Ruang Faedah
Photo
✍️ LOMBA MENULIS ANTOLOGI
🕋 “Jalan Pulang Menuju Baitullah”
Kalau suatu hari Allah mengundangmu ke Baitullah, kisah apa yang ingin kamu bawa pulang?
Sebuah pengalaman, doa, perjuangan, atau kerinduan yang tak pernah selesai?
Yuk, tuangkan kisahmu dalam Lomba Menulis Buku Antologi “Jalan Pulang Menuju Baitullah”.
📖 Panjang tulisan: 1.500–3.000 kata
🗓️ Pendaftaran: 5 September–20 Oktober 2026
Tidak pernah haji atau umrah? Tetap bisa ikut! 🤍
Tersedia 3 kategori:
🕋 A — Aku Pernah Sampai
Kisah perjalanan haji atau umrah yang benar-benar dialami.
🌿 B — Aku Sedang Menanti & Berjuang
Kisah doa, perjuangan, dan kerinduan menuju Baitullah.
🤍 C — Kisah Orang yang Kucintai
Menuliskan kisah orang lain yang memiliki perjalanan menuju Baitullah.
🎁 Hadiah: voucher potongan harga program umrah, sertifikat, uang pembinaan, dan paket buku eksklusif.
📥 Daftar di sini:
https://lynk.id/kitabsyabab.id
Kami tunggu kisahmu.
Barangkali tulisanmu menjadi bagian dari cerita indah menuju Baitullah. 🕋🤍
#JalanPulangMenujuBaitullah #KitabSyabab #LombaMenulis #LombaMenulisAntologi #RinduBaitullah #MenulisDenganHati
🕋 “Jalan Pulang Menuju Baitullah”
Kalau suatu hari Allah mengundangmu ke Baitullah, kisah apa yang ingin kamu bawa pulang?
Sebuah pengalaman, doa, perjuangan, atau kerinduan yang tak pernah selesai?
Yuk, tuangkan kisahmu dalam Lomba Menulis Buku Antologi “Jalan Pulang Menuju Baitullah”.
📖 Panjang tulisan: 1.500–3.000 kata
🗓️ Pendaftaran: 5 September–20 Oktober 2026
Tidak pernah haji atau umrah? Tetap bisa ikut! 🤍
Tersedia 3 kategori:
🕋 A — Aku Pernah Sampai
Kisah perjalanan haji atau umrah yang benar-benar dialami.
🌿 B — Aku Sedang Menanti & Berjuang
Kisah doa, perjuangan, dan kerinduan menuju Baitullah.
🤍 C — Kisah Orang yang Kucintai
Menuliskan kisah orang lain yang memiliki perjalanan menuju Baitullah.
🎁 Hadiah: voucher potongan harga program umrah, sertifikat, uang pembinaan, dan paket buku eksklusif.
📥 Daftar di sini:
https://lynk.id/kitabsyabab.id
Kami tunggu kisahmu.
Barangkali tulisanmu menjadi bagian dari cerita indah menuju Baitullah. 🕋🤍
#JalanPulangMenujuBaitullah #KitabSyabab #LombaMenulis #LombaMenulisAntologi #RinduBaitullah #MenulisDenganHati
lynk.id
| Website Builder
Ahlan! Assalamualaikum, perkenalkan! Aku <a href="http://kitabsyabab.id">kitabsyabab.id</a> teman tumbuhmu. izinkan aku mengajakmu untuk #bersamamewujudkancita-cita
💯2
••••••••••••••••
Suatu ketika Ada seorang lelaki ditanya,
«مَا أَشَدُّ شَيْءٍ عَلَى القَلْبِ؟»
“Apa yang paling berat bagi hati?”
Ia menjawab,
«ذَنْبٌ تَعْتَادُهُ، وَنِعْمَةٌ تَظُنُّهَا دَائِمَةً، وَمَوْتٌ تَنْسَى أَنَّهُ قَرِيبٌ».
“Dosa yang sudah terbiasa dilakukan, nikmat yang kita kira akan selalu ada, dan kematian yang kita lupa bahwa ia begitu dekat.”
Maka jangan terus menunda taubat hanya karena merasa masih punya hari esok. Jangan sampai kita berkata, “Nanti saja aku bertaubat.”
Sebab, berapa banyak orang yang pagi harinya masih sempat membuka mata, tetapi tidak sampai menikmati sore. Dan berapa banyak yang masih sempat menyambut malam, tetapi tidak pernah sampai melihat pagi kembali.
Selagi Allah masih memberi kita kesempatan, jangan tunggu esok untuk kembali kepada-Nya.
@Ruang_Faedahh
Suatu ketika Ada seorang lelaki ditanya,
«مَا أَشَدُّ شَيْءٍ عَلَى القَلْبِ؟»
“Apa yang paling berat bagi hati?”
Ia menjawab,
«ذَنْبٌ تَعْتَادُهُ، وَنِعْمَةٌ تَظُنُّهَا دَائِمَةً، وَمَوْتٌ تَنْسَى أَنَّهُ قَرِيبٌ».
