MULTAQO IKHWAH WAL ASHAB
265 subscribers
43 links
Download Telegram
Forwarded from ANA
🎩🔥PARANORMAL BIKIN HIDUP ABNORMAL
( bagian kedua )
======================
☑️Dan Allah berfirman :
قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِى السَمَوَاتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلاَ اللَهُ وَمَا يَشْعُرُوْنَ أيَانَ يُبْعَثُونَ
" Katakanlah: "tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.”( An-Naml : 65)

🔘Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda :

“ Kunci ghaib itu ada lima tidak ada yang mengetahuinya melainkan hanya Allah saja; tidak ada seseorang yang mengetahui apa yang terjadi esok hari, dan tidak ada yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim, dan tidak ada yang mengetahui apa yang dikerjakan oleh seseorang esok hari dan tidak ada yang mengetahui dibumi mana ia wafat, dan tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan”(HR. Bukhori no.1039 dari sahabat Abdullah Ibnu Umar)

🔵 Abnormal
〰〰〰〰〰
🎿🐾Bagai pepatah “ gunung kan ku daki lautan pun ku seberangi”, maka usaha paranormal seakan tak ada habisnya.

🚡Segala macam cara ditempuh untuk melariskan “dagangan” mereka. Bukankah sudah menjadi hal yang biasa kita dapati di surat kabar, televisi, internet, SMS dan media komunikasi yang lain, iklan – iklan yang mempromosikan layanan mereka. Iming – iming berupa ramalan masa depan yang baik, mudah mendapat pekerjaan dan jodoh, bahkan kaya mendadak seakan tiada henti dilancarkan. Dan ironisnya banyak orang terjerat didalamnya sehingga kehidupannya menjadi abnormal ( tidak normal/ tidak wajar ), mereka berharap bisa mencapai angan-angan namun ia petik dari prasangka sang pendusta, sungguh bagai pungguk merindukan bulan, angan – angan yang tak kan jadi kenyataan . . .

👍 Niat baik pemerintah untuk memberantas perudukunan patut mendapatkan apresiasi yang baik, pasalnya mereka sedang menggodok tentang RUU KUHP (rancangan kitab Undang –Undang hukum pidana) pasal 293 dalam pasal tersebut dikatakan : (1)Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan ghaib, memberitahukan harapan, menawarkan, atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang ,dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV. (2) Jika pembuat tindak pidana sebagaimana dimaksudkan pada ayat 1 melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, maka pidananya dapat ditambah 1/3( satu per tiga ).

👋🔨Namun untuk memperkarakannya tentu harus ada bukti yang konkrit, alasan inilah yang membuat pasal ini menuai kontrovensi.

📨Sebenarnya sangatlah mudah bagi seseorang yang mengimani kebenaran dari apa yang diucapkan oleh Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam melalui lisannya yang mulia, untuk mendapatkan bukti – bukti kejahatan mereka. Dalam hal ini Rasululloh mengajarkan kepada kita tentang bukti terbesar kesesatan para dukun dan yang semisal dengannya.

🖇Diantaranya ialah penipuan, ini adalah menu pamungkas yang kerap kali mereka sajikan. Tentu saja telah dikemas dengan rapi, sehingga orang yang datang kepada dukun dan paranormal tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban penipuan dan menerima sekian banyak kebohongan. Rasulullah telah bersabda akan hal ini : “ Para malaikat turun ke awan, kemudian mereka membicarakan sesuatu perkara yang telah ditetapkan diatas langit. Setan mencuri dengar pembicaraan itu, kemudian ia membisikkannya ke telinga dukun –dukun itu, lalu para dukun itu menambahkan padanya seratus kebohongan dari dirinya (HR. Bukhori dalam Shahihnya no.3210 dari sahabat ‘Aisyah)

📝( bersambung ) Abul Fida' Teguh
https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab
🎩🔥PARANORMAL BIKIN HIDUP ABNORMAL
( bagian ketiga - selesai -)
=========================
▪️Hukum mendatangi dukun
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✋Setelah kita mengetahui bahwa pada hakikatnya dukun, paranormal dan yang semisal dengan keduanya telah berbuat lancang dengan mengakui sesuatu yang menjadi kekhususan Allah saja yaitu pengetahuan akan ilmu ghaib dan kenyataan bahwa kebenaran ucapan mereka hanya satu diantara seratus kebohongan yang mereka buat, lantas bagaimana syari’at mengatur masalah ini ? bolehkah kita kaum muslimin mendatangi mereka sekedar untuk mendengar bukan untuk meyakini?

✍ Terdapat 4 rincian dari para ulama tentang permasalahan ini :

1⃣ : Mendatangi dengan membenarkan apa yang mereka ucapakan dari perkara ghaib. Perbuatan meyakini bahwa para dukun mengetahui ilmu gaib inilah yang dapat menyebabkan pelakunya terjatuh dalam kufur akbar ( kekafiran yang besar ), karena perkara ghaib adalah hal yang khusus bagi Allah saja. Berkata Al-Munawi : “ Sesungguhnya seseorang yang mendatangi dukun kemudian meyakini apa yang ia ucapkan dalam perkara ghaib adalah kufur, adapun kalau menyakini bahwa berita tersebut datang melalui perantara seperti jin atau malaikat maka dari sisi ini tidaklah kufur pelakunya.” ( Faidhul Qodhir, 6/23 )

2⃣ : Mendatangi dengan menyakini bahwa berita yang datang adalah dari para syaithon.

▶️Maka pelakunya terkena dua hukuman ; pertama yaitu tidak diterima shalatnya selama 40 hari, dan yang kedua dia telah menkufuri dari syariat Nabi Muhammad shallahu ‘alahi wasallam yaitu kufur asghor( tidak mengeluarkan pelakunya dari islam) sebagaimana Rasulullah shallahu’alahi wasallam bersabda : “ Barang siapa datang kepada tukang ramal lalu ia mempercayai apa yang dikatakannya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.” (HR.Muslim no.125 ) Dan sabda beliau shallahu ‘alahi wasallam : “ Barang siapa yang mendatangi dukun , kemudian mempercayainya maka sungguh ia telah menkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad .”( dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam As-shahihah no.3387 )

✔️Dan yang menunjukkan pula bahwa perkara ini dikatakan kufur asghor adalah dari tidak diterima shalatnya selama 40 hari, seandainya hal ini adalah kufur akbar niscaya tidak akan diterima shalatnya selama – lamanya sampai ia masuk islam kembali ( Al-Ikmal Bi Takrib Syarh Nawaqidhul Islam karya Syaikh Abdul Aziz Alu Rois hlm. 40 )

3⃣: Sekedar mendatangi tanpa mempercayainya. Demi menutup perkara – perkara yang dapat membahayakan agama seorang muslim maka diharamkan perbuatan ini. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Muawiyah bin Al-Hakam As-Salmi ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam “ Wahai Rasulullah sesungguhnya diantara kalangan kita ada yang mendatangi dukun ?” Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam menjawab : “ Jangan datangi mereka !”( HR. Muslim no.537 )

4⃣ : Mendatangi dalam rangka menguji (menanyakan apakah dia jujur atau tidak, bukan untuk mengambil ucapannya). Hal ini dibolehkan sebagaimana yang diceritakan oleh Abdullah ibnu Umar bahwa Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam mendatangi Ibnu Shoyad ( seorang dajjal dari kalangan yahudi) untuk melihat kedustaannya dan membantahnya ( Mutafaqun ‘alahi ). Tentunya hal ini dilakukan oleh seseorang yang memiliki bekal ilmu agama yang kuat sehingga dia bisa membentengi diri dari terpengaruh ucapan si dukun bahkan ia bisa membantahnya.
Akhirnya, hanya kepada Allah lah kita memohon agar dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, serta kepada Nya kita meminta agar senantiasa terjaga dari perkara – perkara yang menjatuhkan dalam kekafiran baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sengaja.

