Kilauan cahaya ilmu
118 subscribers
31 photos
7 videos
118 links
Petuah Hikmah Sang Teladan
Download Telegram
🍀🍀🍀🌷🍀🍀🍀

Berkata Al'allamah Ibnu Muflih rohimahulloh

"Seorang lelaki mampu menyembunyikan kebencian terhadap istrinya selama empat puluh hari dan ia tidak mampu untuk menyembunyikan cintanya sehari saja."

"Dan seorang istri mampu menyembunyikan rasa cintanya terhadap suami selama empat puluh hari dan ia tidak mampu untuk menyembunyikan rasa bencinya sekalipun hanya sehari saja."

📜 Al_adab asy syari'yyah: 3/134


🍀🍀🍀

قــال العلامــة ابـــن مفلــح رحمــہ اللــہ تعالــﮯ :

الرجــل يكتـــم بغض المـــرأة أربعيــن يومــا، ولايمكنــہ أن يكتــم حبهــــا يومـــا

والمــــرأة تكتــم حب الرجل أربعين يوما، ولايمكــن أن تكتـــم بغضــہ يومـــا"

الآداب الشــرعية 【 3/134 】

📲 kilauan cahaya ilmu
https://t.me/kilauancahayailmu

🍀🍀🍀🌷🍀🍀🍀
Kilauan cahaya ilmu
Photo
🍃 Tidak semudah membalik telapak tangan menikahi wanita yang kurang agamanya agar menjadi shalihah

🖊 Berkata Asy-Syaikh Al_Allamah Utsaimin rahimahullah :

"Sebagian manusia mengatakan :

Aku akan menikahi seorang wanita yang kurang baik agamanya dengan harapan mudah-mudahan Allah memberinya hidayah melalui usahaku.'

Kita katakan kepadanya:

Kita tidak dibebani dengan sesuatu yang akan datang, karena sesuatu yang akan datang tidak kita ketahui,

Boleh jadi kamu menikahinya kamu ingin agar Allah memberinya hidayah melalui usaha dirimu, akan tetapi justru dia mengubah dirimu kepada apa yang dia berada diatasnya (berupa kesesatan atau kerusakan), akibatnya kamu celaka gara-gara dirinya."

📚Asy-Syarhu Al_Mumti' 12/13-14

📲 kilauan cahaya ilmu
https://t.me/kilauancahayailmu

🍀🍀🍀🌷🍀🍀🍀
PEDOMAN MENGHADAPI KEMATIAN
TATA CARA MENGUBURKAN JENAZAH


1⃣. Kuburan diGali dengan Kedalaman dan Luasan tertentu Sehingga Mayit nantinya Terlindungi dengan Aman dalam Kuburnya. Tidak ada Keharusan tertentu Berapa Ukuran Luas dan Kedalamannya.

2⃣. Dibuatkan Lahad, yaitu Lubang di Sisi Dinding Tanah Arah Kiblat yang Cukup untuk Meletakkan Jenazah. Boleh juga Menggunakan Syaq (lubang di tengah tanah bagian bawah) jika Memang diPerlukan dan Kesulitan Penggunaan Lahad.

3⃣. Mayit diLetakkan ke Dalam Kubur melalui Sisi Kaki Kubur. Kalau di Indonesia yang Kiblatnya di arah Barat, Jenazah diMasukkan Melalui Arah Selatan.

4⃣. Petugas yang Meletakkan Jenazah ke Liang Lahad adalah Laki-Laki yang pada Malam Harinya tidak Berhubungan Suami Istri.

5⃣. Ketika Meletakkan pada Lahad, Petugas Mengucapkan: Bismillah wa Alaa Millati Rosulillah

6⃣. Jenazah diLetakkan pada Lahad dengan Posisi Miring Bertumpu pada Sisi Kanan Tubuhnya Menghadap Kiblat. Ikatan pada Kafan diLepaskan.