“Dosa yang sudah terbiasa dilakukan, nikmat yang kita kira akan selalu ada, dan kematian yang kita lupa bahwa ia begitu dekat.”
Maka jangan terus menunda taubat hanya karena merasa masih punya hari esok. Jangan sampai kita berkata, “Nanti saja aku bertaubat.”
Sebab, berapa banyak orang yang pagi harinya masih sempat membuka mata, tetapi tidak sampai menikmati sore. Dan berapa banyak yang masih sempat menyambut malam, tetapi tidak pernah sampai melihat pagi kembali.
Selagi Allah masih memberi kita kesempatan, jangan tunggu esok untuk kembali kepada-Nya.
@Ruang_Faedahh
👍9
Jika tidak beriman kepada takdir, kita pasti akan terus banyak menyalahkan keadaan.
Lalu kita mulai berandai-andai,
“Andai saja begini… dan begitu ..”
Namun, bukankah Rasulullah ﷺ telah mengajarkan bahwa “seandainya” adalah pintu masuk setan?
Karena mengandai-andai hanya menambah sesak dada, dan berakhir pada stres yang berkepanjangan.
@Ruang_Faedahh
Lalu kita mulai berandai-andai,
“Andai saja begini… dan begitu ..”
Namun, bukankah Rasulullah ﷺ telah mengajarkan bahwa “seandainya” adalah pintu masuk setan?
Karena mengandai-andai hanya menambah sesak dada, dan berakhir pada stres yang berkepanjangan.
@Ruang_Faedahh
👍10🆒1
🍃 •••••••••••••••••••
Banyak berzikir (mengingat Allah) adalah kunci kelapangan dada, serta penghilang rasa sedih dan gelisah yang menyelimuti hati.
Renungkanlah kisah Nabi Yunus 'alaihissalam ketika beliau berdoa di tengah kegelapan (perut ikan, lautan, dan malam):
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Maka seketika itu pula jawaban Allah datang:
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman."
Maka, barangsiapa yang dadanya terasa sesak, pikirannya kusut, dan jiwanya merasa terhimpit hingga merasakan panasnya kesedihan dan kobaran kegelisahan; inilah obatnya: Berzikirlah.
Mereka yang banyak berzikir, rasa sedih tidak akan menemukan jalan menuju hati mereka. Kalaupun kesedihan itu mencoba datang, ia akan segera berbalik lari menjauh.
Tagar: #Dzikir
•┈┈┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈┈┈•
▶️ Kanal Telegram ||
https://telegram.me/Ruang_Faedahh
Banyak berzikir (mengingat Allah) adalah kunci kelapangan dada, serta penghilang rasa sedih dan gelisah yang menyelimuti hati.
Renungkanlah kisah Nabi Yunus 'alaihissalam ketika beliau berdoa di tengah kegelapan (perut ikan, lautan, dan malam):
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Maka seketika itu pula jawaban Allah datang:
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman."
Maka, barangsiapa yang dadanya terasa sesak, pikirannya kusut, dan jiwanya merasa terhimpit hingga merasakan panasnya kesedihan dan kobaran kegelisahan; inilah obatnya: Berzikirlah.
Mereka yang banyak berzikir, rasa sedih tidak akan menemukan jalan menuju hati mereka. Kalaupun kesedihan itu mencoba datang, ia akan segera berbalik lari menjauh.
Tagar: #Dzikir
•┈┈┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈┈┈•
▶️ Kanal Telegram ||
https://telegram.me/Ruang_Faedahh
Telegram
Ruang Faedah
Kanal pribadi, untuk mengisi waktu dengan hal positif.
Kata ulama:
"Jiwamu, jika tak kau sibukkan dengan hal positif, maka akan berbuat negatif."
Narahubung:
@Rawatebbot
Kata ulama:
"Jiwamu, jika tak kau sibukkan dengan hal positif, maka akan berbuat negatif."
Narahubung:
@Rawatebbot
👍6
Ada sebuah pepatah indah mengingatkan kita agar tidak kecewa manakala kebaikan kita dilupakan begitu saja
إِن ضَاعَ عند النّاس حُسن صنيعك
مَاضَاعَ عِند اللّه حبَّة خَردَل.
“Jika kebaikan yang engkau lakukan di mata manusia dianggap sia-sia, maka di sisi Allah tidak ada yang sia-sia, walaupun hanya sebesar biji sawi.”
Pepatah tersebut senada dengan Firman Allah ta'ala,
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
[Az-Zalzalah: 7]
Maka tak perlu bersedih apabila kebaikanmu tidak dihargai dan diingat oleh manusia, sebab Allah maha mengetahui dan mencatat setiap amal sekecil apapun, dan tidak ada kebaikan yang luput dari-Nya.
@Ruang_Faedahh
إِن ضَاعَ عند النّاس حُسن صنيعك
مَاضَاعَ عِند اللّه حبَّة خَردَل.
“Jika kebaikan yang engkau lakukan di mata manusia dianggap sia-sia, maka di sisi Allah tidak ada yang sia-sia, walaupun hanya sebesar biji sawi.”