الَلهُمَ اِنِيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَالآ أَعْلَمُ

“Ya Allah aku berlindung kepada-MU dari berbuat kesyirikan dalam keadaan aku mengetahuinya dan aku memohon ampun kepada-MU dari apa yang tidak aku ketahui”. Wallahu ‘alam bis showab. ( Abul Fida' Teguh )

📲Join https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
🌴🖋TAKDIR DIIMANI, HIDUP PUN TERASA LAPANG TUK DIJALANI
( bagian pertama )
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

▪️Termasuk dari rukun iman dan kaidah pokok ihsan adalah seorang beriman terhadap takdir atau ketentuan Allah baik yang berupa kebaikan atau keburukan. Terdapat nash dari al- qur’an dan sunnah serta kesepakatan para ulama yang menunjukkan tentang perkara ini, diantaranya firman Allah ta’ala :

وَكَانَ أَمْرُ اللَهِ قَدَرًامَقْدُوْرًا

“ Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.”
(Al-Ahzab : 28 )

🔻Dan juga firman-Nya :

إِنَا كُلَ شَيءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
( Al-Qomar : 49 )

🔸Dan Allah berfirman :
وَخَلَقَ كُلَ شَيْءٍ فَقَدَرَهُ تَقْدِيْرًا

“ Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”
( Al- Furqoon : 2 )

☑️Adapun dari sunnah adalah Sabda nabi shallahu ‘alahi wasallam ketika malaikat Jibril bertanya tentang iman, bahwa iman adalah engkau beriman kepada Allah dan iman kepada Malaikat dan iman kepada kitab – kitab dan para Rasul dan hari akhir serta beriman terhadap takdir baik maupun buruk.
✋Dan telah dinukilkan kesepakatan(ijma’) wajibnya seorang untuk beriman kepada perkara takdir baik dan buruknya diantaranya oleh Imam Nawawi dalam syarah shahih muslim 1/155.

📩 Berkata Abdullah ibnu Abbas : “ Takdir adalah rangkaian dari tauhid, siapa yang mentauhidkan Allah dan beriman terhadap takdir maka sempurnalah tauhidnya, dan barangsiapa yang mentauhidkan Allah namun mendustai takdir maka berkuranglah tauhidnya.” ( As-syariah karya Al-Ajuuri hlm 210 )

🚪Hasan al – Bashri mengatakan : “ Barang siapa yang mendustai takdir sungguh ia telah mendustai islam.” (Syarah I’tiqod ahlu sunnah : 4/682 ).

📊Dahulu dan pada masa kita ini manusia secara fitroh mengakui adanya takdir, bahkan tidaklah ada pengingkaran dan penafian terhadap takdir dari para musyrikin sekalipun, Akan tetapi yang ada adalah kesalahpahaman dalam memahami takdir, oleh karena itu Allah berfirman :

سَيَقُوْلُ الَذِيْنَ اَشْرَكُوْا لَوْشَاءَ الَلهُ مَا اَ شْرَكْنَا وَ لاَاَ بَاؤَنَا
“ Orang-orang yang mempersekutukan Allah, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya Kami dan bapak-bapak Kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) Kami mengharamkan barang sesuatu apapun." ( Al-An’am : 48 ).

✔️Nampak dalam ayat ini penetapan kaum musyrikin kepada masyiah (kehendak) Allah, akan tetapi alasan ini sebenarnya untuk membenarkan perbuatan syirik yang mereka lakukan.maka Allah jelaskan bahwa keadaan mereka itu sama dengan orang – orang sebelum mereka Allah berfirman :

كَذَلِكَ كَذَبَ الَذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَى ذَاقُوْا باْسَنَا قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا اِنْ تَتَبِعَوْنَ اِلاَ الظَنَ وَ انْ اَنْتُمْ اِلاَ تَخْرُصُونَ

“ Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada kami?" kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta."
(Al- An’am : 48 )

( Bersambung ) Abul Fida'
📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙
🌴🖋TAKDIR DIIMANI, HIDUP PUN TERASA LAPANG TUK DIJALANI
( bagian kedua )
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔰Empat Rukun Di Dalam Iman Kepada Takdir
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
🔰Untuk kesempurnaan dalam iman terhadap takdir terdapat empat rukun yang wajib seseorang untuk menyakininya, bila ia alpa salah satu dari empat rukun ini berarti keimanannya berkurang pula.

1⃣Yang pertama adalah ilmu,yaitu beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi, mengetahui yang ada dan tidak ada,mengetahui yang mungkin dan mustahil, dan Dia Allah mengetahui tingkah laku seorang hamba ,ajal, ,rizki,dan siapa dari mereka yang akan menjadi penduduk surga dan neraka. Allah berfirman :

لِتَعْلَمُوْا أَنَ الَلهَ عَلَى كُلِ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ أَنَ الَلهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِ شَيْءٍ عِلْمًا

“ Agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Ath-Thalaaq : 14 )

🔽Diriwayatkan oleh Imam Bukhori no.1383 dan Muslim no.2660 dari sahabat Ibnu Abbas : Rasulullah pernah ditanya tentang keadaan anak – anak musyrikin ( yang meninggal sebelum baligh ) beliau shallahu ‘alahi wasallam menjawab : “ Allah apabila telah menciptakan mereka, maha mengetahui apa yang mereka lakukan.” Maksudnya Allah mengetahui yang beriman dan kufur tehadap-Nya bila mereka hidup dan mencapai usia baligh.

