The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 30 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 28 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 28 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
Kolose 3 : 9-11 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena KAMU TELAH MENANGGALKAN MANUSIA LAMA serta kelakuannya, dan TELAH MENGENAKAN MANUSIA BARU yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
Sebagai ciptaan yang baru, Tuhan tidak menghendaki kita hidup dengan masih membawa jati diri kita yang lama. Karena di dalam manusia lama kita pasti ada berbagai dasar keyakinan, konsep pikir, sikap hati dan berbagai gaya hidup yang tidak sesuai dengan prinsip kebenaran.
Perlahan tapi pasti Tuhan terus menggiring kita untuk keluar dari kehidupan individual dan masuk dalam kehidupan bersama/korporat, untuk MELEBUR DALAM SATU TUBUH di dalam satu rumah rohani.
Orang yang masih suka berpindah-pindah gereja, terus berkelana hanya untuk mencari-cari apa yang disukainya (bukan mencari apa yang benar), tanpa mau belajar mengenali dan menundukkan diri dalam satu pengayoman seorang hamba Tuhan yang sudah terbentuk oleh pola Ilahi, sesungguhnya orang tersebut masih terus bersikukuh untuk hidup dengan kehidupan lamanya. Otomatis dia tidak akan pernah mencapai puncak potensinya di dalam Kristus.
Jadi, walau ada orang terlihat sudah setia ke gereja, bahkan sudah lahir baru sekalipun, namun jika dari dirinya masih terus membawa manusia lamanya, orang ybs juga tidak siap melebur dalam tubuh Kristus. Tidak heran kehidupan sehari-harinya masih terus memanifestasikan kehidupan lamanya. Kehidupan SELF atau cinta diri sendiri, masih kuat bekerja, sehingga berbagai hal kedagingan, kemanusiawian dan keduniawian akan terus bermanifestasi dalam hidupnya silih berganti.
Sesungguhnya kehidupan yang sia-sia tersebut bisa kita akhiri dengan tindakan yang sederhana, yaitu mengambil KEPUTUSAN yang akurat dan miliki TEKAD yang kuat.
Kolose 3 : 5 Karena itu MATIKANLAH dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
1. Sebuah KEPUTUSAN akan mengakhiri sebuah siklus
Apapun bentuk siklusnya, keputusan adalah seperti pedang tajam yang sanggup memutuskan/memotong rangkaian siklus yang ada. Jika sebuah siklus sudah terpotong, hal yang sama, pasti tidak akan berulang / terjadi lagi. Siklus kekalahan, kedagingan, keduniawian tidak akan bekerja lagi.
Keputusan untuk melangkah kepada apa yang benar, akan mengaktivasi sebuah siklus rohani yang baru, yaitu siklus yang berkemenangan! Kemenangan demi kemenangan, terobosan demi terobosan akan menjadi bagian diri kita! Yang sering membuat siklus kekalahan terus bekerja adalah kebiasaan kita untuk MENUNDA. Dengan menunda, sesungguhnya kita sedang memperpanjang siklus kekalahan dan memblokir siklus kemenangan untuk bekerja. Akhirilah siklus kekalahan sekarang, dengan mengambil keputusan yang benar, yang akurat - selaras dengan firmanNya!
Kolose 3 : 8-9 Tetapi SEKARANG, BUANGLAH semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya
Sebagai ciptaan yang baru, Tuhan tidak menghendaki kita hidup dengan masih membawa jati diri kita yang lama. Karena di dalam manusia lama kita pasti ada berbagai dasar keyakinan, konsep pikir, sikap hati dan berbagai gaya hidup yang tidak sesuai dengan prinsip kebenaran.
Perlahan tapi pasti Tuhan terus menggiring kita untuk keluar dari kehidupan individual dan masuk dalam kehidupan bersama/korporat, untuk MELEBUR DALAM SATU TUBUH di dalam satu rumah rohani.
Orang yang masih suka berpindah-pindah gereja, terus berkelana hanya untuk mencari-cari apa yang disukainya (bukan mencari apa yang benar), tanpa mau belajar mengenali dan menundukkan diri dalam satu pengayoman seorang hamba Tuhan yang sudah terbentuk oleh pola Ilahi, sesungguhnya orang tersebut masih terus bersikukuh untuk hidup dengan kehidupan lamanya. Otomatis dia tidak akan pernah mencapai puncak potensinya di dalam Kristus.
Jadi, walau ada orang terlihat sudah setia ke gereja, bahkan sudah lahir baru sekalipun, namun jika dari dirinya masih terus membawa manusia lamanya, orang ybs juga tidak siap melebur dalam tubuh Kristus. Tidak heran kehidupan sehari-harinya masih terus memanifestasikan kehidupan lamanya. Kehidupan SELF atau cinta diri sendiri, masih kuat bekerja, sehingga berbagai hal kedagingan, kemanusiawian dan keduniawian akan terus bermanifestasi dalam hidupnya silih berganti.
Sesungguhnya kehidupan yang sia-sia tersebut bisa kita akhiri dengan tindakan yang sederhana, yaitu mengambil KEPUTUSAN yang akurat dan miliki TEKAD yang kuat.
Kolose 3 : 5 Karena itu MATIKANLAH dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
1. Sebuah KEPUTUSAN akan mengakhiri sebuah siklus
Apapun bentuk siklusnya, keputusan adalah seperti pedang tajam yang sanggup memutuskan/memotong rangkaian siklus yang ada. Jika sebuah siklus sudah terpotong, hal yang sama, pasti tidak akan berulang / terjadi lagi. Siklus kekalahan, kedagingan, keduniawian tidak akan bekerja lagi.
Keputusan untuk melangkah kepada apa yang benar, akan mengaktivasi sebuah siklus rohani yang baru, yaitu siklus yang berkemenangan! Kemenangan demi kemenangan, terobosan demi terobosan akan menjadi bagian diri kita! Yang sering membuat siklus kekalahan terus bekerja adalah kebiasaan kita untuk MENUNDA. Dengan menunda, sesungguhnya kita sedang memperpanjang siklus kekalahan dan memblokir siklus kemenangan untuk bekerja. Akhirilah siklus kekalahan sekarang, dengan mengambil keputusan yang benar, yang akurat - selaras dengan firmanNya!