Pepatah tersebut senada dengan Firman Allah ta'ala,
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
[Az-Zalzalah: 7]
Maka tak perlu bersedih apabila kebaikanmu tidak dihargai dan diingat oleh manusia, sebab Allah maha mengetahui dan mencatat setiap amal sekecil apapun, dan tidak ada kebaikan yang luput dari-Nya.
@Ruang_Faedahh
👍7⚡1💯1🏆1
Menyibukkan Beribadah pada Hari Jumat:
Imam al-Hafizh Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata tentang Hari Jumat:
"Itulah hari yang disunahkan untuk disibukkan dengan ibadah.
Hari Jumat memiliki keistimewaan dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam berbagai bentuk ibadah yang wajib dan sunnah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan bagi setiap umat sebuah hari khusus untuk beribadah dan meninggalkan kesibukan dunia."
✍ Maka Hari Jumat adalah hari untuk beribadah."
📜 [Zadul-Ma'ad]
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:
"Hari Jumat adalah hari untuk berdoa, berdzikir, dan beribadah."
📝 [al-Majmu']
Dan al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
"Bagian akhir hari Jumat lebih utama daripada bagian awalnya karena diakhir hari Jumat ada waktu yang diharapkan sebagai waktu doa yang mustajab."
📝 [Majmu' ar-Rasa'il]
التفرغ للطاعات يوم الجمعة:
.
قال الحافظ ابن القيِّم ـ رحمه الله ـ عن يوم الجمعة:
هو اليوم الذي يُستحب أنْ يُتفرّغ فيه للعبادة، وله على سائر الأيام مَزية بأنواع من العبادات واجبة ومستحبة،
فالله سبحانه جعل لأهل كُلّ مِلة يومًا يتفرغون فيه للعبادة ويتخلون فيه عن أشغال الدنيا، فيوم الجمعة يوم عبادة.."
[زاد المعاد]
.
وقال الإمام #النووي ـ رحمه الله ـ :
يوم الجمعة يوم دُعاء وذِكرٍ وعِبادةٍ.
[المجموع]
.
وقال الحافظ #ابن_رجب ـ رحمه الله ـ :
وآخره أفضل من أوله لِمَا يُرجى في آخره من ساعة الإجابة.
[مجموع الرسائل]
•┈┈┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈┈┈•
#keutamaan #jumat #ibadah
📮 Kritik & Saran || @Rawatebbot
▶️ Kanal Telegram ||
https://telegram.me/Ruang_Faedahh
▶️ Saluran WhatsApp ||
https://bit.ly/Ruangfaedah
Imam al-Hafizh Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata tentang Hari Jumat:
"Itulah hari yang disunahkan untuk disibukkan dengan ibadah.
Hari Jumat memiliki keistimewaan dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam berbagai bentuk ibadah yang wajib dan sunnah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan bagi setiap umat sebuah hari khusus untuk beribadah dan meninggalkan kesibukan dunia."
✍ Maka Hari Jumat adalah hari untuk beribadah."
📜 [Zadul-Ma'ad]
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:
"Hari Jumat adalah hari untuk berdoa, berdzikir, dan beribadah."
📝 [al-Majmu']
Dan al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
"Bagian akhir hari Jumat lebih utama daripada bagian awalnya karena diakhir hari Jumat ada waktu yang diharapkan sebagai waktu doa yang mustajab."
📝 [Majmu' ar-Rasa'il]
التفرغ للطاعات يوم الجمعة:
.
قال الحافظ ابن القيِّم ـ رحمه الله ـ عن يوم الجمعة:
هو اليوم الذي يُستحب أنْ يُتفرّغ فيه للعبادة، وله على سائر الأيام مَزية بأنواع من العبادات واجبة ومستحبة،
فالله سبحانه جعل لأهل كُلّ مِلة يومًا يتفرغون فيه للعبادة ويتخلون فيه عن أشغال الدنيا، فيوم الجمعة يوم عبادة.."
[زاد المعاد]
.
وقال الإمام #النووي ـ رحمه الله ـ :
يوم الجمعة يوم دُعاء وذِكرٍ وعِبادةٍ.
[المجموع]
.
وقال الحافظ #ابن_رجب ـ رحمه الله ـ :
وآخره أفضل من أوله لِمَا يُرجى في آخره من ساعة الإجابة.
[مجموع الرسائل]
•┈┈┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈┈┈•
#keutamaan #jumat #ibadah
📮 Kritik & Saran || @Rawatebbot
▶️ Kanal Telegram ||
https://telegram.me/Ruang_Faedahh
▶️ Saluran WhatsApp ||
https://bit.ly/Ruangfaedah
👍3
Saat merasa bosan dan lelah dengan rutinitas mencari ilmu, ada baiknya kamu membaca salah satu gubahan syair ini:
إِنَّ الْعَنَاءَ فِي سَبِيلِ الْعِلْمِ لَذَّةٌ
وَالتَّعَبُ مِنْ أَجْلِ الْمَعْرِفَةِ سَعَادَةٌ
“Sesungguhnya kesulitan dalam menuntut ilmu adalah sebuah kenikmatan, dan kelelahan demi meraih pengetahuan adalah sebuah kebahagiaan.”
Kenapa bisa kesulitan dan lelah dalam mencari ilmu disebut dengan kenikmatan dan kebahagiaan?