2⃣Yang kedua adalah al- kitaabah ( penulisan ),yaitu beriman bahwa Allah telah mencatat di lauh mahfuzh apa – apa yang keilmuan Allah meliputinya berupa takdir para makhluk sampai hari kiamat kelak. Allah berfirman :

تَعْلَمْ أَنَ الَلَهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَمَاءِ وَ الاَرْضِ اِنَ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ اِنَ ذَلِكَ عَلَى اللَهِ يَسِيْرٌأَلَمْ

“ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj : 70 )

▪️Dan Allah berfirman :

لَنْ يُصِيْبَنَا اِلاَ مَا كَـتَبَ اللَهُ لَنَا قُلْ

“ Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. “ (At-Taubah : 51 )

🔹Dalam hadits shahih dari sahabat Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda “ Tidaklah ada suatu jiwa yang bernafas melainkan telah tertulis oleh Allah dari tempatnya di surga atau neraka, melainkan pula telah tertulis di dalamnya celaka atau bahagia .” ( HR. Bukhori no.1362, Muslim no. 2647 )

🌾Berkata Ibnul Qoyyim : “ Dan telah ijma’ para sahabat dan tabi’in dan segenap ahlu sunnah wal jamaah,bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini kecuali telah termaktub pada ummul kitab yaitu lauh mahfuzh.” ( Syifaaul ‘Alil hlm : 89 )

3⃣Rukun ketiga dari rukun iman kepada takdir adalah al-masyiiah ( kehendak ) terkandung di dalam rukun ini beriman dari kehendak Allah yang terlaksana, dan kekuasaan Allah yang maha luas, apa yang Allah kehendaki terjadi,dan bila tidak menghendaki tidak akan terjadi, dan tidaklah seorang hamba bergerak atau diam, dan tidak pula mendapat petunjuk dan tersesat melainkan semua dengan kehendak Allah ta’ala.

▪️Allah berfirman :

وَرَبُكَ يَخْلُقُ مَايَشَاءُوَ يَخْتَارُ مَاكَانَ لَهُمُ الخٍيَرَةُ سُبْحَانَ اللَهِ عَمَا يُشْرِكُوْنَ

“ Dan Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (Al-Qashash: 68 )

▪️Dalam shahih Muslim no. 2654 dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Rasulullah shallahu’alahi wasallam bersabda : “ Sesungguhnya hati para bani Adam terletak diantara dua jemari dari Jari – Jemari Ar-Rahman seperti hati yang satu. Allah berkehendak memalingkan hati tersebut sesuai yang Ia inginkan.”

( bersambung )
📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰
🌴✒️TAKDIR DIIMANI, HIDUP PUN TERASA LAPANG TUK DIJALANI
( bagian ketiga - selesai - )
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

4⃣Dan berikut rukun yang terakhir dari rukun iman terhadap takdir yaitu al- kholqu (ciptaan ) yang mana seseorang harus beriman bahwa segala sesuatu yang ada adalah makhluk Allah baik dzatnya ,sifatnya ,dan tingkah lakunya,dan bahwasannya setiap segala sesuatu selain Allah adalah ada dari yang tidak ada. Allah berfirman :

اللَهُ خَالِقُ كُلِ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِ شَيْءٍوَكِيْلٌ

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia m emelihara segala sesuatu.” (Az-Zumar : 62)

▪️Dari sahabat Hudzaifah bahwa Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda : “ Sesungguhnya Allah menciptakan segala pencipta dan ciptaannya.” Dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani dalam shahih al-jami’ no.1777.

✋🔐Akhirnya, sungguh beruntunglah seorang mukmin yang mengimani takdir dengan benar, karena tentunya kehidupan yang dijalani menjadi lapang. Ia bersemangat dalam kebaikan karena memahami bahwa Allah juga menetapkan adanya kehendak pada makhluk Nya, dan disisi yang lain ia tidak lupa berserah diri kepada Nya setelah usaha yang dilakukan karena keyakinannya bahwa kehendak Allah diatas segalanya.

👋 🚡Maka adakah kehidupan yang lebih indah dari seseorang yang menyandarkan dirinya pada ketetapan Allah Dzat Yang Maha Kuasa . . . Wallohu a’lam bis showab
( Abul Fida ' Teguh )

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐
📈📂BEGINI JADINYA BILA SALAH MEMAHAMI TAKDIR
( bagian pertama )
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

✋Keimanan kepada takdir terbukti dapat membuahkan pengaruh yang baik terhadap keadaan hati seorang hamba yang menjadikannya ringan dalam menjalani kehidupan.

💢 Hal tersebut dikarenakan, apabila seseorang beriman kepada segala ketentuan Sang Maha Kuasa maka ia akan bersyukur kepada-Nya ketika mendapatkan kesenangan , dan sebaliknya dia tidak menyesal atau sedih tatkala catatan takdir menentukan malapetaka kepadanya. Bahkan rasa tenang akan meliputi jiwa sehingga ia bisa melihat musibah sebagai sesuatu yang positif dan mengambil hikmah dari berbagai kejadian.

❌🔥 Namun nestapa bagi hamba yang tidak menggali lebih dalam dari makna iman kepada takdir, kesedihan dan kegundahan terus menerus menyelimutinya sehingga dibukakan segala pintu – pintu keburukan oleh syaithon yang membuatnya menuai benih- benih dosa disisi Robbal ‘alamin karena penentangan dan rasa tidak terimanya terhadap ketetapan Sang Khaliq.

⏺ Para pembaca yang dirahmati oleh Allah, berikut ini beberapa kesalahan dalam takdir berupa keyakinan, ucapan serta perbuatan yang sering terjadi di kalangan kaum muslimin. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita dan kaum muslimin semuanya.

1⃣ Meninggalkan sebab dan bersandar kepada catatan takdir, ini adalah kesalahan dan kesesatan yang nyata karena mengambil sebab termasuk dari kesempurnaan iman kepada qodho dan qodar. Terdapat perintah didalam al-qur’an dan sunnah untuk seorang mengambil sebab-sebab yang dibolehkan dalam berbagai segi dari kehidupannya. Sebagaimana kita diperintah untuk bekerja dan mencari rizki, mempersiapkan bekal untuk safar dan yang lainnya. Allah berfirman :

فَاِذَا قُضِيَتُ الصَلاَةُ فَانْتَشِرُوْا فِي الْاَرْضِ وَابْتَغُوامِنْ فَضْلِ اللَهِ وَاذْكُرُاللَهَ كَثِيْرًا لَعَلَكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“ Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah : 10)

▪️Dan Allah berfirman memerintahkan untuk berbekal bagi orang – orang yang safar dalam haji :

وَتَزَوَدُوْا فَاِنَ خَيْرَ الزَادِ التَقْوَى

“ Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” ( QS.al-Baqoroh : 197 )

▪️Dan Rasullulah bersabda : “ Bersungguh - sungguhlah atas apa yang bermanfaat bagimu,dan minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah engkau lemah, apabila tertimpa sesuatu atasmu maka janganlah engkau mengucapkan : Seandainya aku melakukan ini niscaya ini dan itu,akan tetapi katakanlah : Qodarullah wa ma syaa a fa’al, karena ucapan “seandainya” membuka pintu syaithon.”(HR.Muslim no.2664)

👉Syaikhul islam Ibnu Taimiyah menjelaskan tentang hadits ini : “ Maka diperintah untuk bersemangat dalam hal yang bermanfaat bagi seseorang , dan meminta tolong kepada Allah,dan dilarang untuk lemah yaitu bersandar kepada takdir, kemudian diperintahkan pula apabila tertimpa sesuatu atasnya jangan ia putus asa dari apa yang telah luput,akan tetapi hendaknya ia melihat kepada takdir serta tunduk kepada perintah Allah,” ( Majmu’ Fatawa : 8/ 284 – 285)

✒️Pribahasa Toraja (provinsi Sulawesi Selatan ) mengatakan: “ Mulut tidak terbuka sebelum keringat tumpah terlebih dahulu.” Artinya ; Rezeki tak akan datang dengan sendirinya sebelum yang bersangkutan bekerja keras.

