CafeStartup Channel
667 subscribers
49 photos
22 files
44 links
AMA dan yang penting untuk diarsipkan..
Download Telegram
Forwarded from Deleted Account
ga usah terlalu jauh mikirin hal ga guna. masih CMS cukup hosting. pilih VPS, kecanggihan. pilih serverless, apalagi

jd prinsipny kembali lg yg ane sebutin diatas
Forwarded from Deleted Account
Ini alternativ kalau webnya cuman landing page.
1. Firebase hosting.
2. Dns manager nya pakai Cloudflare.
Forwarded from Deleted Account
Kalau misal mba vic webnya mau ada interaksi dll kita sebutnya web apps, dan ada versi mobile nya. Baru lari ke serverless.
Forwarded from Slamet Rivai
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Teman2, malam ini saya mau sharing tentang kecenderungan "pindah-pindah ide" yg beberapa kali saya lihat di sekeliling saya :)
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Temen2 pernah kepikiran sebuah ide startup? Terus temen2 coba eksekusi, tapi di tengah jalan berhenti karena merasa sudah ga "seru"?
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Coba kita simak gambar di bawah ini:
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Di awal kita mengerjakan sebuah ide, kita merasa sangat semangat untuk mengejarnya. Energi kita masih penuh dan rasanya sangat excited untuk segera eksekusi ide tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, semangat kita itu turun, dan mulai muncul keraguan-keraguan akan ide tersebut. Karena sudah agak bosan, kita akhirnya memutuskan membuat ide baru, dan begitu saja meninggalkan ide lama.
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Itu adalah grafik hubungan antara "excitement" atau semangat dengan waktu eksekusi ide. Jadi ternyata, sudah umum bahwa di awal2 orang akan semangat mengejar sebuah ide, sampai akhirnya makin lama, semangatnya turun, lalu muncul ide baru dan coba mengejar itu (jadi semangat lagi).

Hal ini sering, bahkan bisa dibilang normal terjadi. Manusia haus akan pengalaman baru, sulit untuk bisa bersabar. Sayangnya, sering kali kita pindah ke ide baru, meninggalkan ide lama kita yang sebenarnya masih potensial. Jika ini terus terjadi, maka ide kita tidak akan ada yang bisa tumbuh berkembang besar, karena selalu kita ganti di saat-saat yang menurut kita menjenuhkan.
[28/5 23.33] Slamet Rivai: *1. Ketahuilah "why" atau alasan kenapa kita ingin mengejar ide tersebut.*

Ide itu mudah dibuat. Ide bagus banyak bertebaran. Tapi tidak semua ide bagus harus kita kejar. Kita harus tahu, mana ide yang mau kita perjuangkan dalam jangka waktu lama. Kenali diri lebih dalam, cari tahu tentang passion kita, kejar ide yang memang sejalan dengan passion kita. Jangan melihat ide hanya dari reward sesaatnya, tapi juga harus dipertimbangkan dampak jangka panjangnya. Catatlah alasan dan niat kita mengejar sebuah ide, dan jadikan itu sebagai pengingat di saat kita sedang menghadapi kesulitan atau kejenuhan.
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Bagaimana bisa kita menghindari rasa jenuh yang membuat kita selalu ingin mengejar ide baru?
[28/5 23.33] Slamet Rivai: *2. Lakukan tracking terhadap perkembangan ide tersebut.*

Pilihlah ukuran/metric yang dapat merepresentasikan perkembangan ide kita, lalu track lah secara berkala. Ini juga bisa membantu kita fokus dalam memilih hal apa untuk dikerjakan.

Jika setelah beberapa waktu, melihat ukuran/metric tersebut selalu berkembang, maka teruslah perjuangkan idenya, walau sudah muncul rasa jenuh. Jika ternyata hasilnya kurang baik, maka coba cari cara terlebih dahulu bagaimana bisa meningkatkannya kembali, jangan langsung pindah ide. Coba perbaiki dulu selama beberapa lama. Namun, jika sudah dicobapun dan hasilnya terus menurun, maka kamu berhak mempertimbangkan jika mau mengejar ide baru.
[28/5 23.33] Slamet Rivai: *3. Cari teman seperjuangan untuk saling mengingatkan*