Karena lelahnya mungkin terasa hari ini, tapi buah dari ilmu akan kita rasakan sepanjang hidup.
Maka ketika mulai bosan dan lelah, ingatlah: tidak semua rasa lelah harus dihindari. Ada lelah yang justru membawa kita kepada kebahagiaan.
Atau bisa juga kamu ingat gubahan Asy Syafi'i rahimahullah dalam Diwan nya:
وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً
تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ
“Barang siapa tidak merasakan pahitnya belajar walau sesaat, niscaya ia akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”
Maka bersabarlah dengan lelahnya belajar. Sebab pahitnya menuntut ilmu hanya sementara, sedangkan manfaatnya akan mengiringimu sepanjang usia.
@Ruang_Faedahh
إِنَّ الْعَنَاءَ فِي سَبِيلِ الْعِلْمِ لَذَّةٌ
وَالتَّعَبُ مِنْ أَجْلِ الْمَعْرِفَةِ سَعَادَةٌ
“Sesungguhnya kesulitan dalam menuntut ilmu adalah sebuah kenikmatan, dan kelelahan demi meraih pengetahuan adalah sebuah kebahagiaan.”
Kenapa bisa kesulitan dan lelah dalam mencari ilmu disebut dengan kenikmatan dan kebahagiaan?
Karena lelahnya mungkin terasa hari ini, tapi buah dari ilmu akan kita rasakan sepanjang hidup.
Maka ketika mulai bosan dan lelah, ingatlah: tidak semua rasa lelah harus dihindari. Ada lelah yang justru membawa kita kepada kebahagiaan.
Atau bisa juga kamu ingat gubahan Asy Syafi'i rahimahullah dalam Diwan nya:
وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً
تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ
“Barang siapa tidak merasakan pahitnya belajar walau sesaat, niscaya ia akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”
Maka bersabarlah dengan lelahnya belajar. Sebab pahitnya menuntut ilmu hanya sementara, sedangkan manfaatnya akan mengiringimu sepanjang usia.
@Ruang_Faedahh
👍8🔥3💯1
Percaya atau tidak, bahwa sebenarnya kehidupan manusia sudah tertata rapi, tenang dan penuh kebaikan.
Titik kekacauan pertama di kehidupan dunia ini terjadi kala manusia lebih memprioritaskan nafsunya ketimbang tunduk pada aturan hidup yang ada.
Menjadi jelas bagi kita, semakin banyak aturan hidup yg diterapkan maka semakin bahagia. Semakin jauh pasti semakin berantakan dan sengsara.
Aturan hidup adalah aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Dialah sumber kebaikan dunia dan akhirat, dan dari sisi-Nyalah kebahagiaan seorang hamba didapatkan, tidak pada selain-Nya.
📜 Ustadz Lukman Umar Bajuber
🔗 @Ruang_Faedahh
🔗 https://bit.ly/Ruangfaedah
Titik kekacauan pertama di kehidupan dunia ini terjadi kala manusia lebih memprioritaskan nafsunya ketimbang tunduk pada aturan hidup yang ada.
Menjadi jelas bagi kita, semakin banyak aturan hidup yg diterapkan maka semakin bahagia. Semakin jauh pasti semakin berantakan dan sengsara.
Aturan hidup adalah aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Dialah sumber kebaikan dunia dan akhirat, dan dari sisi-Nyalah kebahagiaan seorang hamba didapatkan, tidak pada selain-Nya.
📜 Ustadz Lukman Umar Bajuber
🔗 @Ruang_Faedahh
🔗 https://bit.ly/Ruangfaedah
🔥5
Apa syarat untuk mendapatkan janji Allah berupa kemudahan setelah kesulitan, sebagaimana dalam ayat: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”?
Di antara hal yang perlu kita miliki adalah iman, takwa, dan kesabaran.
Pertama, iman. Kita harus beriman dan yakin terhadap janji Allah. Sebab, bagaimana seseorang akan mendapatkan jalan keluar jika ia sendiri tidak yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar?
Kedua, takwa. Allah ﷻ berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”
(Ath-Thalaq: 2)
Ketiga, sabar. Kesulitan yang dihadapi dengan kesabaran tidak akan sia-sia. Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa menakjubkan perkara seorang mukmin; jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia bersabar, dan itu pun baik baginya.
Maka, setiap kesulitan yang dilalui dengan iman, takwa, dan sabar, insya Allah akan terasa lebih ringan dan pada akhirnya membuahkan kebaikan.
Dan jangan lupakan doa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jangan pernah berhenti berdoa. Sebab, orang yang terus memanjatkan doa kepada Allah tidak akan dibiarkan binasa.”
(Ibnu Hibban, dinilai sahih)
Teruslah berdoa dan memohon kepada Allah. Bahkan Nabi Ibrahim عليه السلام berkata:
﴿وَأَدْعُو رَبِّي عَسَىٰ أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا﴾
“Dan aku akan berdoa kepada Rabb-ku. Semoga dengan berdoa kepada Rabb-ku, aku tidak akan menjadi orang yang celaka.”
