Disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya 1/77, juga dari Ibnu Abbas berkata:
"Sesungguhnya Rasulullah saw duduk pada suatu hari, di sampingnya terdapat Ali, Fatimah, Hasan dan Husain as. Lalu beliau bersabda: Ya Allah, sungguh engkau mengetahui bahwa merekalah Ahlul Baitku, dan manusia yang paling mulia bagiku, maka cintailah orang yang mencintai mereka dan murkailah orang yang murka pada mereka, kasihilah orang yang mengasihi mereka, dan musuhilah orang yang memusuhi mereka, tolonglah orang yang menolong mereka, jadikanlah mereka orang-orang yang disucikan dari segala kotoran, terjaga dari semua dosa dan perkuatlah dengan ruh suci darimu."
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Sesungguhnya Rasulullah saw duduk pada suatu hari, di sampingnya terdapat Ali, Fatimah, Hasan dan Husain as. Lalu beliau bersabda: Ya Allah, sungguh engkau mengetahui bahwa merekalah Ahlul Baitku, dan manusia yang paling mulia bagiku, maka cintailah orang yang mencintai mereka dan murkailah orang yang murka pada mereka, kasihilah orang yang mengasihi mereka, dan musuhilah orang yang memusuhi mereka, tolonglah orang yang menolong mereka, jadikanlah mereka orang-orang yang disucikan dari segala kotoran, terjaga dari semua dosa dan perkuatlah dengan ruh suci darimu."
http://Telegram.me/TahukahAnda
Rasulullah saw bersabda,
"Ketahuilah! Barang siapa meninggal sementara dia mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalam keadaan syahid. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalam keadaan diampuni dosanya. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalama keadaan bertobat. ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalam keadaan beriman yang sempurna imannya. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka Malaikat Maut, Malaikat Munkar dan Nakir akan memberinya berita gembira dengan surga. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia akan diantar kesurga sebagaimana pengantin dibawa ke rumah suaminya. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka akan dibukakan baginya dikuburnya dua pintu menuju surga. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka Allah Swt akan menjadikan kuburnya sebagai tempat ziarah bagi para malaikat rahmat. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia akan meninggal dalam keadaan menjalankan sunah secara benar. Dan ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan membenci keluarga Muhammad, maka dia akan datang pada Hari Kiamat dengan tertulis di dahinya bahwa orang ini berputus asa dari rahmat Tuhan."
📚Al-Muraja'at, hal.59, dinukil dari Imam Tsa'labi dalam menafsirkan ayat Mawaddah didalam kitab Tafsir al-Kabir.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Ketahuilah! Barang siapa meninggal sementara dia mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalam keadaan syahid. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalam keadaan diampuni dosanya. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalama keadaan bertobat. ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia meninggal dalam keadaan beriman yang sempurna imannya. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka Malaikat Maut, Malaikat Munkar dan Nakir akan memberinya berita gembira dengan surga. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia akan diantar kesurga sebagaimana pengantin dibawa ke rumah suaminya. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka akan dibukakan baginya dikuburnya dua pintu menuju surga. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka Allah Swt akan menjadikan kuburnya sebagai tempat ziarah bagi para malaikat rahmat. Ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, maka dia akan meninggal dalam keadaan menjalankan sunah secara benar. Dan ketahuilah! Barang siapa meninggal dalam keadaan membenci keluarga Muhammad, maka dia akan datang pada Hari Kiamat dengan tertulis di dahinya bahwa orang ini berputus asa dari rahmat Tuhan."
📚Al-Muraja'at, hal.59, dinukil dari Imam Tsa'labi dalam menafsirkan ayat Mawaddah didalam kitab Tafsir al-Kabir.
http://Telegram.me/TahukahAnda
🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Pada hari Jumat tidak ada amalan yang lebih baik dari salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."
📚Ta'wil al Ayat azh Zhahirah, hal 454.
🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Disunahkan bersalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya pada hari Jumat sebanyak seribu kali dan pada hari yang lain sebanyak seratus kali."
📚Ushul al Kafi, 3/416.
🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Pada akhir hari Kamis dan malam Jumat, sekelompok malaikat turun dari langit dengan membawa pena dari emas serta papan dari perak, dan pada akhir hari Kamis serta malam Jumat, juga hari Jumat sampai matahari terbenam, mereka tidak mencatat sesuatu apa pun selain bacaan salawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya."
📚Ushul al Kafi, 3/416.
🌹اَللّهُمَّ صَلِّ عَلی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ🌹
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Pada hari Jumat tidak ada amalan yang lebih baik dari salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."
📚Ta'wil al Ayat azh Zhahirah, hal 454.
🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Disunahkan bersalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya pada hari Jumat sebanyak seribu kali dan pada hari yang lain sebanyak seratus kali."
📚Ushul al Kafi, 3/416.
🌺Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Pada akhir hari Kamis dan malam Jumat, sekelompok malaikat turun dari langit dengan membawa pena dari emas serta papan dari perak, dan pada akhir hari Kamis serta malam Jumat, juga hari Jumat sampai matahari terbenam, mereka tidak mencatat sesuatu apa pun selain bacaan salawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya."
📚Ushul al Kafi, 3/416.
🌹اَللّهُمَّ صَلِّ عَلی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ🌹
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Muhammad al-Baqir as berkata,
"Sedekah pada Hari Jumat itu dilipatgandakan (pahalanya), karena keutamaan hari Jumat dibandingkan hari-hari yang lain."
📚Tsawab al amal, jil.1, hal.220.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Sedekah pada Hari Jumat itu dilipatgandakan (pahalanya), karena keutamaan hari Jumat dibandingkan hari-hari yang lain."
📚Tsawab al amal, jil.1, hal.220.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ja'far Shadiq as berkata,
"Demi Allah! Sedekah secara rahasia itu lebih utama ketimbang sedekah secara terang-terangan. Demikian pula, demi Allah, ibadah secara rahasia itu lebih utama daripada ibadah secara terang-terangan."
📚al-Kafi, juz 4, hal.8, hadis ke-2.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Demi Allah! Sedekah secara rahasia itu lebih utama ketimbang sedekah secara terang-terangan. Demikian pula, demi Allah, ibadah secara rahasia itu lebih utama daripada ibadah secara terang-terangan."
📚al-Kafi, juz 4, hal.8, hadis ke-2.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali bin Husain as berkata,
"Sedekah dengan sembunyi-bunyi akan memadamkan murka Allah Swt."
📚Bihar al-Anwar, jilid 93, hal.180.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Sedekah dengan sembunyi-bunyi akan memadamkan murka Allah Swt."
📚Bihar al-Anwar, jilid 93, hal.180.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Disebutkan dalam kitab Tanbih al-Khawathir diriwayatkan bahwa Jibril as bertanya kepada Nuh as, "Wahai orang yang paling panjang usianya di kalangan para nabi, bagaimanakah engkau mendapati dunia ini?" Nuh as menjawab, "la (dunia) seperti sebuah rumah dengan dua pintu, aku masuk dari salah-satu dari kedua pintu itu dan aku keluar dari pintu yang lain."
📚Tanbih al-Khawathir, jil.1, hal. 131.
http://Telegram.me/TahukahAnda
📚Tanbih al-Khawathir, jil.1, hal. 131.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Al-Masih (Isa bin Maryam) as berkata,
"Sesungguhnya dunia itu (laksana) sebuah jembatan, maka seberangilah ia dan janganlah kalian mendiaminya."
📚Al-Khishal, pasal 65, hadis ke-95.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Sesungguhnya dunia itu (laksana) sebuah jembatan, maka seberangilah ia dan janganlah kalian mendiaminya."
📚Al-Khishal, pasal 65, hadis ke-95.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Rasulullah saw bersabda,
"Dunia itu hanyalah sesaat (sebentar), maka jadikanlah ia sebagai sarana untuk taat (kepada Allah)."
📚Bihar al-Anwar, juz. 77, hal. 164, hadis ke-2.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Dunia itu hanyalah sesaat (sebentar), maka jadikanlah ia sebagai sarana untuk taat (kepada Allah)."