Dengan adanya teman satu tim, kita secara langsung maupun tidak langsung akan terdorong untuk terus komitmen mengeksekusi ide kita. Ini juga salah satu alasan besar kenapa punya co-founder itu penting. Saat kita sedang jenuhnya, kita melihat teman kita masih berjuang, maka akan muncul rasa tidak enak untuk berhenti, kita pun akan terdorong untuk terus memberikan yang terbaik. Jika sedang butuh istirahat, proyek kita pun akan tetep bisa jalan, dibantu dengan teman kita. Beda ceritanya kalau proyek ide ini kita sendirian aja yang ngerjain, maka saat kita istirahat, proyek ide ini jadi berhenti, dan kadang susah lagi rasanya jika ingin lanjut kembali.
[28/5 23.33] Slamet Rivai: Itulah beberapa tips untuk bisa konsisten dalam mengejar sebuah ide. Intinya, janganlah cepat menyerah. Jika kamu masih percaya dengan potensinya, maka berjuanglah dan bersabarlah. Karena pohon rindang, adalah hasil dari proses panjang menjaga konsistensi dalam merawatnya.

Semoga bermanfaat. Itu bisa jadi tips mencoba amalan baru di bulan ramadhan ini juga. Ketahui "why" nya, di
Forwarded from Slamet Rivai
-track progress nya, lalu cari temen yg mau sama2 saling mengingatkan 😊
Forwarded from Slamet Rivai
Foto dari Slamet Rivai
Forwarded from AEH
Peran HR sebagai business partner pada perusahaan.

Mulai dg 2 pertanyaan yuks:
Pertama,
Ketika pemilik usaha, CEO, atau bagian dari top management lainnya harus menghadapi persoalan pelik, terutama dg revenue bisnis yg terus menurun, nett profit makin kecil, dan dipaksa mengambil keputusan, biasanya bagian/ fungsi pada organisasi apa yg dikorbankan, yg program2nya ditunda atau bahkan cancelled?
Forwarded from AEH
Kedua,
Apa alasan yang paling sering muncul dari top management ketika harus melakukan resizing, downsizing, atau apapun itu yg terkait terminasi kepada karyawannya?
Jawaban yg lazim: efisiensi.
Forwarded from AEH
Untuk pertanyaan pertama, biasanya jawabannya: fungsi support, kesejahteraan dikurangi, jumlah karyawan dievaluasi.
Forwarded from AEH
Dg kedua set pertanyaan dan jawaban yg saya sampaikan, ketika itu terjadi di organisasi/ perusahaan kita: indikasi bahwa HR/ SDM belum diperlakukan sbg business partner para pengambil keputusan.
Forwarded from AEH
Nggak salah juga ketika top management berpikir bahwa HR hanya fungsi yg administratif, teknis, dapat digantikan oleh sistem, bisa dikesampingkan, bisa dihilangkan.

Nggak salah karena memang tidak semua HR person memahami sisi strategis dari fungsinya sehingga terjebak pada mereka akhirnya terjebak hanya pada pekerjaan.

Mereka hanya ngerjain kontrak, ngitung gaji, ngitung lembur, administrasi personalia, dan begitu-begitu saja.

Pekerjaannya tidak bunyi, tidak bermakna.
Forwarded from AEH
Kalau kita ingin memiliki HR yg dapat berfungsi sebagai business partner, kita harus paham sebenarnya apa manfaat kalau HR kita sudah sbg business partner.
Forwarded from AEH
Sebenernya enak loh kalau HR kita udah bisa jadi business partner.

Satu, kita akan less worry bahwa kita akan kelebihan/ kelurangan orang. Organisasi sudah dirancang HR untuk fit terhadap business goals, forecasting kebutuhan orang, pelaksanaan fungsi organisasi, kewenangan, semua terencana.
Ga ada cerita: kelebihan orang, kekurangan orang, underpaid, overpaid.
Forwarded from AEH
Kedua, mereka mampu memanfaatkan tools dalam organisasi untuk membantu kita mencapai tujuan.
Forwarded from AEH
Contohnya:
Ada perusahaan yg akan mengakuisisi perusahaan kita, seorang HRBP (Human Resources Business Partner) akan mengoptimalkan seluruh tools dalam organisasi supaya akuisisi tersebut lancar.

Akuisisi adalah suatu perubahan besar, dan seorang HRBP ga akan main hanya pada pemberian kompensasi.
Forwarded from AEH
Karena ia paham kalau cuma mainin besaran kompensasi, anak kecil aja juga bisa kalii..

Ia akan merancang value/ culture shiftingnya, HR communication strategies, desain pengembangan kompetensi, dan lainnya, bahkan termasuk rekomendasi perubahan hal2 yg sifatnya fisik seperti layouting ruangan.
Forwarded from AEH
Nah, dg punya HRBP, maka organisasi akan menjadi lebih efisien dan efektif.