(Maryam: 48)
Kemudian, yang juga perlu kita pahami: jalan keluar dari Allah tidak mesti selalu datang dalam bentuk yang sesuai dengan keinginan kita.
Bisa jadi kita menginginkan satu hal, tetapi Allah menetapkan hal lain. Awalnya kita tidak menyukainya dan bahkan menganggapnya bukan jalan keluar. Namun setelah beberapa waktu berlalu, barulah kita menyadari:
“Ternyata ini cara Allah memberikan jalan keluar kepadaku.”
Bahkan, sangat mungkin kemudahan yang Allah berikan tidak berupa perubahan keadaan di dunia. Bisa jadi Allah menggantinya dengan pahala dan kenikmatan di akhirat.
Teringat kisah seorang sahabiyah yang pernah tertimpa penyakit ayan (epilepsi). Ketika penyakitnya kambuh, auratnya tersingkap. Ia pun meminta kepada Rasulullah ﷺ agar mendoakannya agar sembuh.
Rasulullah ﷺ kemudian memberikan pilihan: apakah ia ingin didoakan agar sembuh, atau bersabar atas penyakit tersebut dan mendapatkan surga.
Sahabiyah tersebut memilih bersabar dan mendapatkan surga.
Maka, kesulitan yang ia alami tidak serta-merta hilang di dunia, tetapi Allah menjadikannya sebab untuk mendapatkan kenikmatan yang jauh lebih besar: surga.
Jadi, ketika kita berbicara tentang “bersama kesulitan ada kemudahan”, jangan membatasi kemudahan hanya pada apa yang sesuai dengan keinginan kita.
Bisa jadi kemudahan itu berupa perubahan keadaan.
Bisa jadi berupa ketenangan hati.
Bisa jadi berupa jalan keluar yang tidak pernah kita sangka.
Dan bisa jadi pula, kemudahan itu Allah simpan sebagai pahala di akhirat.
Pada akhirnya, semua kembali kepada iman, takwa, sabar, dan doa.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk bersabar dalam setiap kesulitan, memberikan jalan keluar dari setiap masalah, dan menjadikan setiap kesulitan yang kita alami sebagai sebab bertambahnya iman dan pahala kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang masuk ke dalam surga-Nya. Aamiin.
🔗@Ruang_Faedahh
🔗https://bit.ly/Ruangfaedah
Di antara hal yang perlu kita miliki adalah iman, takwa, dan kesabaran.
Pertama, iman. Kita harus beriman dan yakin terhadap janji Allah. Sebab, bagaimana seseorang akan mendapatkan jalan keluar jika ia sendiri tidak yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar?
Kedua, takwa. Allah ﷻ berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”
(Ath-Thalaq: 2)
Ketiga, sabar. Kesulitan yang dihadapi dengan kesabaran tidak akan sia-sia. Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa menakjubkan perkara seorang mukmin; jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia bersabar, dan itu pun baik baginya.
Maka, setiap kesulitan yang dilalui dengan iman, takwa, dan sabar, insya Allah akan terasa lebih ringan dan pada akhirnya membuahkan kebaikan.
Dan jangan lupakan doa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jangan pernah berhenti berdoa. Sebab, orang yang terus memanjatkan doa kepada Allah tidak akan dibiarkan binasa.”
(Ibnu Hibban, dinilai sahih)
Teruslah berdoa dan memohon kepada Allah. Bahkan Nabi Ibrahim عليه السلام berkata:
﴿وَأَدْعُو رَبِّي عَسَىٰ أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا﴾
“Dan aku akan berdoa kepada Rabb-ku. Semoga dengan berdoa kepada Rabb-ku, aku tidak akan menjadi orang yang celaka.”
(Maryam: 48)
Kemudian, yang juga perlu kita pahami: jalan keluar dari Allah tidak mesti selalu datang dalam bentuk yang sesuai dengan keinginan kita.
Bisa jadi kita menginginkan satu hal, tetapi Allah menetapkan hal lain. Awalnya kita tidak menyukainya dan bahkan menganggapnya bukan jalan keluar. Namun setelah beberapa waktu berlalu, barulah kita menyadari:
“Ternyata ini cara Allah memberikan jalan keluar kepadaku.”
Bahkan, sangat mungkin kemudahan yang Allah berikan tidak berupa perubahan keadaan di dunia. Bisa jadi Allah menggantinya dengan pahala dan kenikmatan di akhirat.
Teringat kisah seorang sahabiyah yang pernah tertimpa penyakit ayan (epilepsi). Ketika penyakitnya kambuh, auratnya tersingkap. Ia pun meminta kepada Rasulullah ﷺ agar mendoakannya agar sembuh.
Rasulullah ﷺ kemudian memberikan pilihan: apakah ia ingin didoakan agar sembuh, atau bersabar atas penyakit tersebut dan mendapatkan surga.
Sahabiyah tersebut memilih bersabar dan mendapatkan surga.
Maka, kesulitan yang ia alami tidak serta-merta hilang di dunia, tetapi Allah menjadikannya sebab untuk mendapatkan kenikmatan yang jauh lebih besar: surga.