📚Bihar al-Anwar, juz. 77, hal. 164, hadis ke-2.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Ali as berkata,
"Wahai manusia, sesungguhnya dunia hanyalah negeri untuk lewat saja, sementara akhirat adalah negeri untuk tempat tinggal. Maka, ambillah (bekal) dari tempat lewatmu untuk menuju tempat tinggalmu."
📚Nahj al-Balaghah, khotbah ke-203.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Wahai manusia, sesungguhnya dunia hanyalah negeri untuk lewat saja, sementara akhirat adalah negeri untuk tempat tinggal. Maka, ambillah (bekal) dari tempat lewatmu untuk menuju tempat tinggalmu."
📚Nahj al-Balaghah, khotbah ke-203.
http://Telegram.me/TahukahAnda
اللَّهُمَّ إِنَّا لَا نَعْلَمُ مِنْهُ إِلَّا خَیْرا
"Ya Allah, sesungguhnya kami tidak mengetahui tentang dirinya kecuali kebaikan."
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Ya Allah, sesungguhnya kami tidak mengetahui tentang dirinya kecuali kebaikan."
http://Telegram.me/TahukahAnda
Terdapat sebuah riwayat dari Rasulullah saw yang berisi tuntunan untuk memperoleh kehadiran hati dalam shalat.
Rasulullah saw bersabda,
"Laksanakanlah shalat, seakan shalat yang engkau lakukan adalah shalat terakhir. Dan tatkala engkau mulai memasuki shalat, katakanlah (kepada dirimu), 'Ini adalah shalat terakhir saya di dunia.' Dan berupayalah untuk merasakan bahwa surga berada di hadapanmu dan neraka berada di bawah kakimu; Izrail ada di belakangmu, para nabi ada di sisi kananmu, dan para malaikat ada di samping kirimu. Dan Allah mengawasimu dari atas kepalamu."
http://Telegram.me/TahukahAnda
Rasulullah saw bersabda,
"Laksanakanlah shalat, seakan shalat yang engkau lakukan adalah shalat terakhir. Dan tatkala engkau mulai memasuki shalat, katakanlah (kepada dirimu), 'Ini adalah shalat terakhir saya di dunia.' Dan berupayalah untuk merasakan bahwa surga berada di hadapanmu dan neraka berada di bawah kakimu; Izrail ada di belakangmu, para nabi ada di sisi kananmu, dan para malaikat ada di samping kirimu. Dan Allah mengawasimu dari atas kepalamu."
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Muhammad al-Baqir as berkata,
"Di Hari Pembalasan, hal pertama yang akan diminta pertanggung jawaban adalah shalat. Oleh karena itu, jika diterima maka (perbuatan-perbuatan baik) yang lainnya akan diterima juga (jika tidak, perbuatan-perbuatan baik lainnya tidak akan berguna baginya)."
📚Bihar al-Anwar, jilid 7 hal.267.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Di Hari Pembalasan, hal pertama yang akan diminta pertanggung jawaban adalah shalat. Oleh karena itu, jika diterima maka (perbuatan-perbuatan baik) yang lainnya akan diterima juga (jika tidak, perbuatan-perbuatan baik lainnya tidak akan berguna baginya)."
📚Bihar al-Anwar, jilid 7 hal.267.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Di akhir hayatnya, Imam Ja'far Shadiq as memanggil saudara-saudara dan para sahabatnya lalu berkata, "Sesungguhnya, syafaat kami tidak akan dicapai oleh orang yang menyepelekan shalat."
📚Bihar al-Anwar, jilid 82, hal.236.
http://Telegram.me/TahukahAnda
📚Bihar al-Anwar, jilid 82, hal.236.
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Dunia Islam harus berupaya agar para pemudanya maju dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan. Dan hal ini adalah sesuatu yang mungkin untuk diwujudkan."