7⃣. Ditegakkan Batu Bata atau Kayu di Atas Lahad supaya Terlindungi dari Guyuran Tanah yang akan diTutupkan. Jika ada Celah-celah di antara bata atau kayu itu diTutup dengan Tanah Liat.

8⃣. Tanah diRatakan/ diTutupkan pada Galian, bagi Orang-orang yang Berada di Dekat Kubur Hendaknya ikut Serta dalam Menutupkan Tanah tersebut dengan Menggenggam dan Melemparkannya ke Kubur.

9⃣. Kubur diBentuk Semacam Punuk Unta
dan diTinggikan Sejengkal serta Boleh diberi Penanda Batu Sejengkal di Bagian Kepala Mayit.

🔟. Kubur tidak Boleh Diinjak dan Diduduki.

1⃣1⃣. Kubur tidak Boleh diKapur dan diBangun Bangunan di Atasnya. Tidak boleh diTulisi.

1⃣2⃣. Setelah Selesai Penguburan, Sejenak Duduk di Sekeliling Kubur sambil Memohonkan Ampunan dan Kekokohan untuk Menjawab Pertanyaan Kubur bagi Mayit.

1⃣3⃣. Pada saat Ziarah Kubur atau Mengantarkan Jenazah di Kuburan, Alas Kaki diLepas dan Hendaknya Berhati-hati untuk tidak Menginjak Kubur lain.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
🖼 Untaian Nasehat 'Ulamà

📌 MENDIDIK UMAT DENGAN ILMU YANG BENAR

📋 Asy-Syaikh Muqbil Al-Wàdi'i رَحِمَهُ اللَّهُ berkata:

«وَإِنَّ المُجْتَمَعَ الَّذِي نَعِيشُ فِيهِ مُحْتَاجٌ إِلَى تَرْبِيةٍ، وَمُحْتَاجٌ إلَى ألْـفِ شَخْصٍ مِثْل الشَّيخ ابْنِ بَازٍ، وَأَلفِ شَخْصٍ مِثْل الشَّيـخِ الأَلْبانِي، يـُــربُّـــــونَهــُــم عَــلَــى: العِلمِ الصَّحِـيـحِ، وَ عَلَى التَّوحِيد، وعلى الدعوة إلى الله برفقٍ ولينٍ» .

“Ses
ungguhnya masyarakat yang kita hidup padanya ini butuh kepada tarbiyah, butuh 1000 orang seperti Asy-Syaikh Ibnu Baz, butuh 1000 orang seperti Asy-Syaikh Al-Albàní yang mendidik mereka di atas ilmu shohih, tauhid dan dakwah kepada Alloh dengan lemah lembut.”

📚 Tuhfatul Mujíb (284)

📲
https://t.me/kilauancahayailmu
🖼🌴🌷 KEMULIAAN AHLUS SUNNAH

🍀 Al Fudhoil bin Iyadh rahimahullah berkata:

إن لله عبادا يحيى بهم البلاد وهم أصحاب السنة

"Sesungguhnya Allah mempunyai hamba yang dengan mereka Dia hidupkan negeri-negeri (yang mati), mereka itu adalah para penegak Sunnah."

📚 شرح أصول اعتقاد أهل السنة رقم 51

📲 https://t.me/kilauancahayailmu
Kilauan cahaya ilmu
Photo
----------------
Rasulullah ﷺ bersabda,

"Kebahagiaan bagi hamba yang MENDAPATI di dalam lembaran amalnya, ISTIGHFAR yang BANYAK."
----------------
📚 [Shahihul Jāmi'; Syaikh Al Albani rahimahullah].
" Banyak bergaul ( dengan manusia ) akan menggelapkan hati .."
Kilauan cahaya ilmu
Video
إذا ما قال لي ربي اما استحييت تعصيني

Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?”

وتخفي الذنب عن خلقي وبالعصيان تأتيني

Engkau menutupi dosamu dari makhluk-Ku tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku

فكيف أجيبُ يا ويحي ومن ذا سوف يحميني؟

Maka bagaimana aku akan menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku?