Kolose 3 : 8-9 Tetapi SEKARANG, BUANGLAH semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya
2. TEKAD akan menolong kita untuk stay focus menjalani kehidupan yang baru, tanpa terdistract/teralihkan lagi oleh hal-hal yang dapat menarik kita kembali ke kehidupan yang lama
Peperangan kita bukanlah untuk merebut kemenangan, karena Kristus sudah menang atas iblis, dosa dan maut. Peperangan kita adalah untuk MEMPERTAHANKAN kemenangan itu! Tekad yang kuat akan membuat kita terus melangkah; di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Di sini pentingnya kita bertekun memperkatakan firman dan mengimajinasikan apa yang akan terjadi, ketika firman bekerja dalam hidup kita. Karena musuh akan terus mengirim kata-kata yang melemahkan, pemikiran-pemikiran yang menyurutkan iman kita, imajinasi buruk yang akan mengotori dan mencemari pikiran dan hati kita. Semuanya itu bertujuan untuk mengendorkan tekad kita. Jika tekad kita sirna, kitapun akan kembali ke pola kehidupan yang lama. KENALI hal itu dan LAWAN! dengan cara terus memperkatakan apa yg kau percayai Tuhan akan lakukan dan imajinasikan hal tersebut dengan detail (1 Pet 5:8-9)
Ketika kehidupan masing-masing orang percaya terus belajar menanggalkan kehidupan lamanya, ketika Tuhan mulai mengumpulkan orang percaya, membuat mereka tertanam, berakar dan bertumbuh di dalam rumah rohani yang ada; maka kehidupan individual yang semakin terkikis dari hidup orang percaya akan membuat kehidupan korporat dalam satu tubuh dapat terbangun dengan baik. Tidak ada lagi karakter manusiawi, perbedaan suku, adat, bangsa, kebiasaan, status sosial, dll yang sering memecah belah orang di luar sana yang dapat dibawa masuk ke dalam tubuh Kristus.
...”Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” (Kol 3:11)
Segala potensi konflik dan persaingan di dalam tubuh Kristus, akan dapat diminimalisir dan kita bisa berfokus untuk mengejar realitaNya dan penggenapan rencanaNya. Tidak lagi meributkan hal2 yang tidak perlu. Kehidupan orang percaya yang ada akan semakin Selfless, Tulus dan Penuh Kasih.
Kolose 3 : 12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Ketulusan akan membuat seluruh komponen tubuh Kristus melebur tanpa takut termanipulasi atau membawa kehidupan untung rugi. Jemaat dapat bergerak melayani Tuhan tanpa perlu dimotivasi oleh “amplop putih”, namun karena memang hatiNya tulus, murni, mencintai Tuhan. Kehidupan yang ambisius, saling sikut, licik dan tricky disingkirkan dari tubuhNya. Jemaat lebih mementingkan fungsi daripada posisi.
Kolose 3 : 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Di dalam satu kehidupan korporat, karena satu dan lain hal, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, namun ketika aliran kasih terus mengalir dalam hati jemaat yang sudah melebur, maka setiap gesekan, konflik yang terjadi akan mudah tertanggulangi. Bukan berarti kita mentolerir hal yang tidak akurat utk boleh terus terjadi, namun kita memiliki hati yang lebih besar dan luas untuk menerima keberadaan saudara kita dan memberi kesempatan baginya untuk bertumbuh dan menjadi lebih baik lagi. Hal sulit mengampuni, sakit hati, kepahitan tidak lagi merongrong tubuh Kristus. Tubuh Kristus akan semakin sehat, solid dan memiliki kekuatan penuh untuk menggenapi rencanaNya!
Ps. Steven Agustinus
Peperangan kita bukanlah untuk merebut kemenangan, karena Kristus sudah menang atas iblis, dosa dan maut. Peperangan kita adalah untuk MEMPERTAHANKAN kemenangan itu! Tekad yang kuat akan membuat kita terus melangkah; di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Di sini pentingnya kita bertekun memperkatakan firman dan mengimajinasikan apa yang akan terjadi, ketika firman bekerja dalam hidup kita. Karena musuh akan terus mengirim kata-kata yang melemahkan, pemikiran-pemikiran yang menyurutkan iman kita, imajinasi buruk yang akan mengotori dan mencemari pikiran dan hati kita. Semuanya itu bertujuan untuk mengendorkan tekad kita. Jika tekad kita sirna, kitapun akan kembali ke pola kehidupan yang lama. KENALI hal itu dan LAWAN! dengan cara terus memperkatakan apa yg kau percayai Tuhan akan lakukan dan imajinasikan hal tersebut dengan detail (1 Pet 5:8-9)
Ketika kehidupan masing-masing orang percaya terus belajar menanggalkan kehidupan lamanya, ketika Tuhan mulai mengumpulkan orang percaya, membuat mereka tertanam, berakar dan bertumbuh di dalam rumah rohani yang ada; maka kehidupan individual yang semakin terkikis dari hidup orang percaya akan membuat kehidupan korporat dalam satu tubuh dapat terbangun dengan baik. Tidak ada lagi karakter manusiawi, perbedaan suku, adat, bangsa, kebiasaan, status sosial, dll yang sering memecah belah orang di luar sana yang dapat dibawa masuk ke dalam tubuh Kristus.
...”Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” (Kol 3:11)
Segala potensi konflik dan persaingan di dalam tubuh Kristus, akan dapat diminimalisir dan kita bisa berfokus untuk mengejar realitaNya dan penggenapan rencanaNya. Tidak lagi meributkan hal2 yang tidak perlu. Kehidupan orang percaya yang ada akan semakin Selfless, Tulus dan Penuh Kasih.
Kolose 3 : 12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Ketulusan akan membuat seluruh komponen tubuh Kristus melebur tanpa takut termanipulasi atau membawa kehidupan untung rugi. Jemaat dapat bergerak melayani Tuhan tanpa perlu dimotivasi oleh “amplop putih”, namun karena memang hatiNya tulus, murni, mencintai Tuhan. Kehidupan yang ambisius, saling sikut, licik dan tricky disingkirkan dari tubuhNya. Jemaat lebih mementingkan fungsi daripada posisi.