Jadi, ketika kita berbicara tentang “bersama kesulitan ada kemudahan”, jangan membatasi kemudahan hanya pada apa yang sesuai dengan keinginan kita.
Bisa jadi kemudahan itu berupa perubahan keadaan.
Bisa jadi berupa ketenangan hati.
Bisa jadi berupa jalan keluar yang tidak pernah kita sangka.
Dan bisa jadi pula, kemudahan itu Allah simpan sebagai pahala di akhirat.
Pada akhirnya, semua kembali kepada iman, takwa, sabar, dan doa.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk bersabar dalam setiap kesulitan, memberikan jalan keluar dari setiap masalah, dan menjadikan setiap kesulitan yang kita alami sebagai sebab bertambahnya iman dan pahala kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang masuk ke dalam surga-Nya. Aamiin.
🔗@Ruang_Faedahh
🔗https://bit.ly/Ruangfaedah
👍7🏆1
Ada Sesuatu yang Lebih Agung dan Lebih besar daripada Surga bagi Penghuni Surga
Ibnu Qayyim al Jauziyyah رحمه الله berkata:
“Keridaan Allah terhadap seorang hamba lebih agung daripada surga dan segala isinya.
Sebab, keridaan adalah sifat Allah, sedangkan surga adalah ciptaan-Nya.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Dan keridaan dari Allah itu lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”
(At-Taubah: 72)
📚 Madārijus-Sālikīn — Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله
@Ruang_Faedah
Ibnu Qayyim al Jauziyyah رحمه الله berkata:
“Keridaan Allah terhadap seorang hamba lebih agung daripada surga dan segala isinya.
Sebab, keridaan adalah sifat Allah, sedangkan surga adalah ciptaan-Nya.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Dan keridaan dari Allah itu lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”
(At-Taubah: 72)
📚 Madārijus-Sālikīn — Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله
@Ruang_Faedah
👍7🆒1
Kesedihan yang membawamu menuju mihrab hingga engkau mendirikan salat, lebih baik daripada kebahagiaan yang menyeretmu ke dalam kelalaian hingga engkau terus larut di dalamnya
@Ruang_Faedahh
@Ruang_Faedahh
👍8💯2🆒1
﴿ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ﴾
“Benar-benar akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An-Naḥl: 97)
Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin Allah membuatnya merasakan kelezatan dan kenikmatan yang dapat ia rasakan pengaruhnya saat terjaga maupun tidur, ketika makan maupun minum.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami nikmatnya merasa dekat dengan-Mu...
@Ruang_Faedahh
“Benar-benar akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An-Naḥl: 97)
Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin Allah membuatnya merasakan kelezatan dan kenikmatan yang dapat ia rasakan pengaruhnya saat terjaga maupun tidur, ketika makan maupun minum.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami nikmatnya merasa dekat dengan-Mu...
@Ruang_Faedahh
✍5👍4
وعسى القادم كله خير، وعسى أن يهبنا الله أعظم مما حلمنا به.
Semoga hari-hari yang akan datang dipenuhi kebaikan, dan semoga Allah menganugerahkan kepada kita sesuatu yang lebih indah daripada apa yang pernah kita impikan.
Allah ta'ala berfirman:
﴿ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ﴾
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (Al-Baqarah: 216)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ»
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya.” (Muslim no. 2999)
Maka, semoga kita senantiasa berbaik sangka kepada Allah, bersabar atas apa yang belum terwujud, dan bersyukur atas segala kebaikan yang telah dianugerahkan. Sebab, kita tidak mengetahui apa yang Allah persiapkan untuk hari esok, tetapi kita berharap kepada-Nya dengan penuh keyakinan akan rahmat dan hikmah-Nya.
@Ruang_Faedahh
Semoga hari-hari yang akan datang dipenuhi kebaikan, dan semoga Allah menganugerahkan kepada kita sesuatu yang lebih indah daripada apa yang pernah kita impikan.
Allah ta'ala berfirman:
﴿ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ﴾
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (Al-Baqarah: 216)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ»
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya.” (Muslim no. 2999)
Maka, semoga kita senantiasa berbaik sangka kepada Allah, bersabar atas apa yang belum terwujud, dan bersyukur atas segala kebaikan yang telah dianugerahkan. Sebab, kita tidak mengetahui apa yang Allah persiapkan untuk hari esok, tetapi kita berharap kepada-Nya dengan penuh keyakinan akan rahmat dan hikmah-Nya.
@Ruang_Faedahh
✍6
Kemarin, saya sedang mencari sebuah permasalahan fikih. Saya menuliskannya selama kurang lebih satu jam, lalu menutup berkas tersebut. Ketika dibuka kembali untuk memastikan bahwa tulisan itu sudah tersimpan, ternyata tulisan yang saya kerjakan selama satu jam tadi tidak ditemukan.
Saya sempat panik, hingga akhirnya mencoba mencari di berkas lain. Alhamdulillah, tulisan itu berhasil ditemukan.