( bersambung insya Allah )
📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌾💉 Penawar Sejati Tuk Penyakit Hati
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

☑️ Allah ta' ala berfirman :

🔅ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُﻣِﻦَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِﻣَﺎﻫُﻮَﺷِﻔَﺎﺀٌﻭَﺭَﺣْﻤَﺔ
ٌﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ۙﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﺴَﺎﺭًﺍ

" Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagiorang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepadaorang-orang yang zalim selain kerugian"

( Al Israa : 82 )

💬 Berkata As Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin rahimahullah :

✋" Betapapun engkau meminta kepada para dokter untuk menghilangkan apa yang ada di dalam hatimu, niscaya engkau tidak akan mendapatkan(obatnya) kecuali pada Al Quran."

📚{Syarh Alkaafiyah AsSyafiiyah 1/198}

==================

✒️____Alih Bahasa :
Abul Fida' Teguh وفقه الله

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
🔓📂 BEGINI JADINYA BILA SALAH MEMAHAMI TAKDIR
( bagian kedua )
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

2⃣ Berhujjah ( beralasan ) takdir atas perbuatan maksiat. Sejatinya perbuatan ini adalah bentuk pengabsahan mazhab orang-orang kafir dimana Allah menceritakan tentang mereka dalam firman-Nya :

“ Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya Kami dan bapak-bapak Kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) Kami mengharamkan barang sesuatu apapun." demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada kami?" kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.”
(QS. al-An’am : 148)

👊Mereka orang –orang musyrik berhujjah dengan takdir atas kesyirikan yang dilakukan , seandainya argumen itu benar dan diterima, niscaya Allah tidak membinasakannya, bahkan kalau saja behujjah dengan takdir itu dibolehkan tidaklah perlu untuk diutus para Rasul. Allah berfirman :

“ (mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS.an-Nissa : 165)

💪✔️ Seorang mukmin yang hakiki dalam keimanan tehadap qodho dan qodar berhujjah dengan takdir atas musibah-musibah yang digariskan Allah kepadanya, namun orang yang celaka selalu menyandarkan takdir atas aib yang mereka lakukan.

📨Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “ Boleh berhujjah dengan takdir atas musibah yang melanda seorang seperti : kemiskinan, sakit, hilangnya teman dekat, bangkrut, membunuh jiwa tanpa sengaja, dan lain-lain bahkan ini merupakan bentuk kesempurnaan dalam ridho kepada Allah sebagai Rabbnya, maka boleh berhujjah ketika musibah namun tidak kepada aib, sebagaimana Allah berfirman:
“ Maka bersabarlah sesungguhnya janji Allah adalah benar dan minta ampunlah engkau kepada Allah.” (QS.ghafiir : 55 )

👉Hanyalah kecelakaan bagi orang yang gelisah saat musibah, lalu berhujjah dengan takdir atas keaibannya.”

(📚Majmu’ fatawa : 8/454 )

( bersambung insya Allah )
📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
🔓📂BEGINI JADINYA BILA SALAH MEMAHAMI TAKDIR
( bagian ketiga )
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

3⃣ Mengucapkan “ Seandainya “ ketika datang musibah. Hal ini karena faktor kesedihan, kegundahan, gelisah, dan lemahnya iman kepada takdir yang membawanya untuk mentuturkan kalimat tersebut, seperti keadaan orang yang bangkrut, tertimpa paceklik, hilangnya jiwa dengan ucapannya :” Seandainya aku melakukan ini pasti akan begini atau sebaliknya tidak akan terjadi yang seperti ini andaikata aku tadi tidak melakukannya.”

📥✂️Ucapan ini sangatlah jelas kekeliruannya, karena Allah memerintahkan manusia untuk tabah saat musibah dan mengucapkan istirja’ ( Inna lillahi wa inna ilahi rooji’un ) serta bertaubat kepada-Nya ketika musibah melanda, adapun “ Seandainya” tidak bisa diwujudkan sebagai penawar untuk pelipur lara dari kesedihan yang menimpa dan tidak pula dapat me-reka ulang catatan takdir melainkan hanya melahirkan penyesalan yang berlipat serta kegundahan disertai apa yang kita kuatirkan dari tauhidnya yaitu bentuk penentangan kepada takdir yang hampir seorang muslim tidak selamat dalam hal ini, - kecuali orang-orang yang rahmati oleh Allah - sebagaimana yang dikatakan Syaikh Sulaiman dalam kitabnya Taisir ‘Azizil hamid hlm.661.

➰ Oleh karena itu Allah mengkabarkan kepada orang-orang munafiq tentang ucapannya :

الَذِيْنَ قَالُوْالاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْالَوْاَطَاعُوْنَامَاقُتِلُوْا

" Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh".(QS.ali-‘Imron : 168 )

▪️Dan Allah membalas ucapan mereka dengan firman-Nya :

قُلْ فَادْرَءُواعَنْ اَنْفُسِكُمُ المَوْتَ اِنْ
كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ

" Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar".(QS.ali-‘Imron : 168)

4⃣Hasad ( dengki ). Pada hakikatnya penyakit hasad ini adalah bentuk penentangan kepada takdir Allah yaitu dari sisi ketidakridhoannya kepada qodho dan qodar seolah-olah lisanul hal ( jiwa) nya mengatakan : “ Si fulan telah diberi ini dan itu, padahal ia tidak berhak”. Maka seolah – olah dengan hasadnya ia “memiliki wewenang” membagi atau mengatur rahmat Allah kepada makhluk sesuai dengan seleranya yang rendah.

✋ Sudah sepantasnya seorang mukmin untuk menghilangkan rasa dengki dari pemberian yang Allah anugrahkan kepada saudaranya karena keimanan kepada takdir menuntut seseorang untuk ia yakin bahwa tidaklah Allah memberi atau menahan sesuatu, melainkan semua dengan kekuasaan-Nya serta hikmah-Nya yang Maha agung.