Kolose 3 : 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Di dalam satu kehidupan korporat, karena satu dan lain hal, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, namun ketika aliran kasih terus mengalir dalam hati jemaat yang sudah melebur, maka setiap gesekan, konflik yang terjadi akan mudah tertanggulangi. Bukan berarti kita mentolerir hal yang tidak akurat utk boleh terus terjadi, namun kita memiliki hati yang lebih besar dan luas untuk menerima keberadaan saudara kita dan memberi kesempatan baginya untuk bertumbuh dan menjadi lebih baik lagi. Hal sulit mengampuni, sakit hati, kepahitan tidak lagi merongrong tubuh Kristus. Tubuh Kristus akan semakin sehat, solid dan memiliki kekuatan penuh untuk menggenapi rencanaNya!
Ps. Steven Agustinus
Oftentimes we don’t really understand about the effects of sin that still linger in our inner being. We thought that after becoming a new creation through being born again, it means that ‘everything’ has become different.
True, God has decreed that as a new creation, every ‘old things’ has passed away and the ‘new things’ have come (2 Cor 5:17). This is because our ‘old self’ has died (Rom 6:11). We were slaves to sin, but through the blood sacrifice of Jesus, we are freed from our ‘debt’ to sin. We no longer have the obligation to do what sin wants us to do.
Truly, however, our deliverance from sin is not for us to become ‘as free as possible in doing what we want’. Our deliverance is for us to become slaves of righteousness (Rom 6:16-18).
Realize that we are no longer ‘indebted’ to sin, which will only lead us to death. But we are now ‘indebted’ to Christ who has purchased us with His precious blood. By realizing so, we are supposed to bear a heart attitude that loves Him with all our heart (Rom 8:12-13). From our heart, an urge rises - we are willing to die, to believe God even when it doesn’t make sense, and to let go of everything because we love Him.
However, our mind often becomes a source of problem because it hasn’t gone through the process of renewal. Our mind becomes a ‘stumbling block’ - dragging us back to live as our ‘old self’ (Eph 4:17-24).
Take heed of this principle: without focusing in our renewing of mind until we truly inherit the mind of Christ, our daily life will keep being filled with all kinds of unnecessary struggles (2 Cor 5:4).
Our life is filled and built upon the various considerations and decisions we have made. If our decision-making is accurate - always doing and saying the right things using the right ways - our lives will automatically be filled with God’s reality and guidance! A life full of peace, joy and progress will become our portion. The story is different if our decision-making keeps manifesting the inaccuracies we ‘harbor’ in our hearts. Our daily lives will automatically become full of problems and struggles.
Now, the real root of the problem is in our inner being - in our perspective, thinking concept and convictions. Our mindset have influenced our whole judgment and decision-making process, leading to inaccurate decisions as well.
We need a full determination to keep 'baptizing' our mind, to align it with the values of the kingdom, God's working agenda, His word and His heart - like the one God has built as a pattern in a spiritual father's life (Acts 2:42).
We need to learn to lower our heart, position ourselves under the tutelage of a spiritual father, and actively adopt the divine pattern that God has built in their life. When we do so, many leaps, breakthroughs, and spiritual acceleration will take place in our lives.
Under a father's guidance, a different generation will be born quickly. This is the generation which God will use as world changers; they will bring the whole creation to experience the restoration of all things. #iLoveGod
Ps. Steven Agustinus
True, God has decreed that as a new creation, every ‘old things’ has passed away and the ‘new things’ have come (2 Cor 5:17). This is because our ‘old self’ has died (Rom 6:11). We were slaves to sin, but through the blood sacrifice of Jesus, we are freed from our ‘debt’ to sin. We no longer have the obligation to do what sin wants us to do.
Truly, however, our deliverance from sin is not for us to become ‘as free as possible in doing what we want’. Our deliverance is for us to become slaves of righteousness (Rom 6:16-18).
Realize that we are no longer ‘indebted’ to sin, which will only lead us to death. But we are now ‘indebted’ to Christ who has purchased us with His precious blood. By realizing so, we are supposed to bear a heart attitude that loves Him with all our heart (Rom 8:12-13). From our heart, an urge rises - we are willing to die, to believe God even when it doesn’t make sense, and to let go of everything because we love Him.
However, our mind often becomes a source of problem because it hasn’t gone through the process of renewal. Our mind becomes a ‘stumbling block’ - dragging us back to live as our ‘old self’ (Eph 4:17-24).
Take heed of this principle: without focusing in our renewing of mind until we truly inherit the mind of Christ, our daily life will keep being filled with all kinds of unnecessary struggles (2 Cor 5:4).
Our life is filled and built upon the various considerations and decisions we have made. If our decision-making is accurate - always doing and saying the right things using the right ways - our lives will automatically be filled with God’s reality and guidance! A life full of peace, joy and progress will become our portion. The story is different if our decision-making keeps manifesting the inaccuracies we ‘harbor’ in our hearts. Our daily lives will automatically become full of problems and struggles.
Now, the real root of the problem is in our inner being - in our perspective, thinking concept and convictions. Our mindset have influenced our whole judgment and decision-making process, leading to inaccurate decisions as well.
We need a full determination to keep 'baptizing' our mind, to align it with the values of the kingdom, God's working agenda, His word and His heart - like the one God has built as a pattern in a spiritual father's life (Acts 2:42).
We need to learn to lower our heart, position ourselves under the tutelage of a spiritual father, and actively adopt the divine pattern that God has built in their life. When we do so, many leaps, breakthroughs, and spiritual acceleration will take place in our lives.
Under a father's guidance, a different generation will be born quickly. This is the generation which God will use as world changers; they will bring the whole creation to experience the restoration of all things. #iLoveGod
Ps. Steven Agustinus
John 1:1, 4-5 (NASB) In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. In Him was life, and the life was the Light of men. The Light shines in the darkness, and the darkness did not comprehend it.
I realize more and more on how much we need His word in this life.
