation
anyak, tapi nampak dari raut wajahnya dia tidak bahagia.

Terlalu banyak yang dia pikirkan, tidak bahagia, dan masih banyak yang ingin dia buru. 

Dia sedang mencari kebahagiaan, tapi anda sudah meraihnya terlebih dahulu. 

Kenapa? 

Karena anda memiliki rahasia yang luar biasa, yaitu *QONA'AH.*

Oleh karenanya, mintalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala agar anda menjadi orang yang qona'ah dan ridho dengan pemberian Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Tatkala qona'ah telah masuk dalam diri anda maka anda bahagia.

Tidak mesti punya rumah mewah anda baru bisa bahagia, bisa senang dengan keluarga, bisa tidur dengan tenang, bisa beribadah dengan tenang.

Semoga Alloh Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita semua berhati qona'ah..

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________

*KEBERKAHAN SYAM DALAM AL QURAN*


🔰 Tidak kurang lima ayat yang menetapkan keberkahan bagi Syam. Di antaranya:

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia”. [al Anbiyaa
/21:71]

Ibnu Katsir berkata, ”Allah memberitahukan tentang Ibrahim yang diselamatkan dari api buatan kaumnya, dan membebaskannya dari mereka dengan berhijrah ke Negeri Syam – tanah suci”.

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu”. [al Anbiyaa/21:81].

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ

“Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman”. [Sabaa
/34:18].

📓 Pada penjelasan ayat telah disinggung secara sepintas tentang keberkahan tersebut. Dan lebih lanjut, di antara keberkahan Syam juga disebutkan dalam as Sunnah.

*1. Syam Merupakan Tempat Para Nabi.*

Syam menjadi tempat tinggal banyak nabi. Dari Nabi Ibrahim, yang hijrah ke Syam, Nabi Luth, Nabi Ya’qub, Nabi Musa, Nabi Isa, dan lainnya. Dan akhirnya, Allah menjadikannya sebagai milik umat Muhammad setelah bangsa Yahudi menempuh jalan kesesatan.

*2. Perintah Nabi Untuk Bermukim Di Syam.*

Imam al Mundziri di dalam at Targhib wat Tarhib menuliskan, bab anjuran untuk bermukim di Syam, dan tentang keutamaan Syam.

👳 Dari Watsilah bin al Asqaa`, berkata:

Aku mendengar Rasulullah berkata kepada Hudzaifah bin al Yaman dan Mu’adz bin Jabal yang sedang meminta pendapat beliau tentang tempat tinggal. Maka, beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Mereka berdua kembali bertanya kepada beliau. (Dan) beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Beliau bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ فَإنَّهَا صَفْوَةُ بِلَادِ اللهِ يَسْكُنُهَا خِيرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ..

“Beradalah kalian di Syam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihanNya”

Para ulama juga telah terbiasa merekomendasi untuk bermukim di Syam, sesuai petunjuk Rasulullah. Ketika ‘Atha al Khurasani berniat pindah tempat tinggal, ia meminta pendapat para ulama yang ada di Mekkah, Madinah, Kufah dan Bashrah serta Khurasan.

‘Atha al Khurasani berkata kepada para ulama tersebut : “Menurut pendapatmu, kemana saya mesti pindah dengan keluarga?”

Masing-masing menjawab: “Berangkatlah ke Syam”.

*3. Malaikat Membentangkan Sayap Bagi Penduduk Syam.*

Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Keberuntungan bagi penduduk Syam,” maka kami bertanya : “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam)”.

*4. Tempat Keberadaan Thaifah Manshurah.*

لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Penduduk Gharb (yang berada di arah Barat) akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai Kiamat datang”.
[HR Muslim 13/68, Nawawi].

Imam Ahmad berkata,”Ahli Gharb adalah penduduk Syam.” Dan jawaban ini disepakati oleh Ibnu Taimiyah dalam Manaqibisy-Syam wa Ahlihi, halaman 76-77.

*5. ‘Asqalan, Merupakan Tempat Penjagaan Penting.*

Ath Thabrani meriwayatkan dalam al Mu’jamul Kabir, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَوَّلُ هَذَا الْاَمْرِ نُبُ
وَّةٌ وَ رَحْمَةٌ ثُمَّ يَكُوْنُ خِلَافَةٌ ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكاً وَرَحْمَةٌ ثُمَّ يَتَكَادَمُونَ عَلَيْهِ َتكَادُمُ الْحُمُرِ. فَعَلَيْكُمْ بِالْجِهَادِ, وَإِنَّ أَفْضَلَ جِهَادِكُمْ الرِّبَاطُ, وَإِنَّ أَفْضَلَ رِِبَاطكُمْ عَسْقَلَانُ

“Permulaan dari perkara ini (Islam) adalah kenabian dan rahmat. Berikutnya tegaknya khilafah dan rahmat. Selanjutnya muncul kerajaan dan rahmat. Kemudian, orang-orang memperebutkannya, seperti kuda-kuda yang berebut. Maka, kewajiban kalian untuk berjihad. Sesungguhnya sebaik-baik jihad adalah ribath. Sebaik-baik tempat ribath adalah Asqalan”.
[Ash Shahihah, 3270].

‘Asqalan telah dikenal sejak dahulu. Menempati tempat strategis di bibir pantai, ramai dengan perdagangan. Palestina tidak pernah ditaklukkan, kecuali diawali dengan penaklukkan ‘Asqalan.

*6. Cahaya Iman Memancar Dari Syam Saat Fitnah Berkecamuk.*

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah bersabda :

إِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنَّ عَمُوْدَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِيْ, فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِيْ. فَإِذَاهُوَ نُورٌ سَاطِعٌ عُمِدَ إلَى الشَّامِ ألَا وَإنَّ الْإيْمَانَ إذَا وَقَعَتْ الْفِتَنُ بِالشَّامِ

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam”.
[Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092].