أُسلي النفس بالآمالِ من حينٍ الى حيني

Aku terus menghibur jiwaku dengan angan-angan dari waktu ke waktu

وأنسى ما وراءَ الموت ماذا بعد تكفيني

Dan aku lalai terhadap apa yang akan datang setelah kematian dan apa yang akan datang setelah aku dikafani

كأني قد ضمنتُ العيش ليس الموت يأتيني

Seolah-olah aku akan hidup selamanya dan kematian tidak akan menghampiriku

وجائت سكرة الموتُ الشديدة من سيحميني

Dan ketika sakaratul maut yang sangat berat datang menghampiriku, siapakah yang mampu melindungiku?

نظرتُ الى الوُجوهِ أليـس منهُم من سيفدينـــي

Aku melihat wajah-wajah manusia, tidakkah ada di antara mereka yang akan menebusku?

سأسأل ما الذي قدمت في دنياي ينجيني

Aku akan ditanya tentang apa yang telah aku persiapkan untuk dapat menyelamatkanku (di hari pembalasan)

فكيف إجابتي من بعد ما فرطت في ديني

Maka bagaimanakah aku dapat menjawabnya setelah aku melupakan agamaku

ويا ويحي ألــــم أسمع كلام الله يدعوني

Aduhai sungguh celakalah aku, tidakkah aku mendengar firman Allah yang menyeruku?

ألــــم أسمع لما قد جاء في قاف ويسِ

Tidakkah aku mendengar apa yang datang kepadaku (dalam surat) Qaaf dan Yasin itu?

ألـــم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع و الديني

Tidakkah aku mendengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkannya (manusia), dan hari pembalasan?

ألـــم أسمع مُنادي الموت يدعوني يناديني

Tidakkah aku mendengar panggilan kematian yang selalu menyeruku, memanggilku?

فيا ربــــاه عبدٌ تــائبٌ من ذا سيأويني

Maka wahai Rabb-ku, akulah hambamu yang ingin bertaubat, siapakah yang dapat melindungiku?

سوى رب غفور واسعٍ للحقِ يهديني

Melainkan Rabb yang Maha Pengampun lagi Maha Luas Karunianya, Dialah yang memberikan hidayah kepadaku

أتيتُ إليكَ فارحمني وثقــّـل في موازيني

Aku datang kepada-Mu, maka rahmatilah diriku dan beratkanlah timbangan (kebaikanku)

وخفِّف في جزائي أنتَ أرجـى من يجازيني

Ringankanlah hukumanku, sesungguhnya hanya Engkaulah yang kuharapkan pahalanya untukku

"Al-Imam Ahmad terus melihat bait-bait sya’ir tersebut dan mengulang-ulangnya kemudian beliau menangis tersedu-sedu. Salah seorang muridnya mengatakan bahwa beliau hampir pingsan karena begitu banyaknya menangis."

📗 Sumber dari Kitab Manaqib Al-Imam Ahmad hal. 205 oleh Al-Imam Ibnul Jauzy.
Yahya bin Muadz rahimahullah  berkata :

"Wahai anak adam agamamu senantiasa tercabik cabik selama hatimu masih bergantung dengan cinta dunia"

Al  Hilyah (10/53
Jadilah Lelaki Yang Shalih, Allah Akan Menjaga Keluargamu Setelah Engkau Wafat


Allah berfirman tentang kisah antara Nabi Musa dan Khadir:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ ۥ  كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ

"Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayah mereka adalah seorang yang saleh. Maka Rabbmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Rabbmu.""
(QS. Al-Kahf: Ayat 82)

Berkata Ibnu Katsir:

