This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Prajurit TNI Dikerahkan Jadi Operator SPBU untuk Atasi Antrean BBM di Bali
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, prajurit TNI dari Bekangdam IX/Udayana dikerahkan menjadi operator SPBU di Denpasar dan Badung untuk mempercepat pelayanan pengisian BBM. Langkah ini diambil setelah antrean kendaraan memanjang hingga ratusan meter dan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Pengerahan personel dilakukan setelah koordinasi Pangdam IX/Udayana dengan Direktur Utama Pertamina pada 14 Oktober 2026. Meski diharapkan dapat mengurangi antrean, percepatan pelayanan perlu disertai kepastian pasokan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi.
Sumber
π menurut kalian gimana guys???
#Pena_Bergerak
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, prajurit TNI dari Bekangdam IX/Udayana dikerahkan menjadi operator SPBU di Denpasar dan Badung untuk mempercepat pelayanan pengisian BBM. Langkah ini diambil setelah antrean kendaraan memanjang hingga ratusan meter dan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Pengerahan personel dilakukan setelah koordinasi Pangdam IX/Udayana dengan Direktur Utama Pertamina pada 14 Oktober 2026. Meski diharapkan dapat mengurangi antrean, percepatan pelayanan perlu disertai kepastian pasokan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi.
Sumber
π menurut kalian gimana guys???
#Pena_Bergerak
Ini gada yang mau ngucapin HBD sama presiden yg lagi ultah hari enih????
kasih ucapan apa gitu kek. Misal.
"Gak usah tiup lilin Pak, tiup api kebakaran di Papua, Kalimantan, dan wilayah lain yang terbakar aja"
ππ
kasih ucapan apa gitu kek. Misal.
"Gak usah tiup lilin Pak, tiup api kebakaran di Papua, Kalimantan, dan wilayah lain yang terbakar aja"
ππ
π΄2
πππππππ DISKUSI APA YAAA KALO SITUASI LAGI KAYAK GINI. KALIAN BUTUH GAK SIH PENYEGARAN GITU BIAR PIKIRAN FRESHHH TAPI LEWAT DISKUSI
ADUH TEMA APA YHππππ
ADUH TEMA APA YHππππ
Sebagai masyarakat biasa, kita harus apa?
Dari IHSG yang anjlok, kebakaran hutan, kekeringan, hingga banjir- Indonesia menghadapi berbagai persoalan. Di saat yang sama, kita juga dihadapkan pada banjir informasi yang tak selalu mudah dipercaya.
Kita memang tak bisa menyelesaikan semuanya sendirian. Namun, kita bisa mulai dari hal sederhana..memeriksa informasi, membantu sesuai kebutuhan, mengawasi kebijakan, dan saling menguatkan.
Kita tak harus mengubah semuanya sekaligus. Cukup mulai dari hal yang bisa kita lakukan, tanpa kehilangan kepedulian dan nalar kritis.
#Pena_Bergerak
#RandomBarengPena
Dari IHSG yang anjlok, kebakaran hutan, kekeringan, hingga banjir- Indonesia menghadapi berbagai persoalan. Di saat yang sama, kita juga dihadapkan pada banjir informasi yang tak selalu mudah dipercaya.
Kita memang tak bisa menyelesaikan semuanya sendirian. Namun, kita bisa mulai dari hal sederhana..memeriksa informasi, membantu sesuai kebutuhan, mengawasi kebijakan, dan saling menguatkan.
Kita tak harus mengubah semuanya sekaligus. Cukup mulai dari hal yang bisa kita lakukan, tanpa kehilangan kepedulian dan nalar kritis.
#Pena_Bergerak
#RandomBarengPena
π2
Ketika Kesulitan Ekonomi Masyarakat Dianggap Sekadar Masalah Gaya Hidup
βBiaya hidup diturunin, tapi gaya hidup tinggiβ
"Teriak biaya hidup minta diturunin, tapi gaya hidup sama gengsinya selangit."
Narasi ini ramai beredar di media sosial. Namun, benarkah kesulitan ekonomi masyarakat sesederhana persoalan gaya hidup?
Kali ini, Pena Bergerak mencoba membedah narasi tersebut dari perspektif ilmu komunikasi. Tentang bagaimana sebuah narasi membingkai persoalan, bagaimana masyarakat bisa saling menyalahkan, dan mengapa kita perlu melihat persoalan ekonomi secara lebih utuh.