Al ‘Izz bin Abdis Salam rahimahullah berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, bahwa tiang Islam, yaitu iman, pada saat terjadinya fitnah-fitnah, berada di Syam. Artinya, apabila fitnah-fitnah yang muncul telah mengancam agama Islam, maka penduduk Syam berlepas diri darinya. Mereka tetap istiqamah di atas iman. Jika muncul (fitnah yang) tidak mengancam agama, maka penduduk Syam mengamalkan konsekwensi iman. Apakah ada sanjungan yang lebih sempurna dari itu?”

🍀 Demikianlah, keberkahan tanah Palestina dan sekitarnya. Oleh karena itu Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali menjelaskan, bahwa kewajiban (kepada penduduk) Syam yang telah Allah berikan karunia dengan keutamaan-keutamaan ini, untuk melenyapkan noda-noda, kotoran-kotoran dan kekeruhannya. Sebagai upaya persiapan menyambut cahaya Islam (yang termuat dalam hadits-hadits) yang akan menguasai tanahnya. Meskipun orang-orang jahat membencinya.

Salman al Farisi Radhiyallahu ‘anhu berkata :

إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانَ عَمَلُهُ

“Sesungguhnya tanah suci tidak mensucikan siapapun. Yang mensucikan manusia adalah amalannya”.
[Riwayat Imam Malik, 2/796].

Washalallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash-habihi ajma’in.

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


*🍃🍁 Mengapa Kita Harus Mendekatkan Diri dengan Al Qur'an? 🍁🍃*


💟 Agar kita tersadarkan betapa pentingnya Al Qur'an dalam kehidupan, sehingga kita merasa ringan dalam berinteraksi dengan Al Qur'an, baik saat membacanya, menghafalkannya dan seterusnya. Manusia yang hidup tanpa Al Qur'an bagaikan mayat hidup yang berjalan dalam gelap gulitanya kehidupan. 

💟 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman  :

أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَٰفِرِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿١٢٢﴾

 "Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al An'am : 122)

💟 Agar kita lebih siap dalam menegakkan Al Qur'an dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. 

ِالم
تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ
هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ

"Alif Laam Miim.
Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat,
menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Luqman : 1 - 3)

💟 Agar selama hidup ini terisi oleh Al Qur'an yang memberikan jaminan kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik. 

💟 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ ﴿٢٩﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi."
(QS. Fathir : 29)

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ ﴿٣٠﴾

"Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."
(QS. Fathir : 30)

  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


*Renungan Malam Agar Selalu Bersyukur*


Kebahagiaan orang berpuasa itu ada dua;

"Saat ia berbuka dan saat ia bertemu dengan Robb-nya"

Dan agar kita merenungi:

Suatu ketika Mufti besar Mekkah pernah menangis tersedu-sedu ketika ada seorang fakir bertanya kepadanya;

*"Wahai Tuan alim diterimakah puasa kami yang tanpa sahur dan tanpa berbuka?"*

Ya Alloh...sementara kami berbuka dengan berlebihan dan banyak yg tersisa...😢

#masihmengeluhkahkita...

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Teman2 *TERANG JAKARTA* yang dimuliakan dan dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala

Saat ini kita sudah memiliki 8 wagroup dengan anggota sekitar 2000 orang ,akun instagram @terangjakarta dengan 3000an followers, data artikel divisi dakwah yg tersimpan di channel Telegram @terangjakarta , channel YouTube dan website www.terangjakarta.com dan kegiatan2 sosial & dakwah di lapangan yang MasyaAllah tidak pernah kekurangan support dari teman2.

Untuk itu kami ucapkan Jazakumullah khairan, terimakasih banyak.

Di zaman seperti sekarang ini kita harus bersyukur diberi teman2 yang soleh/solehah, diberi ladang amal jariyah yang luas, diberi kesempatan setiap hari saling menasehati, saling mendoakan, dan yang terpenting diberi nikmat mencicipi manisnya Iman Islam.

Semoga teman2 *TERANG JAKARTA* setiap hari selalu diberi hidayah untuk bisa istiqamah di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala, dan semoga sekecil apapun sumbangsih teman2 berupa harta dan tenaga untuk *TERANG JAKARTA* akan menjadi saksi kelak di yaumil akhir.

Tetap semangat beribadah dan mencari ilmu, semoga kita kelak akan saling mencari di surganya Allah Subhanahu wa ta'ala

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

-24 Ramadhan 1438 H
*TERANG JAKARTA*
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

*NAMIMAH ADALAH CABANG KEBOHONGAN…‎*


👳 Ibnu Hazm Al-Andalusy -rohimahulloh- mengatakan:

“Sesungguhnya perbuatan naminah (mengadu domba) adalah tabiat buruk yang menunjukkan kekerdilan jiwa, watak yang hina, perilaku yang rusak, dan moral yang bejat.

Perbuatan mengadu domba adalah merupakan cabang dari kebohongan. Seorang pengadu domba pastilah seorang pembohong.

Aku sangat benci terhadap pembohong. Aku tidak suka berteman dan bergaul dengan orang yang memiliki tabiat pembohong meskipun ia punya kedudukan yang tinggi.
Aku dapat memaafkan semua kesalahan orang lain terhadapku, sebesar apapun kesalahan itu. Kecuali pembohong. Kuserahkan urusannya kepada Alloh.

Dalam bergaul, kuperlakukan setiap orang menurut tabiatnya.
Namun jika aku ketahui dia pernah berbohong, meskipun itu sekali, maka seluruh kebaikan dan kejujurannya akan sirna di hadapanku. Kebohongan akan mengubur semua kemulian dan kebajikannya dan sungguh aku tak mengharapkan satu kebaikanpun darinya. Karena menurutku, siapa yang pernah berbuat cela dan hina dia bisa memperbaiki dirinya dengan cara bertaubat. Dia dapat menutupi keburukannya dengan taubat, kecuali kebohongan. Tak ada jalan untuk keluar dari kebohongan dan tak ada jalan untuk menutupinya.

Aku tak pernah mendengar dan melihat seseorang yang dikenal pembohong bisa meninggalkan kebiasan berbohongnya.
Aku tak pernah memutuskan hubungan dengan orang berilmu, kecuali bila ia pernah berbohong.
Sungguh saat aku menyaksikan kebohongannya, saat itupula kuputuskan hubunganku dengannya.