1. The world arround us is covered by darkness and death
Whatever people do will always manifest darkness and death in a certain scale in varying forms. Even people will receive various negative excess when they achieve success through their own strength or by using worldly, carnal, or external ways.
2. Someone could only enjoy the ‘word that proceeds from the mouth of God’ when they pursue the dimension of personal relationship with the Father until they have an open communication with Him
The proceeding word will guard a person's life from all forms of ‘darkness and death’ that governs many other people. In other words, only those with the proceeding word have the ‘Life and Light’ in their lives. They have become a different generation that the whole creation is longing for.
· When someone has ‘Life’, ‘death’ won’t rule over them
· When someone has ‘Life’, they could keep growing and bearing fruit
· When someone has ‘Life’, they could realize whatever dreams or vision that God has planted in their life
· When someone has ‘Light’, they will no longer walk in darkness
· When someone has ‘Light’, they will start to light their surrounding; their life will become a blessing, giving positive influence to those who interact with them
a. To start building the fellowship dimension with the Father, start to discuss the word that Holy Spirit has revealed through a spiritual father’s life
God sets His servants to become a spiritual father over a group of people because they inherited a certain life pattern/spiritual frequency from the heavenly Father.
Every generation needs a dimension of the knowledge of the Father. God has built that dimension in the life of spiritual fathers. A spiritual father’s life won’t merely become a ‘carrier’ of the message, but their life has become the ‘content’ of the message itself!
Therefore, open ourselves to receive the ‘message’ that is being transmitted by our spiritual father. Bring it into our prayer, meditation, and communication with the heavenly Father. This will quickly bring a response from the throne room. So, use the content of the ‘message’ from a spiritual father as a conversation opener in our personal communication with the heavenly Father.
b. A living and intimate fellowship with the heavenly Father will start to make Him open His heart’s content to us (Rev 12:1-2, 12:5, Deut 28:1, 1 Cor 2:9-10)
We could only discover the Father’s heart content and plans when He ‘knows us’. Only when we have proven that we sincerely love Him and are interested to know and do His heart’s will!
Oftentimes, it takes a certain period of time before Father truly opens His heart to us. During the time before He does so, we will keep enjoying the reality and closeness with the Father. He will keep healing us, stirring our love towards Him, pouring His grace, guiding and providing for us, until the time when the Father deems us to be ‘mature enough’. Starting from then, He will start to open our mind to understand the depths of His heart regarding others and this world.
The key recipe for someone to be used by God mightily - to create breakthroughs and transformations in this natural realm - is to listen well and to follow every instruction from the heart of God as our King and sovereign ruler of all universe and creations.
It is the Father's heart desire for us to be molded and conditioned as His representatives on earth. Be the person who brings in divine life and light in the middle of this dark and dying world. #iLoveGod
Ps. Steven Agustinus
I realize more and more on how much we need His word in this life.
1. The world arround us is covered by darkness and death
Whatever people do will always manifest darkness and death in a certain scale in varying forms. Even people will receive various negative excess when they achieve success through their own strength or by using worldly, carnal, or external ways.
2. Someone could only enjoy the ‘word that proceeds from the mouth of God’ when they pursue the dimension of personal relationship with the Father until they have an open communication with Him
The proceeding word will guard a person's life from all forms of ‘darkness and death’ that governs many other people. In other words, only those with the proceeding word have the ‘Life and Light’ in their lives. They have become a different generation that the whole creation is longing for.
· When someone has ‘Life’, ‘death’ won’t rule over them
· When someone has ‘Life’, they could keep growing and bearing fruit
· When someone has ‘Life’, they could realize whatever dreams or vision that God has planted in their life
· When someone has ‘Light’, they will no longer walk in darkness
· When someone has ‘Light’, they will start to light their surrounding; their life will become a blessing, giving positive influence to those who interact with them
a. To start building the fellowship dimension with the Father, start to discuss the word that Holy Spirit has revealed through a spiritual father’s life
God sets His servants to become a spiritual father over a group of people because they inherited a certain life pattern/spiritual frequency from the heavenly Father.
Every generation needs a dimension of the knowledge of the Father. God has built that dimension in the life of spiritual fathers. A spiritual father’s life won’t merely become a ‘carrier’ of the message, but their life has become the ‘content’ of the message itself!
Therefore, open ourselves to receive the ‘message’ that is being transmitted by our spiritual father. Bring it into our prayer, meditation, and communication with the heavenly Father. This will quickly bring a response from the throne room. So, use the content of the ‘message’ from a spiritual father as a conversation opener in our personal communication with the heavenly Father.
b. A living and intimate fellowship with the heavenly Father will start to make Him open His heart’s content to us (Rev 12:1-2, 12:5, Deut 28:1, 1 Cor 2:9-10)
We could only discover the Father’s heart content and plans when He ‘knows us’. Only when we have proven that we sincerely love Him and are interested to know and do His heart’s will!
Oftentimes, it takes a certain period of time before Father truly opens His heart to us. During the time before He does so, we will keep enjoying the reality and closeness with the Father. He will keep healing us, stirring our love towards Him, pouring His grace, guiding and providing for us, until the time when the Father deems us to be ‘mature enough’. Starting from then, He will start to open our mind to understand the depths of His heart regarding others and this world.
The key recipe for someone to be used by God mightily - to create breakthroughs and transformations in this natural realm - is to listen well and to follow every instruction from the heart of God as our King and sovereign ruler of all universe and creations.
It is the Father's heart desire for us to be molded and conditioned as His representatives on earth. Be the person who brings in divine life and light in the middle of this dark and dying world. #iLoveGod
Ps. Steven Agustinus
Dalam interaksi dengan sesama - keluarga lahiriah, maupun keluarga rohani, sangat dibutuhkan sikap hati yang akurat. Terutama ketika terjadi gesekan satu dengan yang lainnya. Sebab kecenderungan manusiawi ketika terjadi benturan adalah langsung menghakimi, berkata - kata yang negatif, cepat menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam, dan bahkan ingin memutuskan ikatan janji! Itulah reaksi ketidakmatangan dari kita yang tidak mau rendah hati dalam mengintrospeksi diri, tidak mau mengakui kesalahan, tidak mau meminta maaf, dan juga tidak cepat memaafkan serta melupakan kesalahan orang lain. Semuanya itu hanya menunjukkan bahwa ego kita masih hidup dan kehendak/pikiran Kristus belum nyata atas hidup kita.
