CafeStartup Channel
668 subscribers
49 photos
22 files
44 links
AMA dan yang penting untuk diarsipkan..
Download Telegram
Forwarded from Arga Dinata
Pertanyaan tadi masih perlu dijawab gak
Forwarded from Deleted Account
perlu om. saya tadi nungguin juga ^_^
Forwarded from Arga Dinata
Jawaban pendeknya, iya betul untuk transport dan akomodasi bisa masuk ke pengeluaran perusahaan
Forwarded from Arga Dinata
Bisa juga untuk transport dan pulsa dimasukkan ke komponen gaji sebagai tunjangan. Jadi kalo beli bensin perusahaan gak perlu ganti duit kita
Forwarded from Deleted Account
Om bonti, poin2 om arga masukin ke channel dongs... ttg manajemen sumber dana di perusahaan...penting loh
Forwarded from Arga Dinata
Ini saya share pengalaman waktu merintis usaha. Tahun 2014 saya jalan berdua temen saya. Kita sepakat penbagian saham 60 40, dengan gaji anggap saja 6 juta dan 4 juta supaya mudah
Forwarded from Deleted Account
lanjut om arga, saya nyimak
Forwarded from Arga Dinata
Nah kita awalnya gak ada setor modal sama sekali. Tapi perusahaan kan butuh biaya operasional. Nah siapa yg nombokin pengeluaran itu dimasukin sebagai modal dia. Kalo belum bisa gajian full, sebagian dicatat sebagai hutang gaji
Forwarded from Arga Dinata
Nah di akhir tahun, kalo ada sisa kas bisa kita putuskan, kas mau ditahan sebagai modal tahun depan, ato bayar hutang gaji
Forwarded from Deleted Account
Nah. Ini situasi Pruf Ritz yg lg Reborn tahap 1 saat ini 😃
Forwarded from Arga Dinata
Dan semua modal yg kita setor itu dihitung ulang. Jadi komposisi saham bisa berubah. Misal saya jadi 65, temen saya 35
Forwarded from Deleted Account
wah mulai paham ni
Forwarded from Arga Dinata
Karena saya nombokin lebih banyak
Forwarded from Deleted Account
Kangmas Bontiii... masukin channel plis obrolannya Arga Hardy inii
Forwarded from Deleted Account
alkisah suatu masa seorang pedagang menggelar dagangan seperti biasa di public market. Beliau dikenal sebagai pedagang yg ulet dan profesional. Tak ayal banyak rekan dan pesaing yang segan dan respect kepadanya. Di lain sisi, namanya dunia, juga banyak pesaing yg tidak suka dengan kehadirannya, sebut saja kelompok bunga.

Kelompok bunga ini berkoordinasi & mengatur strategi untuk mencari cara menjegal penjualan orang tersebut dengan melakukan permainan harga. Sontak konsumen yang mayoritas selalu loyal terhadap harga beralih menyerbu dagangan Kelompok bunga dan daganganya laris manis.

Si pedagang tidak terpengaruh melihat kondisi seperti ini. Beliau tetap pada pendirian menjaga kualitas dan bersaing sehat dengan harga normal. Banyak rekan beliau yang bertanya2 kenapa tidak merespon atau melawan dengan menurunkan harga juga? Apakah tidak khawatir daganganmu rugi atau bahkan gulung tikar. Jawab si pedagang ini dengan santainya : "Berdagang adalah proses belajar pendewasaan. Berdagang adalah mengajarkan kita menahan nafsu serakah dan menggunakan akal sehat. Kita lihat saja dalam beberapa hari ke depan."

Dan tidak butuh berminggu2, Kelompok bunga berpikir ulang mengenai strateginya. Karena mereka mengalami kerugian yang lebih fatal dari sebelumnya. Pasar kembali normal kembali, konsumen menjadi lebih cerdas.

Kultum pagi Ramadhan di akhir pekan

*) Pedagang tersebut adalah Prophet Muhammad

Mohon maaf ada bagian2 yg disensor untuk menghindari sara atau dkk

Semoga bermanfaat
Forwarded from Wiro Hardy
A great discussion last night 👍👍
Forwarded from Wiro Hardy
Imho, masing2 ada marketnya sendiri. Serve your main/primary market sampai udh maksimal, baru pertimbangkan utk serve the secondary market
Forwarded from Wiro Hardy
Utk secondary marketnya bisa pertimbangkan utk pakai sister company krn emang branding company yg skrg gak match
Forwarded from Wiro Hardy
Contoh: company yg skrg fokus ke premium market. Dari dulu ya brandingnya begitu. Klo tiba2 serve lower class market, branding yg dari awal bisa rusak + custumer existing/target market awal gak happy
Forwarded from Wiro Hardy
The best dan semua org perlu lakukan sih mengembangkan competitive advantagesnya semaksimal dan sedemikian rupa sampai custumer "terpaksa" menggunakan entah karena di market gak ada yg lebih baik, entah karena network effect, entah karena yg lain2, yg menyebabkan harga blm lagi masalah #1