Maa Haadzaa
1.37K subscribers
6.44K photos
1.65K videos
488 files
19.3K links
Channel of Maa Haadzaa
Download Telegram
🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸
MEMBACA DOA "ROBBANA ATINA...." (ANTARA RUKUN YAMANI DAN HAJAR ASWAD)
🟢 Dalilnya:
📌 Dari Sahabat Abdullah bin Saib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ: (رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ)
Artinya: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca doa:
(Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar).
antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad." (Hasan, HR. Abu Daud 1894, lafadz miliknya, Diriwayatkan juga oleh Ibnu Khuzaimah (2721) dan Al-Hakim (1673), dihasankan Syeikh al-Albani).
🟢 Keterangan Ulama':
Disebutkan dalam Mawqi' Durarus Saniyyah':
يقول صلى الله عليه وسلم: «ما بين الرُّكْنَينِ»، وهما الحَجَرُ الأَسودُ والرُّكْنُ اليَمانيُ، أي: كانَ يَدعو ويَقْرأ هذا الدُّعاءَ مِن القُرآنِ: «رَبَّنا آتِنا..." وفي الحديثِ: بيانُ ما يُقالُ مِن الأذكارِ والأَدعيةِ بَينَ الرُّكنَينِ
Terjemahannya: "Sabda Nabi: (diantara dua rukun), maksudnya antara Hajar Aswad, dan Rukun Yamani, yaitu Nabi saat itu membaca doa atau bacaan dari Al-Qur'an: "Robbana Atina...."
Didalam hadits diatas juga terdapat faedah tentang penjelasan terkait dzikir atau doa yang harus dibaca diantara dua rukun."
Referensi:
As-Sunan, Abu Dawud Sulaiman bin Asy'ats As-Sijistani
Ash-Shahih, Ibnu Khuzaimah (Abu Bakr Muhammad bin Ishaq)
Al-Mustadrak, Abu Abdillah Al-Hakim An-Naishaburi
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik Ibadurrohman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
MAKAN DAN MINUMLAH SESUAI PORSINYA, DAN TIDAK MENGIKUTI KEBIASAAN ORANG KAFIR YANG SELALU MAKAN DAN MINUM SECARA BERLEBIH-LEBIHAN
Dalam hadits, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata:
أن رجلا كان يأ كل اكل كثيرا فأسلم فكان يأ كل اكل قليلا فذكر ذالك للنبي صلى الله عليه وسلم فقال ان الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاء
Artinya: "Bahwa ada seseorang yang makan banyak (di waktu kafir) lalu Ia masuk islam, dan Ia berubah menjadi makan sedikit, hal ini disampaikan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, maka Nabi berkata:
"orang yang beriman itu makan dengan satu usus sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus”.
(shahih, HR Bukhari (no. 5393), Muslim (no. 2060))
Tapi ingat, Makna hadits diatas bukan makna hakiki..
Bukan maksud hadits bahwa orang kafir ususnya lebih banyak tujuh kali lipat dari orang mukmin.
🔸🔹 Berikut Syarahnya:
1⃣. Al-Hafidz Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan:
فليس المراد حقيقة الأمعاء ولا خصوص الأكل وإنما المراد التقلل من الدنيا والاستكثار منها
Terjemahannya: “Bukanlah maksudnya adalah makna hakiki berupa usus bukan juga pengkhususan makan. Maksudnya adalah sedikit keinginan (ambisi) terhadap dunia dan tidak memperbanyaknya.” (Fahul Bari (jilid 9/ hal. 538))
2⃣. Ibnu Abdil Barr rahimahullah Dalam at tamhid berkata:
ما حديث أبي هريرة هذا وأمثاله، فليس فيه إلا مدح المؤمن بقلّة رغبته في الدنيا، وزهده فيها، بأخذ القليل منها في قوته، وأكله ولُبسه وكسبه، وأنه (يأكل ليحيا، لا ليسمن)
Terjemahannya: “Maknanya adalah pujian kepada seorang muslim dengan sedikitnya keinginan kepada dunia dan zuhud. Mereka mengambil sedikit (secukupnya) saja dari makanan pokok, makanan, pakaian dan pekerjaan mereka - sesungguhnya mereka makan untuk hidup, bukan untuk membesarkan perut-.
3⃣. Imam Na-Nawawi rahimahullah dalam syarah muslim berkata:
مع أن قلة الأكل من محاسن أخلاق الرجل، وكثرة الأكل بضده
Terjemahannya: “Padahal sedikit makan merupakan kemuliaan akhlak seseorang dan banyak makan adalah lawannya.”
Nah, begitulah yang hendaknya dilaksanakan bagi seorang Muslim..
Mau makan dan ingin berhenti disaat kenyang? Maka Silahkan, Namun jangan sampai kekenyangan, itu tidak baik untuk kesehatan fisik:
Dalam hadits, Nabi shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه
Artinya: “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya,
Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”
(shahih, HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain. Dan hadits ini di-shahih-kan olehAl-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (2265))
🟢 Berikut nasehat dari Imam Asy-Syafi'i..
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة
Terjemahannya: “Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah -kepada Allah-.” (lihat: Siyar A’lam An-Nubala (8/248)).
Referensi:
Muttafaqun Alaih, Imam Bukhari dan Imam Muslim
As-Sunan, Abu Dawud Sulaiman bin Asy'ats As-Sijistani
Al-Musnad, Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal Asy-Syaibani
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
LIVE STREAMING