Saya bisa merasakan Roh Kudus berbicara dalam batin saya: sekaranglah waktunya Kristus nyata dalam dirimu! Bukan saat engkau tampil di depan banyak orang, bukan saat engkau sedang menyampaikan firman, bukan saat engkau sedang bertugas/melayani, melainkan dalam hidupmu sehari - hari dan pada saat engkau berinteraksi dengan sesama!
Bukan berarti engkau menjadi orang yang tidak boleh marah, tapi tegurlah sesama dengan hati penuh kasih! Sehingga kata - kata dan "roh" yang terkandung dalamnya dapat memulihkan dan menolong sesama untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi ingatlah, sebelum kita melakukan teguran, pastikan diri kita terlebih dahulu mengintrospeksi diri. Karena bisa jadi bukan orang lain yang harus berubah, tapi diri kitalah yang harus berubah terlebih dahulu! Inilah sikap yang matang dan dapat mengkondisikan kita memancarkan Kristus dalam hidup sehari - hari!!
Respon - respon ilahi tersebut harus kita praktekkan juga dengan keluarga rohani yang sedang bersama - sama menyelesaikan kehendakNya dalam rumah rohani yang ada. Saat kita dengan tekun meresponi setiap gesekan dan benturan dengan respon - respon ilahi (menghargai/menghormati ikatan janji sebagai hal yang sakral/kudus/ilahi dan tidak bisa dipermainkan/diputuskan oleh karena perasaan - perasaan manusiawi kita) maka diri kita akan semakin matang/dewasa. Inilah yang membuat Kristus terlihat dengan nyata. Dimana ada keberadaan kita, disitu ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ilahi!
Bagaimana kita ingin menyatakan Kerajaan Allah yang memanifestasikan Raja Damai jika orang percaya dalam rumah rohani yang ada justru sering bertengkar dan hidup dalam konflik batin?? Tidak mungkin! Tapi saya percaya, jika kita rukun dan kompak dalam menyelesaikan kehendak Tuhan sebagai satu keluarga rohani dan tim yang solid, maka Kerajaan Allah itu akan bermanifestasi dengan nyata di atas bumi ini. Orang banyak akan melihat dan merasakan keberadaan gereja Tuhan sebagai institusi yang berbeda dan diatas rata - rata. Sebab ada ikatan janji yang terpelihara sempurna dalam kita melakukan kehendakNya! Sehingga membuat apa saja yang kita kerjakan dibuat Tuhan berhasil!! Gereja Tuhan sungguh akan muncul sebagai solusi, contoh dan jawaban atas segala permasalahan dunia yang sarat dengan ambisi, kepentingan pribadi, dan kemanusiawiaan!
Yesaya 2:3-5 (FAYH) "Orang-orang itu akan berkata, ‘Marilah kita pergi ke gunung TUHAN, ke Bait Allah Israel. Di situ Allah akan mengajarkan hukum-hukum-Nya kepada kita, dan kita akan menaatinya. ’ Pada masa itu Sion akan menjadi sumber pengajaran dan Yerusalem menjadi sumber firman TUHAN.
TUHAN akan menyelesaikan segala pertikaian di antara bangsa-bangsa di dunia. Semua bangsa akan mengubah pedang mereka menjadi mata bajak, dan tombak mereka menjadi sabit—alat-alat perdamaian. Maka pada akhirnya tidak akan ada peperangan lagi, dan tidak akan ada lagi yang belajar berperang. "
Hai Israel, keturunan Yakub, marilah kita berjalan di dalam terang TUHAN dan menaati segala hukum-Nya.
Ps. Steven Agustinus
Saya bisa merasakan Roh Kudus berbicara dalam batin saya: sekaranglah waktunya Kristus nyata dalam dirimu! Bukan saat engkau tampil di depan banyak orang, bukan saat engkau sedang menyampaikan firman, bukan saat engkau sedang bertugas/melayani, melainkan dalam hidupmu sehari - hari dan pada saat engkau berinteraksi dengan sesama!
Bukan berarti engkau menjadi orang yang tidak boleh marah, tapi tegurlah sesama dengan hati penuh kasih! Sehingga kata - kata dan "roh" yang terkandung dalamnya dapat memulihkan dan menolong sesama untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi ingatlah, sebelum kita melakukan teguran, pastikan diri kita terlebih dahulu mengintrospeksi diri. Karena bisa jadi bukan orang lain yang harus berubah, tapi diri kitalah yang harus berubah terlebih dahulu! Inilah sikap yang matang dan dapat mengkondisikan kita memancarkan Kristus dalam hidup sehari - hari!!
Respon - respon ilahi tersebut harus kita praktekkan juga dengan keluarga rohani yang sedang bersama - sama menyelesaikan kehendakNya dalam rumah rohani yang ada. Saat kita dengan tekun meresponi setiap gesekan dan benturan dengan respon - respon ilahi (menghargai/menghormati ikatan janji sebagai hal yang sakral/kudus/ilahi dan tidak bisa dipermainkan/diputuskan oleh karena perasaan - perasaan manusiawi kita) maka diri kita akan semakin matang/dewasa. Inilah yang membuat Kristus terlihat dengan nyata. Dimana ada keberadaan kita, disitu ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ilahi!
Bagaimana kita ingin menyatakan Kerajaan Allah yang memanifestasikan Raja Damai jika orang percaya dalam rumah rohani yang ada justru sering bertengkar dan hidup dalam konflik batin?? Tidak mungkin! Tapi saya percaya, jika kita rukun dan kompak dalam menyelesaikan kehendak Tuhan sebagai satu keluarga rohani dan tim yang solid, maka Kerajaan Allah itu akan bermanifestasi dengan nyata di atas bumi ini. Orang banyak akan melihat dan merasakan keberadaan gereja Tuhan sebagai institusi yang berbeda dan diatas rata - rata. Sebab ada ikatan janji yang terpelihara sempurna dalam kita melakukan kehendakNya! Sehingga membuat apa saja yang kita kerjakan dibuat Tuhan berhasil!! Gereja Tuhan sungguh akan muncul sebagai solusi, contoh dan jawaban atas segala permasalahan dunia yang sarat dengan ambisi, kepentingan pribadi, dan kemanusiawiaan!