Sebab, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, jangan sampai kita justru sibuk menyalahkan satu sama lain.
Jika berkenan, mari membaca dan berdiskusi. Pena Bergerak terbuka terhadap komentar, kritik, dan saran. π€
π Baca tulisan selengkapnya di sini:
https://medium.com/@bergerakpena/ketika-kesulitan-ekonomi-masyarakat-dianggap-sekedar-masalah-gaya-hidup-61e151d5db0d
#Pena_Bergerak
βBiaya hidup diturunin, tapi gaya hidup tinggiβ
"Teriak biaya hidup minta diturunin, tapi gaya hidup sama gengsinya selangit."
Narasi ini ramai beredar di media sosial. Namun, benarkah kesulitan ekonomi masyarakat sesederhana persoalan gaya hidup?
Kali ini, Pena Bergerak mencoba membedah narasi tersebut dari perspektif ilmu komunikasi. Tentang bagaimana sebuah narasi membingkai persoalan, bagaimana masyarakat bisa saling menyalahkan, dan mengapa kita perlu melihat persoalan ekonomi secara lebih utuh.
Sebab, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, jangan sampai kita justru sibuk menyalahkan satu sama lain.
Jika berkenan, mari membaca dan berdiskusi. Pena Bergerak terbuka terhadap komentar, kritik, dan saran. π€
π Baca tulisan selengkapnya di sini:
https://medium.com/@bergerakpena/ketika-kesulitan-ekonomi-masyarakat-dianggap-sekedar-masalah-gaya-hidup-61e151d5db0d
#Pena_Bergerak
Medium
Ketika Kesulitan Ekonomi Masyarakat Dianggap Sekedar Masalah Gaya Hidup
Ada persoalan yang menarik dalam komunikasi publik di Indonesia. Ketika masyarakat mengeluhkan harga pokok, sebagian orang justru meresponsβ¦
β€1π₯1
BEM UI Gelar Demo 28 Oktober, Bawa Lima Tuntutan
BEM Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi mahasiswa dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, aksi tersebut membawa lima tuntutan utama:
1. Lingkungan: Menetapkan status bencana nasional untuk bencana ekologis, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, dan membenahi tata kelola lahan.
2. Ekonomi: Mengarahkan APBN untuk kepentingan rakyat serta menghentikan pemborosan anggaran yang dinilai berorientasi pada kepentingan politik, termasuk program MBG dan KDMP.
3. Pendidikan dan kesejahteraan: Menurunkan biaya pendidikan, meratakan akses layanan dasar, dan menyediakan lapangan kerja berkualitas.
4. Reformasi hukum: Menghentikan penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan serta memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. HAM dan demokrasi: Melindungi kebebasan berpendapat, mengadili pelanggar HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
Pihak BEM UI menilai tuntutan tersebut berkaitan dengan persoalan lingkungan, penggunaan anggaran negara, mahalnya pendidikan, penyalahgunaan kekuasaan, serta perlindungan hak masyarakat. Tuntutan ini juga disebut tidak jauh berbeda dari aksi pada 20 Oktober 2026.
Intinya, demonstrasi ini bukan sekadar menyampaikan protes, melainkan mendesak pemerintah melakukan pembenahan dalam lima sektor utama, yaitu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, serta HAM dan demokrasi.
Tetap jaga solidaritas, kawal demokrasi, dan suarakan kebenaran. Perjuangan bukan sekadar tentang berani bersuara, tetapi juga tentang menjaga akal sehat, keberanian, dan kemanusiaan.
Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Panjang umur perjuangan!
#Pena_Bergerak
BEM Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi mahasiswa dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, aksi tersebut membawa lima tuntutan utama:
1. Lingkungan: Menetapkan status bencana nasional untuk bencana ekologis, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, dan membenahi tata kelola lahan.
2. Ekonomi: Mengarahkan APBN untuk kepentingan rakyat serta menghentikan pemborosan anggaran yang dinilai berorientasi pada kepentingan politik, termasuk program MBG dan KDMP.
3. Pendidikan dan kesejahteraan: Menurunkan biaya pendidikan, meratakan akses layanan dasar, dan menyediakan lapangan kerja berkualitas.
