Phillip Sekuritas Indonesia Research
βœ”
12.4K subscribers
16.3K photos
1 video
37 files
8.17K links
PSI Research Official Account - Disclaimer On
http://bit.ly/DisclaimerPSI
Download Telegram
Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +8.805
b. Energy: +5.206
c. Technology: +3.458
πŸ“©Phillip Sekuritas IndonesiaπŸ“©
Market Review Oktober 13, 2026

Indeks saham di Asia Rabu sore (14/10) mayoritas ditutup turun, tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah dan sikap waspada investor menjelang rilis data Inflasi (CPI) AS malam ini.
Harga minyak mentah terus merangkak naik setelah dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Selain itu, Reuters melaporkan bahwa Iran menerapkan taktik baru untuk menyasar kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai upaya menjaga harga minyak tetap tinggi dan mempengaruhi pemilihan umum sela di AS.

Iran berupaya menguasai Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap negara itu pada akhir bulan Februari lalu.
Iran telah membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, yang sebelum perang menyalurkan sekitar seperlima dari perdagangan minyak dan gas alam cair global, sebagai upaya untuk mendapatkan posisi tawar dengan AS.

Investor menantikan rilis data Inflasi (CPI) AS malam ini, dengan harapan dapat memperoleh petunjuk mengenai prospek kebojakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve).
Pakar ekonomi memperkirakan inflasi umum naik 0.2% M/M (+3.6% Y/Y) di bulan September akibat kembali melonjaknya harga bahan energi.

Di Asia, data Neraca Perdagangan Tiongkok yang keluar lebih baik dari perkiraan memberikan sedikit optimisme, sementara data Inflasi (CPI dan PPI) menyoroti sifat pemulihan ekonomi Tiongkok yang tidak merata.Surplus Neraca Perdagangan Tiongkok melebar menjadi USD133,53 miliar di bulan September, naik dari USD88,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu, melampaui perkiraan sebesar USD118,1 miliar, serta mencatatkan surplus terbesar kedua setelah rekor USD137,9 miliar yang dicapai pada Januari 2025.
Ekspor melonjak 36.3% Y/Y, melampaui perkiraan yang lompat 25.5% Y/Y sementara Impor membengkak 31% Y/Y hingga mencapai rekor tertinggi sebesar USD313,66 miliar, melampaui perkiraan kenaikan 24.5% Y/Y.

Data menunjukkan inflasi di level produsen (PPI) naik dengan laju tercepat dalam lebih dari empat tahun, sementara inflasi di level konsumen (CPI) naik tipis bulan lalu, didorong oleh kenaikan harga minyak dan komoditas meskipun lemahnya permintaan domestik menjaga tekanan inflasi secara keseluruhan tetap terkendali.
Producer Price Index (PPI) naik 5.0% Y/Y di bulan September, tertinggi sejak Juni 2022, sebuah akselerasi dari laju kenaikan 3.8% Y/Y di bulan sebelumnya dan melampaui perkiraan kenaikan 4.5% Y/Y.

Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) naik tipis 0.9% Y/Y bulan lalu dibanding dengan laju kenaikan 0.8% di buolan sebelumnya dan sedikit di bawah ekspektasi pasar yang naik 1.0% Y/Y.

πŸ“Œ Statistik
IHSG: 5,943.024 | +17.048 poin | (+0.29%)
Volume (Shares) : 31.303 Billion
Total Value (IDR) :11.265 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,451.833 Trillion
Saham naik : 280
Saham turun : 321

Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Technology: +3.920
b. Property: +2.056
c. Non Siklikal: +1.693

Top Gainers:
BLTZ :4,210 | +840 | +24.93%
BIKE :4,160 | +830 | +24.92%
SONA :3,450 | +690 | +25.00%
GEMS :8,425 | +600 | +7.67%
ARTA :2,680 | +530 | +24.65%

Top Losers:
ALKA :6,875 | -925 | -11.86%
ADES :34,775 | -825 | -2.32%
GGRM :17,600 | -350 | -1.95%
DCII :193,025 | -225 | -0.12%
EMAS :7,900 | -225 | -2.77%

Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
❀1
Selamat pagi😁,

Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.