Berbohong adalah sifat manusia yang berkepribadian ganda, yaitu orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit buruk (yang menggerogoti jiwanya).
Kita berlindung kepada Alloh dari kebohongan yang menghinakan.

Aku jadi teringat nasihat orang bijak.
Jalinlah persaudaraan dengan siapa saja.
Tapi jauhilah tiga orang.
Pertama, orang bodoh. Sebab, orang ini apabila ia bermaksud melakukan perbuatan baik kepadamu, justru yang kemudharatan yang akan kau terima.
Kedua, orang yang cepat bosan. Sebab ia tidak akan bertahan lama bersahabat denganmu, hingga pada akhirnya ia akan mencampakkanmu.
Ketiga, pembohong. Sebab tanpa kau sadari, ia akan menjauhkanmu dari orang-orang yang kau percayai dan mempercayaimu”.

Aku juga teringat dengan sabda Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, “Menepati janji adalah sebagian dari iman”. Beliau juga bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia meninggalkan kebohongan, bahkan ketika bercanda sekalipun”.

(Thouq Al-Hamamah hal: 39)

📝 Catatan:

*Berbohong itu belenggu, dia bukan sifat orang yang beriman. Hanya orang jujur yang akan menikmati kebebasan dalam hidupnya. Adapun pembohong akan terus terbelenggu dalam dustanya.*

Orang yang jujur akan ditulis apa adanya dalam sejarah, sementara pembohong akan ditulis sebagai pembohong di sisi Alloh.

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam

إياكم والكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور، وإن الفجور يهدي إلى النار، وما يزال الرجل يكذب ويتحرى الكذب حتى يكتب عند اللَّه كذابًا

*“Janganlah kalian berbohong, sebab berbohong itu akan menggiring pelakunya kepada kejelekan, sementara kejelekan (dosa-dosa) akan menggiring seseorang ke neraka, dan tidaklah seseorang itu berbohong dan membiasakan dirinya berbohong hingga tertulis di sisi Alloh sebagai seorang pembohong”.*
(HR. Bukhori Muslim)

📗 Dalam Tahdzib Al-Atsar, Imam At-Thobary meriwayatkan bahwa Abu Darda pernah bertanya kepada Rosululloh-shollallohu aalaihi wa sallam:

يا رسول الله ، هل يسرق المؤمن ؟ قال : « قد يكون ذلك » . قال : فهل يزني المؤمن ؟ قال : « بلى ، وإن كره أبو الدرداء » قال : هل يكذب المؤمن ؟ قال : « إنما يفتري الكذب من لا يؤمن ، إن العبد يزل الزلة ثم يرجع إلى ربه فيتوب ، فيتوب الله عليه »

*“Wahai Rosululloh, Apakah seorang mukmin itu bisa tergelincir dalam perbuatan mencuri? Rosululloh menjawab:” Boleh jadi”. Abu Darda melanjutkan: bisakah orang mukimin tergelincir hingga ia berzina? Rosululloh menjawab: ”boleh jadi walaupun Abu Darda tidak suka mendengarnya”. A
bu Darda kembali bertanya: Apakah seorang mukmin itu berbohong ? Rosululloh menjawab: “Sesungguhnya yang nekat berbohong hanyalah orang yang tidak beriman. Sesungguhnya seorang hamba jika ia tergelincir (dalam dosa) dia akan segera bertaubat kepada Robbnya, lalu Alloh akan menerima taubatnya”.*

🔰 Sahabat fillah. ..
Agar terlatih bersikap jujur, maka bergaullah dengan orang-orang yang jujur, karena bergaul dengan orang-orang yang jujur adalah pintu menuju kejujuran, simak firman Alloh berikut ini:

يَـۤأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ كُونُواْ مَعَ ٱلصَّادِقِينَ .

“Wahai orang-orang beriman takutlah kepada Alloh dan hendaklah kalian senantiasa bersama orang-orang yang jujur”. (QS. At-Taubah :119)

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

*🍀️ADAB MENASEHATI🍀*

Kisah ulama besar ahli hadits ini bisa kita jadikan teladan dalam perkara saling memberi nasehat. 

Karena saling menasehati, betapapun ia adalah salah satu sendi dalam agama Islam, 
tetap memerlukan adab dan tata caranya sendiri. 

Sebab, seringkali, orang bukannya tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan, tetapi ia tidak menerima cara kebenaran itu disampaikan. 

Maka, nasehat yang baik tetap harus menjaga perasaan juga kehormatan saudara kita; karena itu adalah hak persaudaraan kita.

Adalah Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama ahli hadits yang juga pedagang kain di kota Baghdad, menceritakan betapa ihsannya seorang Ahmad ibn Hanbal dalam mengkritik dan memberi nasehat.

“Suatu hari,” Harun ibn ‘Abdillah berkisah, “Saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk”.
“Siapa..?”, tanyaku.
“Ahmad”, jawab orang diluar pelan.
“Ahmad yang mana..?” tanyaku makin penasaran.
“Ibn Hanbal”, jawabnya pelan.

Subhanallah, itu guruku..!, kataku dalam hati. 

Maka kubuka pintu. Kupersilakan beliau masuk, dan kulihat beliau berjalan berjingkat, seolah tak ingin terdengar langkahnya. 
Saat kupersilakan untuk duduk, beliau menjaga agar kursinya tidak berderit mengeluarkan suara.

“Wahai guru, ada urusan yang penting apakah sehingga dirimu mendatangiku selarut ini..?”

“Maafkan aku ya Harun… Aku tahu biasanya engkau masih terjaga meneliti hadits selarut ini, maka akupun memberanikan diri mendatangimu. 
Ada hal yang mengusik hatiku sedari siang tadi.”

Aku terkejut. Sejak siang..? “Apakah itu wahai guru?”

“Mmmm begini…” suara Ahmad ibn Hanbal sangat pelan, nyaris berbisik. 