Yesaya 2:3-5 (FAYH) "Orang-orang itu akan berkata, ‘Marilah kita pergi ke gunung TUHAN, ke Bait Allah Israel. Di situ Allah akan mengajarkan hukum-hukum-Nya kepada kita, dan kita akan menaatinya. ’ Pada masa itu Sion akan menjadi sumber pengajaran dan Yerusalem menjadi sumber firman TUHAN.
TUHAN akan menyelesaikan segala pertikaian di antara bangsa-bangsa di dunia. Semua bangsa akan mengubah pedang mereka menjadi mata bajak, dan tombak mereka menjadi sabit—alat-alat perdamaian. Maka pada akhirnya tidak akan ada peperangan lagi, dan tidak akan ada lagi yang belajar berperang. "
Hai Israel, keturunan Yakub, marilah kita berjalan di dalam terang TUHAN dan menaati segala hukum-Nya.
Ps. Steven Agustinus
When Peter delivered the truth from the attic room in Jerusalem to three thousand people, something happened to them on that day.
Acts 2:41-42 (NKJV) Then those who gladly received his word were baptized; and that day about three thousand souls were added to them. And they continued steadfastly in the apostles' doctrine and fellowship, in the breaking of bread, and in prayers.
1. They received Peter’s words.
2. They continued steadfastly in the apostles’ doctrine.
3. They devoted their lives in corporate life.
4. They lived in the spirit of prayer.
Just by one explanation, they experienced drastic change and became according to the will of God, which is arise as the ministry of the body of Christ (inherit the same spirit, same purpose, same agenda just like what God gave to the apostles).
I noticed the material of the early church was very good and qualified. They were easy to believe and convinced. So the Spirit could bring them to shake the city by the power of the Kingdom!
When I compared the quality of the early church with the end-time church turned out to be very different. Man at this end of time is very difficult to be convinced by the truth. Especially if we talk about the ministry of the body of Christ and dedicate life to the will of God; it could need thousands of sessions to explain that truth but still they do not necessarily believe it.
That is the fact nowadays. The servants of God have tried many ways and revealed many revelations of truth to make the congregation believe, but still it is so hard to make them believe! The spiritual leaders have to think really hard and find a way to deliver the truth as attractive as possible, but the result is only few of them are willing to believe in God even when it does not make sense and willing to die for Him.
Frankly I am worried and ‘do not want to accept’ this condition. It seems unfair to see a spiritual leader who tries so hard to deliver the truth and explain it in such a way, but the congregation just stay back waiting for the word to come and take it as it is! It is totally different from the early church. The early church was active! They pursued the apostles for the understanding of the word!
Peter preached once, then the church continued steadfastly in his teaching. They asked, dug and meditated on the words until they became the doer of the word. They left their individual life and devoted themselves to corporate life!
They did not need many sessions, months or years of explanation. Just one day!
This morning I was ‘devastated’ looking at the comparison between the two facts. Indeed it is written in the bible that the quality of man in end-time is exactly the same as the time of Noah! They have a hard time to believe and also very individualistic! They always pursue personal success and blessing! (Luke 17:26-27; 2 Timothy 3:1-9)
No wonder it takes the explanation of the word in such a way for the renewal of mind that has been set by this world. The actual point of all the teachings of the word is to love God and to make us realize that the church of God will play an important role (Isaiah 2).
For the restitution of all things to happen, the church needs to have full awareness and the heart that loves God, so she can function and give her life for the agenda of the Kingdom of Heaven!
How can we have the same quality as the early church? Only God can change us! He raises His people and gives them an unyielding heart to equip them. He is also willing to sacrifice for the sake of His people.
How long will the spiritual leaders consistently deliver and explain the truth? Until the church is changed like the early church. How long will it take to change? It depends on us, His people! If we continue steadfastly in the apostle’s doctrine, then it will happen quickly! The key to change is in our hands, as His people!
My prayers : Holy Spirit, please help us! We want to remove all the spirits of lazy Christian! Make us diligent and consistent in the apostle’s doctrine! It is enough for us to be Christians who are lazy to fellowship with God
Acts 2:41-42 (NKJV) Then those who gladly received his word were baptized; and that day about three thousand souls were added to them. And they continued steadfastly in the apostles' doctrine and fellowship, in the breaking of bread, and in prayers.
1. They received Peter’s words.
2. They continued steadfastly in the apostles’ doctrine.
3. They devoted their lives in corporate life.
4. They lived in the spirit of prayer.
Just by one explanation, they experienced drastic change and became according to the will of God, which is arise as the ministry of the body of Christ (inherit the same spirit, same purpose, same agenda just like what God gave to the apostles).
I noticed the material of the early church was very good and qualified. They were easy to believe and convinced. So the Spirit could bring them to shake the city by the power of the Kingdom!
When I compared the quality of the early church with the end-time church turned out to be very different. Man at this end of time is very difficult to be convinced by the truth. Especially if we talk about the ministry of the body of Christ and dedicate life to the will of God; it could need thousands of sessions to explain that truth but still they do not necessarily believe it.
That is the fact nowadays. The servants of God have tried many ways and revealed many revelations of truth to make the congregation believe, but still it is so hard to make them believe! The spiritual leaders have to think really hard and find a way to deliver the truth as attractive as possible, but the result is only few of them are willing to believe in God even when it does not make sense and willing to die for Him.
Frankly I am worried and ‘do not want to accept’ this condition. It seems unfair to see a spiritual leader who tries so hard to deliver the truth and explain it in such a way, but the congregation just stay back waiting for the word to come and take it as it is! It is totally different from the early church. The early church was active! They pursued the apostles for the understanding of the word!
Peter preached once, then the church continued steadfastly in his teaching. They asked, dug and meditated on the words until they became the doer of the word. They left their individual life and devoted themselves to corporate life!
They did not need many sessions, months or years of explanation. Just one day!
This morning I was ‘devastated’ looking at the comparison between the two facts. Indeed it is written in the bible that the quality of man in end-time is exactly the same as the time of Noah! They have a hard time to believe and also very individualistic! They always pursue personal success and blessing! (Luke 17:26-27; 2 Timothy 3:1-9)
No wonder it takes the explanation of the word in such a way for the renewal of mind that has been set by this world. The actual point of all the teachings of the word is to love God and to make us realize that the church of God will play an important role (Isaiah 2).
For the restitution of all things to happen, the church needs to have full awareness and the heart that loves God, so she can function and give her life for the agenda of the Kingdom of Heaven!
How can we have the same quality as the early church? Only God can change us! He raises His people and gives them an unyielding heart to equip them. He is also willing to sacrifice for the sake of His people.
How long will the spiritual leaders consistently deliver and explain the truth? Until the church is changed like the early church. How long will it take to change? It depends on us, His people! If we continue steadfastly in the apostle’s doctrine, then it will happen quickly! The key to change is in our hands, as His people!
My prayers : Holy Spirit, please help us! We want to remove all the spirits of lazy Christian! Make us diligent and consistent in the apostle’s doctrine! It is enough for us to be Christians who are lazy to fellowship with God
and to dig up the truth of the word! Give us the heart that loves God more than anything! So that all of our time can be used to fulfil Your plan and Your will! Let it be done in our lives, in the name of Jesus!
Ps. Steven Agustinus
Ps. Steven Agustinus
Pagi ini saya seperti memahami sesuatu ; ternyata jika selama ini kita memahami firman dari sudut pandang individualistis, sehingga kita terus mengejar impian sendiri, cita - cita manusiawi, dan kesuksesan pribadi, maka sesungguhnya kita sedang terjebak ke dalam perangkap iblis! Sebab "tanpa sadar", spirit individualistis tersebut terus disisipkan oleh si jahat dibalik para pengkhotbah yang memang membawa kultur individualistis (biasanya pengkhotbah dari negara - negara yang masyarakatnya individualistis), dan di saat yang sama spirit individualistis yang diimpartasikan terus dipupuk oleh kecenderungan hati yang tidak akurat dari pendengar, sehingga menjadi pemahaman (tembok/kubuh keangkuhan manusia) yang menentang roh kebenaran dan pewahyuan mengenai pelayanan tubuh Kristus!
Itulah yang menjadi alasan mengapa kebenaran mengenai berfungsi bersama dalam gereja lokal dan melangkah bersama sebagai satu tubuh Kristus, ketika disampaikan oleh pengkhotbah yang membawa pola ilahi menjadi sulit untuk diterima oleh mereka yang mendengar. Respon mereka menjadi lamban, 'suara amin' mereka tidak lagi sekeras topik khotbah lainnya, dan muncul banyak pertanyaan serta penolakkan dari diri mereka. Dan seolah seperti menghantam "tembok besar" yang sulit dijebol. Bahkan pengkhotbah akhirnya harus "putar otak" sedemikian rupa untuk menjelaskan dari berbagai ayat dan prinsip firman agar kebenaran dapat diterima dan dilakukan dengan sukarela serta sukacita!
Tapi saya melihat di dalam roh ; tembok besar itu sedang terus dikelilingi oleh roh kebenaran dan roh ketekunan. Dan saya melihat keretakan - keretakan pada tembok tersebut mulai terjadi. Bahkan saya mulai mendengar bunyi gemuruh kehancuran semakin kuat. Dan tiba - tiba saja tembok itu terbelah dan hancur begitu saja tanpa tersisa satupun yang berdiri!
Saya yakin inilah yang sedang dikerjakan oleh Roh Kudus ; prinsip firman mengenai berfungsi bersama dalam gereja lokal dan pelayanan tubuh Kristus yang sedang terus disampaikan akan terus terngiang - ngiang di telinga pendengar. Upaya mereka untuk "melarikan diri" dan berharap kebenaran tersebut tidak lagi disampaikan tidak akan berhasil. Sebab kebenaran tersebut adalah suara Tuhan yang akan terus disampaikan berulang - ulang sampai masuk ke hati dan mencetak akal budi sehingga terjadi perubahan yang konkrit!
Saya juga merasa ; kita seperti ada dalam suatu fase rohani tertentu yang "tidak bisa dihindari" dan memang harus dimasuki, yaitu pelayanan tubuh Kristus! Di mana seluruh jemaat berfungsi dan membawa roh yang sama dan agenda yang sama, dan bergerak ke tujuan yang sama!! Karena jika kita berlama - lama memasuki hal itu, maka pemulihan segala sesuatu akan tertunda. Dan akibatnya kemerosotan akan semakin merajalela atas dunia ini.
Doa saya ; curahkan anugerah dan kasih karuniamu lebih lagi atas kami. Agar kami menjadi pelaku firman yang akurat. Berikan kami hati yang lembut mau dibentuk dan cepat berubah, sehingga apa yang menjadi agendamu dapat terwujud dengan sempurna. Dan curahkan pada kami roh ketaatan yang membuat kami mengeksekusi firmanMu tanpa perlu kami berbantah - bantah. Sekali saja Engkau berfirman, kami langsung taat dengan segera dan sukacita memposisikan diri kami untuk berfungsi sebagai satu pelayanan tubuh Kristus!!
Ps. Steven Agustinus
Itulah yang menjadi alasan mengapa kebenaran mengenai berfungsi bersama dalam gereja lokal dan melangkah bersama sebagai satu tubuh Kristus, ketika disampaikan oleh pengkhotbah yang membawa pola ilahi menjadi sulit untuk diterima oleh mereka yang mendengar. Respon mereka menjadi lamban, 'suara amin' mereka tidak lagi sekeras topik khotbah lainnya, dan muncul banyak pertanyaan serta penolakkan dari diri mereka. Dan seolah seperti menghantam "tembok besar" yang sulit dijebol. Bahkan pengkhotbah akhirnya harus "putar otak" sedemikian rupa untuk menjelaskan dari berbagai ayat dan prinsip firman agar kebenaran dapat diterima dan dilakukan dengan sukarela serta sukacita!