Dari kejadian sederhana itu, terlintas dalam pikiran saya sebuah ayat yang agung, yaitu firman Allah Ta'ala:
﴿ وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا ﴾
“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan.” (Al-Furqan: 23)
Jika hilangnya pekerjaan selama satu jam saja membuat saya khawatir dan menimbulkan perasaan yang berat, bagaimana dengan hilangnya seluruh amal sepanjang hidup, sementara tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki ataupun mengulanginya?
Sungguh, betapa beratnya saat seseorang mendapati seluruh hasil amalnya di dunia menjadi debu yang beterbangan.
Dalam menafsirkan frasa هَبَاءً مَنْثُورًا (debu yang beterbangan), Ibnu Abbas رحمه الله berkata, “Yaitu air yang dicurahkan atau ditumpahkan.”
Qatadah رحمه الله berkata, “Tidakkah engkau melihat dedaunan kering yang diterbangkan angin? Itulah yang dimaksud.”
Adapun Abdullah bin Wahb menukil perkataan ‘Ashim bin Hakim yang menjelaskan bahwa habā’ adalah abu.
Inti dari berbagai penjelasan tersebut adalah menggambarkan sesuatu yang tercerai-berai dan tidak lagi memiliki nilai. Demikian pula amal yang dianggap bernilai oleh pelakunya, tetapi ketika dihadapkan kepada Allah Yang Mahaadil dan Mahabijaksana, ternyata amal tersebut tidak bernilai di sisi-Nya. Amal itu diumpamakan seperti sesuatu yang remeh, tidak berarti, dan bertebaran.
Karena itu, bukan hanya banyaknya amal yang perlu kita perhatikan, tetapi juga keikhlasan dan kesesuaiannya dengan tuntunan syariat. Kita senantiasa memohon kepada Allah agar menerima amal-amal kita dan mengampuni kekurangan kita dalam menunaikan hak-Nya.
Semoga Allah tidak menjadikan amal-amal kita sia-sia dan menerima setiap ikhtiar kita dalam mendekatkan diri kepada-Nya.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
#نقلاً
@Ruang_Faedahh
Saya sempat panik, hingga akhirnya mencoba mencari di berkas lain. Alhamdulillah, tulisan itu berhasil ditemukan.
Dari kejadian sederhana itu, terlintas dalam pikiran saya sebuah ayat yang agung, yaitu firman Allah Ta'ala:
﴿ وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا ﴾
“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan.” (Al-Furqan: 23)
Jika hilangnya pekerjaan selama satu jam saja membuat saya khawatir dan menimbulkan perasaan yang berat, bagaimana dengan hilangnya seluruh amal sepanjang hidup, sementara tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki ataupun mengulanginya?
Sungguh, betapa beratnya saat seseorang mendapati seluruh hasil amalnya di dunia menjadi debu yang beterbangan.
Dalam menafsirkan frasa هَبَاءً مَنْثُورًا (debu yang beterbangan), Ibnu Abbas رحمه الله berkata, “Yaitu air yang dicurahkan atau ditumpahkan.”
Qatadah رحمه الله berkata, “Tidakkah engkau melihat dedaunan kering yang diterbangkan angin? Itulah yang dimaksud.”
Adapun Abdullah bin Wahb menukil perkataan ‘Ashim bin Hakim yang menjelaskan bahwa habā’ adalah abu.
Inti dari berbagai penjelasan tersebut adalah menggambarkan sesuatu yang tercerai-berai dan tidak lagi memiliki nilai. Demikian pula amal yang dianggap bernilai oleh pelakunya, tetapi ketika dihadapkan kepada Allah Yang Mahaadil dan Mahabijaksana, ternyata amal tersebut tidak bernilai di sisi-Nya. Amal itu diumpamakan seperti sesuatu yang remeh, tidak berarti, dan bertebaran.
Karena itu, bukan hanya banyaknya amal yang perlu kita perhatikan, tetapi juga keikhlasan dan kesesuaiannya dengan tuntunan syariat. Kita senantiasa memohon kepada Allah agar menerima amal-amal kita dan mengampuni kekurangan kita dalam menunaikan hak-Nya.
Semoga Allah tidak menjadikan amal-amal kita sia-sia dan menerima setiap ikhtiar kita dalam mendekatkan diri kepada-Nya.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
#نقلاً
@Ruang_Faedahh
👍6✍1💯1🆒1
Audio
Keberkahan Al-Qur’an meliputi segala sesuatu. Semakin banyak engkau membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, semakin besar dan luas pula keberkahan yang akan engkau dapatkan darinya
@Ruang_Faedahh
@Ruang_Faedahh
💯6🔥3
Ya Allah, sebagaimana Engkau telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepadaku tanpa sedikit pun daya dan upaya dariku, maka karuniakanlah kepadaku agar nikmat-nikmat itu senantiasa Engkau jaga, Engkau limpahkan keberkahannya, Engkau mampukan aku untuk mensyukurinya dengan sebaik-baiknya, dan Engkau tambahkan lagi nikmat-nikmat itu kepadaku.
👍8🆒1
Aku berpesan kepada kalian agar memberikan perhatian khusus kepada masyarakat awam. Sebab, ketika mereka mendapati seorang penuntut ilmu memiliki sifat penyayang, lembut, peduli, rendah hati, dermawan, dan murah senyum, mereka akan mencintainya dan merasa nyaman berada di dekatnya.