Zoom : bit.ly/PhillipWebinar
Phillip Sekuritas Indonesia

JCI Indication (October 15, 2026)
Bearish
Support: 5,740; Resistance: 6,110

Indeks saham di Asia Kamis pagi (15/10) dibuka melemah dipimpin oleh KOSPI (-7.7%), Nikkei 225 (-3.9%) dan TAIEX (-2.9%) menyusul indeks saham utama di Wall Street semalam yang ditutup turun setelah data memperlihatkan inflasi AS di level konsumen bulan lalu naik lebih tinggi dari ekepektasi sehingga membangkitkan spekulasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) mungkin perlu segera menaikkan suku bunga.

Hal ini memberikan tekanan pada saham-saham sektor di teknologi, yang memang sudah berada dalam kondisi rentan di tengah tingginya imbal hasil (yield) obligasi, membengkaknya beban utang, potensi gangguan terhadap pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) serta kekhawatiran umum mengenai adanya gelembung pasar (bubble).

Setiap perlambatan dalam belanja AI dapat menimbulkan masalah bagi produsen chip komputer, yang selama ini menjadi pihak utama yang diuntungkan dari belanja infrastruktur seiring dengan langkah perusahaan-perusahaan berskala besar (hyperscaler) yang berlomba-lomba membangun pusat data.

Philadelphia SE Semiconductor Index anjlok 4.3%, turun selama enam hari beruntun, terpanjang sejak bulan Mei 2025.

Di pasar obligasi, yield surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 tahun turun lebih dari 2 bps menjadi 5.19% karena investor masih menunggu satu lagi data Inflasi AS, yaitu Producer Price Index (PPI) malam ini.

Sementara itu, yield US Treasury note bertenor 2 tahun yang paling sensitif dengan ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter naik 1.5 bps menjadi 4.81%.

Para pelaku pasar di bursa kontrak berjangka (Futures) memperhitungkan adanya peluang sebesar 37% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan ini, lebih besar dari 22% peluang pada hari Selasa.

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Pirce Index (CPI) AS memperlihatkan inflasi umum naik 0.6% M/M (+3.7% Y/Y) di bulan September, lebih cepat dari laju kenaikan 0.4% M/M (+3.4% Y/Y) di bulan sebelumnya dan sejalan dengan ekspektasi pasar yang naik 0.6% M/M (+3.6% Y/Y).

Lebih dari separuh kenaikan inflasi bulan September ini disebabkan oleh harga bensin di SPBU, yang naik sekitar 9% M/M.

Inflasi Inti (Core CPI) naik 0.3% M/M (+2.6% Y/Y), sama dengan laju kenaikan 0.3% M/M (+2.4% Y/Y) di bulan Agustus dan lebih tinggi dari nilai tengah (median) ekspektasi pasar, +0.2% M/M (+2.5% Y/Y).


News

PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) pada kuartal II/2026 mengalami rugi bersih sebesar IDR 14.73 miliar

PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) berencana right issue dengan nilai maksimum IDR 200 miliar

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar IDR 14.83 triliun pada semester I-2026, meningkat 55%


Technical Recommendations (Swing Trading)

DMAS (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 182
Target Price 1 : 191 (+4.95%)
Target Price 2 : 197 (+8.24%)
Stop Loss : 173 (-4.95%)

TAPG (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 2040
Target Price 1 : 2180 (+6.86%)
Target Price 2 : 2250 (+10.29%)
Stop Loss : 1900 (-6.86%)



Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
❀1
Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG:
a. Energy: -23.312
b. Basic Material: -23.256
c. Non Siklikal: -8.751
πŸ“©Phillip Sekuritas IndonesiaπŸ“©
Market Review Oktober 15, 2026