Tapi saya melihat di dalam roh ; tembok besar itu sedang terus dikelilingi oleh roh kebenaran dan roh ketekunan. Dan saya melihat keretakan - keretakan pada tembok tersebut mulai terjadi. Bahkan saya mulai mendengar bunyi gemuruh kehancuran semakin kuat. Dan tiba - tiba saja tembok itu terbelah dan hancur begitu saja tanpa tersisa satupun yang berdiri!
Saya yakin inilah yang sedang dikerjakan oleh Roh Kudus ; prinsip firman mengenai berfungsi bersama dalam gereja lokal dan pelayanan tubuh Kristus yang sedang terus disampaikan akan terus terngiang - ngiang di telinga pendengar. Upaya mereka untuk "melarikan diri" dan berharap kebenaran tersebut tidak lagi disampaikan tidak akan berhasil. Sebab kebenaran tersebut adalah suara Tuhan yang akan terus disampaikan berulang - ulang sampai masuk ke hati dan mencetak akal budi sehingga terjadi perubahan yang konkrit!
Saya juga merasa ; kita seperti ada dalam suatu fase rohani tertentu yang "tidak bisa dihindari" dan memang harus dimasuki, yaitu pelayanan tubuh Kristus! Di mana seluruh jemaat berfungsi dan membawa roh yang sama dan agenda yang sama, dan bergerak ke tujuan yang sama!! Karena jika kita berlama - lama memasuki hal itu, maka pemulihan segala sesuatu akan tertunda. Dan akibatnya kemerosotan akan semakin merajalela atas dunia ini.
Doa saya ; curahkan anugerah dan kasih karuniamu lebih lagi atas kami. Agar kami menjadi pelaku firman yang akurat. Berikan kami hati yang lembut mau dibentuk dan cepat berubah, sehingga apa yang menjadi agendamu dapat terwujud dengan sempurna. Dan curahkan pada kami roh ketaatan yang membuat kami mengeksekusi firmanMu tanpa perlu kami berbantah - bantah. Sekali saja Engkau berfirman, kami langsung taat dengan segera dan sukacita memposisikan diri kami untuk berfungsi sebagai satu pelayanan tubuh Kristus!!
Ps. Steven Agustinus
*SCHOOL OF APOSTOLIC REFORMATION (SOAR 2018)*
Gereja Tuhan akan memegang peranan utama dalam menghadirkan realita pemulihan segala sesuatu. Itu sebabnya sudah tiba waktunya gereja tidak lagi hanya berkutat di kegiatan keagamawian, di mana kesuaman melanda umatNya. Masukilah era gereja Tuhan yang memanifestasikan kuasa pelayanan tubuh Kristus di hari-hari terakhir ini dan jadilah :
✅GEREJA yang hidup hanya dari pekerjaan Roh dan Firman bukan dari gemerlap dunia yang dihadirkan ke dalam gereja.
✅GEREJA yang memperlengkapi jemaatNya untuk menjadi orang yang terpandang, berpengaruh dan disegani lebih dari sekedar menjadi jemaat yang diberkati.
✅GEREJA yang memobilisasi dan memperlengkapi jemaatnya untuk hidup mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan hanya bagi Tuhan dan penggenapan rencanaNya.
Andalah orang yang Tuhan nantikan untuk menggenapi pemulihan segala sesuatu melalui kehidupan sehari-hari yang memenifestasikan pekerjaan roh dan Firman.
Dalam pertemuan School Of Apostolic Reformation 2018, Ps. Steven Agustinus akan melatih, memperlengkapi dan mengimpartasikan kehidupan seorang revivalist dan reformers yang sejati. Sebuah kehidupan berdampak yang efektif dan produktif bagi Tuhan dan penggenapan agenda kerajaanNya.
Biaya investasi rohani:
Rp. 850.000 s/d 31 July 2018
Rp. 950.000 s/d 9 Sept 2018
Rp. 1.050.000 s/d 10 Sept 2018 Pendaftaran dibuka hanya untuk 350 seat, segera daftarkan diri Anda.
Untuk informasi pendaftaran hubungi :
Ibu. Christine : 0817.788.704 / 0812.934.0421 / 021.2917.1184
Gereja Tuhan akan memegang peranan utama dalam menghadirkan realita pemulihan segala sesuatu. Itu sebabnya sudah tiba waktunya gereja tidak lagi hanya berkutat di kegiatan keagamawian, di mana kesuaman melanda umatNya. Masukilah era gereja Tuhan yang memanifestasikan kuasa pelayanan tubuh Kristus di hari-hari terakhir ini dan jadilah :
✅GEREJA yang hidup hanya dari pekerjaan Roh dan Firman bukan dari gemerlap dunia yang dihadirkan ke dalam gereja.
✅GEREJA yang memperlengkapi jemaatNya untuk menjadi orang yang terpandang, berpengaruh dan disegani lebih dari sekedar menjadi jemaat yang diberkati.
✅GEREJA yang memobilisasi dan memperlengkapi jemaatnya untuk hidup mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan hanya bagi Tuhan dan penggenapan rencanaNya.
Andalah orang yang Tuhan nantikan untuk menggenapi pemulihan segala sesuatu melalui kehidupan sehari-hari yang memenifestasikan pekerjaan roh dan Firman.
Dalam pertemuan School Of Apostolic Reformation 2018, Ps. Steven Agustinus akan melatih, memperlengkapi dan mengimpartasikan kehidupan seorang revivalist dan reformers yang sejati. Sebuah kehidupan berdampak yang efektif dan produktif bagi Tuhan dan penggenapan agenda kerajaanNya.
Biaya investasi rohani:
Rp. 850.000 s/d 31 July 2018
Rp. 950.000 s/d 9 Sept 2018
Rp. 1.050.000 s/d 10 Sept 2018 Pendaftaran dibuka hanya untuk 350 seat, segera daftarkan diri Anda.
Untuk informasi pendaftaran hubungi :
Ibu. Christine : 0817.788.704 / 0812.934.0421 / 021.2917.1184