ﻭﻗﻮﻟﻪ: {ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮﻫﻤﺎ ﺻﺎﻟﺤﺎ}
ﻓﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﻳﺤﻔﻆ ﻓﻲ ﺫﺭﻳﺘﻪ، ﻭﺗﺸﻤﻞ ﺑﺮﻛﺔ ﻋﺒﺎﺩﺗﻪ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻵﺧﺮﺓ، ﺑﺸﻔﺎﻋﺘﻪ ﻓﻴﻬﻢ ﻭﺭﻓﻊ ﺩﺭﺟﺘﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺃﻋﻠﻰ ﺩﺭﺟﺔ ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﻟﺘﻘﺮ ﻋﻴﻨﻪ ﺑﻬﻢ، ﻛﻤﺎ ﺟﺎء ﻓﻲ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻭﺭﺩﺕ اﻟﺴﻨﺔ ﺑﻪ. ﻗﺎﻝ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺟﺒﻴﺮ ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ: ﺣﻔﻈﺎ ﺑﺼﻼﺡ ﺃﺑﻴﻬﻤﺎ، ﻭﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻟﻬﻤﺎ ﺻﻼﺡ، ﻭﺗﻘﺪﻡ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ اﻷﺏ اﻟﺴﺎﺑﻊ.
[ ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ]

"Dan firman-Nya: "Dan ayah mereka adalah seorang yang shalih", padanya terdapat dalil bahwa seorang yang shalih akan dijaga [oleh Allah] keluarganya, serta keberkahan dari ibadahnya  akan mencakup dan meliputi keluarganya di dunia maupun di akhirat dengan syafaatnya kepada mereka untuk mengangkat derajat mereka ke derajat tertinggi di surga agar sejuk pandangannya melihatnya, sebagaimana hal ini telah datang dalam Alquran dan Sunnah.

Dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu 'Abbas dia berkata:
"Kedua anak itu dijaga oleh Allah dengan sebab keshalihan ayah mereka, dan Allah sama sekali tidak menyebutkan tentang keshalihan meraka."
Dan telah lalu penyebutan bahwa "ayah" di sini adalah ayah ke-7." [alias kakek mereka tingkat ke-7, yang berarti mereka adalah cucunya dari 7 keturunan, dan masih dijaga oleh Allah!!!].

Kisah di atas adalah bentuk penjagaan Allah kepada keturunan seorang yang shalih. Ada juga bentuk penjagaan Allah kepada istri dari seorang yang shalih setelah dia wafat.

Berkata Adz-Dzahabiy:

ﻗﺎﻝ ﻳﺤﻴﻰ اﻟﻌﻨﺒﺮﻱ: ﺳﻤﻌﺖ اﻟﻄﻬﻤﺎﻧﻲ ﻳﺤﻜﻲ ﺷﺄﻥ اﻟﺘﻲ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﻭﻻ ﺗﺸﺮﺏ، ﻭﺃﻧﻬﺎ ﻋﺎﺷﺖ ﻛﺬﻟﻚ ﻧﻴﻔﺎ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺳﻨﺔ، ﻭﺃﻧﻪ ﻋﺎﻳﻦ ﺫﻟﻚ.
ﻗﻠﺖ: ﺳﻘﺖ ﻗﺼﺘﻬﺎ ﻓﻲ (ﺗﺎﺭﻳﺦ اﻹﺳﻼﻡ) ﻭﻫﻲ: ﺭﺣﻤﺔ ﺑﻨﺖ ﺇﺑﺮاﻫﻴﻢ، ﻗﺘﻞ ﺯﻭﺟﻬﺎ، ﻭﺗﺮﻙ ﻭﻟﺪﻳﻦ، ﻭﻛﺎﻧﺖ ﻣﺴﻜﻴﻨﺔ، ﻓﻨﺎﻣﺖ ﻓﺮﺃﺕ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻣﻊ اﻟﺸﻬﺪاء، ﻳﺄﻛﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﻮاﺋﺪ، ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺻﺎﺋﻤﺔ، ﻗﺎﻟﺖ: ﻓﺎﺳﺘﺄﺫﻧﻬﻢ، ﻭﻧﺎﻭﻟﻨﻲ ﻛﺴﺮﺓ، ﺃﻛﻠﺘﻬﺎ، ﻓﻮﺟﺪﺗﻬﺎ ﺃﻃﻴﺐ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺷﻲء، ﻓﺎﺳﺘﻴﻘﻈﺖ ﺷﺒﻌﺎﻧﺔ، ﻭاﺳﺘﻤﺮﺕ.
ﻭﻫﺬﻩ ﺣﻜﺎﻳﺔ ﺻﺤﻴﺤﺔ، ﻓﺴﺒﺤﺎﻥ اﻟﻘﺎﺩﺭ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲء.

