π–π¨π§ππžπ«π₯𝐚𝐧𝐝 πŽπŸ‘ πŸŽͺ🎑🎠
1.91K subscribers
67.7K photos
6.17K videos
268 files
19K links
πŸ„πŸ•Š Associated with

Contact : @Haekallerr_ofcbot
Download Telegram
Farhan mendengar suara TV menyala di ruang tamu, padahal ia yakin sudah mematikannya. Ia keluar kamar dengan ragu. Cahaya TV berkedip menerangi ruangan kosong. Tapi di layar, ada siaran anehβ€”menampilkan ruang tamu rumahnya sendiri. Farhan menatap layar itu. Ia melihat dirinya berdiri di depan TV. Namun di belakangnya… ada sosok tinggi berdiri diam. Perlahan, di layar itu, sosok tersebut mulai mendekat ke arah Farhan. Ia tidak berani menoleh. Sampai akhirnya… ia merasakan sesuatu berdiri tepat di belakangnya.
Arga pulang larut malam setelah lembur. Rumahnya gelap, hanya lampu dapur yang menyala redup. Ia tidak ingat menyalakannya. Dengan langkah pelan, Arga masuk dan meletakkan tasnya. Dari arah dapur, terdengar suara air menetes… teratur… seperti keran yang tidak ditutup sempurna. Arga mendekat, mencoba mematikan keran itu. Tapi saat tangannya menyentuh gagang, suara tetesan itu berhenti. Hening. Lalu dari belakangnya, terdengar suara air menetes lagiβ€”kali ini dari arah ruang tamu. Arga menoleh cepat. Di lantai, terlihat jejak kaki basah… mengarah ke kamarnya.
Lila terbangun karena merasa ada yang memanggil namanya pelan. Suara itu lirih, hampir seperti bisikan. Ia membuka mata, kamar gelap, hanya cahaya dari luar jendela. β€œLila…” suara itu terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Ia duduk perlahan, mencoba mencari sumber suara. Tidak ada siapa-siapa. Saat ia hendak kembali berbaring, matanya menangkap sesuatu di langit-langit. Sebuah bayangan… seperti seseorang merangkak di atas plafon, bergerak pelan, tepat di atasnya.
Nina sendirian di kamar saat mendengar suara lemari terbuka. Ia yakin sudah menutupnya rapat. Dengan ragu, ia menoleh. Pintu lemari memang terbuka sedikit, gelap di dalamnya. Ia mencoba mengabaikan dan kembali menatap ponsel. Tapi dari sudut matanya, ia melihat sesuatu bergerak di dalam lemari. Pelan… seperti seseorang bersembunyi. Nina menahan napas. Lalu dari dalam kegelapan itu, terdengar suara pelan, hampir seperti bisikan, β€œTutup lagi… nanti aku keluar.”
Doni sedang makan sendirian di dapur, menikmati suasana pagi yang tenang. Ia mengambil nasi, lauk, lalu mulai makan. Beberapa detik kemudian, ia berhenti. Ada satu sendok nasi yang sudah berkurang dari piringnya, padahal ia belum menyentuhnya lagi. Doni menatap piring itu lama. Lalu pelan-pelan, sendok di samping piringnya bergerak sendiri… terangkat sedikit, dan kembali turun. Seolah seseorang lain sedang makan bersamanya, di kursi kosong tepat di depannya.
Salsa sedang mencuci piring ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya dari ruang tamu. Suaranya persis seperti ibunya. β€œSalsa…” panggilan itu terdengar jelas. Ia menjawab, tapi tidak ada balasan. Ia mematikan keran dan berjalan ke ruang tamu. Kosong. Tidak ada siapa-siapa. Saat ia kembali ke dapur, air keran sudah menyala lagi. Dan dari wastafel, terdengar suara pelan, β€œAku di sini… dari tadi.”
Fikri sedang tertidur ketika ia merasa ada yang membangunkannya pelan. Seperti seseorang menepuk bahunya. Ia membuka mata setengah sadar. Gelap. Tidak ada siapa-siapa. Ia hampir kembali tidur, sampai ia mendengar suara napas… tepat di samping telinganya. Nafas itu pelan, berat, seperti seseorang yang sangat dekat. Fikri tidak berani bergerak. Tiba-tiba, kasurnya sedikit turun… seolah ada yang naik ke atasnya. Dari belakangnya, suara itu berbisik pelan, β€œJangan bergerak… aku lagi lihat wajahmu.”
Rizky sedang bermain ponsel di kamar saat tiba-tiba notifikasi kamera munculβ€”kamera belakang aktif sendiri. Ia bingung, tapi tetap melihat layarnya. Yang terlihat adalah kamarnya sendiri… dari sudut yang tidak mungkin. Seperti ada kamera lain di dalam ruangan itu. Rizky membeku. Di layar, ia melihat dirinya duduk di tempat tidur. Tapi di belakangnya, ada sosok tinggi berdiri diam. Wajahnya tidak terlihat, hanya bayangan gelap yang terlalu tinggi untuk manusia biasa. Rizky ingin menoleh, tapi tubuhnya kaku. Di layar, sosok itu perlahan membungkuk… mendekat ke telinganya. Lalu notifikasi baru muncul di ponsel. β€œJangan menoleh.”
Oke wupiss, segitu dulu cerita horor malam ini, aku izin pamit undur diri yaaa πŸ‘‹