4. Reformasi hukum: Menghentikan penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan serta memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. HAM dan demokrasi: Melindungi kebebasan berpendapat, mengadili pelanggar HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
Pihak BEM UI menilai tuntutan tersebut berkaitan dengan persoalan lingkungan, penggunaan anggaran negara, mahalnya pendidikan, penyalahgunaan kekuasaan, serta perlindungan hak masyarakat. Tuntutan ini juga disebut tidak jauh berbeda dari aksi pada 20 Oktober 2026.
Intinya, demonstrasi ini bukan sekadar menyampaikan protes, melainkan mendesak pemerintah melakukan pembenahan dalam lima sektor utama, yaitu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, serta HAM dan demokrasi.
Tetap jaga solidaritas, kawal demokrasi, dan suarakan kebenaran. Perjuangan bukan sekadar tentang berani bersuara, tetapi juga tentang menjaga akal sehat, keberanian, dan kemanusiaan.
Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Panjang umur perjuangan!
#Pena_Bergerak
π₯2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π’ BAGAIMANA CARANYA TETAP WARAS MENJADI WNI?
Di tengah korupsi, nepotisme, dan kebijakan yang terus menguji kesabaran, rasanya selalu ada alasan untuk mengumpat. Kita marah, kecewa, dan lelah menghadapi realitas yang tak jarang membuat frustrasi.
Tapi, di tengah semua itu, bagaimana kondisi mental kita? Sampai kapan kita bisa bertahan tanpa kehilangan kewarasan dan kepedulian?
Lewat diskusi RESILIENSI JADI WNI, mari membahas bagaimana menghadapi tekanan sosial, menyikapi derasnya arus informasi, dan menjaga kesehatan mental tanpa berhenti kritis terhadap keadaan.
ποΈ Pemateri:
M. Adistya Rizki R., S.Psi., M.Si.
Founder Sudut Cerita | Akademisi Psikologi
ποΈ Rabu, 28 Oktober 2026
π 20.00 WIB β selesai
π Live Channel Telegram: https://t.me/pena_bergerak
Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum!
π€ Kita boleh lelah, tetapi jangan sampai kehilangan kepedulian. Kita boleh marah, tetapi jangan sampai kehilangan kejernihan berpikir.
Sampai bertemu di ruang diskusi Pena Bergerak!
#PenaBergerak
Di tengah korupsi, nepotisme, dan kebijakan yang terus menguji kesabaran, rasanya selalu ada alasan untuk mengumpat. Kita marah, kecewa, dan lelah menghadapi realitas yang tak jarang membuat frustrasi.
Tapi, di tengah semua itu, bagaimana kondisi mental kita? Sampai kapan kita bisa bertahan tanpa kehilangan kewarasan dan kepedulian?
Lewat diskusi RESILIENSI JADI WNI, mari membahas bagaimana menghadapi tekanan sosial, menyikapi derasnya arus informasi, dan menjaga kesehatan mental tanpa berhenti kritis terhadap keadaan.
ποΈ Pemateri:
M. Adistya Rizki R., S.Psi., M.Si.
Founder Sudut Cerita | Akademisi Psikologi
ποΈ Rabu, 28 Oktober 2026
π 20.00 WIB β selesai
π Live Channel Telegram: https://t.me/pena_bergerak
Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum!
π€ Kita boleh lelah, tetapi jangan sampai kehilangan kepedulian. Kita boleh marah, tetapi jangan sampai kehilangan kejernihan berpikir.
Sampai bertemu di ruang diskusi Pena Bergerak!
#PenaBergerak
β€1π1
EH INI KNP YAHππ aku mental guyss pas naik connecting
Tes resiliensi loπ
1. βSaya cenderung cepat pulih setelah melewati masa-masa sulit.
2. βSaya merasa kesulitan untuk melewati peristiwa bertekanan dalam hidup saya.*
β3. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk bangkit dari kemunduran atau kegagalan.
4. βSangat sulit bagi saya untuk snap back (kembali tenang) ketika sesuatu yang buruk terjadi.*
5. βSaya biasanya berhasil melewati masa-masa sulit tanpa banyak kendala emosional.
6. βSaya cenderung membutuhkan waktu lama untuk mengatasi kekecewaan dalam hidup.*
1. βSaya cenderung cepat pulih setelah melewati masa-masa sulit.