Sebaliknya, jika mereka mendapati sikap keras, kasar, dan perangai yang buruk pada dirinya, mereka akan menjauh darinya. Bahkan, mereka bisa membuat orang-orang di sekitar mereka ikut menjauh.
📜 Al-‘Allāmah ‘Ubaid al-Jābirī رحمه الله dalam Imdād ulīl-Abṣār, hlm. 72.
@Ruang_Faedahh
Sebaliknya, jika mereka mendapati sikap keras, kasar, dan perangai yang buruk pada dirinya, mereka akan menjauh darinya. Bahkan, mereka bisa membuat orang-orang di sekitar mereka ikut menjauh.
📜 Al-‘Allāmah ‘Ubaid al-Jābirī رحمه الله dalam Imdād ulīl-Abṣār, hlm. 72.
@Ruang_Faedahh
🏆4👍3
“Dikatakan kepada Al-‘Attabi: ‘Sesungguhnya si Fulan tinggi cita-citanya.’
Maka ia menjawab:
‘Kalau begitu, ia tidak akan puas kecuali dengan surga.’
📜 Ibn Hamdun, At-Tadzkiratul Hamduniyah
Sungguh, orang yang tinggi cita-citanya tidak akan menjadikan dunia sebagai puncak harapannya. Sebab, ia tahu bahwa ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada segala kenikmatan dunia, yaitu surga Allah.
Maka, jangan hanya tinggi cita-cita dalam urusan dunia, tetapi rendah dalam mengejar akhirat. Jadikan surga sebagai tujuan tertinggi dan rida Allah sebagai harapan terbesar.
@Ruang_Faedahh
Maka ia menjawab:
‘Kalau begitu, ia tidak akan puas kecuali dengan surga.’
📜 Ibn Hamdun, At-Tadzkiratul Hamduniyah
Sungguh, orang yang tinggi cita-citanya tidak akan menjadikan dunia sebagai puncak harapannya. Sebab, ia tahu bahwa ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada segala kenikmatan dunia, yaitu surga Allah.
Maka, jangan hanya tinggi cita-cita dalam urusan dunia, tetapi rendah dalam mengejar akhirat. Jadikan surga sebagai tujuan tertinggi dan rida Allah sebagai harapan terbesar.
@Ruang_Faedahh
👍5
Jangan Biarkan Syukur Itu Luntur
Malam tak pernah datang tanpa makna
Ia dimulai dengan indahnya senja
Beranjak bersama semburat jingga
Lalu pulang dengan lembutnya fajar yang menyapa.
Siang pun tak kalah elok rupanya
Berawal dari fajar yang penuh doa
Berjalan dengan terik yang menghangatkan jiwa
Dan berakhir dengan senja yang mempesona.
Lihatlah kawan
Tak ada hari yang berputar tanpa keindahan
Tak ada detik yang berlalu tanpa kasih sayang Ar-Rahman
Hanya hati kita yang kadang lupa memperhatikan.
Pernahkah kau sadari kawan
Setiap hembus napas adalah titipan
Setiap sehat adalah kenikmatan
Dan setiap luka pun adalah jalan untuk pulang.
Maka jangan biarkan syukur itu luntur
Jangan biarkan hati menjadi kufur
Hanya karena setitik luka dalam jiwa
Atau impian yang belum kau rengkuh jua
Hiasilah setiap keadaan dengan syukur dalam dada
Sebab Allah telah berjanji dalam firman-Nya:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
"Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)
Biarlah senja mengajarkan arti keikhlasan
Dan fajar membisikkan sebuah harapan.
— Rangkaian bait syair yang tertuang dari goresan pena salah seorang penghuni Kanal, hafizhahallahu.
@Ruang_Faedahh
Malam tak pernah datang tanpa makna
Ia dimulai dengan indahnya senja
Beranjak bersama semburat jingga
Lalu pulang dengan lembutnya fajar yang menyapa.
Siang pun tak kalah elok rupanya
Berawal dari fajar yang penuh doa
Berjalan dengan terik yang menghangatkan jiwa
Dan berakhir dengan senja yang mempesona.
Lihatlah kawan
Tak ada hari yang berputar tanpa keindahan
Tak ada detik yang berlalu tanpa kasih sayang Ar-Rahman
Hanya hati kita yang kadang lupa memperhatikan.
Pernahkah kau sadari kawan
Setiap hembus napas adalah titipan
Setiap sehat adalah kenikmatan
Dan setiap luka pun adalah jalan untuk pulang.
Maka jangan biarkan syukur itu luntur
Jangan biarkan hati menjadi kufur
Hanya karena setitik luka dalam jiwa
Atau impian yang belum kau rengkuh jua
Hiasilah setiap keadaan dengan syukur dalam dada
Sebab Allah telah berjanji dalam firman-Nya:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
"Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)
Biarlah senja mengajarkan arti keikhlasan
Dan fajar membisikkan sebuah harapan.
— Rangkaian bait syair yang tertuang dari goresan pena salah seorang penghuni Kanal, hafizhahallahu.
@Ruang_Faedahh
💯6