“Siang tadi aku lewat disamping majelismu, saat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Aku saksikan murid-muridmu terkena terik sinar mentari saat mencatat hadits-hadits, sementara dirimu bernaung dibawah bayangan pepohonan. 
Lain kali, janganlah seperti itu wahai Harun. Duduklah dalam keadaan yang sama sebagaimana murid-muridmu duduk..!”

Aku tercekat, tak mampu berkata…

Maka beliau berbisik lagi, mohon pamit, melangkah berjingkat dan menutup pintu hati-hati.

Masya Allah… Inilah guruku Ahmad ibn Hanbal, begitu mulianya akhlak beliau dalam menyampaikan nasehat. 

Beliau bisa saja meluruskanku langsung saat melintasi majelisku. 

Tapi itu tidak dilakukannya demi menjaga wibawaku dihadapan murid-muridku. Beliau juga rela menunggu hingga larut malam agar tidak ada orang lain yang mengetahui kesalahanku. Bahkan beliau berbicara dengan suara yang sangat pelan dan berjingkat saat berjalan, agar tidak ada anggota keluargaku yang terjaga. 

Lagi-lagi demi menjaga wibawaku sebagai imam dan teladan bagi keluargaku.

📘Teringat perkataan Imam Syafi’i :

*“Nasehati aku saat sendiri, jangan di saat ramai dan banyak saksi. Sebab nasehat ditengah khalayak, terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak, maka maafkan jika hatiku berontak…"*

***

🍀 Saudaraku... 

Dengan kemudahan teknologi sekarang ini, ilmu mudah dicari, dengan modal membaca, mengutip dan menyimak saja, banyak orang yg merasa telah berilmu. 

Akan tetapi adab tidak akan bisa diraih dengan cara-cara instan seperti itu..

Banyak sekali orang yang berniat memberi nasehat pada orang yang dianggapnya salah dan keluar dari jalan kebenaran, namun dengan cara-cara yang kurang ma'ruf dan beradab. 

Sehingga apa yang ingin di sampaikan justru menjadi pangkal perselisihan.

Karena itu, banyak-banyaklah belajar adab sebelum belajar ilmu, agar ilmu kita bermanfaat bagi saudara-saudara kita dan bukan menjadi sumber perpecahan dan perselisihan diantara kita...😇😇
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________

*💌 🔰UMUR🔰*


🍁Saudaraku..
Dalam perniagaan ini kita memiliki modal yang tak kita ketahui jumlahnya..

🍁Kita tidak tau pula kapan modal ini expired..

*Ia adalah umur..‎*

🍁Terbatas dan sesaat..
Jika telah dibelanjakan maka tak dapat kembali..

🍁Wahai saudaraku.
Modal ini jika telah berjalan pasti habis..

🍁Belilah dagangan yg bermanfaat tuk bekal akhirat..
Perjalanan masih panjang.. 
Juta’an tahun..
Yg tak kau ketahui berapa lamanya..
Jangan kau buang modalmu sia sia..
Engkau akan rugi dan merugi..

🍁Sungguh celaka jika modalnya digunakan untuk membeli racun.. 
Racun untuk ke neraka yg akan direngguhnya..

*Naudzubillahi mindzalik*

💐Semoga hati kita dijauhkan dari berkeinginan maksiat..

🍀Ibnu Uqail Al-Hanbali berkata:

*“Sesungguhnya aku tidak menghalalkan bagi diriku untuk menyia-nyiakan sesaatpun dari umurku.”*

🍀Suatu saat Amr bin Abdu Qais melewati sekumpulan manusia yang sedang berleha-leha. Mereka lalu mengajaknya untuk duduk bersama, maka ia menjawab:

*“Tahanlah matahari dari peredarannya agar aku dapat bercakap-cakap dengan kalian.”*

🌿Inilah di antara untaian hikmah yang keluar dari lisan-lisan mereka, semuanya menunjukan betapa berharganya waktu disisi mereka.‌‎

Semoga bermanfaat..

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


*Bagai Kacang Lupa Kulitnya*


👿 Salah satu strategi setan dalam memperdaya manusia adalah dengan menjadikannya lupa terhadap segala kebaikan yang pernah dilakukan orang lain. Lupa bagaimana berterimakasih.

وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ
*Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.*

( Yusuf : 42 )

🔰 Melupakan kebaikan seseorang jauh lebih mudah daripada mengingatnya. Tidak jarang ada orang yang begitu mudahnya melupakan kebaikan saudaranya hanya karena satu kesalahan semata. Seolah satu kesalahan dapat melenyapkan seribu kebaikan sebelumnya.

Karena itu, sekecil apapun, seberapa lamapun terjadinya, oleh siapapun, segala kebaikan yang pernah kita terima tidak boleh kita lupakan. Melupakan kebaikan manusia, sama artinya dengan melupakan kebaikan Alloh Ta'ala.

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

*“Tidak dikatakan bersyukur pada Alloh, siapa saja yang tidak pandai berterima kasih pada manusia.”*

(HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954.)

👤 Orangtua, guru, saudara dan sahabat baik, memang tidak pernah luput dari kekurangan, tapi melupakan kebaikan mereka adalah kekhilafan. Lupakan kesalahannya, tetap ingat kebaikannya.

وَأَن تَعْفُواْ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَلاَ تَنسَوُاْ الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

*“Dan jika engkau mau memaafkan, itu jauh lebih dekat kepada ketakwaan. Dan janganlah kamu sekali-kali melupakan kebaikan-kebaikan orang-orang di antara kamu. Sungguh, Alloh Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”*

( Al-Baqoroh : 237 )

Memang, membalas kebaikan orang lain kapanpun bisa, tak perlu menunggu lebaran tiba, namun di bulan inilah sejuta rahmat kasih sayang Alloh begitu terasa.

Semoga kita tetap istiqomah dalam belajar agama dan belajar mengingat semua kebaikan orang lain terhadap kita..

Selamat berakhir pekan dalam ketaatan kepada Alloh Azza wa Jalla sahabat-sahabat *Terang Jakarta*

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

*MAU SELAMAT DUNIA AKHIRAT ?*


Ketahuilah, wahai saudaraku..
Bahwa yg menghancurkan kebahagiaan & keselamatan hidup manusia di Dunia & Akhirat adalah dosa..

Alloh berfirman,

*“Dan setiap musibah yg menimpamu adalah karena ulah & dosamu.”*

( Asy-Syura : 30 )

Maka untuk meraihnya, isilah seluruh umur dgn 4 perkara, agar senantiasa mendapat curahan rahmat & ampunan dari Alloh Azza wa Jalla..

*1. Taubat*

🔸 Jangan pernah menunda taubat & meremehkannya.

🔸 Bertaubatlah kpd Alloh dgn cara yg benar & jgn pernah bertaubat dgn cara yg tdk ada contohnya dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam

🔸 Penuhi syarat taubat, ikhlas, menyesal, membenci kesalahan yg lalu, bertekad untuk tdk mengulanginya & segera menyelesaikan semua permasalahan dgn manusia..

*2.Ilmu yg bermanfaat*

🔸 Pastikan ilmu yg dicari adalah ilmu yg bersumber dr al-Qur’an & hadist shohih & sesuai dgn pemahaman sahabat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam

🔸 Kenalilah Alloh, Rosulmu & agamamu yg benar melalui ilmu

🔸 Tuntutlah ilmu agama yg membuat kita takut kpd Alloh..

*3. Amal saleh*

🔸 Pastikan semua amal yg kita kerjakan baik itu amalan hati, lisan maupun anggota badan adalah amal yg dikerjakan krn perintah Alloh & sesuai dgn contoh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam

*4. Mengikuti jalan2 hidayah*

🔸 Berkata sa’id bin zubair,
“yaitu menjalankan agama yg sesuai dgn cara Rosul & sahabatnya rodhiallohu ‘anhum.."

Alloh berfirman ,

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

”Sesungguhnya Aku akan mencurahkan ampunan kpd hamba-Ku yg selalu bertaubat, beriman & beramal saleh kemudian meniti jalan hidayah.”

( Toha : 82 )

Semoga Alloh memberi keselamatan kpd kita semua di Dunia & Akhirat..

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*

*ANTARA HASIL DAN IKHTIAR*
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

🔰Seharusnya seorang muslim tatkala berikhtiar harus tetap menjaga hatinya kepada Alloh & jangan sekali-kali mengarahkan hatinya kepada apa yang dilakukannya, sehebat apapun itu..

Hal itu untuk menjaga kekuatan hati agar siap menerima hasil apapun yang Alloh takdirkan..

🔰Ibnul Qoyyim pernah bertutur," Silahkan anda melakukan sebab apapun yg terbaik, tetapi kosongkan selalu hatimu dari semua sebab itu agar tetap terarah kepada Alloh."

🔰Sehebat apapun ikhtiar manusia. Namun ia harus tetap mengantungkan hatinya kepada Alloh..

Bukankankah Nabi shollallohu 'alaihi wasallam pernah tersihir, padahal beliau adalah orang yang paling berdzikir..?

🔰Peristiwa yang pernah beliau alami memberikan pelajaran penting kpd kita semua bahwa setiap hamba harus menyadari dan menyakini bahwa setinggi apapun ilmunya & sehebat apapun amalannya boleh saja berikhtiar sebaik mungkin, Namun hasil akhir, tetap Alloh jualah yg menentukan..

🔰Manusia hanya berikhtiar, ttp hati harus tetap tertuju kpd Alloh, dgn keyakinan bahwa Dia pasti akan memberikan hasil yang terbaik kpd hamba-Nya..  

🔰Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu berserah diri kepada-Mu..

 Semoga bermanfaat dan selamat beraktifitas..
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
¶ *D i v i s i D a k w a h*
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________

*Ilmu yang Bermanfaat*


📚 Sahabat *Terang Jakarta*, saudaraku fillah...Ilmu disebut bermanfaat apabila memiliki nilai kebaikan baik bagi diri sendiri , bagi sesama manusia maupun bagi alam. Namun manfaat tersebut ...menjadi kecil manakala dengan memiliki ilmu tak menjadikan pemiliknya semakin mendekatkan diri kepada Alloh, mungkin saja meningkat derajat kita di hadapan manusia tapi belum tentu di mata Alloh .

👳 Beberapa ahli berpendapat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang sinar cahayanya meluas dalam dada dan mampu membuka penutup pintu hati.

Menurut Imam Malik bin Anas rodhiallohu ‘anhu berkata : *” Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan ( sesuatu ) , melainkan hanyalah cahaya petunjuk yang diturunkan ke dalam hati manusia. Adapun ilmu itu untuk mendekatkan manusia kepada Alloh dan menjauhkannya dari kesombongan diri.”*

🍀 Sahabat *Terang Jakarta*, saudaraku fillah...Sesungguhnya ilmu Alloh itu amatlah luas, sebagaimana dalam firman-Nya:

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

“Katakanlah, “ Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Robbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ( dituliskan ) kalimat-kalimat Robbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” ( Al-Kahf : 109 ).

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut ( menjadi tinta ) , ditambahkan kepadanya tujuh laut ( lagi ) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis –habisnya ( dituliskan ) kalimat Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( Luqman : 27 ).

Sekiranya dengan bertambahnya ilmu kita makin dekat kepada Allah, niscaya kita akan mendapatkan janji Alloh.” Alloh akan meninggikan orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” ( QS. Al-Mujadilah : 11).

🌼 Sahabat *Terang Jakarta*, saudaraku fillah...bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas dalam dada serta dapat membuka pintu hati?

Imam Syafi’i semasa menjadi santri pernah mengeluh kepada gurunya, *“ Wahai guru , mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?”*

Sang guru menjawab, *“ Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih.”*
Artinya ilmu itu tidak akan dapat menerangi hati yang keruh dan banyak berbuat maksiat.

📝 Apabila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi amal sholeh,hendaknya kita meluruskan niat dan berusaha membersihkan hati kita dari rasa ujub dan penyakit hati yang lain. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan duniawi dan tidak menzholimi sesama.

📌 Lalu bagaimana agar hati kita bersih dari penyakit hati? Ujar Ibrohim al-Khowash, “Yang menyembuhkan penyakit hati ada lima yaitu :

*1. Membaca Al- Quran dengan menelaah maknanya.*
*2. Perut yang kosong (shaum/puasa)* *3. Qiyamul lail.*
*4. Mendekatkan diri kepada Allah di waktu sahur.*
*5. Bergaul dengan orang-orang sholeh*"

(At-Tibyan).

Wallohu a'lam bishshowab...

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________


*💢KETIKA SAUDARAMU BERMAKSIAT💢*

Jika engkau melihat saudaramu terjatuh dalam lubang dosa dan maksiat, maka sikapilah dia dengan sikap yang bijak dan tepat.

*"Al-muslimu mir-atu akhihi"*
(seorang muslim adalah cermin bagi saudaranya)

Saudara yang baik itu laksana cermin, ia jujur di hadapan saudaranya, ia akan menasehati dan menampakkan kekurangan saudaranya, agar saudaranya tadi berbenah diri dan menjadi lebih baik.

Apa yang engkau lakukan ketika saudaramu berbuat maksiat?

*🍀1. MENGHADIRKAN DALAM HATIMU 3 SIKAP*

*a. Sikap marah*
*b. Sikap kasihan*
*c. Sikap syukur*

Marah karena dia telah melanggar hak2 Allah

Kasihan karena dia terjatuh pada kemurkaan Allah

Bersyukur karena kalaulah bukan karena rahmat Allah niscaya kita terjatuh sebagai mana dia terjatuh.

*🍀2. BERUSAHA MENCARIKAN UDZUR DAN MENDOAKANNYA*

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata:

“Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur (alasan) sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.” (HR Al Baihaqi)

Lihatlah akhlak Nabi, ketika beliau dizhalimi dan diperangi oleh kaumnya, beliau berdoa,
"Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku karena sesungguhnya mereka belum mengerti" (HR. Al-Baihaqi) 

Dari doa tersebut bisa disimpulkan 3 sikap nabi; memaafkan, mendoakan dan mencarikan udzur atau alasan bagi ummatnya.

*🍀3. ENGKAU BERUSAHA MENASEHATINYA TANPA MELUKAINYA DAN MEMBIMBINGNYA TANPA MENYAKITINYA*

Memberi nasehat adalah bagian dari ibadah, maka lakukanlah dengan ikhlas untuk mengharap ridho Allah. Nasehat yang tidak ikhlas akan melukai orang yang kita nasehati. Menata niat ketika menasehati memiliki peran utama dalam memperbaiki orang yang kita nasehati. 

Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri menuturkan:

“Jika kamu hendak memberi nasehat (kepada saudaramu) sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!”

(Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)

*🍀4. ENGKAU BERUSAHA MENUTUP AIBNYA, TIDAK MEMBUKA & MENYEBARKANNYA DI HADAPAN MANUSIA*

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Barangsiapa menutupi Aib seorang Muslim, maka Allâh menutup aibnya pada hari Kiamat."

(HR. Bukhori dan Muslim)

*🍀5. ENGKAU TIDAK MENGUNGKIT-UNGKIT & MENCELANYA*

Ibrahim an-Nakhai berkata;

"Aku melihat sesuatu yang aku benci dan tidak ada yang menghalangiku untuk memberikan komentar kecuali karena kekhawatiran suatu saat nanti aku yang terjatuh dalam hal tsb.

Imam Hasan Al-Bashri berkata:

"Para sahabat nabi berkata: barangsiapa yang mencela saudaranya karena dosa yang dikerjakannya padahal saudaranya itu telah bertaubat dari dosanya tersebut niscaya ia tidak akan meninggal dunia kecuali setelah ia mengerjakan dosa yang serupa dengan yang dilakukan oleh saudaranya itu.

(Ashamt Ibnu Abiddunya)

*🍀6. MENDOAKANNYA AGAR ALLAH MEMBIMBINGNYA & MENETAPKAN KEISTIQOMAHAN DALAM HATINYA*

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”

(HR. Muslim no. 4912).

Semoga Allah menjaga persaudaraan kita.
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________

*Antara
Maksiat & Taubat*

🔰 Pada zaman Nabi Musa 'Alaihis-Salam, Bani Israil ditimpa kemarau yang berkepanjangan. Mereka berkumpul mendatangi Nabi Musa,mereka berkata, "Wahai Nabi Alloh, berdoalah kepada Robb-mu agar Dia menurunkan hujan kepada kami....!"

Maka berangkatlah Nabi Musa 'Alaihis-Salam bersama kaumnya menuju padang yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang.

Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh, penuh debu, haus, dan lapar...

*🌙 Nabi Musa berdoa,*

إلهي ... أسقنا غيثك ... وانشر علينا رحمتك وارحمنا بالأطفال الرضع ... والبهائم الرتع والمشايخ الركع اليك ...

*"Ilaahi ...! Asqinaa ghoitsak ... Wan-Syur 'alaina rohmatak ... war-Hamnaa bil-athfaalir-rudhdho' ... wal-bahaaimir-rutta' ... wal-masyaayikhir-rukka' ilaika ..."*

*"Tuhanku... Turunkanlah hujan kepada kami... Tebarkanlah Rahmat-Mu kepada kami, kasihilah kami demi anak-anak yang masih menyusu... Demi hewan ternak yang merumput, dan demi para orang-orang tua yang ruku' kepada-Mu ..."*

Namun setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau. Kemudian Nabi Musa berdoa lagi,

*"Ilaahi ... asqinaa...."*

*Alloh-pun Berfirman kepada Nabi Musa,*

يا موسى أنى أكون بغيثكم و فيكم رجل يبارزني بالمعاصي أربعين عاما ... فليخرج حتى أغيثكم ...

*"Wahai Musa ... Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedang di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat kepada-Ku sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena sebab dialah Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian ..."*

Maka Nabi Musa-pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, *"Wahai hamba yang bermaksiat kepada Alloh sejak 40 tahun... Keluarlah ke hadapan kami, karena sebab engkaulah hujan tak kunjung turun ..."*

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan ke kiri, tapi tidak berani keluar ke hadapan manusia. Saat itu pula dia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud, dia berkata dalam hatinya, *"Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku, tapi kalau aku tidak keluar, maka hujanpun tidak akan turun..."*

Maka hatinyapun gundah gulana, air matanya menetes, menyesali perbuatan maksiatnya, sambil berkata lirih, *"Ya Alloh... aku telah bermaksiat kepada-Mu selama 40 tahun. Selama itu pula Engkau menutupi 'aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku ..."*

🍀 Tidak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebalpun bermunculan, semakin lama semakin tebal dan menghitam. Dan akhirnya hujanpun turun ...!

Nabi Musa pun keheranan dan berkata, *"Ya Alloh, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, padahal tak seorang pun yang keluar ke hadapan manusia".*

*Alloh berfirman,*

يا موسى لقد تاب وتبت عليه،  منعت عنكم الغيث بسببه، وأمطرتكم بسببه ..."

*"Wahai Musa, dia telah bertaubat dan Aku telah menerima taubatnya, karena orang itulah Aku menahan hujan kepada kalian, dan karena dia pulalah Aku menurunkan hujan ..."*

*Nabi Musa berkata,*

ربي أرني أنظر إليه، ربي أرني ذلك الرجل

*"Ya Alloh...Tunjukkan padaku orang itu... Tunjukkan aku pada orang itu..."*

*Alloh berfirman,*

يا موسى ... لقد سترته وهو يعصيني، أفلا أستره وقد تــاب وعـــاد إلي؟؟

*"Wahai Musa, Aku telah menutupi 'aibnya padahal dia bermaksiat kepada-Ku, Apakah sekarang Aku membuka 'aibnya sedangkan ia telah bertaubat dan kembali kepada-Ku?!"*

🌈 Subhaanallooh...

Sungguh Maha Pengasih Engkau Duhai Robbi...

Kalaulah bukan karena Engkau yang menutupi aib-aib kami...

Tentulah kami akan sangat malu di hadapan para hamba-MU...

Engkau mengetahui dosa-dosa kami...

Kemalasan kami dalam beribadah, padahal kami dilihat sebagai orang yang berTAQWA di pandangan para hamba-MU...

Engkau mengetahui kefakiran dan kebutuhan hajat kami, padahal kami dilihat sebagai orang yang KAYA di pandangan para hamba-MU... 

Kami bakhil Ya Robbi... sedikit sekali kami berbagi padahal Rizqi itu dari-MU...

Engkau mengetahui kelemahan dan keluh kesah kami, padahal kami dilihat sebagai orang KUAT di pandangan para ham
ba-MU...

🍂 Saudaraku seiman ...

Jika Alloh Ta'ala, Tuhan yang mengetahui segala perbendaharaan langit dan bumi saja menutupi segala aib hamba-NYA,

Lalu siapalah kita... Dan apalah kita... kita tidak tahu dimana kita ditempatkan kelak... apakah di Jannah-Nya... ataukah di Neraka-Nya ... ?!.

*ASTAGHFIRULLOOHAL-'AZHIIM ...*
*ALLOOHUMMAGHFIR-LANAA ...* *WARHAMNAA...*

Sehingga dengan entengnya menyebar luaskan aib dan keburukan saudara kita sendiri tanpa mashlahat... 

Merasa seakan diri ini lebih suci, lebih alim, lebih hebat, dan lebih ahli ibadah. Padahal kita hanya lebih ahli menyebar luaskan keburukan saudara kita....

Tak sadarkah kita bahwa ternyata aib kita sendiri sudah menggunung tak terhingga...

Semoga kisah singkat ini bisa menjadi bahan renungan kita untuk selalu memperbaiki diri... 

*SELAGI ALLOH MENUTUPI AIB KITA...* 

*SELAGI ALLOH BERJANJI MENGAMPUNI DOSA-DOSA KITA*

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


*💸HARTA 💸*


الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

📌 Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

(Al Kahfi : 46).

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

📌 Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Alloh-lah pahala yang besar.

(Al Anfal : 28).

🍃🍂🍃🍂🍃🍂

🌿 Dua ayat diatas mengingatkan akan makna harta yang sesungguhnya. Ia merupakan hiasan sekaligus ujian bagi kita yang mendapatkannya. 

🌿 Ia menjadi hiasan diri, penyempurna ibadah, sarana sillaturrahim dan mempererat ukhuwah. Namun disisi lain ia pula dapat menjadi sumber fitnah, sebab musibah dan pangkal hancurnya persaudaraan. Semua tergantung bagaimana kita memperlakukan harta dalam kehidupan kita. 

*📌 "Tidaklah dua ekor serigala yang dilepaskan ditengah sekumpulan domba, lebih rusak daripada hasrat seseorang untuk mendapatkan harta, dan kemuliaan itu hanya bagi agamanya."* 

(HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban). 

📌 Yahya bin mu'adz berkata :

*Dirham itu laksana kalajengking. Jika engkau tidak bisa mewaspadainya maka jangan mengambilnya, karena jika ia menyengatmu, racunnya bisa membunuh.* 

🍃🍂🍃🍂🍃🍂

🌿 Begitulah harta kita, jika kita mampu meletakkannya pada tempat yang tepat, ia akan bermanfaat. Dan jika salah menempatkannya serta didapatkan dengan cara yang tidak halal, ia akan menjadi sumber mudhorot. Yang salah bukanlah hartanya, namun siapa yang memegang harta tersebut. 