✔️Oleh karena itu dikatakan
“ Barang siapa yang ridho kepada ketentuan Allah maka ia tidak dengki kepada seorang pun, dan barang siapa yang merasa cukup dari pemberian Allah tidaklah dirasuki oleh hasad .”
( Al-Maawardi dalam kitabnya Adabu Dunnya Wa Diin hlm.269 )

( bersambung )
📊https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

📁📁📁📁📁📁📁📁📁📁📁📁
📁🖋BEGINI JADINYA BILA SALAH MEMAHAMI TAKDIR
( bagian ke empat - selesai -)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

5⃣Meninggalkan doa.
Yaitu dengan alasan bahwa Allah telah mengetahui kebutuhan hamba sebelum ia meminta kepada-Nya atau Allah akan memberi sesuai dengan kehendak-Nya tanpa harus seorang hamba berdoa kepada-Nya. Padahal doa merupakan perkara besar yang dengannya tertolak takdir dan terangkatlah musibah.

⚫️ Sebagaimana Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda :
لاَيَرُدُ القَضَاءَ اِلاَ الدعَاءُ

" Tidak dapat menolak ketentuan Allah melainkan doa .” ( HR. Imam Ahmad dalam musnadnya 5/277, dihasankan oleh Syaikh al-Bani dalam shahih jami’ no.7687)

✋Berkata Syaikh Sholih ibnu Utsaimin : “ Doa termasuk sebab yang dapat diperoleh bagi orang yang berdoa, dan pada kenyataannya dapat menolak takdir atau sebaliknya yaitu terdapat dua sisi. Sebagai contoh : orang yang sakit berdoa kepada Allah meminta kesembuhan, kemudian ia pun pulih. Maka pada sisi pertama ini kalaulah bukan karena doa niscaya penyakitnya tetap ada , hanya saja kita katakan bahwasannya Allah telah menentukan hal itu semua dengan perantara doa dan pada sisi pertama ini seorang akan menyangka kalaulah bukan karena doa penyakit tetap menjangkitinya.

👉 Namun pada hakikatnya doa tidak menolak takdir (sisi kedua) ; karena doa sudah tertulis ,dan kesembuhan yang dengan sebab doa juga sudah tertera di lauhul mahfudz maka ini adalah pokok takdir yang semuanya sudah termaktub sebelum terjadi “

(📘Al-Majmu’ Ats-samin 1/157)

☝️Sungguh Maha Besar Alloh yang telah menganugerahkan kepada kita akal untuk berfikir dan hati untuk memilih kebenaran diantara keburukan – keburukan yang banyak tersebar, maka dengan akal yang lurus dan hati yang bersihlah kita dapat menetukan dimanakah akan melangkah, apakah jalan orang – orang yang mengimani takdir dengan benar yang akan kita tempuh sehingga kebahagian dunia dan akhiratlah yang akan kita raih atau jalan orang – orang yang tersesat dalam kubangan kehinaan karena terus menerus mempertanyakan bahkan menentang segala ketentuan Yang Maha Kuasa

💢Sehingga kesempitan demi kesempitanlah yang senantiasa dirasakan dalam mengarungi hidup di dunia sebelum kesengsaraan yang akan ia rasakan di akhirat kelak karena menyelisihi syari’at Nya.

☝️🔓Dan kepada Alloh lah kita memohon agar termasuk dalam orang – orang yang tunduk terhadap ketetapan Nya. Wallohu a’lam.(Abul Fida' Teguh)

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗
✋👓 MAKA BERTANYALAH KEPADA DIRIMU, TENTANG ARTI KESIBUKANMU ❓
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

🌹Berkata As Syaikh Sholih Fauzan hafizahullah :

🎿" Apabila Allah memuliakan seorang hamba, maka ia akan disibukkan kepada ketaatan-Nya."

{ 📗Syarh Akidah At Thawiyah hlm 11}

📝Alih Bahasa :
Abul Fida أصلح الله سريرته

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

📉📈📉📈📉📈📉📈📉📈📉📈
✋🏾🔬ADAKAH PENYAKIT DI DALAM HATIMU ❓
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📬 Berkata As Syaikh Rabi' bin Haadi AlMadkholi hafizahullah :

☝🏻🔍 Apabila engkau melihat dirimu menolak alhaq(kebenaran) dari pihak tertentu, serta menerima kebatilan dari pihak yang lain lalu menjadikannya sebagai kebenaran.

👉 Maka ketahuilah bahwa hatimu telah sakit.

{ 📚Ashnaful Qulub hlm 14 }

📈 Alih Bahasa :
Abul Fida' عفا الله عنه

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡
🚧Menepilah Sejenak.…
Dan Marilah Kita Renungkan Untaian Wasiat nan Indah Dari Sufyan As Tsauri 🌸
__________________________

🔑💎Siapa yang tak kenal dengan Sufyan As Tsauri, pemimpin ulama pada zamannya. Beliau memilki nama lengkap Sufyan bin Said bin Masruq As Tsauri.

📜📌As Tsauri sendiri adalah nisbat kepada Tsaur bin Abdu Manaat bukan Tsaur Hamdan. Beliau dilahirkan pada tahun ke 97 hijriyah di kota Kufah.

💡✒Nasihat dan ilmu beliau selalu terkenang dan tergoreskan dengan tinta emas, semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas. Al Imam Sufyan Atsauri pernah menulis sepucuk surat wasiat kepada Abbad bin Abbad AlKhowash yang tertera berikut ini :

📂🌾Amma Ba’du’.

“ Sesungguhnya engkau berada pada zaman dimana para Sahabat Nabi akan meminta perlindungan apabila menjumpai zaman tersebut. Padahal mereka adalah orang – orang yang memiliki ilmu yang tidak ada pada kita, serta mempunyai andil yang besar yang kita pun alpa darinya.

💧✋🏾Lantas bagaimana, ketika kita mendapatkan zaman ini, dengan ilmu yang sedikit, dan kesabaran yang kurang, serta minimnya para pendukung kebaikan, disertai pula dengan kerusakan yang ada pada manusia dan keburukan dunia?

☝🏻Maka hendaknya engkau kembali kepada para salaf , dan berpegang teguhlah dengannya. Dan wajib atasmu untuk menahan diri dari popularatis, karena pada zaman ini dibutuhkan seseorang yg menyembunyikan amalannya.

⛵Dan asingkan dirimu serta kurangilah dari bergaul bersama manusia. Dahulu para salaf apabila bertemu satu dengan yang lainnya saling memberikan manfaat, adapun pada hari ini, itu semua telah sirna. Maka yang selamat, menurutku adalah meningggalkan untuk tidak banyak bergaul bersama manusia.

✋🏾👑 Dan berhati – hatilah dari mendekati para penguasa dan bergaul bersamanya. Dan janganlah tertipu tentangnya , seperti dikatakan kepadamu : “ Dekatilah penguasa untuk memberi syafaat (bantuan ), dan membela orang yang terdzholimi, atau menolak kedzhaliman. Sungguh Itu semua adalah tipu daya iblis, yang hanya dilakukan oleh orang yang jahat dari kalangan Ahlu Quro’ ( ahli dalam bacaaan Al Qur’an ).