"Berkata Yahya Al-Anbāriy:
Aku pernah mendengar Ath-Thuhmāniy mengisahkan yang dia saksikan langsung, yaitu tentang seorang wanita yang tidak pernah makan dan minum, dan terus hidup seperti itu selama sekitar 20 tahunan.
Maka aku [Adz-Dzahabiy] katakan:
"Aku telah membawakan kisah tersebut dalam kitab Tārikh Islam. Wanita itu bernama Rahmah binti Ibrahim, suaminya terbunuh [dalam jihad] dan meninggalkan 2 orang anak. Wanita ini adalah seorang yang miskin.
Suatu hari dia tertidur dan bermimpi melihat suaminya bersama dengan para syuhada' [orang² yang mati syahid]. Mereka sedang makan dari sebuah hidangan. Wanita ini saat itu sedang berpuasa.

Kemudian wanita itu berkata: "Maka suamiku meminta izin kepada teman²nya dan memberikan kepadaku sepotong makanan dan aku memakannya. Aku mendapati rasanya lebih lezat daripada apapun. Maka kemudian akupun terbangun dalam keadaan kenyang dan terus ada rasa kenyang tersebut."

Dan ini adalah kisah yang shahih/benar. Maha Suci Dzat Yang Maha Mampu atas segala sesuatu....".

Sumber:
Tafsīr Al-Qurānil 'Azhīm [5/186]

Siyar A'lāmin Nubalā [13/572].
PERBANDINGAN ULAMA TERDAHULU DENGAN KEADAAN KITA SEKARANG

🖊 Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah  berkata :

Dahulu sebagian manusia, mereka mengambil manfaat (faedah) dari sebagian yang lain jika berjumpa.
Adapun sekarang hal itu telah hilang dan justru keselamatan adalah dengan meninggalkan mereka.”

📚 Al Jarh Wa Ta'dil (1/88)
🎙️ Berkata 'Abbad bin 'Abbad رَحِمَهُ اللَّهُ :

"Bertakwalah kalian kepada Alloh; karena Sesungguhnya kalian sedang berada di Masa dimana Sifat Wara'itu Terkekang, sangat sedikit yang Memiliki Rasa Hormat, serta ilmu (Agama) ini Dipikul oleh para Perusaknya."

📚 [Sunan Ad-Darimy (1/506)]
🪴السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
🪴حياكم الله وبياكم وعلى السنة الغراء أبقاني وأبقاكم .


أما الآن فالتمسوا لي العذر قد أغيب مدة من الزمن، والله أعلم كم سأغيب.
احفظونا في غيبتنا وادعو لنا إن طال الغياب ونأمل بقائكم إلى حين رجوعنا..

وإن طال الغياب فادعوا لنا بالرحمة  والمغفرة فلا ندري متى الأجل
وأسأل الله أن نكون قد تركنا فيكم أثراً طيباً
وأسأل الله أن يجعلكم حجة لنا لا علينا واستغفر الله وأتوب الله
وأقول كما قال الشاعر :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ قَوْلِي وَمِنْ عَمَلِي
                 إِنِّي امْرؤٌ سَاءَ مِنِّي القَوْلُ وَالعَمَلُ



والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته🪴