📌 Sa'id bin Al musayyab berkata :

*"tidak ada kebaikan dalam diri seseorang yang tidak ingin mengumpulkan harta dengan cara yang halal, yang dengan harta itu ia tidak bergantung dengan orang lain, yang dengan harta itu dia bisa menjalin sillaturrahim dan mengeluarkan sesuai dengan haknya."*

📌 Lebih tegas lagi Sufya Atsauri mengatakan :

*"Harta pada zaman sekarang ini, adalah senjata bagi orang-orang mukmin."*

🌿 Sungguh kita menyaksikan di negeri kita yang mayoritas muslim ini, begitu mudah satu keluarga merubah agamanya hanya demi kelangsungan hidup mereka. 

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

*📌" Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."*

(At-Taubah : 111).

🌿🌾 Semoga kita termasuk orang yang Alloh pilih untuk menjadi para penyokong dakwah dengan harta dan juga jiwa kita..

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________

*🍂EMPAT PILAR KEKUFURAN🍂*

📗Di dalam kitab Fawaaidul fawaaid, Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyebutkan bahwa setidaknya ada empat pilar kekufuran yang kadang bercokol di dalam diri manusia. Keempat pilar tersebut adalah sifat sombong, dengki, marah dan syahwat.

👿 Kesombongan akan menghalangi seorang hamba untuk bersikap tunduk dan patuh. 

😈 Kedengkian akan menghalangi seorang hamba untuk menerima nasihat, apalagi melaksanakannya. 

👹 Kemarahan akan menghalangi seorang hamba untuk berlaku adil. 

👺 Dan syahwat akan menghalangi seorang hamba untuk tekun dalam beribadah.

Selanjutnya beliau berkata:

*"Sungguh, melenyapkan gunung dari tempatnya lebih mudah ketimbang melenyapkan keempat pilar kekufuran tersebut dari dalam diri seseorang yang telah dicekcoki olehnya. Apalagi bila keempatnya telah menjadi sikap, tabiat dan sifat yang melekat pada dirinya. Sebab, apabila keempat sifat tersebut masih bercokol di dalam hatinya, maka amalannya tidak ada lagi yang benar dan jiwanya pun tidak akan pernah bersih."*

Kenapa empat sifat tersebut muncul? 

Karena ketidaktahuan seorang hamba akan hakikat dirinya sendiri. Seandainya ia mengenal Rabb-nya dengan segala kesempurnaan sifat dan keagungan-Nya, niscaya ia tidak akan bersikap sombong dan tidak akan pernah marah. Ia juga tidak akan pernah merasa dengki kepada seseorang atas karunia yang Allah subhanahu wa ta'ala berikan kepada orang lain. Sebab dengki pada hakikatnya adalah perbuatan menentang Allah subhanahu wa ta'ala.

🍃 Sifat sombong dan dengki hanya dapat dilenyapkan dari hati seorang hamba dengan mengenal Allah, mentauhidkan-Nya, ridha kepada-Nya dan terhadap pemberian-Nya, serta berupaya kembali kepada-Nya.

🍃 Adapun kemarahan, yang erat kaitannya dengan kebencian, sifat ini bisa dihilangkan dengan mengenal diri sendiri. Dan menyadari bahwa kita tidak berhak marah dan dendam terhadap orang lain hanya demi memenuhi tuntutan nafsu semata........‎

🍃 Kiat paling ampuh untuk menghilangkan sifat marah ini adalah dengan membiasakan marah karena Allah dan ridha karena-Nya. Sebab, apabila marah dan ridha karena Allah sudah masuk ke dalam jiwa, maka hal yang berlawanan dengannya, yaitu marah dan ridha karena nafsu, akan keluar dari dalam jiwanya. Pun sebaliknya demikian.

*Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:*

*“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Qs. Al-A'raf: 199)*

🍂 Mengenai syahwat, cara memerangi sifat buruk ini adalah dengan mendalami ilmu dan ma'rifat yang benar tentang Allah subhanahu wa ta'ala. Sebab, menuruti syahwat dan nafsu merupakan panghalang utama untuk meraih ilmu dan ma'rifat. Sedangkan mengekang syahwat dan nafsu merupakan faktor utama untuk meraih ilmu dan ma'rifat tersebut. Jika kita membuka pintu syahwat, berarti kita menghalangi diri kita untuk memperoleh ilmu dan ma'rifat. Sebaliknya, bila kita menutup rapat pintu syahwat, berarti kita membiarkan diri kita secara penuh untuk mendapatkan ilmu dan ma'rifat.

🔰 Walhasil, kemarahan itu tak ubahnya seperti binatang buas, yang apabila dilepaskan oleh pemiliknya, niscaya ia akan menerkam dirinya. 
Syahwat tak ubahnya api, bila api itu dinyalakan niscaya akan membakar dirinya. 
Kesombongan layaknya seorang yang berhasil merebut kerajaan kita, yang jika tidak membinasakan kita, ia pasti akan mengusir kita dari kerajaan kita sendiri. 
Adapun kedengkian, sifat ini diibaratkan dengan memusuhi orang yang lebih mumpuni atau ahli dari pada kita.

*🔰 Orang yang mengalahkan syahwat dan kemarahan akan membuat syetan takut dengan bayangannya. Sebaliknya, orang yang dikalahkan oleh syahwat dan kemarahan akan takut dengan lamunannya sendiri.*

Wallahu a'lam....

{"Disarikan dengan sedikit perubahan redaksi dari buku: Fawaid Al-Fawaid karya Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullah-, terbitan Pustaka Imam Syafi’i, Jakarta"}

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *
*🎏 T E R A N G J A K A R T A 🎏*
________________________________

*BILA SHOLAT TERASA BERAT

🔰 “Bila sholat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Alloh kabarkan dalam firman-Nya:

وإذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى

“…Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas… “(QS. An Nisa ‘: 142)

🌟 Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu merupakan tanda bahwa imanmu kokoh”
(Ibnu Utsaimin dalam syaroh Shohih Muslim)

📃Catatan:
Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..?

Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya.? 

💢 Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik.?

🍀 Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat berarti menjaga agama.

🔰 Dalam risalah Ta’dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad mengatakan:

“Agama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan. Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk nabi shollallohu alaihi wa sallam”

Wallohu a’lam....
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

¶ *D i v i s i D a k w a h *