✔Dan telah dikatakan : “ Hati – hatilah dari fitnah seorang ahli ibadah yang bodoh, dan ahli ilmi yang jahat. Karena keduanya adalah fitnah bagi orang - orang yg terfitnah .”

▪Dan apa yang engkau dapatkan dari suatu permasalahan atau fatwa, maka peganglah dan janganlah engkau berlomba – lomba (untuk berfatwa) pada perkara tersebut.

🎯 Dan hati – hatilah engkau dari menyerupai seseorang yang bangga apabila ucapannya dikerjakan atau disebarluaskan serta senang bila perkataannya didengar. Namun jika ucapannya ditinggalkan, dapat diketahuilah (sifat riya' nya tersebut).

❌🎓Dan hati – hatilah engkau dari cinta terhadap kedudukan, karena seseorang yang gila akan kekuasaan ia akan lebih mencintainya dari emas dan perak. Dan itu adalah pintu yang suram yang tidaklah bisa dilihat melainkan oleh para ulama yang kokoh.

🔓👋🏼Maka hati – hatilah terhadap dirimu, dan sertakanlah niat dalam tindakanmu. Dan ketauhilah, bahwa telah dekat suatu perkara yang dengannya manusia akan menginginkan kematian.

✏Wassalaam .

📚[Al Hilyah , 6 / 376 - 377]

📝Alih Bahasa :
Abul Fida أصلح الله سريرته

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📉🖋Menuai Hikmah Dibalik Untaian Nasihat nan Indah
( bagian pertama )

➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

📝Saudarku yang mulia,

☝️Sungguh benarlah perkataan bahwa para ulama adalah pewaris para nabi, karena merekalah yang meneruskan tugas para nabi dalam menyebarkan dienul islam yang lurus ini, mengajarkan umat kebaikan dan menjauhkan dari keburukan.

💬 Pembicaraan mereka adalah ilmu dan perkataan mereka adalah nasihat nan indah dan penuh hikmah.

▪️Maka marilah kita simak untaian nasihat tentang akhlaq yang mulia dari salah seorang tabi’in ( generasi setelah para sahabat ), yaitu Wahb bin Munabbih bin Kamil bin Saij al – Yamani ash- Shan’ani wafat pada tahun 110 H.

☝️📜 Semoga dengan membacanya dapat melembutkan hati yang keras dan sebagai pengingat bagi yang lalai.

📬 Berkata Wahb bin Munabbih : Apabila engkau hendak menjalankan ketaatan kepada Allah, maka bersungguh – sungguhlah dalam ketulusan serta ilmumu kepada Allah, karena sesungguhnya suatu perbuatan tidaklah diterima di sisi- Nya dari orang yang tidak ikhlas kepada Allah, dan tentunya bukanlah dikatakan ia telah tulus kepada Allah kecuali harus diringi dengan ketaatan kepada- Nya, ibaratnya seperti buah yang bagus , aromanya harum dan rasanya pun lezat, begitu pula perumpamaan ketaatan kepada Allah, keikhlasan adalah aromanya dan amalan ialah rasanya.

🖌Kemudian hiasilah ketaatan kepada Allah dengan ilmu dan sabar serta kefaqihanmu didalamnya. Dan muliakanlah dirimu dari akhlak orang – orang dungu dan tundukkan ia kepada akhlak para ulama , dan biasakanlah untuk berperangai seperti perangainya orang yang sabar, dan cegahlah dirimu dari tingkah laku orang yang celaka, didiklah ia kepada jalan orang – orang yang faqih dan jauhkanlah dari jalan para pelaku ke jelekan.

👉Dan apabila engkau memiliki kelebihan, maka bantulah orang - orang yang dibawahmu , bantulah ia hingga mencapai seperti kedudukanmu, karena orang yang bijak adalah apa yang terkumpul padanya kelebihan, kemudian ia mengembalikan kelebihan tersebut kepada orang – orang yang dibawahnya, dan melihat kekurangan – kekurangan pada mereka lalu meluruskan dan memenuhinya :

➡️ Jika engkau seorang yang faqih(paham), bimbinglah orang yang tidak faqih , tatkala engkau melihatnya ingin berteman dan meminta pertolongan kepadamu.

➡️ Jika engkau memiliki harta, maka berikanlah kepada orang yang fakir.

➡️Jika engkau seorang yang shalih, maka mintalah ampunan kepada Allah untuk orang – orang yang berlumur dosa, berharap taubatnya.

➡️Jika engkau orang yang baik, maka balaslah orang – orang yang berbuat keburukan atasmu dengan kebaikan dan engkau berhak mendapatkan pahala dengan perbuatanmu tersebut.

( bersambung )- Abul Fida'-

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵
📉🖋Menuai Hikmah Dibalik Untaian Nasihat nan Indah
( bagian kedua - selesai - )
➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰

❌✋Dan janganlah seseorang tertipu dengan suatu ucapan sampai ia mendatangkannya dengan perbuatan, dan janganlah berangan – angan ketaatan kepada Allah apabila belum beramal.

✍Apabila telah mengerjakan sesuatu dari ketaatan kepada Allah maka hendaknya ia mengucapkan pujian kepada – Nya, dan meminta kepada Allah agar saudaranya dapat mengerjakan yang serupa, dan jika ia mengetahui ilmu, belumlah ia merasa puas sampai saudaranya ikut belajar dan merasakan yang sama.

💢 Dan jika ia mengingat kesalahannya ,segera ia tutupi dari manusia, dan meminta ampun kepada Allah Dzat Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengampun.

👊💥 Kemudian janganlah ia menolong dari ucapan dusta sedikitpun, karena kedustaan ibarat seperti seekor serangga yang memakan kayu, dilihat kayu tersebut baik namun didalamnya rapuh, senantiasa seseorang akan tertipu dan menyangka bahwa kayu itu dapat menahan beban namun ternyata tidak sehingga binasalah orang – orang yang tertipu dengan kayu tersebut, begitu juga dalam hal kedustaan , pelakunya selalu tertipu dengan ucapannya serta menyangka bahwa ia akan mendapatkan pertolongan dari kebutuhannya,

🚡 Sampai nampak keburukaannya oleh orang – orang yang berakal , dan orang yang berilmu menerangkan apa yang disembunyikan selama ini, dan ketika manusia mengerti dari perbuatan tersebut maka akibatnya mereka akan mendustakan ucapannya, membuang persaksiannya, dan mencurigai kejujurannya , dan dihihinakan perkaranya, dan membenci majelisnya dan mengabaikannya dari perkara agama maupun perkara dunia, dan mereka tidak pula hadir di majlisnya, dan tidaklah ia dijadikan penengah bila terjadi khilaf diantara mereka.