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
(Rahbar Syahid Ali Khamenei)
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Beliau hidup sebagai penolong kaum yang tertindas, dan gugur sebagai seorang syahid."
http://Telegram.me/TahukahAnda
http://Telegram.me/TahukahAnda
✅ Ya Arhamar Rahimin
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhan-nya, "(Ya Tuhan-ku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (Al-Anbiya' 83)
Ayat ini adalah kutipan doa Nabi Ayyub as ketika terkena sakit keras. Doa ini menggambarkan jiwa beliau yang pasrah menerima ketentuan Allah dalam kondisi apapun. Sebesar apapun sakit yang dirasakannya, Nabi Ayyub tetap berbaik sangka kepada Allah Swt. Dengan selalu menyebut sifat-Nya yang Maha Penyayang.
Ayat ini membuat penasaran seorang Orientalis barat. Dia bertanya-tanya, kenapa ketika Nabi Ayyub as terkena sakit keras, beliau berdoa kepada Allah dengan menyebut Ya Arhamar Rahimin (Maha Penyayang dari semua yang penyayang)? Kenapa tidak menyebut nama Allah lainnya seperti Ya Syafi atau Ya Muafi (Wahai Penyembuh, Wahai yang Memberi kesehatan) ?
Ia mulai meneliti fenomena ini, hingga akhirnya dia temukan akar masalahnya. Bahwa ternyata, orang sakit yang pasrah dan menerima kondisinya telah mendapat separuh dari kesembuhan sebelum meminum obat.
Beda dengan orang yang berontak, marah dan tidak terima dengan penyakit yang menimpanya. Kondisi seperti ini menghalangi kesembuhan dan obat yang diminum pun tidak terlalu berpengaruh bagi kesehatannya. Karena itulah Nabi Ayyub selalu pasrah dan memanggil nama Allah Duhai Yang Maha Penyayang.
📚Kado dari al-Quran.
http://Telegram.me/TahukahAnda
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhan-nya, "(Ya Tuhan-ku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (Al-Anbiya' 83)
Ayat ini adalah kutipan doa Nabi Ayyub as ketika terkena sakit keras. Doa ini menggambarkan jiwa beliau yang pasrah menerima ketentuan Allah dalam kondisi apapun. Sebesar apapun sakit yang dirasakannya, Nabi Ayyub tetap berbaik sangka kepada Allah Swt. Dengan selalu menyebut sifat-Nya yang Maha Penyayang.
Ayat ini membuat penasaran seorang Orientalis barat. Dia bertanya-tanya, kenapa ketika Nabi Ayyub as terkena sakit keras, beliau berdoa kepada Allah dengan menyebut Ya Arhamar Rahimin (Maha Penyayang dari semua yang penyayang)? Kenapa tidak menyebut nama Allah lainnya seperti Ya Syafi atau Ya Muafi (Wahai Penyembuh, Wahai yang Memberi kesehatan) ?
Ia mulai meneliti fenomena ini, hingga akhirnya dia temukan akar masalahnya. Bahwa ternyata, orang sakit yang pasrah dan menerima kondisinya telah mendapat separuh dari kesembuhan sebelum meminum obat.
Beda dengan orang yang berontak, marah dan tidak terima dengan penyakit yang menimpanya. Kondisi seperti ini menghalangi kesembuhan dan obat yang diminum pun tidak terlalu berpengaruh bagi kesehatannya. Karena itulah Nabi Ayyub selalu pasrah dan memanggil nama Allah Duhai Yang Maha Penyayang.
📚Kado dari al-Quran.
http://Telegram.me/TahukahAnda
Imam Musa al-Kadzim as berkata,
"Sesungguhnya tubuh (diri) kalian tidak memiliki harga yang pantas selain surga. Maka janganlah kalian menjualnya dengan sesuatu selain surga."
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Sesungguhnya tubuh (diri) kalian tidak memiliki harga yang pantas selain surga. Maka janganlah kalian menjualnya dengan sesuatu selain surga."
http://Telegram.me/TahukahAnda
"Janji kami wahai pemimpin kami.. bahwa panjimu akan tetap berkibar tinggi dan takkan pernah patah (tumbang)."
http://Telegram.me/TahukahAnda
http://Telegram.me/TahukahAnda