2. βSaya merasa kesulitan untuk melewati peristiwa bertekanan dalam hidup saya.*
β3. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk bangkit dari kemunduran atau kegagalan.
4. βSangat sulit bagi saya untuk snap back (kembali tenang) ketika sesuatu yang buruk terjadi.*
5. βSaya biasanya berhasil melewati masa-masa sulit tanpa banyak kendala emosional.
6. βSaya cenderung membutuhkan waktu lama untuk mengatasi kekecewaan dalam hidup.*
πππ§π πππ«π ππ«ππ€
πππ§π πππ«π ππ«ππ€ β RESILIENSI JADI WNI
RESILIENSI JADI WNI
Resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan di tengah keadaan yang sulit, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kesehatan mental, mengenali batas diri, dan tetap memiliki daya untuk memperjuangkan perubahan.
Kita boleh lelah, marah, dan mungkin memilih beristirahat sejenak. Namun, menjaga diri bukan berarti berhenti peduli. Sebab, tidak semua persoalan bisa diselesaikan hanya dengan meminta individu menjadi lebih tangguh. Ada ketidakadilan yang perlu dilawan, solidaritas yang perlu dibangun, dan perubahan yang perlu diperjuangkan bersama.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah hadir, berbagi pikiran, dan merawat ruang diskusi ini bersama. Semoga percakapan kita tidak berhenti malam ini, tetapi tumbuh menjadi kepedulian dan aksi nyata.
Mari terus berjuang, saling menguatkan, dan memastikan tidak ada yang harus menghadapi kesulitan sendirian.
Tetap waras, tetap peduli, dan terus bergerak.
Panjang umur perjuangan!!
#Pena_Bergerak
#WargaJagaWarga
#RakyatBantuRakyat
Resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan di tengah keadaan yang sulit, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kesehatan mental, mengenali batas diri, dan tetap memiliki daya untuk memperjuangkan perubahan.
Kita boleh lelah, marah, dan mungkin memilih beristirahat sejenak. Namun, menjaga diri bukan berarti berhenti peduli. Sebab, tidak semua persoalan bisa diselesaikan hanya dengan meminta individu menjadi lebih tangguh. Ada ketidakadilan yang perlu dilawan, solidaritas yang perlu dibangun, dan perubahan yang perlu diperjuangkan bersama.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah hadir, berbagi pikiran, dan merawat ruang diskusi ini bersama. Semoga percakapan kita tidak berhenti malam ini, tetapi tumbuh menjadi kepedulian dan aksi nyata.
Mari terus berjuang, saling menguatkan, dan memastikan tidak ada yang harus menghadapi kesulitan sendirian.
Tetap waras, tetap peduli, dan terus bergerak.
Panjang umur perjuangan!!
#Pena_Bergerak
#WargaJagaWarga
#RakyatBantuRakyat
π1
kata gw mah yaudah ga sih?
Skripsinya kan uda ada, ijazahnya juga sudah ditunjukkin tuh di persidangan. Sekarang biarkan proses hukumnya berjalan. Kita sebagai rakyat mending kawal hal-hal yang lebih penting dan lebih berarti buat kehidupan bersama.
Salam tiga jari. Jari tengah untuk rezim saat ini.
Skripsinya kan uda ada, ijazahnya juga sudah ditunjukkin tuh di persidangan. Sekarang biarkan proses hukumnya berjalan. Kita sebagai rakyat mending kawal hal-hal yang lebih penting dan lebih berarti buat kehidupan bersama.
Salam tiga jari. Jari tengah untuk rezim saat ini.
β€2
udah ya???? janji gak usah nangisin pa jokowi enih? oke?? itu trik psikologis dia dari jaman gorongΒ²
udah gausah ditambahin soundΒ² sedih, belajar dari si gemoy yang kemarin juga dikasih sound sedih, skrg masyarakat yg sedih kebakaran kagak abisΒ².
Lo aneh sih kalo nangisin pak jokowi ambil ijazah di lantai, tapi ga nangisin korban karhutlaπ
udah gausah ditambahin soundΒ² sedih, belajar dari si gemoy yang kemarin juga dikasih sound sedih, skrg masyarakat yg sedih kebakaran kagak abisΒ².
Lo aneh sih kalo nangisin pak jokowi ambil ijazah di lantai, tapi ga nangisin korban karhutlaπ
π3π₯1