Indeks saham di Asia Kamis sore (15/10) ditutup turun tajam dengan indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang anjlok 3.4% dan memperpanjang penurunan mejadi empat hari beruntun seiring dengan semakin parahnya aksi jual pada saham-saham di sektor teknologi setelah data Inflasi (CPI) AS keluar lebih tinggi dari perkiraan
Angka inflasi AS yang lebih tinggi dari estimasi tentu memicu kekhawatiran akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve serta meningkatnya biaya modal, yang berpotensi menghambat tren investasi di sektor Kecerdasan Buatan (AI).

Indeks KOSPI Korea Selatan terjun bebas 7.6% dan selama bulan Oktober ini saja sudah terpangkas 18.8%, semakin menjauhi level psikologis 9,000 yang sempat ditembus di bulan Juni lalu di dorong oleh optimisme terhadap demam AI secara global.

Indeks TAIEX Taiwan, yang turut menikmati keuntungan dari demam AI, merosot 3.41%. Harga saham produsen chipkomputer terkemuka, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menjelang rilis laporan keuangannya.

TSMC melaporkan pendapatan 3Q26 meningkat 51% Y/Y sementara laba bersih lompat 69% Y/Y, melampaui ekspektasi seraya menyatakan bahwa permintaan terkait AI masih sangat kuat.
TSMC juga mengatakan pendapatan 4Q26 diperkirakan mencapai USD54.3 miliar dan belanja modal (Capex) tahun ini bisa menyentuh USD64 miliar.
Indeks Nikkei 225 Jepang menciut 4.9%, tertekan oleh harga saham Softbank Group (investor pada OpenAI) yang jatuh 9.1% dan harga sahamTokyo Electron, produsen peralatan chip komputer turun 6.3%.

Dari sisi ekonomi, data Core Machinery Orders Jepang naik 5.2% M/M di bulan Agustus, berbalik arah dari penurunan 3.7% M/M di bulan sebelumnya dan lebih baik dari ekspektasi pasar yang naik 3.0% M/M. Ini menandakan kenaikanbulanan ke empat kalinya di tahun ini.

Sementara itu, data Industrial Production Jepang turun 2.4% M/M di bulan Agustus, lebih buruk dibandingkan estimasi awal yang menunjukkan penurunan 1.7% M/M serta penurunan 0.2%M/M di bulan sebelumnya.

Ini menandakan kontraksi selama dua bulan berturut-turut dan merupakani laju penurunan terdalam sejak Januari, yang mencerminkan melemahnya output di berbagai sektor manufaktur utama di tengah lemahnya permintaan ekspor.

Fokus perhatian investor sekarang bergeser pada rilis data ekonomi AS mala mini, khususnya Producer Price Index (PPI) dan Retail sales (Penjualan Eceran).

πŸ“Œ Statistik
IHSG: 5,863.780 | -79.244 poin | (-1.33%)
Volume (Shares) : 35.253 Billion
Total Value (IDR) :13.529 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,298.148 Trillion
Saham naik : 108
Saham turun : 567

Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG:
a. Energy: -18.859
b. Basic Material: -11.488
c. Siklikal: -6.612

Top Gainers:
BSWD :4,500 | +900 | +25.00%
TFCO :2,000 | +395 | +24.61%
ALDO :1,955 | +390 | +24.92%
PTSP :1,665 | +330 | +24.72%
UNTR :25,250 | +250 | +1.00%

Top Losers:
SMAR :7,700 | -625 | -7.51%
POLU :13,200 | -600 | -4.35%
ADES :34,250 | -525 | -1.51%
SINI :14,075 | -475 | -3.26%
BLUE :3,270 | -470 | -12.57%

Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
❀1
Selamat pagi😁,

Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.

Zoom : bit.ly/PhillipWebinar