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk ilmu sampai pada kita dan keluarga.

🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
📝 Lebih Baik Dari Tahun Lalu
🕌 Lokasi: Masjid Nurul Hidayah - Jakarta Selatan
📸 Link kajian:
Youtube
https://youtube.com/live/-Hq16sdg1y0?feature=share

Facebook
https://www.facebook.com/share/v/1BGiLBSVv8/


-[ ] ✅ Silahkan menyimak Insya Allah mendapat ilmu & manfa'at.
📚📚

========================
Mari kita ikut ta'awun/fastabiqul khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa
Atau
Menjadi Donatur/Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per bulan atau per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah
========================

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

Baarakallahu fiikum
🍂☘🍃🍂☘🍃🍂☘🍃🍂
TAK PERLU SERING-SERING MENYENANDUNGKAN SYA'IR- SYA'IR DI MASJID
1⃣. Hal ini dikarenakan Nabi melarangnya, jikalau keseringan. Dan hukumnya bisa di Makruhkan (tatkala melantunkan sya'ir terlalu sering).
📌 Dalam hadits Dari Amru bin Syu'aib dari bapaknya, dari Kakeknya (Abdullah bin Amru bin Ash) berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ تَنَاشُدِ الْأَشْعَارِ فِي الْمَسْجِدِ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang melantunkan syair-syair di MASJID.“ (hasan, HR. At-Tirmidzi, no. 296 dihasankan oleh Syeikh Al-Albani dan lainnya)
2⃣. Sesekali Waktu Saja, Sebagaimana hadits berikut;
📌 Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:
أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرَّ بِحَسَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ، فَلَحَظَ إلَيْهِ، فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أُنْشِدُ، وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ.
Artinya: "bahwa 'Umar radhiyallahu 'anhu melewati Hassan yang tengah bersyair di dalam masjid kemudian beliau memandangnya (sebagai bentuk pengingkaran). Maka Hassan berkata, “Aku juga pernah bersyair dan di dalamnya ada seorang yang lebih utama darimu (Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam).”
[shahih, HR. Bukhari, tidak. 3212 dan Muslim, no. 2485]
Hadits diatas Terkait larangan dari Umar - karena tak terbiasa mendengarkan sebagian sahabat Nabi menyenandungkan sya'ir di masjid - (sejak masa Nabi hingga Umar menjadi khalifah). Sehingga yang dilantunkan oleh sebagian sahabat adalah sesekali waktu saja.
3⃣. Tidak terlalu sering menyenandungkan sya'ir di masjid agar tidak menyerupai tempat klub / panggung yang didalamnya senantiasa dilantunkan sya'ir-sya'ir.
Dalam Arsyif Multaqa Ahlil Hadits (jilid 13/ hal 373):
أن لا يكون غالبا في المسجد، وينشغل الناس به عن غيره مما وضعت المساجد من أجله، ولكي لايكون المسجد مكانا مثل النوادي الأدبية، وأسواق الجاهلية....
وقد جاء النهي من النبي صلى الله عليه وسلم عن كثرة الإنشغال بإنشاد لشعر. عن ابن عمر رضي الله عنهما مرفوعا: لأن يمتلئ جوف أحدكم قيحا خير له من أن يمتلئ شعرا. متفق عليه
Terjemahannya: "Hendaknya menyenandungkan sya'ir terlalu tidak sering dilakukan di masjid, sehingga membuat orang-orang ikut sibuk melantunkan sya'ir dan melalaikan tujuan utama didirikannya Masjid (yaitu tempat ibadah).
Selain itu, agar masjid tidak menjadi tempat yang menyerupai tempat/ panggung klub-klub sastra (sya'ir) maupun pasar-pasar (yang dipenuhi sya'ir) di zaman Jahiliyah."
Sungguh telah datang Hadits dari Nabi tentang larangan memperbanyak melantunkan sya'ir (secara umum - baik di masjid ataupun dimana saja), sebagaimana dalam Hadits Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:
yang Artinya: "Lebih baik salah seorang dari kalian memenuhi perutnya dengan nanah daripada ia penuhi dengan Sya’ir’.” (shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Begitupula Imam Al-Bukhari menyebutkan hadits Ibnu Umar diatas, didalam Kitab Shahihnya dengan judul bab:
باب ما يكره أن يكون الغالب على الإنسان الشعر حتى يصده عن ذكر الله والعلم والقرآن
Terjemahannya: "Bab: Makruh (dibenci/tidak disukai) jika syair lebih dominan (menguasai) diri seseorang, sehingga syair tersebut melalaikannya dari dzikrullah (mengingat Allah), ilmu, dan Al-Qur'an."
Referensi:
Muttafaqun Alaih, Bukhari dan Muslim
Al-Jami' / As-Sunan, Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
🍂☘🍃🍂☘🍃🍂☘🍃🍂
TAK PERLU SERING-SERING MENYENANDUNGKAN SYA'IR- SYA'IR DI MASJID
1⃣. Hal ini dikarenakan Nabi melarangnya, jikalau keseringan. Dan hukumnya bisa di Makruhkan (tatkala melantunkan sya'ir terlalu sering).
📌 Dalam hadits Dari Amru bin Syu'aib dari bapaknya, dari Kakeknya (Abdullah bin Amru bin Ash) berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ تَنَاشُدِ الْأَشْعَارِ فِي الْمَسْجِدِ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang melantunkan syair-syair di MASJID.“ (hasan, HR. At-Tirmidzi, no. 296 dihasankan oleh Syeikh Al-Albani dan lainnya)
2⃣. Sesekali Waktu Saja, Sebagaimana hadits berikut;
📌 Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:
أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرَّ بِحَسَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ، فَلَحَظَ إلَيْهِ، فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أُنْشِدُ، وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ.
Artinya: "bahwa 'Umar radhiyallahu 'anhu melewati Hassan yang tengah bersyair di dalam masjid kemudian beliau memandangnya (sebagai bentuk pengingkaran). Maka Hassan berkata, “Aku juga pernah bersyair dan di dalamnya ada seorang yang lebih utama darimu (Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam).”
[shahih, HR. Bukhari, tidak. 3212 dan Muslim, no. 2485]
Hadits diatas Terkait larangan dari Umar - karena tak terbiasa mendengarkan sebagian sahabat Nabi menyenandungkan sya'ir di masjid - (sejak masa Nabi hingga Umar menjadi khalifah). Sehingga yang dilantunkan oleh sebagian sahabat adalah sesekali waktu saja.
3⃣. Tidak terlalu sering menyenandungkan sya'ir di masjid agar tidak menyerupai tempat klub / panggung yang didalamnya senantiasa dilantunkan sya'ir-sya'ir.
Dalam Arsyif Multaqa Ahlil Hadits (jilid 13/ hal 373):
أن لا يكون غالبا في المسجد، وينشغل الناس به عن غيره مما وضعت المساجد من أجله، ولكي لايكون المسجد مكانا مثل النوادي الأدبية، وأسواق الجاهلية....
وقد جاء النهي من النبي صلى الله عليه وسلم عن كثرة الإنشغال بإنشاد لشعر. عن ابن عمر رضي الله عنهما مرفوعا: لأن يمتلئ جوف أحدكم قيحا خير له من أن يمتلئ شعرا. متفق عليه
Terjemahannya: "Hendaknya menyenandungkan sya'ir terlalu tidak sering dilakukan di masjid, sehingga membuat orang-orang ikut sibuk melantunkan sya'ir dan melalaikan tujuan utama didirikannya Masjid (yaitu tempat ibadah).
Selain itu, agar masjid tidak menjadi tempat yang menyerupai tempat/ panggung klub-klub sastra (sya'ir) maupun pasar-pasar (yang dipenuhi sya'ir) di zaman Jahiliyah."
Sungguh telah datang Hadits dari Nabi tentang larangan memperbanyak melantunkan sya'ir (secara umum - baik di masjid ataupun dimana saja), sebagaimana dalam Hadits Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:
yang Artinya: "Lebih baik salah seorang dari kalian memenuhi perutnya dengan nanah daripada ia penuhi dengan Sya’ir’.” (shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Begitupula Imam Al-Bukhari menyebutkan hadits Ibnu Umar diatas, didalam Kitab Shahihnya dengan judul bab:
باب ما يكره أن يكون الغالب على الإنسان الشعر حتى يصده عن ذكر الله والعلم والقرآن
Terjemahannya: "Bab: Makruh (dibenci/tidak disukai) jika syair lebih dominan (menguasai) diri seseorang, sehingga syair tersebut melalaikannya dari dzikrullah (mengingat Allah), ilmu, dan Al-Qur'an."
Referensi:
Muttafaqun Alaih, Bukhari dan Muslim
Al-Jami' / As-Sunan, Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
🍂☘🍂☘🍂☘🍂☘🍂☘
Didikan dari Rasulullah kepada anak-anak yang melempari kurma tetangga, didoakan kebaikan.
Dari Rofi' bin Amr Al-Ghifari Radhiyallahu anhu berkata:
كنت غلاما أرمي نخل الأنصار فأتي بي النبي - صلى الله عليه وسلم - فقال : "يا غلام ! لم ترمي النخل ؟ " قلت : آكل . قال : " فلا ترم ، وكل مما سقط في أسفلها " ثم مسح رأسه فقال " اللهم أشبع بطنه " .
Artinya: "Ketika aku masih kecil, aku suka melempari pohon kurma milik kaum Anshar. Maka hal ini dilaporkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Ada anak yang suka melempari pohon kurma kami." Aku pun dibawa menghadap Nabi. Beliau bertanya: "Hai anak kecil, mengapa kamu melempar pohon kurma?" 
Aku jawab, "Untuk aku makan." Beliau bersabda, "Jangan melempari pohon kurma, Makanlah apa yang jatuh di bawah." Kemudian beliau mengusap kepalaku dan berdoa, "Ya Allah kenyangkan /tenangkanlah perutnya."
(HR. Ibnu Abid Dun-ya dalam kitab al-Iyal. Diriwayatkan juga Abu Daud dan Ibnu Majah  Ahmad dan al-Baihaqi dalam kitab as Sunan al-Kubra. At-Tirmidzi berkata: Hasan Shahih Gharib).
🟢 Keterangan Ulama':
Disebutkan dalam Murqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih (jilid 5/ hal 197):
"وكل مما سقط في أسفلها" ) أي : لأن العادة جارية غالبا بمسامحة الساقط للاقط، لا سيما للصغار المائلين إلى الثمار
Terjemahannya: "Sabda Nabi: (Makanlah apa yang telah jatuh di bawah), maksudnya: bahwa secara adat/ kebiasaan (di Madinah) yang berlaku - umumnya - adalah pemilik mengikhlaskan buah-buahan yang jatuh untuk siapa saja yang memungutnya, terutama bagi anak-anak kecil yang sangat menyukai buah-buahan."
Kesimpulannya, jika di suatu daerah yang sudah berlaku adat kebiasaan, ketika buah jatuh karena diterpa angin - lalu pemiliknya mengikhlaskannya - kepada siapa saja yang memungutnya maka bisa diambil.
Namun jika di suatu daerah yang sudah berlaku adat kebiasaan, ketika buah jatuh karena diterpa angin - lalu pemiliknya tidak merelakan nya, atau memarahinnya - kepada siapa saja yang memungutnya maka jangan diambil, atau bisa diambil dengan cara membelinya (melalui transaksi akad jual beli).
Referensi:
Al-Iyal, karya Ibnu Abid Dun-ya
As-Sunan, karya Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah
Al-Musnad, Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal As-Syaibani
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
🍂☘🍂☘🍂☘🍂☘🍂☘
Dzikir Rukuk dan Sujud, yang lengkap isinya (berupa 3 lafadz Dzikir: TASBIH, TAHMID DAN ISTIGHFAR).
Tasbih: Subhanakallahumma Robbana,
Tahmid: Wa bi Hamdika
Istighfar: Allahummagh firli
Dari Aisyah radhiyallahu anha mengatakan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ
Artinya: “Saat rukuk dan sujud, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak membaca doa: ‘SUBHAANAKALLOHUMMA ROBBANAA, WA BIHAMDIKA, ALLOHUMMAGH-FIRLII
(maknanya: Mahasuci Engkau Ya Allah, Rabb kami dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku)’, ini sebagai pengamalan perintah Al-Qur’an.”
(shahih, HR. Bukhari, no. 4968 dan Muslim, no. 484))
Nabi selalu membaca dzikir diatas saat rukuk dan sujud sejak turun surat An-Nashr, ayat 1-3. yang pada intinya berisi tentang: Tasbih (fasabbih), Tahmid (bihamdi Robbika), dan Istighfar (was taghfirh), Setelah peristiwa Fathu Makkah/ penaklukan kota Makkah (dengan di kalahkannya kaum musyrikin Quraisy, dan berbondong-bondongnya mereka untuk masuk islam).
Terkait surat An-Nashr (ayat 1-3), Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ - ١ وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ - ٢ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا - ٣
Artinya: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat." (QS. An-Nashr, ayat 1-3)
Disebutkan dalam hadits, dari A'isyah Radhiyallahu Anha berkata:
مَا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةً بَعْدَ أَنْ نَزَلَتْ عَلَيْهِ: {{إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ *}} [النصر: 1] إِلاَّ يَقُوْلُ فِيْهَا: «سُبْحَانَكَ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي»
Artinya: “Setelah turun surah An-Nashr, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat lalu rutin membaca ‘SUBHAANAKA ROBBANAA, WA BIHAMDIKA, ALLOHUMMAGH-FIRLII’ (maknanya: Maha suci Engkau, Rabb kami dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku).” (shahih, HR. Bukhari, no. 4667 dan Muslim, no. 219, 484)
Keterangan Ulama':
Disebutkan dalam Mawqi' Durarus Saniyyah:
وتُخبرُ أمُّ المُؤمِنينَ عائشةُ رَضِيَ اللهُ عنها أنَّه صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان بذلك يَتأوَّلُ القرآنَ، يعني: يَفْعَلُ ما أُمِر به فيه، فيَتأوَّلُ ما جاءَ في القُرآنِ مِن الأمْرِ بالتَّسبيحِ والاستِغْفارِ في نحوِ قولِه تعالى: {فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ} [النَّصْر: 3]. وفي الحَديثِ: الدُّعاءُ في الرُّكوعِ والسُّجود.
Terjemahannya: "Dan Ummul Mukminin A'isyah mengabarkan bahwa dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan (dzikir) itu, sebagai pengamalan dari perintah Al-Qur’an, yang mana beliau menafsirkan dari apa yang datang dari Al-Qur'an terkait perintah bertasbih dan beristighfar, sebagaimana dalam firman Allah: "(Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya)". [QS. An-Nashr: 3]. Dan dalam hadits (diatas terdapat faedah) tentang: Doa disaat rukuk dan sujud."
Dan juga terdapat lafadz dzikir lainnya; saat rukuk (subhana rabiyal adzim), dan saat sujud (subhana rabiyal a'la). dan masih banyak dzikir-dzikir lainnya saat rukuk dan sujud.
Referensi:
Al-Qur'anul Karim, surat An-Nashr
Muttafaqun Alaih, Imam Bukhari dan Muslim
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
🍂☘🍃🍂☘🍃🍂☘🍃🍂
MEMANJANGKAN KUKU TERMASUK MENYELISIHI SUNNAH NABI
1⃣. Hadits Abu Hurairah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ
Artinya: “Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”
(shahih, HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)
2⃣. Hadits Anas
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata:
وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً. وفي لفظ أحمد: فِي كُلِّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مَرَّةً.
Artinya: “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam. (Dalam lafadz imam Ahmad: ...tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (shahih, HR. Muslim (no. 258), At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad).
🟢 Keterangan Ulama':
📌 Imam An-Nawawi Rahimahullah menyebutkan:
فمعناه: ألا تترك تركا يتجاوز به أربعين
Terjemahannya: "Yang dimaksud hadits ini adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari" (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133).
📌 Syeikh Ibnu Baz Rahimahullah berkata:
"تطويل الأظافر خلاف السنة، ولا يجوز أن تترك أكثر من أربعين ليلة، وتطويلها فيه تشبه بالبهائم وبعض الكفرة"
Terjemahannya: "Memanjangkan kuku termasuk menyelisihi sunnah, hendaknya tidak dibiarkan panjang lebih dari 40 hari, dan memanjangkan kuku juga bisa tasyabbuh/ menyerupai binatang dan sebagian orang kafir." (Majmu' Fatawa Syeikh Ibnu Baz (10/ 49))
📌 Disebutkan dalam Mawqi' Durarus Saniyyah':
وفي هذا الحديثِ يُخبِرُ أنَسُ بنُ مالِكٍ رَضيَ اللهُ عنه أنَّ رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ -كما في روايةِ أبي داودَ والنَّسائيِّ- حَدَّدَ لأصحابِه رَضيَ اللهُ عنهم -وللمُسلِمينَ عامَّةً- مُدَّةً زَمنيَّةً في أربعةِ أشياءَ ألَّا يَزيدَ تَركُها عن أربعينَ يومًا
Terjemahannya: "Dalam hadits ini Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam - seperti dalam riwayat Abu Dawud dan Al-Nasa'i - diperuntukkan bagi para sahabatnya radhiyallahu 'anhum - dan juga bagi umat Islam pada umumnya -: Jangka waktu untuk empat hal diatas, tidak boleh dibiarkan lebih dari empat puluh hari."
Referensi:
Muttafaqun Alaih, Bukhari dan Muslim
As-Sunan, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah
Al-Musnad, Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal
Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour: Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info/nasihat/poster/artikel/kajian/ilmu GRATIS melalui channel:
https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32
🌴 INFO KHUTBAH JUM’AT 🌴