( 📚Al-Hilyah , 4/36- 37)

✏️___Demikianlah nasihat dari Wahb Ibnu Munabbih, semoga Allah senantiasa mencurahkan hidayah Nya agar kita dapat selalu berada di jalan ketaatan, menempuhnya dengan istiqomah, sampai akhir hayat kita kelak. Allahu a'lam bis showab.

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙⚙
👁🔥‘AIN PANDANGAN MATA MEMBAWA PETAKA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
{ bagian pertama }

📌Diantara sekian banyak nikmat yang Alloh berikan kepada hamba Nya, tentulah kita sepakat bahwa nikmat mata termasuk nikmat yang besar, yang mana dengan adanya indera penglihatan ini, maka kita dapat memperoleh kemaslahatan duniawi maupun ukhrawi.

👉Lantas bagaimana jadinya kalau mata yang selama ini kita anggap membawa banyak manfaat ternyata juga dapat mendatangkan petaka bagi orang lain bahkan tanpa disadari oleh pemiliknya(tentunya dengan izin Alloh ).

🔥Maka inilah ‘AIN yang perkaranya sangat sedikit diketahui, padahal bahayanya teramat dahsyat.

🚡Dan pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hadits yang berkaitan tentang permasalahan tersebut.

🚧 Kiranya hal ini sebagai pengingat bagi yang lupa dan pelajaran bagi yang belum mengetahuinya.

💡Berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan Imam Muslim serta yang lainnya dari sahabat Abu Huroiroh beliau mengatakan, telah bersabda Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam :
الْعَيْنُ حَقٌ وَ نَهَى عَنِ الْوَشَمِ

“ Ain itu adalah nyata dan beliau melarang dari tato ."
Penjelasan hadits:

✏️Berkata al-Maziri ( wafat 536 H): “ Mayoritas ulama telah membenarkan konteks hadits ini namun, sebagian ahlu bid’ah mereka mengingkari dengan alasan menyelisihi akal sehat.
Padahal seseorang itu wajib menyakini apa yang telah dinyatakan hakikatnya oleh syariat ini tanpa mendustainya … Kemudian munasabah ( kesesuaian ) pada dua kalimat dalam hadits ini ( ‘ain yang nyata dengan larangan untuk mentato ) ialah : termasuk salah satu faktor seseorang melakukan tato adalah agar tidak terkena ‘ain, oleh karena itu beliau shallahu ‘alahi wasallam melarang tato disertai perintah untuk menetapkan adanya ‘ain.

( 📚Fathul Baari, 1/203)

▪️Definisi ‘ain

🔓 Ibnul Qoyyim mendefinisikan ‘ain dengan ucapannya : “ Dia adalah anak panah yang dilepaskan dari jiwa yang hasad atau jiwa yang memiliki ‘ain mengarah pada sasarannya yang di dengki maupun yang ia inginkan untuk terkena ‘ain terkadang tepat pada sasarannya dan terkadang meleset, kalau ia melepaskan pada sasaran yang mempunyai pertahanan diri, maka tidaklah berhasil dan tidak pula memberi pengaruh sedikit pun, bahkan bisa jadi panah tersebut berbalik mengenai orang yang melakukannya.

🎯 Maka perkara ‘ain ini serupa dengan kegiatan memanah yang dilakukan oleh manusia, namun ‘ain ini datang dari jiwa dan roh sedangkan panah memanah dilakukakan anggota tubuh. Dan asal ‘ain ini adalah dari kekaguman orang yang memiliki ‘ain kepada sesuatu kemudian diikuti oleh jiwa yang jahat.”

( 📚Zaadul Maa’ad , 4/ 167-168)

📮Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar :
“Hakikat ‘ain adalah pandangan yang diiringi dengan ketakjuban dan dicampuri dengan hasad dari tabiat yang buruk yang membuat celaka orang yang dipandang”.

(📚Fathul Baari , 10/ 200)

🔏Terdapat dalil – dalil lain tentang adanya ‘ain selain dari apa yang kami sebutkan di atas , diantaranya Allah berfirman menceritakan tentang nabi Ya’qub prihal kekuatirannya dari ‘ain yang akan menimpa anak-anaknya :

وَقَالَ يَابُنَيَ لاَ تَدْخُلُوْا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوْا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِقَةٍ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَهِ مِنْ شَيْءٍ اِنِ الْحُكْمُ اِلاَلِلَهِ عَلَيْهِ تَوَكَلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَلِ الْمُتَوَكِلُوْنَ

“ Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain. Namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah kepadaNyalah aku beryawakal dan hendaklah kepadaNya saja orang - orang yg bertawakal berserah diri

( QS.Yunus : 67 )

✏️____bersambung ………

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
👁🔥AIN PANDANGAN MATA MEMBAWA PETAKA
( bagian kedua )
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

➰ Berkata al-Qurthubi dalam mentafsirkan ayat ini : “ Ketika mereka(anak-anak Ya’qub) hendak keluar، muncul rasa kekuatiran dari sang ayah(nabi Ya’qub) perihal ‘ain. Maka beliau pun menyuruh anak-anaknya untuk tidak masuk ke kota Mesir dalam satu pintu,dan ketika itu pintu masuk kota Mesir memiliki empat pintu,kekuatiran ini karena mereka berjumlah sebelas orang dari keturunannya ( yaitu dari keturunan Ya’qub saja) dan juga mereka adalah orang – orang yang memiliki ketampanan dan kesempuranan serta kelapangan, sebagaimana yang ditafsirkan oleh Ibnu Abbas, Ad-Dhohaak,Qotadah,dan yang lainnya.

( 📘Tafsir al-Qurthubi , 9/ 226)

❌Tidak ada seorang pun yang selamat dari ‘ain ini, sampai Rasululllah shallahu ‘alahi wasallam memungkinkan untuk terkena ‘ain oleh karena itu Allah berfirman :

وَاِنْ يَكَادَ الَذِيْنَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَا سَمِعُوا الذِكْرَ وَيَقُولُونَ اِنَهُ لَمَجْنُونٌ ۞ وَمَاهُوَ اِلاَذِكْرٌلِلْعَالَمِيْنَ
“ Dan Sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala merek a mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.”

(QS.Al-Qalam : 51,52)

✔️Berkata Al-Hafidz Ibnu Katsir : “ Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya mentafsirkan kata “ menggelincirkan kamu “yaitu melemparkan ‘ain dengan pandangan mereka karena hasad dan benci terhadapmu, kalaulah tidak ada penjagaan Allah serta perlindungan-Nya niscaya akan mengenaimu, dan dalam ayat ini terdapat dalil bahwa ‘ain dan pengaruhnya adalah sesuatu yang nyata dengan izin Allah semata.”