Tanggal : Jum'at, 16 Oktober 2026
Tema : Kaum Yang Pelit
Khatib & Imam : Ustadz Farhan Abu Furaihan
🕌 Masjid At Taqwa (Lottemart Head office)
Jl. Lingkar Luar Selatan, kav. 5 & 6 Ciracas Jakarta Timur
📍 https://maps.app.goo.gl/w3BgXtShQymtMHMa8

========================

Mari kita ikut Ta'awun / Fastabiqul Khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa

Atau

Menjadi Donatur / Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

========================

☎️ Informasi
📞/WA : 08118083083

☎️ CP
📞/WA Ikhwan : 08118093093
📞/WA Akhwat : 081317889282

Diselenggarakan Oleh Maa Haadzaa dan Amar Ammar

Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu melalui:

Follow Instagram
http://bit.ly/instagram_MH
Subscribe YouTube
http://bit.ly/youtube_MH
Like Facebook Fans Page
http://bit.ly/facebook_MH
Join Channel Telegram
http://bit.ly/Telegram_MH
Join Channel Whatsapp
https://bit.ly/ChannelMH
Follow Twitter http://bit.ly/twiter_MH
Website https://www.maahaadzaa.com

Silahkan disebarluaskan tanpa mengubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.

#maahaadzaa (https://www.instagram.com/explore/tags/maahaadzaa/)
#khutbahjumat (https://www.instagram.com/explore/tags/khutbahjumat/)
#kajiansunnah (https://www.instagram.com/explore/tags/kajiansunnah/)
#masjidsunnahjakarta (https://www.instagram.com/explore/tags/masjidsunnahjakarta/)
🌴 INFO KHUTBAH JUM’AT 🌴

Tanggal : Jum'at, 16 Oktober 2026
Tema : Kaum Yang Pelit
Khatib & Imam : Ustadz Farhan Abu Furaihan
🕌 Masjid At Taqwa (Lottemart Head office)
Jl. Lingkar Luar Selatan, kav. 5 & 6 Ciracas Jakarta Timur
📍 https://maps.app.goo.gl/w3BgXtShQymtMHMa8

========================

Mari kita ikut Ta'awun / Fastabiqul Khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa

Atau

Menjadi Donatur / Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

========================

☎️ Informasi
📞/WA : 08118083083

☎️ CP
📞/WA Ikhwan : 08118093093
📞/WA Akhwat : 081317889282

Diselenggarakan Oleh Maa Haadzaa dan Amar Ammar

Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu melalui:

Follow Instagram
http://bit.ly/instagram_MH
Subscribe YouTube
http://bit.ly/youtube_MH
Like Facebook Fans Page
http://bit.ly/facebook_MH
Join Channel Telegram
http://bit.ly/Telegram_MH
Join Channel Whatsapp
https://bit.ly/ChannelMH
Follow Twitter http://bit.ly/twiter_MH
Website https://www.maahaadzaa.com

Silahkan disebarluaskan tanpa mengubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.

#maahaadzaa (https://www.instagram.com/explore/tags/maahaadzaa/)
#khutbahjumat (https://www.instagram.com/explore/tags/khutbahjumat/)
#kajiansunnah (https://www.instagram.com/explore/tags/kajiansunnah/)
#masjidsunnahjakarta (https://www.instagram.com/explore/tags/masjidsunnahjakarta/)
LIVE STREAMING

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk ilmu sampai pada kita dan keluarga.

🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
📝 Akhlak Malu
🕌 Lokasi: Studio Lorong Faradisa Jember
📸 Link kajian:
Youtube
https://youtube.com/live/0AZGhRDMhwQ?feature=share

Facebook
https://www.facebook.com/share/v/19jYA7gcFF/


-[ ] ✅ Silahkan menyimak Insya Allah mendapat ilmu & manfa'at.
📚📚

========================
Mari kita ikut ta'awun/fastabiqul khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa
Atau
Menjadi Donatur/Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per bulan atau per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah
========================

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

Baarakallahu fiikum
LIVE STREAMING

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk ilmu sampai pada kita dan keluarga.

🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
📚 Kitab Lubaabut Tafsir Ibni Katsir
📝 Tafsir Surah At - Taghabun
🕌 Lokasi: Studio Lorong Faradisa Jember
📸 Link kajian:
Youtube
https://youtube.com/live/HGqM2i2afyk?feature=share

Facebook
https://www.facebook.com/share/v/1E7uHwj5EC/


-[ ] ✅ Silahkan menyimak Insya Allah mendapat ilmu & manfa'at.
📚📚

========================
Mari kita ikut ta'awun/fastabiqul khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa
Atau
Menjadi Donatur/Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per bulan atau per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah
========================

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

Baarakallahu fiikum
LIVE STREAMING

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk ilmu sampai pada kita dan keluarga.

🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
📚 Kitab Tauhid
📝 Al-Haudh
🕌 Lokasi: Studio Lorong Faradisa Jember
📸 Link kajian:
Youtube
https://youtube.com/live/12k2w9-5-TA?feature=share

Facebook
https://www.facebook.com/share/v/19eXeKhKVt/


-[ ] ✅ Silahkan menyimak Insya Allah mendapat ilmu & manfa'at.
📚📚

========================
Mari kita ikut ta'awun/fastabiqul khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa
Atau
Menjadi Donatur/Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per bulan atau per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah
========================

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

Baarakallahu fiikum
Live Streaming Khutbah Jum'at Masjid At-Taqwa Lotte Head Office Jakarta 23 Oktober 2026 M | 12 Jumadil Awwal 1448 H
KEMULIAAN ILMU DAN ULAMA Ustadz Dr. Zaenal Abidin Bin Syamsudin, Lc. MM
Support by Ammar Tour https://www.youtube.com/live/_2erhS3l0QY?si=RQaqFfh5g8b4BYRg
LIVE STREAMING

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk ilmu sampai pada kita dan keluarga.

🎙 Pemateri: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
📚 Kitab Fikih Sirah Nabawiyah
📝 Perang Hunain dan Pengepungan Thaif
🕌 Lokasi: Studio Lorong Faradisa Jember
📸 Link kajian:
Youtube
https://youtube.com/live/uqAZ51JM25o?feature=share

Facebook
https://www.facebook.com/share/v/1DQF8YWXbF/


-[ ] ✅ Silahkan menyimak Insya Allah mendapat ilmu & manfa'at.
📚📚

========================
Mari kita ikut ta'awun/fastabiqul khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa
Atau
Menjadi Donatur/Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per bulan atau per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah
========================

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

Baarakallahu fiikum
LIVE STREAMING

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk ilmu sampai pada kita dan keluarga.

🎙 Pemateri: Ustadz Abdurrahman Zahier, B.B.A
📝 Menjadi Wanita Pilihan Allah
🕌 Kajian Muslimah Prapancar
📸 Link kajian:
Youtube
https://youtube.com/live/S8S4XGbO18k?feature=share

Facebook
https://www.facebook.com/share/v/19i1jkseDC/


-[ ] ✅ Silahkan menyimak Insya Allah mendapat ilmu & manfa'at.
📚📚

========================
Mari kita ikut ta'awun/fastabiqul khairat melalui
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Kode Bank : 451
No Rek : 444 444 2234
Atas Nama : Maa Haadzaa
Atau
Menjadi Donatur/Muhsinin Tetap Rp.10.000 per bulan atau Rp. 100.000 per bulan atau per tahun
No Rek : 7123196214
Atas Nama : Maa Haadzaa Dakwah
========================

Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan hidayah dan menambah rizki yang halal dan berkah kepada kita semua... Aamiin...

Baarakallahu fiikum