(📚 Tafsir Ibnu Katsir, 4/410)

🔓Adapun dalil dari sunnah yang menunjukkan betapa besar bahaya dan pengaruh ‘ain ini apa yang diriwayatkan oleh At-Thoyalisi dalam Musnadnya dari hadits Jabir bin Abdilllah beliau berkata : telah bersabda Rasulullah shallahu alahi wasallam :

أَكْثَرُمَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَتِي بَعْدَ قَضَاءِ اللَهِ وَقَدَرِهِ بِالعَيْنِ

“ Mayoritas dari umatku yang wafat adalah karena ‘ain (tentunya dengan ketetentuan dan ketetapan Allah ) (dihasankan oleh Syaikh al- Albani dalam Silsilah As-Shahihah no. 747 )

✒️Diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim dalam kitabnya Al-Hilyah (7 /90) dari hadits Jabir bin Abdillah beliau berkata : telah bersabda Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam :

الْعَيْنُ تُدْخِلُ الرَجُلُ القَبْرَ وَ تُدْخِلُ
الْجَمَلُ الْقِدْرَ

“ ‘Ain itu dapat menyebabkan seseorang itu dikubur dan dapat menyebabkan seekor unta dimasukkan dalam periuk.”(dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam As- Shahihah no.1249)

💬 Berkata Al-Munaawi : “ Maksud menyebabkan seseorang dikubur : yaitu ‘ain dapat membunuh seseorang sehingga ia pun dikubur,adapun maksud “Menyebabkan seekor unta dimasukkan dalam periuk” yaitu : apabila ‘ain tersebut mengenai unta yang menyebabkan kematian maka pemiliknya akan menyembelih dan memasaknya di dalam suatu wadah.”
( 📚Faidhul Qodir, 4/522)

👁‘Ain dapat mempengaruhi seseorang dimana pun ia berada , walaupun di puncak gunung sekalipun . Sebagaimana Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda :
“ Sesungguhnya ‘ain dapat menjangkiti seseorang walaupun ia pergi ke puncak gunung maka bisa menjatuhkannya dari atas.”
(dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Jami’ no. 1681)

✋Tiadalah jalan keluar melainkan kita harus banyak meminta perlindungan kepada Allah dari pandangan ‘ain ini, Rasulullah telah menganjurkan
di dalam sabdanya :

“ Mintalah perlindungan dari ‘ain, karena sesungguhnya ‘ain itu adalah nyata.”

(disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam As-Shahihah no.737)

📈 bersambung…………

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
👁🔥AIN PANDANGAN MATA MEMBAWA PETAKA
( bagian ketiga - selesai-)
_______________________________

▪️Antara hasad dan ‘ain

🔆 Perbedaan antara hasad dengan ‘ain telah disebutkan oleh para ulama diantaranya oleh As-Syinqithi rahimahullah ta’ala beliau katakan : “ Antara hasad dan ‘ain keduanya memiliki persamaan dalam pengaruh (yaitu keduanya dapat menyebabkan bahaya) namun keduanya berbeda dalam hal perantara(perantara hasad adalah dari hembusan hati yang menginginkan nikmat tersebut hilang , sedangkan perantara ‘ain dari tatapan yang buruk yang dapat mengenai anaknya sendiri atau bahkan dirinya sendiri), orang yang hasad juga mendengki kepada orang yang tidak ia lihat secara langsung dan pada sesuatu yang sudah terjadi, sedangkan ‘ain tidaklah melemparkan pandangannya melainkan terlihat dan kadang menimpa pada sesuatu yang ia tidak bermaksud kepadanya
seperti anak atau hartanya.

(📚Adhwaul Bayan ,9/ 644)

➡️ Dan ditambahkan lagi perbedaan keduanya oleh Shalih Alu Mubarok beliau jelaskan :” Bahwa hasad tidaklah terjadi melainkan dari jiwa yang buruk, adapun ‘ain kadang terjadi dari orang shalih karena ketakjubannya pada sesuatu yang sebenarnya tidak menginginkan untuk hilang atau celaka pada tatapannya sebagaimana yang terjadi pada sahabat ‘Amir bin Rabi’ah ketika pandangannya(‘ain) mengenai Sahl bin Hanif dan dimaklumi bahwa ‘Amir bin Rabi’ah ini adalah sahabat yang termasuk terdahulu masuk islam bahkan beliau pernah hadir bersama Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam dalam peperangan Badr.

(📔 Fathul Mughits Fi Sihr Wal Hasad Wa Massul Iblis hlm.41 )

▪️Antara sihir dan ‘ain

✋Sebagaimana dengan hasad maka ‘ain juga memiliki perbedaan dengan sihir, Dewan Fatwa Ulama di Saudi telah menjelaskan perbedaan keduanya ketika ditanya tentang hal tersebut mereka menjawab :
“ Bahwa sihir secara bahasa adalah sesuatu yang tersembunyi dan lembut sebabnya, dan secara istilah ialah mantra atau jimat yang dapat mempengaruhi hati seseorang serta badan sehingga sakit atau terbunuh atau memisahkan antara suami dengan istrinya.

⏹ Allah berfirman : “ Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.” ( QS.Al-Baqoroh : 102) Adapun ‘ain berasal dari kata ‘aana yaa’inu yaitu menimpanya dengan pandangan mata.”

( 📁Alfatawa Adz-Dzahabiyah Fi Ruqoo As-Syar’iyah hlm.129)

🍂Para pembaca yang dirahmati Allah,

👊💼Tiada musuh yang lebih menakutkan dibandingkan musuh yang tak terlihat dan tidak kita sadari keberadaannya. Demikian juga dengan ‘ain, begitu besar bahayanya karena bisa menimpa seseorang tanpa peringatan dan sebaliknya ia bisa menimpakan kemadhorotan pada orang lain bahkan tanpa kesengajaan.

👉Maka sungguh hanya orang yang berakal dan pandai mengambil pelajaran yang mau menjaga pandangan matanya dengan terlebih dahulu mendidik hatinya untuk tidak memendam rasa dengki sehingga pandangan matanya tetap menjadi pandangan yang menyejukkan dan penuh keridhoan bukan pandangan yang dapat menyakitkan.

☝️Dan selanjutnya hanya kepada Allah lah Dzat Yang telah menganugerahkan nikmat penglihatan, kita meminta agar pandangan kita selalu dalam penjagaan Nya, terjaga dari segala kejelekan dan terpelihara dari menimpakan keburukan kepada orang lain. Wallohu a’lam bis showab.
( Abul Fida' Teguh )

📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab

✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️
☝️❓Tanpa Amalan, Ilmu pun Dipertanyakan
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🌵Berkata Abu Darda Radhiallahu anhu :

🌾Sesungguhnya aku takut hal pertama yang ditanyakan oleh Rabbku ialah, Dia berkata :

🔏✂️" Sungguh engkau berilmu, maka apa yang telah engkau amalkan."

📚 { Iqtidho Ilmil Amal hlm 41}

✏️___Alih Bahasa :
Abul Fida' Teguh وفقه الله

📲Join https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab


💧💧💧💧💧💧💧💧💧💧💧
Ikuti saluran MULTAQO IKHWAH WAL ASHAB di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCWJBOCBtxGegFMO00t